cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Implementasi Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) Sebagai Wadah Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) Pada Remaja di Wilayah Kerja Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Meuraxa Kota Banda Aceh Safrizan, Safrizan; Fajriati, Rafni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2786

Abstract

Program Penyiapan Keluarga Berencana bagi Remaja (PKBR) dibentuk sejak tahun 2006, kemuadian berganti nama menjadi Program Generasi Berencana (KRR) di tahun 2015. Salah satu tujuan  KRR sebagai upaya preventif dalam mengatasi permasalahan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dengan wadah Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M). dalam implementasinya terdapat banyak PIK R/M di Kota Banda Aceh yang pasif. Metode Penelitian : penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap informan dengan tujuan melakukan Evaluasi implementasi Program Resehatan Reproduksi Remaja (KRR) sebagai upaya preventif masalah kesehatan reproduksi remaja di Kota Banda Aceh menggunakan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Hasil : Analisis evaluasi, komponen contect menunjukan adanya hubungan kerja sama yang baik antara program KRR dengan instansi lain seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Kementrian agama. Pada komponen Imput program KRR telah menyiapkan tim penyuluh lapangan dan konselor sebaya dalam menjalankan wadah PIK R/M. pada komponen Process program KRR telah melakukan pelatihan setiap tahun guna meningkatkan kualitas SDM dalam implementasi program KRR. Pada komponen Product telah terbentuknya BKR dan PIK R/M di Seluruh SMA di wilayah Meuraxa Kota banda Aceh.Kata Kunci   : KRR, BKR, Kesehatan Reproduksi, remajaThe Family Planning Preparation Program for Adolescents (PKBR) was formed in 2006, then changed its name to the Generation Planning Program (KRR) in 2015. One of KRR's goals is as a preventive measure in overcoming Adolescent Reproductive Health (KRR) problems with the Adolescent Counseling Information Center as a forum /Student (PIK R/M). in its implementation there are many PIK R/M in Banda Aceh City who are passive. Research Method: qualitative research using a case study approach through in-depth interviews with informants with the aim of evaluating the implementation of the Adolescent Reproductive Health Program (KRR) as a preventive measure for adolescent reproductive health problems in Banda Aceh City using the CIPP model (Context, Input, Process and Product). Results: Evaluation analysis, the context component shows that there is a good cooperative relationship between the KRR program and other agencies such as the Office of Education, Health and the Ministry of Religion. In the IMPUT component, the KRR program has prepared a team of field extension workers and peer counselors to run the R/M PIK platform. in the Process component the KRR program has conducted training every year to improve the quality of human resources in implementing the KRR program. In the Product component, BKR and PIK R/M have been formed in all high schools in the Meuraxa area, Banda Aceh City.Keywords: KRR, BKR, health Reproduction, youth
Pengaruh Ekstrak Etanol Bit Merah (Beta vulgaris L.) terhadap Jumlah Arteriole Endometrium pada Tikus (Rattus norvegicus) yang dipapar Asap Rokok Hanum, Zulfa; Saleha, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2810

