cover
Contact Name
Herri Purwanto
Contact Email
irwanto1969@gmail.com
Phone
+6282377151976
Journal Mail Official
deformasi.ts.pgri.plg@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Deformasi
ISSN : 24774960     EISSN : 26217929     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/deformasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Deformasi merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang: Structural Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Water Resources Engineering, dan Urban Planning, yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember)
Articles 138 Documents
Analisis Clash Detection Pekerjaan Arsitektur dan MEP Menggunakan Building Information Modelling Pada Proyek PMI Jakarta Putri, Nabilla Eka; Agustina, Selvia; Saefudin, Arief
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17004

Abstract

Penerapan Building Information Modeling (BIM) semakin populer di kalangan perusahaan konstruksi karena dianggap sebagai metode yang sangat efektif dalam merencanakan semua proyek konstruksi serta berpusat pada data. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya pekerjaan yang berulang karena kesalahan dalam perencanaan proyek konstruksi dapat dideteksi sejak awal dengan mengimplementasikan BIM (Building Information Modelling) yang dapat melakukan analisis tabrakan ( Clash   detection ) pada setiap disiplin pekerjaan struktur, arsitektur, MEP maupun disiplin lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  Clash   detection lantai 1 pada proyek pembangunan Gedung PMI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan software Building Information modelling (BIM ) yaitu Autodesk Revit untuk membuat 3D modelling dan juga Autodesk Naviswork yang di gunakan untuk melakukan analisis clash   detection. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu melakukan 3D Modelling terlebih dahulu menggunakan software autodesk revit,lalu selanjutnya melakukan analisis clash   detection menggunakan software autodesk naviswork. Alur analisis diawali dengan melakukan modelling 3D,kemudian model tersebut diimport ke dalam software Navisworks Manage  untuk dilakukan clash detection menggunakan fitur Clash Detective. Ditemukan adanya 186 clash pada elemen struktur, arsitektur, dan MEP yang mana sebagian besar disebabkan oleh elemen dinding dan pipa plumbing.
Karakteristik Kuat Tarik Beton Polimer Dengan Variasi Serat Kawat Bendrat Afif, Muhammad; Nurmeyliandari, Revianty; Sinta Devi, Debby
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17077

Abstract

Beton biasanya digunakan sebagai bahan struktural utama dalam konstruksi bangunan. Alasannya adalah karena beton memiliki beberapa keunggulan, seperti bahan baku yang mudah didapat, biaya yang relatif murah, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, dan perawatan yang minimal. Beton membutuhkan bahan tambahan alami dan buatan untuk meningkatkan kualitas getasnya. Beton serat, bahan aditif masih dapat digunakan. Beton Serat dapat memberikan daktilitas, kekuatan tarik dan lentur yang lebih tinggi, ketahanan terhadap beban fatik dan beban kejut, serta mengurangi retak susut, di antara manfaat lainnya. Beton polimer juga banyak memberi keuntungan dibandingkan beton konvensional, termasuk kekuatan tinggi stabilitas pemadatan yang unggul, tahan terhadap zat kimia, korosi dan kedap air. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kawat bendrat dan epoxy resin terhadap karakteristik beton. Variasi yang digunakan serat kawat bendrat yaitu 2%, 2,5%, 3% sebagai bahan tambah, sedangkan epoxy resin 4% sebagai subtitusi semen. Hasil pengujian kuat tarik belah beton dapat disimpulkan bahwa nilai optimum dari campuran epoxy 4% dan kawat bendrat 3% sebesar 3,45 MPa. Penambahan serat kawat bendrat dapat meningkatkan nilai kuat tarik belah beton, dan epoxy resin memiliki daya perekat yang cukup kuat terhadap kuat tarik belah beton.
Tinjauan Faktor Utama Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pada Proyek Konstruksi Dengan Pendekatan Peringkat Relative Importance Index (RII) Nurhendi, Revianty Nurmeyliandari; Bastam, Mukhlis Nahriri
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17136

