cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor – faktor yang Berhubungan Diabetes Mellitus pada Pralansia (45-59 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Keloyang Novita, Tiara Rizky; Efrarianti, Yocy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2802

Abstract

Diabetes mellitus padapralansia (45-59 tahun) merupakan penyakitkronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme karena produksi dan fungsi hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya. Menuruh WHO terdapat 1.6 jutaatau 4 % yang menderita diabetes mellitus dan berdasarkan data IDF Atlas 2019 Indonesia menempati urutan ke 7 didunia denganp revelensi 10,7 juta jiwa. Jeni spenelitian yang digunakan bersifat Analitik Kuantitatif. Populasi penelitian yaitu sebanyak 40 orang pralansia yang menderita diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Keloyang Tahun 2021. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 31 orang pralansia yang terkena diabetes mellitus dan 31 orang pralansia yang tidak terkena diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Keloyanag pada bulan Januari sampai September 2020. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Dianalisis dengan menggunakan uji chi – square padatingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan table Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi-square diperoleh hasil obesitas (P-value = 0,002) lebih kecil dari sig α (0,05), sedangkan frekuensi jenis kelamin (P-value = 0,018) lebih kecil dari sig α (0,05), dan riwayat keturunan (P-value = 0,042) lebih kecil dari sig α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara obesitas, jenis kemanin dan riwayat keturunan dengan kejadian Diabetes Mellitus pada pralansia. Hal ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan umumnya dalam mengevaluasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan Diabetes Mellitus pada pralansia, sehingga dapat dignakan sebagai dasar perbaikan upaya pengendalian Diabetes Mellitus padap ralansia.Kata Kunci : Diabetes mellitus, obesitas, jenis kelamin, riwayat keturunan.Diabetes mellitus in pre elderly (45-59 years old) is a chronic disease characterized by high blood sugar level in the urine this is due to disruption of metabolism because the production and function of the insulin hormone doesn’t work properly. The according world health organization (WHO) there are 1.6 millions or 4 % who suffer from Diabetes Mellitus and based on IDF altas 2019 data Indonesia ranks 7th in the world with a prevalence of 10,7 million peoples. The type of research is a quantitative analysis. The research population are 40 pre-elderly who suffer from Diabetes Mellitus in the working area of the RantauKeloyang public health centerin 2021. The sample in this study were 31 pre-elderlies who suffer Diabetes Mellitus and 31 pre-elderlieswho don’t suffer Diabetes Mellitus in the working area of the RantauKeloyangpublic health center in January to September 2020.Data obtained from primary and secondary data.  The analysisusing chi-square test at the significancelevel 95%. Based on the statistical test, it can be seen that chi-square resultsin obesity (P-value = 0.002)smaller than sig a (0.05), while gender (P-value = 0.018)are smaller than sig a( 0.05), and hereditary history (P-value 0.042) are smaller than sig a  (0.05). It can be concluded that there are relationship between obesity, genderand hereditary history with the incidence of Diabetes Mellitus.This is expected to be  input for health workers in evaluating the factors associated with the incidence of Diabetes Mellitus in the pre elderly, so that it can be used as a basis for improving efforts to control Diabetes Mellitus in the  pre elderly.Keyword : Diabetes Mellitus, obesity, gender, hereditary history.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja Pra Nikah Tahun 2022 Nuraini, Nuraini; Sari, Yesi Mustika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2792