Abstract

Paparan  asap  rokok  sering  terjadi  dikalangan  masyarakat,  ini  dapat menyebabkan terjadinya peningkatan ROS sehingga antioksidan dalam tubuh menurun. ROS  yang  meningkat  akan  menyebabkan  gangguan  pada  organ  reproduksi  seperti endometrium dan ovarium. Akibat gangguan ini maka akan berpengaruh pada tingkat kesuburan (infertilitas) pada wanita. Bit merah mengandung senyawa betalain yang tinggi akan antioksidan  yang dapat menetralisir ROS  yang ada didalam tubuh yang dapat mengganggu  organ  reproduksi  wanita  yang  dapat  menyebabkan  salah  penyebab ketidaksuburan pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol bit merah (Beta vulgaris L.) dengan berbagai dosis terhadap jumlah arteriole pada endometrium  tikus  yang  dipapar  asap  rokok.  Jenis  penelitian  ini  adalah true experiments dengan rancangan post test only control group design. Menggunakan 25 ekor tikus betina yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (tanpa perlakuan), kelompok kontrol positif (tikus yang dipapar asap rokok 2 batang/hari) selama 56 hari, kelompok perlakuan I (dipapar asap rokok 2 batang/hari dan diberi ekstrak etanol bit merah dengan dosis 125 mg/kgBB/hari) selama 56 hari, perlakuan II (dipapar asap rokok 2 batang/hari dan diberi ekstrak etanol bit merah dengan dosis 250 mg/kgBB/hari) selama 56 hari dan perlakuan III (dipapar asap rokok 2 batang/hari dan diberi ekstrak etanol  bit  merah  dengan  dosis  500  mg/kgBB/hari)  selama  56  hari.  Metode  yang digunakan untuk melihat jumlah arteriole pada endometrium tikus dengan menggunakan pewarnaan Haematoksilin Eosin. Kemudian masing-masing slide diamati dibawah mikroskop Manual Dot Slide Olympus XC 10 yang dilihat per lapang pandang. Data dianalisis dengan menggunakan One Way Anova, hasil nilai p-value jumlah arteriole (p=0.000). Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian ekstrak etanol bit merah dengan dosis 500 mg/kgBB/hari dapat meningkatkan jumlah arteriole pada endometrium tikus yang dipapar asap rokok. Penelitian  ini  membuktikan  bahwa  pemberian  ekstrak  etanol  bit  merah  dapat meningkatkan jumlah arteriole pada endometrium tikus yang dipapar asap rokok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terjadi peningkatan jumlah arteriole pada kelompok yang diberi ekstrak etanol bit merah dengan berbagai dosis. Tetapi dosis ekstrak etanol bit merah yang dianggap paling cepat meningkatkan jumlah arteriole adalah kelompok perlakuan III dengan dosis 500 mg/kgBB/hari.Kata Kunci: Jumlah Arteriole, Rattus norvegicus, Bit Merah (Beta vulgaris L.)Exposure to cigarette smoke often occurs among the community, this can cause an increase in ROS so that antioxidants in the body decrease. Increased ROS will cause disturbances in reproductive organs such as the endometrium and ovaries. As a result of this disorder it will affect the level of fertility (infertility) in women. Red beets contain betalain compounds which are high in antioxidants which can neutralize ROS in the body which can interfere with the female reproductive organs which can cause one of the causes of infertility in women. This study aims to determine the effect of red beet (Beta vulgaris L.) ethanol extract with various doses on the number of arterioles in the endometrium of rats exposed to cigarette smoke. This type of research is true experiments with a post test only control group design. Using 25 female rats divided into 5 groups namely negative control group (no treatment), positive control group (rats exposed to cigarette smoke 2 cigarettes/day) for 56 days, treatment group I (exposed to cigarette smoke 2 cigarettes/day and given red beet ethanol extract at a dose of 125 mg/kgBW/day) for 56 days, II treatment (exposed to cigarette smoke 2 sticks/day and given red beet ethanol extract at a dose of 250 mg/kgBW/day) for 56 days and treatment III (exposed to cigarette smoke 2 sticks/day and given red beet ethanol extract at a dose of 500 mg/kg/day) for 56 days. The method used to see the number of arterioles in the rat endometrium using Haematoxylin Eosin staining. Then each slide was observed under a Manual Dot Slide Olympus XC 10 microscope which was viewed per field of view. Data were analyzed using One Way Anova, the results of the p-value of the number of arterioles (p=0.000). The results of the study proved that administration of red beetroot ethanol extract at a dose of 500 mg/kgBW/day could increase the number of arterioles in the endometrium of rats exposed to cigarette smoke. This study proves that administration of red beetroot ethanol extract can increase the number of arterioles in the endometrium of rats exposed to cigarette smoke. The conclusion in this study was that there was an increase in the number of arterioles in the group given red beet ethanol extract at various doses. But the dose of red beet ethanol extract that was considered the fastest to increase the number of arterioles was the treatment group III at a dose of 500 mg/kg/day.Keywords: Number of Arterioles, Rattus norvegicus, Red Beet (Beta vulgaris L.)
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian KPD pada Ibu Hamil di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Efrarianti, Yocy; Kholisah, Lilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2801

