cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 440 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN 4C SISWA Ni Made Ari Dwiastuti; I Wayan Puja Astawa; I Nyoman Sukajaya
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/w9cchh35

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) terhadap keterampilan 4C secara komprehensif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berbasis PRISMA dengan mengkaji 10 artikel terpilih dari 363 artikel teridentifikasi yang diperoleh melalui aplikasi Publish or Perish 8. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan 4C melalui model TAI terjadi secara komprehensif. Peningkatan berpikir kritis melalui pembelajaran individu mendukung kualitas komunikasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok, yang selanjutnya mendorong munculnya kreativitas. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas model TAI tidak hanya terlihat pada masing-masing komponen, tetapi pada keterkaitan antar keterampilan yang berkembang secara simultan dalam satu proses pembelajaran. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif TAI dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan 4C siswa. Simpulan: Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penguatan dasar teoretis mengenai implementasi langkah-langkah model TAI dalam mendorong keterlibatan aktif siswa, baik secara individu maupun kelompok. Penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DENGAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Oki Rahmadani; Yenita Roza; Syarifah Nur Siregar
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/zj31v666

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VII.3 SMPN 12 Pekanbaru melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dengan deep learning pada materi statistika. Metode: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 murid kelas VII.3 SMPN 12 Pekanbaru semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar pengamatan aktivitas pendidik, lembar pengamatan aktivitas murid dan tes KPMM. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan deep learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan KPMM murid pada materi statistika. Proses pembelajaran mengalami perbaikan pada setiap siklus, murid lebih terlibat dalam diskusi dan pemecahan masalah, dan rata-rata KPMM kelas telah meningkat dari 37,50 pada tes awal menjadi 65,83 pada Siklus I dan 77,17 pada Siklus II. Simpulan: Penerapan model PBL dengan deep learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VII.3 SMPN 12 Pekanbaru pada materi statistika.
PENGARUH DISPOSISI MATEMATIS DAN SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN HOTS PESERTA DIDIK MELALUI MOTIVASI Aghnia Husnul Amali Iqdhi; Bambang Sri Anggoro; Siti Ulfa Nabila
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8b5k5f10

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara disposisi matematis, self-regulated learning, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik yang mencakup kemampuan analisis serta reflektif, dengan motivasi sebagai variabel penghubung. Metode: Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif berjenis ex post facto. Subjek yang dilibatkan berjumlah 110 peserta didik kelas X SMK 2 Mei Bandar Lampung pada tahun ajaran 2025/2026, yang ditentukan melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin dari total populasi 152 peserta didik. Instrumen pengumpulan data mencakup angket disposisi matematis, angket self-regulated learning, angket motivasi, serta tes kemampuan HOTS pada materi statistika. Hasil: Temuan penelitian mengungkapkan bahwa disposisi matematis dan self-regulated learning masing-masing memberikan pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap motivasi. Akan tetapi, tidak ditemukan adanya pengaruh langsung yang signifikan dari disposisi matematis, self-regulated learning, maupun motivasi terhadap kemampuan HOTS. Motivasi terbukti memiliki peran sebagai mediator signifikan pada hubungan self-regulated learning dengan kemampuan HOTS, sementara peran mediasi tersebut tidak berlaku pada hubungan antara disposisi matematis dan kemampuan HOTS. Simpulan: self-regulated learning memberikan kontribusi terhadap kemampuan HOTS peserta didik melalui peran mediasi motivasi, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan self-regulated learning sekaligus motivasi guna meningkatkan kemampuan HOTS peserta didik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN ANALISIS MATEMATIS PESERTA DIDIK Ayu Novitasari; Bambang Sri Anggoro; Novian Riskiana Dewi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/nscz8161

