cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 299 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH MELALUI PROGRAM INTERVENSI BERBASIS KELOMPOK DI LKSA MUHAMMADIYAH ABEPURA JAYAPURA Eka Nurwahyuliningsih; Rotua Siringoringo; Septyan Berliana Sumaki; Amos Alfius Wororomi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25125

Abstract

Abstract. The Community Service Program aims to improve the social-emotional skills of school-aged children at LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura through a group-based intervention program. The implementation method uses a participatory approach consisting of planning, implementation, evaluation, and preparation of activity reports. The participants of the activity numbered 20 school-aged children, from elementary to high school. The activity was carried out through socialization, group discussions, filling out worksheets, reflection, pre-tests, post-tests, and art therapy as a medium for emotional expression. The evaluation results showed that the total score of participants increased from 761 in the pre-test to 925 in the post-test, while the average score increased from 38.05 to 46.25. The overall N-Gain calculation produced a value of 0.46 and is included in the moderate category. In Part A, the N-Gain was obtained at 0.45, while in Part B it was 0.60; both are included in the moderate category. These results indicate that group-based interventions help children recognize and express emotions, understand their peers' feelings, build empathy, communicate positively, and develop social behaviors that support community life in the LKSA environment. This Community Service Program has a positive impact on strengthening children's social-emotional skills and can serve as a simple, participatory, and applicable model for psychosocial development. It is recommended that similar activities be implemented continuously by LKSA caregivers through the use of creative media, emotional reflection, cooperative games, and empathetic communication exercises in daily development activities.   Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak usia sekolah di LKSA Muhammadiyah Abepura Jayapura melalui program intervensi berbasis kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 20 anak usia sekolah yakni SD hingga SMA. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, pengisian worksheet, refleksi, pre-test, post-test, serta art therapy  sebagai media ekspresi emosi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa total skor peserta meningkat dari 761 pada pre-test menjadi 925 pada post-test, sedangkan rata-rata skor meningkat dari 38,05 menjadi 46,25. Perhitungan N-Gain secara keseluruhan menghasilkan nilai sebesar 0,46 dan termasuk kategori sedang. Pada Bagian A diperoleh N-Gain sebesar 0,45, sedangkan pada Bagian B sebesar 0,60; keduanya termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berbasis kelompok membantu anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, memahami perasaan teman, membangun empati, berkomunikasi secara positif, serta mengembangkan perilaku sosial yang mendukung kehidupan bersama di lingkungan LKSA. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap penguatan keterampilan sosial-emosional anak dan dapat menjadi model pembinaan psikososial yang sederhana, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pengasuh LKSA melalui penggunaan media kreatif, refleksi perasaan, permainan kerja sama, dan latihan komunikasi empatik dalam kegiatan pembinaan sehari-hari.
WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SMA/SMK/MA DI KABUPATEN BALANGAN Muh. Waskito Ardhi; Dwi Rosita Sari; Yunita Furinawati; Muh.Nur Luthfi Azis; Davi Apriandi; Candra Dewi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.25442

Abstract

Abstract. The scientific article writing workshop is a community service activity aimed at improving the understanding and skills of high school, vocational high school, and Islamic high school teachers in Balangan Regency, South Kalimantan, particularly in writing scientific articles based on Classroom Action Research (PTK). This event was held on February 19–21, 2024, through a collaboration between PGRI University of Madiun (UNIPMA), the Balangan High School and Vocational School Principals’ Association (MKKS SMK/SMA Balangan), and Light Community. The workshop included presentations on conceptual material and technical aspects of writing, as well as hands-on guidance on drafting. Of the 31 teachers in attendance, 26 participants completed pre- and post-activity comprehension questionnaires. The results of the evaluation analysis showed an increase in the average comprehension score from 2.33 to 3.29 per item, with a Normalized Gain (N-Gain) score of 0.573, which falls into the moderate category. The Shapiro-Wilk normality test indicated that the distribution of paired data differences was normally distributed (W=0.980; p=0.877). Therefore, a parametric Paired t-test was used, which yielded a highly significant difference (t(25)=11.417; p<0.001). This community service project concludes that the workshop proved to be effective and impactful in improving teachers’ understanding, particularly regarding the technical aspects of scientific article writing, which had previously been the participants’ main challenge. As a follow-up, it is recommended that ongoing clinical mentoring be provided until the manuscript submission stage. Abstrak. Workshop penulisan artikel ilmiah ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, khususnya dalam menyusun artikel ilmiah berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 19–21 Februari 2024 melalui kolaborasi antara Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) dengan MKKS SMK/SMA Balangan dan Light Community. Pelaksanaan workshop meliputi penyampaian materi konseptual, aspek teknis penulisan, dan pendampingan praktik penyusunan artikel. Tercatat dari 31 guru yang hadir, sebanyak 26 peserta melengkapi angket pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil analisis evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 2,33 menjadi 3,29 per butir, dengan skor Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,573 yang termasuk dalam kategori sedang. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi selisih data berpasangan berdistribusi normal (W=0,980; p=0,877). Oleh karena itu, digunakan uji parametrik Paired t-test yang menghasilkan perbedaan sangat signifikan (t(25)=11,417; p<0,001). Adapun simpulan dari pengabdian ini adalah workshop terbukti efektif dan berdampak dalam meningkatkan pemahaman guru, terutama pada aspek teknis anatomi penulisan artikel ilmiah yang sebelumnya menjadi kendala utama peserta. Sebagai tindak lanjut, disarankan adanya pendampingan klinis berkelanjutan sampai tahap pengiriman naskah.
WORKSHOP PENGENALAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 DI SMK NURUL ISLAM GRESIK Suparno Suparno; Muhammad Hafidz Yusuf; Moh. Ririn Rosyidi; Iksan Iksan
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.20877