Abstract

KPD adalah kelainan kehamilan dimana ketuban yang seharusnya pecah dan keluar karena kontraksi rahim menjelang persalinan, justru pecah sebelum saat persalinan tiba, KPD ini terjadi ketika air ketuban yang belum siap menuju persalinan biasanya terjadi pada usia kehamilan <37 minggu. AKI tertinggi secara global sekitar 295.000 akibat penyebab yang terkait oleh kehamilan dan persalinan, dengan resiko kematian ibu sebesar 211 kematian per 100.000 kelahiran hidup, LICS (Low-Income Countries) dan LMICS (Lower Middle-Income Countries) menyumbang untuk 94% dengan 462 jiwa kematian ibu secara global, beban tertinggi di Afrika Sub-Sahara dengan 196.000 jiwa diikuti oleh Asia Tenggara dan Asia Selatan menyumbang hampir 1-5, dengan 58.000 jiwa kematian ibu tahun 2017 (WHO, 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD di RSUD H.Hanafie Muara Bungo. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik. Populasi penelitian yaitu sebanyak 547 orang ibu hamil di RSUD H.Hanafie Muara Bungo. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 85 orang ibu hamil di RSUD H.Hanafie Muara Bungo. Data di peroleh dari data primer.dianalisis dengan menggunakan uji-chisquare pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan table uji statistic dapat diketahui bahwa dari uji-chi square di peroleh umur (P-value=0,76) lebih besar dari sig α(0,05), Paritas (p-value= 0,836) lebih besar dari sig a(0,005), sedangkan frekuensi riwayat KPD dikehamilan sebelumnya (P value=0,002) lebih kecil dari sig α (0,005) dan Pengetahuan (P=value=0,000) lebih kecil dari sig α (0,005). Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu serta pola hidup dan pola makan  pada ibu  agar tidak dapat terjadinya komplikasi pada ibu hamil termasuk  KPD pada ibu hamil di RSUD H.Hanafie Muara Bungo.Kata Kunci : KPD,Umur,Paritas,Riwayat KPD sebelumnya, Pengetahuan.Premature rupture of membranes is abnormalities of pregnancy and the membranes that should burst and come out due to uterine contractions before delivery actually break prematurely, this occurs at the age of less than 37 weeks. The highest maternal mortality rate globally are 295.000 due to causes related to pregnancy and childbirth, with a mortality risk of 211 deaths per 100.000 live births. LICS (low-income countries) and LMICS ( Lower middle-income countries) accounted for 94% with 462 fatalities in the world. The highest number is in Sub-Saharan Africa are 196.000 souls and then Southeast Asia and South Asia are 1-5, with 58,000 fatalities in 2017 (WHO,2021).The purpose of this research to find out the factors related to the incidence of premature rupture of membranes in pregnant women at the H.Hanafie Muara Bungo regional general hospital. This type of research is descriptive analytic, the population are 547 pregnant women in H.Hanafie Muara Bungo regional general hospital, the sample are 85 pregnant women at the H.Hanafie Muara Bungo regional general hospital, data obtained from primary and secondary data, the analyzed using the chi-square test at a confidence level of 95%. Based on the statistical test table can be known that from the chi-square test the results of age (p-value = 0,76) greater than sig a (0,05) parity (p- value = 0,836) greater than sig a (0,05), while the frequency of history of premature rupture of membranes in previous fregnancies (p- value =0,002), smaller than sig a (0,05) and knowledge (p-value = 0,000) smaller than sig a (0,005). It is hoped that health workers to pay more attention to maternal health and life style and eating patterns to prevent complications in pregnancy, including of premature rupture of membranes in pregnant women at the H. Hanafie Muara Bungo regional general hospital.Keyword  :Premature rupture of membrane, Age, Parity, previous History of premature rupture of membrane, Knowledge.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar Aryani, Roza; Afriana, Afriana; Qadri, Nurlela
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2791