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara terhadap narasumber dari SMAN 04 Tanjung Jabung Barat tahun 2021 ada satu siswa yang mengalami hamil diluar nikah dan tahun 2022 ada dua siswa yang hamil diluar nikah. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross  sectional. Dilakukan pada 74 responden selama 4 hari dari tanggal 21 s/d 24 Januari 2023. Pengumpulan data dengan data primer, sekunder dan instrumen. Hasil analisis univariat diperoleh sejumlah 47 (63,5%) responden memiliki prilaku seksual yang baik, 42 (56,8%) responden memiliki tingkat religius yang tidak baik, 47 (63,5%) responden sedikit memiliki keterpaparan pornografi, 44 (59,5%) responden memiliki prilaku seksual teman sebaya yang positif. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara tingkat religius (Pvalue=0,042) dan paparan pornografi (Pvalue=0,029) dengan perilaku seksual remaja pra nikah. Namun, tidak terdapat hubungan antara teman sebaya (Pvalue=0,229) dengan perilaku seksual remaja di SMAN 04 Tanjung Jabung Barat. Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat religius dan paparan pornografi dengan perilaku seksual remaja pra nikah. Saran untuk orang tua dapat memberikan pemahaman agama yang baik serta memberikan informasi yang baik dan bertanggung jawab agar remaja tidak salah dalam mendapatkan informasi dari media yang dapat mempengaruhi perilaku seks pranikah.Kata kunci: Perilaku Seksua, Remaja, Pra NikahBased on the results of interviews with informants from SMAN 04 Tanjung Jabung Barat in 2021 there is one student who is pregnant out of wedlock and in 2022 there are two students who are pregnant out of wedlock. Quantitative research method with cross sectional research design. Conducted on 74 respondents for 4 days from 21 to 24 January 2023. Data collection using primary, secondary and instrument data. The results of the univariate analysis showed that 47 (63.5%) respondents had good sexual behavior, 42 (56.8%) respondents had a bad religious level, 47 (63.5%) respondents had little exposure to pornography, 44 (59) .5%) of respondents have positive peer sexual behavior. The results of the bivariate analysis found a relationship between religious level (Pvalue=0.042) and exposure to pornography (Pvalue=0.029) and premarital adolescent sexual behavior. However, there is no relationship between peers (Pvalue = 0.229) and adolescent sexual behavior at SMAN 04 Tanjung Jabung Barat. In conclusion, there is a relationship between religious level and exposure to pornography with premarital adolescent sexual behavior. Suggestions for parents can provide a good understanding of religion as well as provide good and responsible information so that teenagers are not wrong in getting information from the media that can influence premarital sex behavior.Keywords: Sexual Behavior, Adolescents, Pre-Marriage
Faktor - faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Kecamatan Kuta Alam Muslimah, Khalisatun; Tharida, Maimun; Dezreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2837

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah baik diastolik maupun sistolik secara hilang timbul atau menetap. Hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke. Meningkatnya prevalensi hipertensi pada umumnya disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup, sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit-penyakit infeksi bergeser kepenyakit-penyakit chronic degenerative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di kecamatan Kuta Alam. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal tanggal 15 sampai dengan 23 Februari 2023. Populasi dalam penelitian seluruh penderita Hipertensi berjumlah 477 orang. Sementara itu jumlah lansia di Kecamatan Kuta Alam. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu 35 lansia di kecamatan Kuta Alam. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Analisis menggunakan chi square, teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan genetic (p value 0,015), merokok p value 0,040), serta tidak ditemukan adanya hubungan jenis kelamin (p value 0,123), aktifitas fisik ( p value 0,388), obesitas (p value 0,700), aktifitas fisik (p value 0,135), stress (p value 0,106) dan kualitas tidur (value 0.685) dengan kejadian hipertensi. Diharapkan kepada lansia untuk melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin, dengan rutin datang ke posyandu lansia untuk pemeriksaan kesehatan mengingat hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh multi faktor.Kata Kunci: Hipertensi, Jenis Kelamin, Genetik, Merokok, Obesitas, Aktifitas Fisik,  Stres, Pola tidurHypertension is an increase in blood pressure, both diastolic and systolic, intermittently or persistently. Hypertension is a public health threat because of its potential to cause complications such as stroke. The increasing prevalence of hypertension is generally caused by changes in lifestyle, causing a shift in disease patterns from infectious diseases to chronic degenerative diseases. This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the elderly in Kuta Alam. This type of research is quantitative with a cross sectional study method. Data collection was carried out on 15 to February 23, 2022. The population in the study of all patients with hypertension was 477 people. Meanwhile, the number of elderly people in Kuta Alam District is 365 people. The sampling technique used is accidental sampling with a comparison, namely 35 elderly people in Kuta Alam. Data collection using primary data. The results showed that there was a relationship between genetic (p value 0.015), smoking (p value 0.040), and no relationship between gender (p value 0.003 for rural areas), physical activity (p value 0.123), obesity (p value 0,700), physical activity (p value 0.135), stress (p value 0.106) and sleep quality (p value 0,685) with the incidence of hypertension. It is expected that the elderly will monitor blood pressure regularly, by routinely coming to the elderly Posyandu for health checks considering that hypertension is a disease caused by multiple factors.Keywords: Hypertension, Gender, Genetics, Smoking, Obesity, Physical Activity, Stress, Sleep pattern
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita 1-5 Tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Muna, Sirajul; Aryani, Roza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2833