Abstract

Industri konstruksi, sebagai sektor ekonomi fundamental di banyak negara, memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Produktivitas tenaga kerja konstruksi menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi dan keberlanjutan proyek-proyek konstruksi. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja konstruksi agar dapat mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang mungkin timbul serta meningkatkan kinerja keseluruhan proyek. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja konstruksi dengan pendekatan peringkat Relative Importance Index (RII). Melalui studi literatur sebanyak 29 faktor yang dikelompokkan dalam faktor buruh, manajemen, bahan dan peralatan, eksternal telah diidentifikasi sebagai faktor yang mempengarui produktivitas tenaga kerja konstruksi Penelitian ini juga mempertimbangkan persepsi manajer proyek yang terlibat dalam proyek konstruksi di Palembang untuk menjawab pertanyaan melalui kuisioner. Hasil analisis peringkat faktor dengan RII menujukkan bahwa pengalaman dan keterampilan buruh dalam kelompok faktor buruh mendapatkan rangking pertama dengan nilai RII 85.33%. Selanjutnya diurutan kedua sampai dengan kesepuluh sebagai berikut ketersediaan bahan dan peralatan (84.67%), pengawasan yang kurang (82.67%),perencanaan dan penjadwalan proyek yang buruk (82%), metode pekerjaan yang tepat (81.33%), kerja semula (rework)(80.67%), keterlamabatan bahan di lokasi (80.67%), ketidakhadarian pengawas (80%), kurangnya koordinasi dan komunikasi dengan pekerja (79.33%) dan pengawas yang terampil (78%). Kesimpulannya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dalam konstruksi, perusahaan harus memperhatikan semua aspek yang terkait dengan faktor-faktor tersebut. Dengan pendekatan yang komprehensif terhadap semua aspek ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan hasil akhir proyek konstruksi
Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 Purwanto, Herri; Setiobudi, Agus; Amiwarti, Amiwarti; Kurniawan, Reffanda
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beton dari hasil Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 dengan  persentase penambahan dengan variasi 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Metode penelitian ini berupa tergolong penelitian metode kuantitatif dengan judul Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang untuk membuat sampel dan pengujian kuat tekan beton sedangkan di Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan untuk pengujian propertis material agregat yang dipakai. Hasil penelitian bahwa pada umur beton 28 hari nilai kuat tekan beton normal K-250 rata-rata sebesar 253,46 kg/cm2, kuat tekan beton dengan tambahan campuran 2,5% merek Damdex rata-rata sebesar 273,84 kg/cm², campuran 5% merek Damdex rata-rata sebesar 279,58 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Damdex rata-rata sebesar 210,89 kg/cm². Sedangkan untuk tambahan campuran 2,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 277,31 kg/cm², campuran 5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 325,56 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata 241,08 kg/cm².
Pengaruh Penambahan Epoxy Dan Serat Logam Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Beton Andrean, M Alfallah; Nurmeyliandari, Revianty; Fauzi, Marguan
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/nher5s14

Abstract

Material kontruksi yang digunakan secara luas yang dikenal karena keunggulanya, daya tahan serta kemudahanya dalam pembentukan Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan akan material yang lebih kuat dan tahan lama, penambahan bahan tambahan seperti epoxy dan serat logam pada beton mulai diperkenalkan untuk meningkatkan kuat tekan dan tarik beton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek penambahan 2% epoxy dan serat lpgam dalam jumlah yang bervariasi (2%, 4%, dan 6%) pada kekuatan tekan pada 7, 14, dan 28 hari, serta kekuatan tarik penambahan 2% epoxy dan serat metal dalam jumlah yang bervariasi (2%, 4%, dan 6%) pada kekuatan tekan pada 7, 14, dan 28 hari, serta kekuatan tarik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dilakukan di Laboratorium Universitas Indo Global Mandiri (UIGM). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kekuatan tekan optimal sebesar 28,83 MPa dicapai dengan 2% epoxy pada 28 hari, sedangkan kekuatan tarik optimal sebesar 2,86 MPa dicapai dengan campuran serat logam  6% pada 28 hari. Kesimpulan ya adalah penggunan resain epoxy dan serat logam dapat meningkatkan kekuatan tekan dan kekuatan  Tarik beton.
Analisis Tingkat Bahaya Erosi Wilayah Sungsang Untuk Penentuan Metode Konservasi Tanah Dan Air Umari, Zuul Fitriana; Reni Andayani
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/y3kp0p45

Abstract

Sungsang, ibukota Kecamatan Banyuasin II di Kabupaten Banyuasin, terletak di muara Sungai Musi dengan luas 3.632 km² dan termasuk dalam Sub-DAS Musi. Wilayah ini memiliki nilai strategis secara ekonomi, antara lain sebagai penghasil perikanan, destinasi wisata, dan lokasi Pelabuhan Tanjung Api-api. Namun, tingginya sedimentasi akibat erosi lahan mengganggu aktivitas pelabuhan, terutama bagi kapal-kapal kecil. Saat ini, belum ada upaya konservasi lereng sungai atau lahan di daerah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju erosi, menganalisis tingkat bahayanya, serta mengevaluasi metode konservasi tanah dan air yang sesuai. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan data primer berupa sampel tanah dari Sungsang yang dianalisis di laboratorium, serta data sekunder seperti curah hujan, kemiringan lahan, dan vegetasi. Data tersebut diolah menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation).  Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di tiga tebing sungai termasuk jenis granular sedang dengan kandungan organik tinggi (>5%) dan permeabilitas lambat (<0,5 cm/jam). Erodibilitas tanah tergolong rendah hingga agak rendah, dengan nilai erosivitas hujan 2.967,9 kJ/tahun. Topografi wilayah didominasi kemiringan landai (0-2%) dan tutupan lahan berupa hutan tanpa tindakan konservasi. Perhitungan USLE mengungkapkan erosi sebesar 25,81 ton/ha/tahun, termasuk kategori bahaya erosi ringan.  Sebagai solusi, disarankan metode konservasi vegetatif seperti penghijauan, reboisasi, penanaman tanaman penutup tanah, atau penanaman mengikuti kontur. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi erosi dan menjaga kelestarian lingkungan di Sungsang
Analisis Survei Awal Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Di Palembang Nurhendi, Revianty Nurmeyliandari; Bastam, Mukhlis Nahriri
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/xe1f3k15