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO) dalam Infodatin Gizi (2021) menyebutkan diperkirakan 40% ibu hamil di seluruh dunia mengalami anemia. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena anemia.Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Aceh BesarJenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat analitik, penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan pendekatan cross sectiona. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan cara total sampling yaitu seluruh populasi. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 42 ibu hamil dengan anemia pada trimester II dan trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoong Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden yang berpengetahuan tinggi yaitu 25 orang (59,5%) dan Mayoritas responden bersikap negatif dalam mengkonsumsi tablet besi (Fe) yaitu 22 orang (52,4%). Pada uji chi square menunjukkan variabel pengetahuan dapat dilihat dengan nilai P value sebesar 0,000 (P< 0,05) dan variabel sikap dengan nilai P value sebesar 0,016 (P< 0,05),sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe). Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Lhoong Kabupaten Aceh Besar. Tenaga kesehatan disarankan agar memberikan dan meningkatkan informasi tentang manfaat tablet Fe sehingga masyarakat termotivasi untukpatuh mengkonsumsi tablet besi.Kata Kunci: Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi, Pengetahuan, Sikap         Based on the World Health Organization (WHO) in the Nutrition Infodata (2021) it is estimated that 40% of pregnant women worldwide experience anemia. One of the causes of anemia is the disobedience of pregnant women consuming iron tablets so that they have a greater chance of developing anemia. To determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with adherence to consumption of iron (Fe) tablets at the Lhoong Aceh Besar Health Center, this type of research was a survey research. analytic in nature, research directed at explaining a situation or situation with a cross sectional approach. Sampling in this study using total sampling, namely the entire population. The number of samples in this study were 42 pregnant women with anemia in the second and third trimesters in the working area of the Lhoong Aceh Besar Health Center. The results showed that the majority of respondents had high knowledge, namely 25 people (59.5%) and the majority of respondents had a negative attitude in consuming iron (Fe) tablets, namely 22 people (52.4%). The chi square test shows that the knowledge variable can be seen with a P value of 0.000 (P <0.05) and the attitude variable with a P value of 0.016 (P <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitudes with consumption compliance iron (Fe) tablets. There is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with adherence to consumption of iron (Fe) tablets at the Lhoong Health Center in Aceh Besar District. Health workers are advised to provide and increase information about the benefits of Fe tablets so that people are motivated to comply with consuming iron tablets.Keywords: Compliance with Iron Tablet Consumption, Knowledge, Attitude
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Sistolik Terisolasi : SCOPING REVIEW P, Ridho Afriansyah; Ginting, Rafael; Wau, Herbert; Siahaan, Perry Boy Chandra; Putra, Onetusfifi; Fadillah, Mardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2782