Abstract

Stunting suatu gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak diawal kehidupannya, gangguan ini menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen. Dampak yang diakibatkan dari stunting tidak hanya gangguan fisik, tetapi juga mempengaruhi pola pertumbuhan pada otak. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, berdasarkan jumlah balita yaitu 2.491 dari bulan Januari 2020 s/d Februari 2021. Pengambilan sampel dengan cara acak sederhana. Untuk keterwakilan dari masing-masing gampong, maka jumlah sampel dari masing-masing gampong yang diambil yaitu 96 orang. Dengan waktu penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 07 s/d 20 September 2021, yang akan dibantu nominator yaitu bidan desa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas kejadian stunting pada balita 1-5 tahun yaitu balita memiliki tinggi badan normal sebanyak 74.0% responden dan mayoritas responden memberikan ASI eksklusif sebanyak 71.9% responden. Hasil uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021 (ρ-value 0.000 < α = 0.05). Terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021. Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih memberikan edukasi kepada para ibu untuk mengenai pentingnya ASI eksklusif, makanan dan minuman yang tidak boleh diberikan sebelum usia 6 bulan, dan pencegahan serta bahaya stunting.Kata Kunci    : ASI Eksklusif, Stunting, BalitaStunting is a growth disorder that occurs in children early in life, this disorder causes permanent damage. The impact caused by stunting is not only physical disturbance, but also affects growth patterns in the brain. To determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the Ulee Kareng Health Center UPTD Work Area, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021. This type of research uses an Analytical Survey research type with a Cross Sectional approach. The population in this study were all mothers who had toddlers 1-5 years old in the UPTD Work Area of the Ulee Kareng Health Center, Ulee Kareng District, Banda Aceh City, based on the number of toddlers, namely 2,491 from January 2020 to February 2021. Sampling by simple random method. For the representation of each gampong, the number of samples from each village taken is 96 people. With the time the research will be carried out on 07 to 20 September 2021, which will be assisted by the nominee, namely the village midwife. Based on the results of the study, it was found that the majority of stunting events in toddlers 1-5 years old were toddlers who had normal height as many as 74.0% of respondents and the majority of respondents gave exclusive breastfeeding as many as 71.9% of respondents. The results of the chi square test found that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the UPTD Working Area of Ulee Kareng Health Center, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021 (ρ-value 0.000 < = 0.05). There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the Ulee Kareng Health Center UPTD Work Area, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021. It is hoped that health workers will provide more education to mothers about the importance of exclusive breastfeeding, foods and drinks that should not be given before the age of 6 months, and the prevention and dangers of stunting.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting, Toddlers
Pengaruh Pemberian Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Nifas di Wilayah Kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe Safitri, Mey Elisa; Us, Hafsah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2838

