cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dinamika Penelitian Industri
ISSN : 20888996     EISSN : 24774456     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Menyajikan karya tulis ilmiah yang berkualitas yang telah terseleksi dan direview untuk penelitian dan perekayasaan bidang teknologi industri karet, tekstil, pangan, lingkungan dan kimia lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Skrinning Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Daun Buas–Buas (Premna cordifolia ROXB.) Rika Wulandari
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5525

Abstract

Daun  buas–buas (Premna cordifoliaROXB.) Kalimantan Barat telah dimanfaatkan masyarakat sebagai sayuran/lalapan danpengobatan  tradisional  sebagai obat  cacingandan masukangin, membantu pembekuan darah, meningkatkan selera makan pada anak, pengawet makanan, dandapatmemperlancar ASI.Salah satu cara terbaik dan praktis untuk mengambil manfaat dan khasiatnya bagi kesehatan yaitu melalui pembuatan produk minuman teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, fenol total, dan aktivitas antioksidan teh herbal daun buas-buas. Proses pembuatan teh herbal dilakukan dengan menyortir dan membersihkan daun buas-buas danpengeringan pada suhu 43 °C selama 30 jam. Teh herbal dibuat dari simplisia kering daun buas-buas yang diseduh dengan 100 mL air dengan suhu 80 – 90 °C selama 10 menit. Seduhan teh herbal daun buas-buas (SB) kemudian dianalisis secara organoleptik menggunakan kontrol teh hijau, kandungan fitokimia, fenol total, aktivitas antioksidan, dan parameter uji lain sesuai SNI 8386:2013 megenai teh kering dalam kemasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa simplisia daun buas-buas memiliki kadar air sebesar 5,09 % dengan rendemen 35 %. Uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan SB memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya steroid, terpenoid, fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin.Kandungan fenol total (TPC), dan aktivitas antioksidan (IC50) dari SB secara berturut-turut adalah sebesar 88,29% dan 1,73 x 10-4mg/mL. Tingginya aktivitas antioksidan SB menunjukkan bahwa SB mampu menghambat DPPH dengan sangat kuat.
PENGGUNAAN ZAT WARNA TEKSTIL PADA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BAHAN PELAPIS KAIN KANVAS Luftinor Luftinor
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5671

Abstract

Kain kanvas merupakan kain berat dan kuat ditenun dengan anyaman polos, benangnya dapat tunggal, rangkap maupun gintir dibuat dari serat kapas, flax, rami, jute, sintetik.atau campurannya. Beberapa jenis kain kanvas diberi bahan pelapis  pada permukaannya agar dapat menahan air (water repellent), juga untuk menarik secara estetika dan memiliki ketahanan kimiawi dan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan meterial biasa, sesuai dengan kegunaannya yaitu  untuk tenda, ransel, penutup truk, tas, sepatu dan lain-lainnya. Penelitian penggunaan zat warna tekstil pada kompon lateks alam cair untuk bahan pelapis kain kanvas water repellent telah diilakukan dengan memvariasikan  beberapa jenis zat warna, yaitu zat warna procion, zat warna pigmen dan zat warna basis  dalam tiga tingkatan konsentrasi yaitu 5 g, 10 g dan 15 g diperoleh 9 macam kain kanvas water repellent. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan formula yang tepat dalam pembuatan kain kanvas water repellent, mempunyai kecerahan warna, ketahanan luntur warna, daya tahan air  kekuatan rekat, kekuatan tarik, mulur dan ketahanan sobek. Semakin tinggi konsentrasi zat warna yang digunakan pada kompon lateks sampai pada batas tertentu warna kain kanvas water repellent yang dihasilkan semakin cerah, akan tetapi  sifat fisika lainnya seperti ketahanan luntur warna,  daya tahan  air, kekuatan rekat, kekuatan tarik, mulur dan kekuatan sobek cenderung tetap. Hasil terbaik diperoleh pada formula V dengan menggunakan zat warna pigmen, mendapatkan  nilai kecerahan warna 4,8 (baik), katahanan luntur warna terhadap pencucian 4 (baik) untuk perubahan warna , 4-5 (baik) untuk penodaan warna,  Ketahanan luntur warna terhadap gosokan 4-5 (baik) untuk gosokan kering, 4 (baik) untuk gosokan basah, daya tahan air 79,8 mBar, kekuatan rekat 1,2 kg/cm,  kekuatan tarik 80,6 kg dan 77,8 kg untuk lusi dan pakan, mulur 41,2 % dan 18,8 % untuk lusi dan pakan, kekuatan sobek 19,5 kg dan 18,2 kg untuk lusi dan pakan,Kata kunci : Kain kanvas, lateks alam, procion,, pigmen, basis
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP SIFAT FISIK CAIRAN HASIL PROSES PERENGKAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS EXPANDED POLYSTYRENE Selpiana Selpiana; Prahady Susmanto; Lia Cundari; Rizka Wulandari Putri; Omar Ibrahim; Dedek Oktari
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5592