Abstract

Kejadian hipertensi sistolik terisolasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya masih menjadi kajian riset yang perlu ditangani dengan cepat untuk menekan angka kejadiannya yang saat ini terus meningkat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk melihat, mengakumulasi dan mensitesis hasil penelitian terdahulu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Kriteria inklusi pada studi ini adalah artikel yang terbit pada journal database terindeks PubMed, Google Scholar, Elsevier dalam Bahasa Inggris, dengan desain Cross-sectional, Case control, dan Cohort. Jurnal terbit dalam rentang tahun 2018 – 2022 dan 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi tersebut. Dari hasil pencarian 637 artikel dari 3 database (Google scholar, elsevier dan pubmed ) dimana 108 diantaranya merupakan artikel terduplikat dan dikeluarkan. Sebanyak 529 artikel yang tersisa dikeluarkan artikel yang tidak sesuai dengan inklusi sebanyak 517 artikel sehingga terdapat 12 artikel yang relevan dan dilakukan review serta dianalisis menggunakan aplikasi NVIVO-12 Plus. Analisis menunjukkan bahwa umur, merokok, konsumsi alkohol, diet rendah garam, aktivitas fisik dan indeks massa tubuh merupakan faktor- faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Tingginya faktor resiko kejadian hipertensi sistolik terisolasi dikarenakan peningkatan tekanan darah sistolik yang terjadi sejalan dengan proses penuaan, kebiasaan merokok ≥5 bungkus/tahun, konsumsi alkohol ≥100 gram/hari, konsumsi garam yang melebihi 6 gram/hari, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang berlebih. Penderita hipertensi sistolik terisolasi sangat rentan terkena penyakit kardiovaskular. Kejadian hipertensi sistolik dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik seperti melakukan pekerjaan rumah, berolahraga seperti lari pagi atau sore, senam aerobik dan berenang dengan intensitas 21 menit/hari dapat menurunkan tekanan darah hingga 4-9 mmHg. Unutk pencegahan selanjutnya ialah dengan menghindari konsumsi alkohol serta merokok, menjaga asupan konsumsi garam tidak melebihi 6 gram dalam sehari dan menjaga indeks massa tubuh.Kata Kunci: faktor risiko, hipertensi sistolik terisolasi, tekanan darah sistolik The incidence of isolated systolic hypertension and the factors influence still a research study that needs to be addressed quickly to reduce the incidence rate which is currenly increasing. The purpose of this study was to examine the factors that influence incidence of isolated systolic hypertension. This study uses the scoping review method to view, accumulate and synthesize the results of previous studies on the factors incidence of isolated systolic hypertension. Inclusion criteria in this study were articles published in indexed journal databases PubMed, Google Scholar, Elsevier in English, with a cross-sectional design, case control and cohort. Journal published in the range of 2018 – 2022 and 16 articles that meet the inclusion criteria. The search results 637 articles from 3 databases (Google Scholar, Elsevier and Pubmed) of which 108 are duplicate articles and were removed. The remaining 529 articles were excluded from the inclusion of 517 articles, so there were 12 relevant articles which were reviewed and analyzed using the NVIVO-12 Plus application. The analysis shows that age, smoking, alcohol consumption, low salt diet, physical activity and body mass index are the dominant factors that influence the incidence of isolated systolic hypertension. The high risk factors for isolated systolic hypertension are due to an increase in systolic blood pressure that occurs in line with the aging process, smoking habits 5 packs/year, alcohol consumption ≥100 grams/day, salt consumption that exceeds 6 grams/day, lack of physical activity and mass index excess body. Patients with isolated systolic hypertension are very susceptible to cardiovascular disease. The incidence of systolic hypertension can be prevented by doing physical activities such as doing homework, exercising such as running in the morning or evening, aerobic exercise and swimming with an intensity of 21 minutes/day can reduce blood pressure by 4-9 mmHg. For further prevention is to avoid alcohol consumption and smoking, maintain salt intake not to exceed 6 grams a day and maintain body mass index.Keywords: risk factor, isolated systolic hypertension, systolic blood pleasur
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dengan Kekambuhan ISPA Pada Balita Hanum, Rina; Bukhari, Bukhari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2824

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, hal ini disebabkan masih meningkatnya balita kematian ISPA karena pneumonia pada balita. ISPA merupakan masalah kesehatan yang terbesar terutama dinegara berkembang. Kematian akibat ISPA terutama pneumonia sebesar 13,5% (1,5 juta) dari Angka Kematian Total (11,1 juta). Kematian pada penderita ISPA terjadi jika penyakit telah mencapai derajat ISPA yang berat. Paling sering kematian terjadi karena infeksi telah mencapai paru-paru. Keadaan ini disebut sebagai radang paru mendadak atau pneumonia. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), mengatur pola makan dengan tujuan memenuhi nutrisi balita, menciptakan lingkungan yang nyaman serta menghindari faktor pencetus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada balita di BPM Talitha Sunggal, Sumatra Utara. Desain penelitian yang dilakukan adalah Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 52 ibu balita. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa data dengan menggunakan uji chi square.  Dari hasil penelitian didapat pengetahuan baik dalam pencegahan ISPA sebanyak 53,8%, memiliki lingkungan yang cukup dalam pencegahan ISPA sebanyak 50%, peran orang tua baik kepada anak tentang pencegahan ISPA sebanyak 48,1%. Ada hubungan pengetahuan (sig. 0,015), lingkungan (sig. 0,036) dan peran orang tua (sig. 0,000) dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada balita di BPM Talitah Sunggal, Sumatra Utara. Kesimpulan penelitian ini dimana pengetahuan, lingkungan dan peran orang tua berhubungan dengan kekambuhan ISPA pada balita.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Peran Orang tua, Pola Makan, Lingkungan, ISPAAcute Respiratory Infections (ARI) is one of the major public health problems, due to the increase in ARI deaths due to pneumonia in toddlers. ARI is a major health problem, especially in developing countries. Deaths due to ARI, especially pneumonia, amounted to 13.5% (1.5 million) of the total mortality rate (11.1 million). Death in patients with ARI occurs if the disease has reached a severe degree of ARI. Most often death occurs because the infection has reached the lungs. This situation is referred to as sudden pneumonia. Prevention efforts that can be done are increasing parental knowledge about Acute Respiratory Tract Infection (ARI), regulating diet with the aim of fulfilling toddler nutrition, creating a comfortable environment and avoiding precipitating factors. The purpose of this study was to analyze the factors associated with ARI prevention with ARI recurrence in toddlers at BPM Talitha Sunggal, North Sumatra. The research design conducted was Analytical Survey with cross sectional approach. The sample in this study were 52 mothers of toddlers. Data collection using questionnaires and data analysis using chi square test.  From the results of the study obtained good knowledge in preventing ARI as much as 53.8%, having a sufficient environment in preventing ARI as much as 50%, the role of good parents to children about ARI prevention as much as 48.1%. There is a relationship between knowledge (sig. 0.015), environment (sig. 0.036) and the role of parents (sig. 0.000) in the prevention of ARI with the recurrence of ARI in toddlers at BPM Talitah Sunggal, North Sumatra. The conclusion of this study is that knowledge, environment and the role of parents are associated with the recurrence of ARI in toddlers.Keywords: Knowledge, Attitude, Parental Role, Diet, Environment, ARI
Hubungan Kecemasan Ibu Post Partum Terhadap Pengeluaran Asi di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah Afriana, Afriana; Aryani, Roza; Husna, Nurul; Ferinawati, Ferinawati; Rahman, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2806