Abstract

Faktor penyebab terjadinya anemia pada masa nifas, disebabkan rendahnya asupan zat besi dan zat gizi seperti vitamin A,C, folat, riboplafin dan B12 untuk mencukupi kebutuhan zat besi dalam seharinya bisa dilakukan dengan mengkomsumsi sumber makanan hewani sebagai salah satu sumber besi yang mudah diserap, mengkomsumsi sumber makanan nabati yang merupakan sumber zat besi yang tinggi tetapi sulit diserap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap Haemoglobin pada ibu nifas di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe pada tahun 2022.  Jenis penelitian ini quasi-eksperiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Adapun sampel 20 orang ibu nifas di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT yang diambil dengan cara purvosive sampel. Sampel di bagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi 10 sampel dan kelompok kontrol 10 sampel. Hasil uji T-Test Independent, terdapat perbedaan nilai rata-rata Haemoglobin p value 0.016, pada kelompok intervensi dengan p value 0,200 dan kelompok kontrol dengan p value 0,158 yang menunjukkan data pada kedua independent t test terdistribusi normal karena p value > 0,05, sehingga ada pengaruh pemberian kurma pada ibu nifas. Ada perbedaan pengaruh kadar haemoglobin sebelum dan sesudah diberikan kurma pada ibu nifas dengan p value 0,381  di wilayah kerja PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe tahun 2022. Disarankan kepada instansi pemerintahan terkait di kabupaten Aceh Barat Daya untuk secara intens melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya tentang manfaat kurma dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu nifas.Kata kunci: Haemoglobin, Kurma, Ibu Nifas.Factors that cause anemia during postpartum, due to low intake of iron and nutrients such as vitamin A,C, folate, riboplafin and B12 to meet daily iron needs can be done by consuming animal food sources as a source of easily absorbed iron.  plant food sources which are high sources of iron but difficult to absorb. This study aims to examine the effect  of giving dates to hemoglobin in postpartum women in the working area of the PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe District in 2022. The type of research used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest with control group design. The sample is 20 postpartum mothers in the working area of the PMB Salabiah, S.SiT  which was taken by purvozive sampling. The treatment was 10 respondents and the control group was 10 respondents. The results of the Independent T-Test test, there is a difference in the average value of Haemoglobin p value 0.016, in the intervention group with p value 0.200 and the control group with p value 0.158 which shows data on both  independent t test is normally distributed because p value > 0.05, so there is an effect of giving dates to postpartum mothers.  There is a difference in the effect of hemoglobin levels before and after giving dates to postpartum mothers with a p value of 0.381 in the working area of PMB Salabiah, S.SiT Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe District in 2022. It is recommended to the relevant government agencies in South Aceh Barat Daya District to intensively educate the public, especially about the benefits of dantes to increase hemoglobin levels in postpartum women. Keywords: Haemoglobin,  Dantes, Postpartum women
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Karies Gigi Anak Balita di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa Tahun 2019 Chairani, Chairani; Harahap, Juliandi; Zein, Umar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2834