Abstract

Penggunaan plastik di masyarakat semakin meningkat karena plastik memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat digunaakan dalam waktu lama, tidak menyerap air, strukturnya ringan dan tidak mudah bocor. Hal tersebut disebabkan oleh plastik  memiliki kerapatan molekul yang tinggi. Penggunaan plastik yang tinggi ini mengakibatkan dampak lingkungan dan kesehatan karena plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai secara alami sehingga mengakibatkan penumpukan produksi sampah plastik. Perengkahan limbah plastik dengan bantuan katalis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatif limbah plastik. Pada penelitian ini digunakan Cu-Al2O3sebagai katalis dengan variasi temperatur mulai dari 150 oC hingga 300 oC dan variasi waktu perengkahan mulai dari 30 menit hingga 180 menit. Produk cair dari proses perengkahan ini dilakukan analisa viskositas dan densitas untuk mengidentifikasi sifat fisiknya. Nilai viskositas terbaik yaitu 0,9971 mm2/s diperoleh pada temperatur 250 oC dan waktu perengkahan 150 menit. Sedangkan untuk nilai densitas terbaik yaitu 6,29 lb/gal diperoleh pada temperatur 250 oC dan waktu 120 menit. 
PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT DAN LIMBAH CRUMB RUBBER TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK VULKANISAT HANDGRIP RUBBER Eni Efendri; Elfidiah Elfidiah; Dian Kharismadewi; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5437

Abstract

Industri  karet  remah (crumb rubber)  menghasilkan limbah karet padat yang  mengandung karet.Setiap pengolahan 100   kg  karet Bokar   menghasilkan  limbah karet padat  yang masih mengandung karet sekitar 3-5%. Limbah padat ini ditumpuk dipabrik dan belum sepenuhnya diproses secara efektif. Limbah padat berupa cangkang sawit mengandung silika (SIO2) yang cukup tinggi mencapai 50-56 %. Cangkang sawit selama ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan energi mekanik dan panas pada penggilingan minyak kelapa sawit (CPO), menyisakan abu  cangkang sawit  yaitu sekitar 15 %  dari berat total cangkang sawitnya. Abu dari sisa pembakaran pada boiler berupa abu dibuang dekat pabrik sebagai limbah padat yang tidak dimanfaatkan. Limbah crumb rubber dan abu cangkang sawit ini dapat dikembangkan dengan membuat Vulkanisat dan Barang jadi  Handgrip Rubber sepeda motor berbasis Styrene Butadiene. Pembuatan kompon vulkanisat Hand grip Rubber  dengan menggunakan Lima perlakuan variasi  abu cangkang sawit dan zeosil  sebagai bahan pengisi sekaligus berfungsi sebagai penguat dengan 5 perlakuan dan 4 perlakuan variasi limbah padat Crumb rubber dan SBR dalam pembuatannya ada penambahan  bahan kimia lainnya diperoleh hasil yang terbaik dengan menggunakan kompon formula 4 yaitu dengan penambahan Limbah Crumb Rubber  70 phr , SBR 30 phr dan Abu Cangkang Sawit  45 phr dengan Zeosil 15 phr  serta dan pengujian secara visual .Formulasi Kompon 4 memenuhi persyaratan untuk pengujian fisik dan mikanik   yaitu kekerasan yaitu 67,67 shore A dan pengujian Kekerasan After Aging sama yaitu 67,33 shore A; kekuatan tarik 71.59 kg/cm2 , setelah aging , Elongation at Break (Perpanjangan Putus), % yaitu 388 %, after Aging yaitu 360  %.Kata kunci: Bahan pengisi, Abu cangkang  sawi t  ,ziosil,  limbah karet,crumb rubber, SBR , handle grip rubber
THE EFFECT OF CARBON BLACK COMPOSITION IN STYRENE BUTADIENE RUBBER AND NATURAL RUBBER BLENDING TOWARDS ITS AGEING AND ORGANIC SOLVENT RESISTANCE PROPERTIES Tri Susanto; Popy Marlina
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5134