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi pada ibu postpartum. Kecemasan yang dialami oleh ibu postpartum akan berdampak pada pengeluaran ASI. Jika suasana hati ibu  nyaman dan gembira maka  pengeluaran ASI akan lancar, sebaliknya jika ibu merasa cemas maka pengeluaran ASI akan terhambat.Untuk mengetahui hubungan kecemasan ibu post partum terhadap pengeluaran ASI Di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah.Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum yang melahirkan di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 36 orang responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-20 bulan Agustus 2022. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan α = (0,05).Menunjukkan mayoritas ibu post partum di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah mengalami kecemasan sedang yaitu 23 orang (63,9 %) dan ibu post partum yang mengalami pengeluaran ASI tidak lancar sebanyak 19 orang (52,8%). Berdasarkan uji statistik Chi-square diperoleh p value = 0,000 < α 0.05. Ada hubungan kecemasan ibu post partum terhadap pengeluaran ASI di PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Bagi petugas kesehatan sebaiknya memberikan edukasi mengenai metode-metode yang dapat di gunakan ibu untuk mengatasi kecemasan agar proses menyusui dapat tetap berjalan dengan baik serta ibu postpartum diarahkan untuk berkonsultasi dengan bidan ketika mengalami pengeluaran ASI yang tidak lancar agar dapat ditangani dengan baik.Kata Kunci : Ibu Post Partum, Kecemasan, Pengeluaran ASIAnxiety is a psychological disorder that often occurs in postpartum mothers. Anxiety experienced by postpartum mothers will have an impact on breastfeeding. If the mother's mood is comfortable and happy, then the release of breast milk will be smooth, on the contrary if the mother feels anxious then the release of breast milk will be hampered.To determine the relationship between postpartum maternal anxiety and milk production at PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah.This research is analytic with cross-sectional design. The population in this study were all postpartum mothers who gave birth at PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. The sampling technique is a total sampling of 36 respondents. This research was conducted on August 14-20, 2022. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using chi square test with = (0.05).showed that the majority of post partum mothers in PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah experienced moderate anxiety, namely 23 people (63.9%) and post-partum mothers who experienced non-smooth breastfeeding as many as 19 people (52.8%). Based on the Chi-square statistical test, p value = 0.000 < 0.05.there is a relationship between post partum mother's anxiety and breastfeeding in PMB Hj. Ruhdi Maulida Bener Meriah. Health workers should provide education about methods that mothers can use to deal with anxiety. So that the breastfeeding process can continue to run well. Also, postpartum mothers are directed to consult their midwives when they experience non-smooth breastfeeding so that they can be handled properly.Keywords: Post Partum Mother, Anxiety, Breastfeeding
Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Vaksin Rabies dalam Upaya Pengendalian Penyakit Rabies di Kabupaten Limapuluh Kota Fadillah, Mardi; Paradhiba, Meutia; Putra, Onetusfifsi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2796