Abstract

Masalah karies merupakan penyakit yang sangat luas penyebarannya, dan penderita terbanyak adalah kelompok umur anak-anak. Provinsi Aceh merupakan Provinsi urutan ke-7 dari keseluruhan Provinsi yang ada di Indonesia dengan penduduk yang bermasalah terhadap gigi dan mulut yaitu 30,5%. Sedangkan di lihat dari kelompok usia 1-4 tahun mencapai 10,4%6. Data dari Dinas Kesehatan Kota Langsa pada tahun 2017 angka prevalensi karies gigi pada balita 2-5 tahun adalah sebanyak 306 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan karies gigi anak balita di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa Tahun 2019. Jenis Penelitian menggunakan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang mengalami karies gigi di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa. Sampel penelitian diambil dari populasi sebanyak 89 orang dengan masing-masing strata (proportional startifed sampling) dan sampel sebanyak 73 responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan hubungan pola asuh ibu berdasarkan dimensi kontrol (p-value 0,001), dimensi kehangatan (p- value 0,000), dan jenis pola asuh ibu (p-value 0,002) terhadap karies gigi pada anak. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sub variabel dimensi kehangatan menjadi penyebab utama karies gigi dengan nilai OR sebesar 13,349 dan IK 3,386-52,632. Saran penelitian ini diberikan kepada orang tua agar memperhatikan pola asuh terhadap anak untuk pencegahan terjadinya karies sejak dini, terutama memberikan motivasi dan perhatian serta contoh perilaku kepada anak untuk selalu menjaga kebersihan gigi. Serta diadakan program penyuluhan dari institusi kesehatan agar informasi tentang perawatan gigi anak dapat diketahui orang tua untuk mengatasi kasus karies.Kata kunci : Karies Gigi, Dimensi Kontrol, Dimensi Kehangatan, Jenis Pola Asuh.The problem of caries is a very widespread disease, and most sufferers are children in the age group. Aceh Province is the 7th province of all provinces in Indonesia with a population with oral and dental problems, namely 30.5%. Whereas seen from the age group 1-4 years it reaches 10.4% 6. Data from the Langsa City Health Office in 2017, the prevalence rate of dental caries in children 2-5 years old was 306 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal parenting and dental caries in children under five at Kindergarten Perkebunan Nusantara I Langsa City in 2019. This type of research used analytical survey with cross sectional design. The population of this study were all children who had dental caries in TK Perkebunan Nusantara I Langsa City. The research sample was taken from a population of 89 people with each strata (proportional started sampling) and a sample of 73 respondents. Data analysis techniques used univariate, bivariate and multivariate analysis using logistic regression tests. The results showed a significant influence on the relationship between maternal parenting based on the control dimension (p-value 0.001), warmth dimension (p-value 0.000), and the type of parenting style (p-value 0.002) on dental caries in children. The conclusion of this study shows that the sub-variable of the warmth dimension is the main cause of dental caries with an OR value of 13.349 and CI 3.386-52.632. Suggestions for this study are given to parents to pay attention to child care patterns to prevent caries from an early age, especially to provide motivation and attention as well as examples of behavior for children to always maintain dental hygiene. As well as an extension program from health institutions so that information about children's dental care can be known by parents to deal with caries cases.Keywords: Dental Caries, Control Dimension, Warm Dimension, Type of                       Parenting.
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Imunisasi Polio pada Bayi Usia 1 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Juli II Kabupaten Bireuen Tahun 2023 Nufra, Yolla Asmaul; Misrina, Misrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2839

Abstract

Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (Polio I, II, III, dan IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0,1 ml) langsung ke mulut anak atau dengan menggunakan penetesan (dropper) yang baru (Proverawati dkk, 2010). Pemberian jangka pendek vaksin masih bersifat aman, namun dalam jangka panjang bisa berbahaya juga untuk tubuh, sehingga diberikan vaksin kedua, ketiga dan seterusnya dengan maksud untuk memperpanjang khasiat vaksin yang diberikan sebelumnya dan berguna untuk menghilangkan efek samping dari vaksin sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan Kepatuhan Imunisasi Polio pada Anak Usia 1 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Juli II Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Cluster Sampling dengan jumlah responden 83 ibu yang memiliki anak usia 1 tahun yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Jeunib. Teknik analisa data univariat dan dan data bivariat menggunakan uji chi-squaer. Hasil uji statistik chi-squaer antara Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Imunisasi Polio didapatkan nilai p (0,000) < α (0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan imunisasi polio pada anak usia 1 tahun di Puskesmas Juli II Kabupaten Bireuen Tahun 2023. Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif mencari informasi tentang imunisasi khusus nya imunisasi polio. Kata Kunci : Dukungan tenaga kesehatan, imunisasi polioBasic polio immunization is given 4 times (Polio I, II, III, and IV) at intervals of not less than 4 weeks. This vaccine is given as 2 drops (0.1 ml) directly into the child's mouth or by using a new dropper (Proverawati et al, 2010). Short-term administration of vaccines is still safe, but in the long term it can also be dangerous for the body, so the second, third and so on vaccines are given with the aim of prolonging the efficacy of the vaccine given before and useful for eliminating side effects from the previous vaccine. This study aims to determine the relationship between the support of health workers and Compliance with Polio Immunization in Children Aged 1 Year in the Working Area of the Juli II Health Center in Bireuen Regency. This research is a type of analytical research with a cross sectional approach. Sampling in this study used the Cluster Sampling technique with a total of 83 respondents who had children aged 1 year in the Work Area of the Jeunib Health Center. Univariate data analysis techniques and bivariate data using the chi-squaer test. The results of the chi-squaer statistical test between the relationship between health worker support and polio immunization compliance obtained p value (0.000) <α (0.05), then Ha was accepted and Ho was rejected and it could be concluded that there was a significant relationship between health worker support and immunization adherence. polio in children aged 1 year at the July II Health Center in Bireuen Regency in 2023. It is hoped that respondents will be more active in seeking information about immunization, specifically polio immunization.Keywords :  Health worker support, polio immunization
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Hygiene Sanitasi dengan Konsumsi Jajan Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani; ZA, Raudhatun Nuzul; Munandar, Aris
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2828