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan penalaran matematis dan kemampuan analisis matematis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rebang Tangkas, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment. Populasi penelitian terdiri atas seluruh peserta didik kelas VIII sebanyak 55 peserta didik. Sampel ditentukan menggunakan cluster random sampling, yaitu kelas VIII B sebanyak 28 peserta didik sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran CPS dan kelas VIII C sebanyak 27 peserta didik sebagai kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan pada materi Teorema Pythagoras. Instrumen penelitian berupa soal uraian kemampuan penalaran matematis dan kemampuan analisis matematis yang telah melalui validasi ahli dan pengujian empiris. Data dianalisis menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil: Rerata kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen mencapai 89,50, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 74,81. Rerata kemampuan analisis matematis kelas eksperimen sebesar 85,39, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,19. Uji parsial menunjukkan bahwa CPS berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penalaran matematis (F = 111,023; p < 0,001; partial eta squared = 0,677) dan kemampuan analisis matematis (F = 15,071; p < 0,001; partial eta squared = 0,221). Secara simultan, CPS juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut (F = 59,686; p < 0,001; partial eta squared = 0,697). Simpulan: Model CPS memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan penalaran dan analisis matematis serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi peserta didik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ECO-MATH BERBANTUAN CANVA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DITINJAU DARI GENDER Suci Maharani; Bambang Sri Anggoro; Novian Riskiana Dewi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/84cygq77

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Eco-Math berbantuan Canva terhadap pemahaman konsep dan sikap peduli lingkungan, serta menganalisis pengaruhnya ditinjau dari gender peserta didik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri 1 OKU Timur tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 180 peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 90 peserta didik yang dipilih menggunakan cluster random sampling dan terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelas eksperimen pertama yang menerapkan Eco-Math berbantuan Canva, kelas eksperimen kedua yang menerapkan Eco-Math tanpa Canva, dan kelas kontrol yang menerapkan Deep Learning. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian pemahaman konsep dan angket sikap peduli lingkungan yang telah melalui pengujian instrumen. Analisis data dilakukan menggunakan Two-Way Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil: Model pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep dan sikap peduli lingkungan, baik secara parsial maupun simultan. Kelompok Eco-Math berbantuan Canva menunjukkan capaian paling baik dibandingkan kelompok Eco-Math tanpa Canva dan kelompok kontrol. Sebaliknya, gender tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel, dan tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan gender. Simpulan: Eco-Math berbantuan Canva efektif dalam mendukung pemahaman konsep sekaligus sikap peduli lingkungan peserta didik tanpa menunjukkan perbedaan efektivitas berdasarkan gender.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ALJABAR Ahmad Qubaits; Reza Oktiana Akbar; Nurma Izzati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6y59cn04

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis scaffolding pada materi bentuk aljabar serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik di MTs NU Astanajapura Kabupaten Cirebon. Metode: Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII MTs NU Astanajapura Kabupaten Cirebon tahun ajaran 2025/2026. Penelitian melibatkan dua kelas, yaitu satu kelas eksperimen yang terdiri atas 25 peserta didik dan satu kelas kontrol yang terdiri atas 25 peserta didik. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan LKPD berbasis scaffolding, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan awal serta rekomendasi guru matematika. Penelitian juga melibatkan tiga validator, yaitu dua dosen pendidikan matematika dan satu guru matematika, untuk menilai kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis scaffolding memperoleh rata-rata tingkat validitas sebesar 90,27% dengan kategori sangat valid. Tingkat kepraktisan berdasarkan respons peserta didik memperoleh persentase sebesar 80% dengan kategori praktis. Efektivitas LKPD ditunjukkan oleh rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 53,31% dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0,69% dengan kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis scaffolding mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Simpulan: LKPD berbasis scaffolding pada materi bentuk aljabar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik.
KARAKTERISTIK KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLTV BERDASARKAN TEORI KASTOLAN DITINJAU DARI TINGKAT SELF-EFFICACY Rheifina Salsabilla; Anas Ma&#039;ruf Annizar
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gvbcb018