Abstract

Rabies merupakan salah satu permasalahan kesehatan secara global yang bersifat zoonosis dengan Case Fatality Rate (CFR) 100%. Pada umumnya rabies ditemukan di negara-negara berkembang terutama di Asia dan Afrika. Upaya pengendalian rabies dapat dilaksanakan jika cakupan vaksinasi tercukupi khususnya di daerah endemik rabies. Pemberian vaksin rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) merupakan salah satu upaya yang sangat penting dilakukan masyarakat khususnya pemilik HPR. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies terhadap HPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta wawancara langsung dengan total responden sebanyak 90 orang. Variabel dependent pada penelitian ini yaitu praktik pemberian vaksin pada HPR. Variabel independent yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lokasi tempat tinggal, kegunaan HPR, jumlah dan jenis HPR, pengetahuan, status pemeriksaan kesehatan HPR, himbauan dinas kesehatan/kepala desa, dan mengikuti penyuluhan. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies yaitu lokasi tempat tinggal (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) dan status pemeriksaan kesehatan HPR (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna terhadap variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, jenis HPR, dan himbauan petugas kesehatan/kepala desa dan mengikuti penyuluhan.Kata Kunci: Rabies, Vaksinasi, Praktik, Kab. Limapuluh KotaRabies is a global health problem and zoonotic with case fatality rate (CFR) of 100%. Rabies is commonly found in developing countries, especially in Asia and Africa. Rabies control efforts can be implemented if vaccination coverage is sufficient, especially in rabies endemic areas. Rabies vaccination for rabies-transmitting animals is one of the most important measures taken by the public, especially rabies-transmitting animals owners. The aim of this study was to determine the factors associated with the practice of rabies vaccination for rabies-transmitting animals. This study used a cross sectional approach. Data were collected using structured questionnaires and direct interviews with a total of 90 respondents. The dependent variable in this study was the practice of vaccination for rabies-transmitting animals. The independent variables were age, gender, education, occupation, location of residence, use of rabies-transmitting animals, number and type of rabies-transmitting animals, knowledge, rabies-transmitting animals health checks status, appeals from the health office/village head, and attending counseling. Data were analyzed using simple logistic regression and multiple logistic regression tests. Factors associated with rabies vaccination were location of residence (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) and rabies-transmitting animals health check status (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). In this study, there was no significant association between the variables of age, gender, education, occupation, knowledge, type of rabies-transmitting animals, appeal of health workers/village head, and attending counseling.Keywords: Rabies, Vaccination, Practice, Limapuluh Kota District
Evaluasi Kepuasan Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rsud H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2021 Dewi, Rasmala; Sutrisno, Deny; Badri, Chelisia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2787

Abstract

Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang sangat kompleks yang menyelenggarakan jenis pelayanan kesehatan melalui pendekatan pemeliharaan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif). survei awal dengan wawancara yang dilakukan terhadap pasien terkait kualitas pelayanan di instalasi kefarmasian RSUD H. Abdul Manap, terdapat pasien yang mengeluh mengenai pelayanan yang diterima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada suatu waktu dilihat berdasarkan lima dimensi yaitu, daya tanggap, jaminan, bukti fisik, empati, dan kehandalan. Pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2021 berdasarkan dimensi jaminan, empati, dan kehandalan. Akan tetapi, pasien kurang puas terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2021 berdasarkan dimensi daya tanggap dan bukti fisik. Secara keseluruhan, 45% pasien merasa kurang puas dan 55% pasien merasa puas dengan kualitas pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.Kata Kunci: RSUD, Abdul Manap, , Evaluasi Kepuasan,The hospital is a very complex organization that provides types of health services through a health maintenance approach (promotive, preventive, curative and rehabilitative). Initial survey with interviews conducted with patients regarding the quality of service at the pharmaceutical installation of H. Abdul Manap Hospital, there were patients who complained about the services received. This study used a descriptive survey research method with a cross sectional approach which was carried out at one time based on five dimensions, namely responsiveness, assurance, tangibles, empathy, and reliability. Patients are satisfied with pharmaceutical services at the H. Abdul Manap Hospital pharmacy installation, Jambi City in 2021 based on the dimensions of assurance, empathy, and reliability. However, patients are dissatisfied with pharmaceutical services at the pharmaceutical installation of H. Abdul Manap Hospital, Jambi City in 2021 based on the dimensions of responsiveness and physical evidence. Overall, 45% of patients were dissatisfied and 55% of patients were satisfied with the quality of pharmaceutical services at the H. Abdul Manap Hospital Pharmacy Installation, Jambi CityKeywords: Hospital, Abdul Manap, Satisfaction Evaluation,
Keterpaparan Pornografi Terhadap Perilaku Seks Remaja SMPN di Kota Tangerang Selatan Syahruddin, Nursita; Utari, Diah Mulyati; Effendi, Luqman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2820