Abstract

Latar Belakang Masalah: Banyak hal yang dapat menyebabkan suatu makanan menjadi tidak aman, salah satu di antaranya dikarenakan terkontaminasi. Pengetahuan tentang makanan dan kesehatan adalah faktor internal yang mempengaruhi konsumsi makanan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Prilaku Hygiene Sanitasi Dengan Konsumsi Jajan Siswa Pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Teunom dengan menggunakan jernis penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD di Kecamatan Teunom. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik proporsional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden di 6 SD Kecamatan teunom. Analisa data menggunakan uji chi quare. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi jajan siswa SD di Kecamatan Teunom (p=0,02) dan ada hubungan perilaku hygiene dengan konsumsi jajan siswa SD di Kecamatan Teunom (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan yang rendah dan perilaku hygiene yang kurang dapat mempengaruhi konsumsi jajan tidak sehat Pada Siswa Sekolah DasarKecamatan teunom. Diharapkan kepada sekolah agar dapat memberikan bekal informasi kepada siswa dan orang tua siswa untuk menyiapkan bekal makan sehat setiap anak berangkat sekolah.  Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku Hygiene, Konsumsi JajanBackground of the Problem: There are so many things that can cause a food to be unsafe, one of which is due to contamination. Knowledge about food and health are internal factors that influence consumption of street food. This study aims to determine the relationship between knowledge and behavior of hygiene sanitation and snack consumption of students in school children in Teunom District in 2021, using descriptive analytic types of research. The population in this study were all elementary school students in Teunom District. The sampling technique in this study used a proportional sampling technique with a total sample of 72 people. The data was collected by distributing questionnaires to respondents in 6 SD Teunom sub-districts from 10 to 17 February 2021. Data analysis used the chi quare test. The results showed that there was no relationship between knowledge and snack consumption of elementary school students in Teunom District (p = 0.274) and there was a relationship between hygiene behavior and snack consumption of elementary school students in Teunom District  (p = 0.000). The conclusion of this study is that low knowledge and poor hygiene behavior can affect the consumption of unhealthy snacks in school students in Teunom District. It is hoped that schools can provide information to students and parents of students to prepare healthy food supplies for every child going to school.Keywords: Knowledge, Hygiene Behavior, Snack Consumption
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan Alviani, Aisyah; Harahap, Juliandi; Asriwati, Asriwati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2835