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kesalahan siswa kelas X dalam menyelesaikan soal cerita materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) berdasarkan Teori Kastolan ditinjau dari tingkat self-efficacy siswa.Metode: Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan di SMKN 5 Jember. Sembilan subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengelompokan skor angket self-efficacy dengan kriteria batas: self-efficacy tinggi (skor >  + SD), sedang ( - SD ≤ skor ≤   + SD), dan rendah (skor <   - SD), di mana masing-masing kategori diwakili oleh tiga siswa. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy, tes tulis soal cerita SPLTV, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber yang diperkuat dengan member checking.Hasil: Analisis deskriptif menunjukkan karakteristik kesalahan yang bervariasi pada masing-masing kelompok subjek: (1) Subjek SET cenderung melakukan kesalahan konseptual terbatas pada ketidaklengkapan model matematika serta kesalahan teknik pada operasi hitung aljabar tertentu; (2) Subjek SES melakukan kesalahan konseptual berupa kekeliruan menerjemahkan relasi antarvariabel, serta kesalahan prosedural berupa lompatan tahapan hitung; (3) Subjek SER melakukan kesalahan menyeluruh pada aspek konseptual, prosedural yang tidak sistematis, hingga ketidaktelitian teknik yang ditandai dengan banyaknya coretan pengerjaan.Simpulan: Karakteristik kesalahan konseptual dalam menerjemahkan soal cerita ditemukan pada seluruh tingkatan subjek. Kecenderungan menunjukkan bahwa subjek dengan self-efficacy tinggi memiliki sistematika pengerjaan yang lebih terstruktur dan mampu meminimalkan kesalahan prosedural, sedangkan subjek dengan self-efficacy sedang dan rendah cenderung masih menghadapi kendala pada ketiga aspek Teori Kastolan.
PENERAPAN MODEL TGT BERBASIS PERMAINAN ULAR TANGGA PADA PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG DI SANGGAR BIMBINGAN MALAYSIA Esty Rahmadini; Tio Heriyana; Oman Hadiana; Casnan; Azmi Darotul Mutmainnah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wcr5wr07

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pemahaman operasi hitung siswa setelah penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan ular tangga di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Seri Petaling Kuala Lumpur, Malaysia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman operasi hitung berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-Rank, Normalized Gain (N-Gain), dan Effect size. Hasil: Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest . nilai N-Gain sebesar  berada pada kategori tinggi, sedangkan effect size sebesar  menunjukan efek yang besar. Simpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT berbasis ular tangga berpotensi menjadi salah satu alternatif pembelajaran matematika yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan khususnya pada pembelajaran operasi hitung di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Seri Petaling Kuala Lumpur, Malaysia.
MODUL AJAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KONTEN RASIO PADA FASE-D Firda Luthfiani; Maimunah; Rini Dian Anggraini
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/cjvhh798

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan yang menghasilkan modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang memenuhi kriteria valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada konten rasio di Fase D. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data penelitian terdiri atas data kualitatif yang diperoleh melalui kegiatan wawancara serta data kuantitatif yang diperoleh melalui angket atau kuesioner. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui validasi oleh tiga orang validator dan uji coba kepada siswa SMP Negeri 11 Pekanbaru. Data kuantitatif dianalisis menggunakan skala Likert dan Guttman untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memperoleh skor validasi sebesar 93,84% dan termasuk dalam kategori sangat valid. Selanjutnya, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar menghasilkan skor analisis angket respons siswa masing-masing sebesar 94,07% dan 95,97%. Kedua hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat praktis. Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa pengembangan modul ajar berbasis Problem-Based Learning yang dirancang khusus untuk konten rasio guna memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. 
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI KUIS PADA MATERI TRANSLASI DAN REFLEKSI UNTUK MENUNJANG PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Anindhita Maheswari; Fuad Lucky Atmaja
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/n643ee12

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang berdasarkan lima sintaks Problem Based Learning yang kemudian dipadukan dengan evaluasi berbasis Quizizz berbasis kuis interaktif pada materi translasi dan refleksi guna menunjang pemahaman konsep matematis siswa SMP. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D, yang meliputi tahap define, design, dan development. Pada tahap define dilakukan analisis kebutuhan dan identifikasi permasalahan pembelajaran geometri, tahap design meliputi perancangan LKPD berbantuan Quizizz menggunakan Canva, sedangkan tahap development mencakup validasi oleh ahli materi dan ahli media, revisi produk berdasarkan saran validator, serta publikasi produk melalui FlipHTML5. Uji coba terbatas dilakukan pada lima siswa kelas IX SMP dengan pengumpulan data melalui lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan hasil kuis interaktif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh skor validasi rata-rata sebesar 3,67 dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan rata-rata respons siswa sebesar 96,42% dengan kategori sangat baik. Selain itu, rata-rata skor kuis siswa mencapai 96,00 yang menunjukkan bahwa LKPD memiliki potensi untuk menunjang pemahaman konsep matematis siswa pada materi transformasi geometri. Simpulan: Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan bahan ajar inovatif yang mengintegrasikan Problem Based Learning dan kuis interaktif Quizizz sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika yang lebih aktif, menarik, dan mendukung penguatan pemahaman konsep matematis siswa SMP.