Abstract

Industri konstruksi sangat mengandalkan produktivitas tenaga kerja untuk mencapai efisiensi dan kualitas hasil kerja. Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja konstruksi memiliki dampak langsung terhadap keberhasilan proyek. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut, baik yang mendukung maupun menghambat produktivitas. Dengan memahami faktor-faktor ini, manajemen konstruksi dapat mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, sehingga target proyek terkait biaya, kualitas, dan waktu dapat tercapai.Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja konstruksi melalui survei awal. Metode yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada tenaga kerja konstruksi yang terlibat dalam berbagai proyek. Sebanyak 51 item faktor diidentifikasi melalui kajian literatur dan dikategorikan ke dalam lima kelompok: individu, manajemen, bahan dan peralatan, keuangan, dan eksternal. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 item faktor, hanya 38 yang secara signifikan berkontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja konstruksi. Temuan ini dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan dan upaya peningkatan produktivitas di industri konstruksi
Eksplorasi Faktor Penentu Dalam Preferensi Moda Transportasi Publik: Studi Empiris Pada Bus Trans Musi Palembang Supriyadi, Andi; Bastam, Mukhlis Nahriri; Firdaus
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/c4d19q93

Abstract

Sektor transportasi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan kompleks, termasuk ketergantungan yang tinggi pada layanan ojek dan kemacetan lalu lintas yang merugikan ekonomi serta kesehatan masyarakat. Meskipun telah dilakukan berbagai inisiatif, peningkatan jumlah kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam mempromosikan penggunaan transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil demografis pengguna Bus Trans Musi, mengidentifikasi faktor-faktor kunci dan indikator yang mempengaruhi penggunaan layanan ini, serta mengevaluasi hubungan antara faktor-faktor tersebut. Model konseptual yang diusulkan dalam studi ini mengintegrasikan Teori Perilaku Terencana (TPB), Teori Kepuasan Pelanggan, dan variabel Kebijakan Manajemen Transportasi. Dengan melibatkan 155 responden yang merupakan pengguna Bus Trans Musi di Palembang, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penumpang adalah perempuan (80%) berusia antara 10-25 tahun (70%). Sebagian besar penumpang adalah pekerja (45,3%) dan pelajar (38,7%), serta memiliki kendaraan pribadi (91,3%). Model konseptual yang dikembangkan mencakup 7 variabel dan 22 item pengukuran yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Dari 16 hipotesis yang menghubungkan variabel laten, 11 hipotesis diterima dengan signifikansi positif, sementara 5 hipotesis ditolak karena kurangnya signifikansi positif. Temuan ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan strategi dan kebijakan transportasi yang lebih efektif di masa depan
Transformasi Kinerja Pelayanan Jalur Sepeda Pasca Pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung Iscahyono, Achmad Fauzan; Rizki, Muhammad; Putri, Siti Calulla
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/nce9t205

Abstract

Munculnya pandemi virus corona (COVID-19) telah meningkatkan tren bersepeda. Selain dianggap sebagai suatu pilihan yang aman untuk menjaga jarak fisik selama pandemi, bersepeda juga diminati karena berbagai manfaat kesehatannya. Namun, pada kondisi pasca pandemi, karakteristik pola pergerakan pesepeda di Kota Bandung mengalami penurunan, terutama pada aspek jarak tempuh dan waktu tempuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi kinerja pelayanan jalur sepeda pasca pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan komparatif. Perhitungan kinerja pelayanan jalur sepeda menggunakan metode Bicycle Level of Service (BLOS). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi transformasi atau perubahan pada kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung antara pada saat kondisi pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Transformasi yang dimaksud adalah terjadinya penurunan kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung pada saat pasca pandemi COVID-19
Analisa Distribusi Curah Hujan dengan Uji Kecocokan Chi Square dan Simirnov Kolmogorov di Kabupaten OKU Suryadi, Rudy; Sari, Enda Kartika; Wibowo, M. Rizka F; Fadhil, Taufik Is
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ama1mr27

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu komponen utama dalam sistem iklim yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, termasuk pertanian, infrastruktur, dan kegiatan ekonomi lainnya. Di Indonesia, curah hujan memiliki distribusi yang bervariasi berdasarkan faktor geografis dan topografi. Oleh karena itu, pemahaman tentang pola distribusi curah hujan menjadi penting, khususnya untuk daerah yang bergantung pada sektor pertanian, seperti Kabupaten OKU di Sumatera Selatan. Kabupaten OKU memiliki karakteristik iklim tropis dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Analisis distribusi curah hujan yang tepat di wilayah ini sangat penting untuk memahami pola cuaca, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk perencanaan pengelolaan sumber daya alam. Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Ogan merupakan bagian dari DAS Musi yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Sub DAS ini memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air, mendukung aktivitas pertanian, pemukiman, serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Curah hujan menjadi faktor utama yang mempengaruhi debit aliran sungai, banjir, dan potensi kekeringan di wilayah ini