Abstract

Rumah Sakit merupakan sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan merupakan institusi penyedia jasa. Pelayanan yang kompleks perlu dikelola secara profesional oleh sumber daya manusianya. Pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesiapan Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas. Model ini sudah diperkenalkan di beberapa kabupaten di Indonesia karena telah mendapat dukungan pimpinan institusi dimana SPMKK telah diterapkan. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan  kesiapan kinerja klinis perawat  terhadap kesiapan penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang rawat inap Rumah Sakit Haji Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei  analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini  seluruh perawat di  ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan Sumatera Utara sebanyak 91 orang dan sampel berjumlah 74 orang. Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap < 0,05. Berdasarkan hasil uji chi-square dengan faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap dan analisis multivariat diperoleh bahwa variabel monitoring paling berpengaruh terhadap kesiapan  penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Di RS Haji Medan 2022. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, motivasi, monitoring dan  sikap terhadap kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) dan variabel yang memiliki peluang lebih tinggi diurutkan yaitu: faktor Monitoring, Motivasi, Pengetahuan dan Sikap.Kata Kunci        : Kinerja klinis perawat, Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK)Hospital is a health effort facility that organizes health service activities and is a service provider institution. Complex services need to be managed professionally by human resources. Health services in Indonesia. Readiness The clinical performance management development system (SPMKK) is a health service organization and managerial process to improve the clinical skills of nurses and midwives in hospitals and health centers. This model has been introduced in several districts in Indonesia because it has received support from the leadership of the institution where the SPMKK has been implemented. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' clinical performance readiness and readiness for the application of the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) in the inpatient ward of Medan Haji Hospital. The research design used in this study was a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all nurses in the inpatient room at Haji General Hospital Medan, North Sumatra as many as 91 people and a sample of 74 people. Data analysis was carried out with univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate tests. The results showed that the variables of knowledge, motivation, monitoring and attitude <0.05. Based on the results of the chi-square test with the influencing factors are knowledge, motivation, monitoring, and attitudes and multivariate analysis, it is found that the monitoring variable has the most influence on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) at Haji Hospital Medan 2022. The conclusion in this study is that there is an influence of knowledge, motivation, monitoring and attitudes on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) and the most influential variable is monitoring. Keywords     :Nurse's clinical performance, Readiness of Application of Clinical                     Performance Management Development System  (SPMKK)
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) Terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Rahmayani, Rahmayani; Meilina, Rulia; Jannah, Miftahul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2840

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menyerang wanita usia subur pada usia remaja dapat menyebabkan gangguan menstruasi, kelebihan berat badan, Terdapat jerawat, Hirsutism, kerontokan rambut dan Penggelapan kulit di area leher. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan menggunakan one group pretest posttest design, penelitian dilaksanakan pada tanggal 31 Mei s/d 10 Juni 2022, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang bersekolah di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik menggunakan proportional random sampling yaitu 76 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji T-dependent sampel paired. Sebelum dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di dapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 37 responden (48,7%), sesudah dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS), sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebanyak 32 responden (42,1%) dan pada kategori baik sebanyak 26 responden (34,2%), Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri dengan nilai p-value=0,000. Terdapat efektivitas penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi guru dan petugas UKS dalam melakukan sosialisasi bagi siswa/remaja tentang dampak negatif yang ditimbulkan karena Polycystic Ovary Sindrome (PCOS) di lingkungan sekolah.Kata kunci: PCOS, Remaja Putri, Penyuluhan KesehatanPolycystic Ovary Syndrome (PCOS) which affects women of childbearing age in their teens can cause menstrual disorders, overweight, acne, hirsutism, hair loss and darkening of the skin in the neck area. This research is a quasi-experimental study, using a one group pretest posttest design, the research was conducted from May 31 to June 10, 2022, the population in this study were female teenagers who attended Senior High School 4 city of Banda Aceh. The sampling technique used a technique using proportional random sampling, namely 76 people. Data were processed and analyzed using a paired sample T-dependent test. Before carrying out the health counseling intervention about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) it was found that most of the respondents' knowledge was in the less category as many as 37 respondents (48.7%), after carrying out health education interventions about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), most of the respondents' knowledge 32 respondents (42.1%) were in the poor category and 26 respondents (34.2%) were in the good category. There was the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women with a p-value = 0.000. There is the effectiveness of health counseling about Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) on the knowledge of young women. It is hoped that this research can provide information for teachers and UKS officers in conducting outreach to students/adolescents about the negative impacts caused by Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in the school environment.Keywords : PCOS, Tenageer, Health Counseling

Page 75 of 123 | Total Record : 1226