Abstract

In terms of enhance thermal ageing resistance of natural rubber (NR)  based products, it is common to blend NR with styrene butadiene rubber (SBR) to produce binary blends with higher thermal properties. However, reinforcement filler such as carbon black (CB) commonly added to improve physcomechanical properties of the blends. Thus, this present study investigated the effect of CB composition in SBR/NR binary blending towards its thermal ageing resistance and organic solvent resistance. CB was compounded 35 up to 75 phr into SBR/NR (50/50 phr), the standard procedure ASTM D-3182 was applied. The result show that hardness value increase significantly due to the higher addition CB. Conversely, the higher CB composition in SBR/NR binary blends cause quite significant the decreasing value of tensile strength and elongation at break. The effect of thermal aging properties was observed at dry air circulation at 70 oC for 48 hours. It is found that thermo-oxidative ageing cause a serious damage on the surface  as well as decrease the hardness, tensile strength and elongation at break of the rubber vulcanizates. However, the effect of CB addition towards the decreasing value of those properties could not be seen clearly. In addition, toluene immersion for 24 hours cause the mass loss up to about 5% weight of the NR/SBR binary blends, whereas iso-octane and n-hexane immersion cause slight mass changes only approximately 0,1 % weight.
PEMANFAATAN LIMBAH KEMPAAN GAMBIR, ABU BOILER DAN SEKAM PADI UNTUK PUPUK ORGANIK Nesi Susilawati; Chasri Nurhayati
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.6001

Abstract

Selama ini limbah padat proses pengolahan gambir dengan  proses basah (pengempaan) langsung dibuang atau dibakar apabila sudah kering, padahal limbah tersebut dapat dimanfaatkan  sebagai bahan baku pupuk organik karena mengandung bahan organik yang dapat didekomposisi oleh mikroba dan menjadi pupuk organik. Dekomposisi limbah  kempaan  gambir secara alami memerlukan waktu sekitar 7-8 bulan. Oleh karena itu diperlukan bioaktivator  berupa EM-4 dan MOL (Mikroorganisme Lokal) agar proses dekomposisi limbah lebih cepat. Penambahan abu boiler dan sekam padi diperlukan untuk menaikkan nilai pupuk organik yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  perbandingan beberapa variasi bahan baku dari  limbah kempaan gambir, abu boiler dan sekam padi   dengan penambahan  bioaktivator MOL dan EM-4 untuk mendapatkan pupuk organik yang memenuhi persyaratan SNI. Rancangan percobaan menggunakan  rancangan acak lengkap faktorial dengan  variasi perbandingan bahan baku pupuk organik  yaitu perbandingan limbah kempaan gambir : abu boiler : sekam padi, meliputi  (A1) 100:0:0 (A2) 90:8,5:1,5  (A3) 80:17:3 (A4) 70:25,5:4,5 (A5) 60:34:6 dan Faktor B adalah jenis mikroba EM-4 (B1) dan MOL (B2). Pengujian pupuk organik meliputi kadar air, C-Organik, Nitrogen, P2O5 dan K2O. Hasil pengujian produk pupuk organik dibandingkan dengan SNI 7763:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali kadar air, parameter uji yang lain telah memenuhi SNI 7763:2018; Pupuk Organik Padat, sehingga campuran limbah kempaan gambir, abu boiler dan sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat, namun pengaruh  penggunaan mikroba MOL dan EM-4 tidak berbeda secara signifikan.
PEMANFAATAN BIO-ELASTOMER MINYAK KELAPA SAWIT UNTUK PEMBUATAN BARANG JADI KARET Sherly Hanifarianty; Mili Purbaya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.5587

Abstract

Pemanfaatan sumber daya alam di Sumatera Selatan seperti minyak kelapa sawit telah dilakukan pada penelitian ini untuk menghasilkan barang jadi karet yang mudah diaplikasikan di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh kadar elastomer bersumber dari minyak kelapa sawit terhadap karakteristik pematangan kompon, sifat mekanik kompon dan ketahanan minyak vulkanisat barang jadi karet. Penelitian ini memiliki beberapa variabel jumlah elastomer di antara nya adalah A0: 0 phr, A1: 2.5 phr, A2: 5 phr, A3: 7.5 phr, A4: 10 phr, A5: 12.5 phr dan A6: 15 phr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan elastomer dapat meningkatkan nilai kekerasan, kekuatan sobek dan pampatan tetap. Sebaliknya, penambahan elastomer dapat menurunkan nilai tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan retak lentur dan kepegasan pantul. Untuk hasil pengujian ketahanan minyak, formula A1 memiliki nilai perubahan massa yang paling kecil, sehingga formula kompon ini dapat dikembangkan menjadi produk yang tahan terhadap minyak.
KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN SIFAT MEKANIK KARET BANTALAN KAKI SEPEDA MOTOR DENGAN BAHAN PENGISI PASIR KUARSA Rahmaniar Rahmaniar; Indri Hermiyati Hermiyati; Abu Hasan; Sukma Surya Kusumah; Nasruddin Nasruddin
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.6008