Abstract

Terkait masalah pornografi pada remaja, berarti harus diketahui mulai dari efek kecanduan sampai efek pelampiasan hasrat seksual yang diakibatkan materi-materi pornografi. Sehingga masalah pornografi tidak bisa lepas dari perilaku-perilaku seksual remaja sampai kejahatan seksual. Semakin meningkatnya pravelensi penyakit yang diakibatkan oleh perilaku seksual aktif pada remaja berpengaruh terhadap meningkatnya permasalahan pada kesehatan reproduksi remaja, termasuk penyakit menular seksual. Desain penelitian dengan potong lintang (cross sectional) dilakukan untuk mengetahui keterpaparan Pornografi terhadap perilaku seks remaja SMPN di Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakukan pada 141 SMPN dari 3 kecamatan di Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja SMPN di Tangerang Selatan telah mengalami Perubahan perilaku dari efek paparan pornografi sebesar 19,9%, dibandingkan dengan tidak ada perilaku dari efek paparan pornografi sebesar 80,1%. Sedangkan responden yang telah mengalami efek paparan pornografi lebih banyak (57,4%) dibandingkan dengan tidak ada efek paparan pornografi (43,4%). Faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku dari efek paparan pornografi adalah kelas (OR 1,385) dan frekuensi paparan (OR 4,083), Sedangkan pengaruh teman sebaya dan durasi keterpaparan merupakan faktor confounding (faktor resiko secara tidak langsung).  Disarankan kepada berbagai pihak terkait agar meningkatkan pengawasan penggunaan media pada remaja, agar bisa membatasi atau mengurangi peredaran pornografi serta efek yang diakibatkannya. dan pemberian informasi kesehatan reproduksi dengan cara yang tepat dan sesuai, agar remaja dapat mengerti dan memahami, sehingga meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi remaja.Kata Kunci: Remaja, Pornografi, Efek Paparan.Regarding to the issue of adolescent pornography, it must be known from the impact of addiction to the impact of the release of sexual desire caused by pornographic material. While the issue of pornography cannot separate adolescent sexual behavior into sex crimes. The increasing prevalence of sexually transmitted diseases among adolescents has the effect of increasing adolescents' reproductive health problems, including sexually transmitted diseases. A cross-sectional research design was conducted to determine pornography exposure to the sexual behavior of junior high school students in South Tangerang. This research was conducted at 141 SMPNs from 3 sub-districts in July 2017 at South Tangerang City. The results showed that SMPN youth in South Tangerang had experienced behavioral changes from the effects of pornography exposure by 19.9%, compared to no behavior from the effects of pornography exposure by 80.1%. Meanwhile, respondents who have experienced the effects of exposure to pornography are more (57.4%) than those who have not experienced the effects of exposure to pornography (43.4%). The dominant factors related to behavior from the effects of exposure to pornography are class (OR 1.385) and frequency of exposure (OR 4.083), while peer influence and duration of exposure are confounding factors (indirect risk factors). It is recommended that various stakeholders strengthen monitoring of youth media use, in order to limit or reduce the circulation of pornography and its consequences. In other hand, provide information on reproductive health in a reasonable and appropriate way for adolescents to understand and comprehend, thereby improving their understanding of adolescent reproductive health.Keywords: Pornography, Adolescents, Exposure Effects

Page 74 of 123 | Total Record : 1226