Abstract

Penelitian tentang karakteristik pematangan dan sifat mekanik karet alam dengan pengisi pasir kuarsa untuk bantalan kaki sepeda motor telah dilakukan. Parameter mekanik bantalan kaki sepeda motor mengacu pada SNI 06-7032-2004. Pasir kuarsa sebagai pengisi dengan ukuran butir 100 mesh, untuk setiap perlakuan dengan perbandingan 60 phr, 65 phr, 70 phr dan 75 phr. Aktivator, koaktivator, pelunak, dan belerang dikondisikan. Hasil pengujian pematangan kompon untuk formula P1 dengan rasio pasir kuarsa 50 phr sebagai formula terbaik menghasilkan Smax = 4,62 kg/cm,Smin = 0,14 kg/cm, DS = 4,48 kg/cm, t90 = 5,28 min dan ts2 = 4,04 min. Hasil pengujian sifat mekanik nilai  kekerasan yaitu 57 Shore A, tegangan putus yaitu 188 kg/cm2 dan perpanjangan putus yaitu 560%.Hasilnya menunjukkan bahwa karet vulkanisir untuk rubber step sepeda motor sesuai dengan SNI 06-7032-2004.
PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI KAOLIN DAN KARBON HITAM TERHADAP SIFAT FISIK, KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN USANG PADA VULKANISAT KARET ALAM Tri Susanto; Rahmaniar Rahmaniar
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.5958

Abstract

Karbon hitam merupakan bahan pengisi penguat komersial industri dengan harga yang relatif tinggi yang sering digunakan dalam pembuatan barang karet. Sementara kaolin sangat berpotensi dari sisi sifat fisik, ketersediaan dan harga untuk dijadikan bahan pengisi pendamping dalam pembuatan barang karet alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi karbon hitam dan kaolin terhadap sifat fisik, tarik, dan ketahanan usang vulkanisat karet Alam. Kombinasi karbon hitam: kaolin dalam penelitian ini yaitu 50:20; 40:30; 30:40; dan 20:40 phr, dilakukan sesuai dengan proses pembuatan vulkanisat karet alam ASTM D3182. Hasil penelitian menunjukan bahwa dominasi kaolin terhadap karbon hitam memperngaruhi perubahan kekerasan, kuat tarik, dan perpanjangan putusnya. Perbandingan komposisi karbon hitam dan kaolin tidak memberikan efek terhadap ketahanan usang vulkanisat karet alam. Hasil spektra FTIR menambahkan informasi dispersi karbon hitam dan kaolin pada matriks karet alam perlu ditingkatkan.
PENGARUH MALEATED NATURAL RUBBER (MNR) TERHADAP SIFAT MEKANIK VULKANISAT KARET DENGAN FILLER ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA Popy Marlina; Hari Adi Prasetya
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v31i1.6016

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah tempurung kelapa sebagai bahan pengisi alternative vulkanisat karet. Peningkatan karakteristik vulkanisat karet yang dihasilkan, dilakukan dengan cara menambahkan bahan penghubung maleated natural rubber (MNR) yang akan berperan sebagai material penghubung, antara bahan pengisi arang tempurung kelapa yang bersifat polar dan karet alam yang non polar. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan faktor perlakuan perbandingan jumlah bahan pengisi arang aktif tempurung kelapa (ATK) dan carbon black (CB) 0/45; 22,5/22,5; 45/0 phr dan waktu penyimpanan 1 hari, 2 hari, dan 3 hari, pengulangan setiap perlakuan sebanyak 3 (tiga) kali. Karakteristik arang tempurung kelapa yang diamati kadar karbon terikat hasil aktivasi arang aktif tempurung kelapa dan perubahan sifat mekanik vulkanisat karet meliputi kekerasan, tegangan putus dan perpanjangan putus diamati sebelum dan sesudah pengusangan. Kadar karbon terikat hasil penelitian ini sebesar 80%, sesuai dengan standar SNI 06-3730-1995, kualitas arang aktif minimal 65%. Nilai kekerasan, tegangan putus, dan perpanjangan putus, tidak mengalami perubahan signifikan sebelum dan sesudah pengusangan dengan penambahan maleated natural rubber (MNR).

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 32, No 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 32, No 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 31, No 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 31, No 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 30, No 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 29, No 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI0 Vol 29, No 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 29, No 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 29, No 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 28, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 28, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 28, No 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 28, No 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 27, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 27, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 27, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 27, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 26, No 2 (2015): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 26, No 2 (2015): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 26, No 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 26, No 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 25, No 2 (2014): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 25, No 2 (2014): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 25, No 1 (2014): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 25, No 1 (2014): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 24, No 2 (2013): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 24, No 2 (2013): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 24, No 1 (2013): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 24, No 1 (2013): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 23, No 2 (2012): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 23, No 2 (2012): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 23, No 1 (2012): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 23, No 1 (2012): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 22, No 2 (2011): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 22, No 2 (2011): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 22, No 1 (2011): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 22, No 1 (2011): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI Vol 21, No 2 (2010): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN Vol 21, No 2 (2010): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN Vol 21, No 1 (2010): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN Vol 21, No 1 (2010): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN More Issue