Abstract

Abstract. Occupational Safety and Health (OSH) is crucial for preventing workplace accidents in industrial environments. Through a Community Service activity at SMK Nurul Islam Gresik, this program aimed to instill an early understanding of the importance of OSH among students, particularly during activities in the machining workshop, which serves as a miniature version of the real working environment. The methods used in this activity included delivering OSH materials through direct presentations, practicing the use of personal protective equipment (PPE), as well as conducting discussion and Q&A sessions to assess the students' understanding of the material presented. The results of the activity showed that students were able to grasp the basic concepts of OSH, as evidenced by their active participation in discussions and their correct use of PPE during practice sessions. In conclusion, early introduction to OSH through an interactive approach effectively enhances students’ awareness and understanding of the importance of workplace safety in the workshop environment. Abstrak. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk mencegah kecelakaan kerja di lingkungan industri. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMK Nurul Islam Gresik, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya K3 kepada siswa sejak dini, khususnya saat beraktivitas di workshop permesinan yang merupakan miniatur dunia kerja sebenarnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi K3 secara langsung melalui presentasi, praktik penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sesi diskusi dan tanya jawab untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar K3, terbukti dari keaktifan mereka dalam diskusi dan ketepatan penggunaan APD saat praktik.Kesimpulannya, pengenalan K3 sejak dini melalui pendekatan interaktif efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya keselamatan kerja di lingkungan workshop.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK LONTAR SEWU MELALUI NATA DE SIWALAN UNTUK MENDUKUNG POTENSI DESA WISATA DESA HENDROSARI Ni'matur Rohma; Siti Ainuna Rohma; Anggita Shafira Rizky; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.20983

Abstract

Abstract. The Palmyra tree is a type of palm that is versatile, starting from its roots, stems, leaves, fruit, and flowers of the siwalan plant that can be utilized. In East Java Province, especially Gresik Regency, the palm tree is used as an icon for a tourist village, namely Lontar Sewu, which is located in Hendrosari Village, Menganti District. Nira siwalan has almost the same composition as old coconut water, making it possible for legen to be fermented to produce nata. This nira siwalan product innovation aims to empower Lontar Sewu PKK women in using nira siwalan as functional food. We realized this program with the methods of socialization, counseling, mentoring, branding day, and marketing day. In addition to gaining knowledge about processing siwalan sap into nata de siwalan, the partner community also received training in processing nata de siwalan and received a tutorial in the form of paper sheets and outputs in the form of a partner guidebook will be given at the next meeting, which will be able to bridge the partner community for program sustainability. With this training, partner communities can get complete and accurate information.  Abstrak. Pohon lontar/Siwalan merupakan jenis palma yang serba guna, mulai dari akar, batang, daun, buah, hingga bunga dari tanaman siwalan dapat dimanfaatkan. Pada Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik pohon lontar dijadikan ikon untuk desa wisata yaitu Lontar Sewu yang terletak di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti. Nira siwalan memiliki komposisi yang hampir sama dengan air kelapa tua, sehingga memungkinkan legen dapat difermentasi untuk menghasilkan nata. Inovasi produk nira siwalan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Lontar Sewu dalam menggunakan nira siwalan sebagai pangan fungsional. Program ini kami realisasikan dengan metode sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, branding day, dan marketing day. Di samping memperoleh pengetahuan tentang pengolahan nira siwalan menjadi nata de siwalan, masyarakat mitra juga mendapatkan pelatihan pengolahan nata de siwalan dan mendapatkan tutorial pembuatan berupa lembaran kertas serta luaran berupa buku pedoman mitra akan diberikan pada pertemuan selanjutnya yang nantinya dapat menjembatani masyarakat mitra untuk keberlanjutan program. Dengan pelatihan tersebut masyarakat mitra bisa mendapatkan informasi secara lengkap dan akurat.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN PEMUDA POSITIF MELALUI INTEGRASI LIFE SKILLS DALAM PELATIHAN DAN PEMBINAAN OLAHRAGA DESA PANGGULO I Kadek Suardika; Arief Ibnu Haryanto; Moh. Rivai Nakoe; Mohammad Son Dadu; Husnina Datau
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21381

Abstract

Abstract. Integration of life skills in sports training and coaching is a constructive response to the moral degradation of adolescents as reflected in the situation analysis in Panggulo Village, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. Scenario analysis identified the main causes of poor moral development of adolescents as the lack of opportunities to engage in constructive activities, modification of family structures, and uncontrolled media influence. The purpose of this program is to instill moral values ??in the next generation through family involvement, community service initiatives, and moral education. Active community participation is needed for identification, analysis, and resolution of problems in the community service method using the Participatory Action Research (PAR) approach. The understanding and application of sports values ??by adolescents increased as a result of this program, especially in the areas of teamwork, goal setting, time management, emotional intelligence, communication, social skills, leadership, problem solving, and decision making. This program successfully involved 50 adolescents from Panggulo Village, with 95% of them actively participating in training sessions and sports activities. Life skills evaluation showed significant improvements in teamwork, time management, and emotional intelligence, with an average evaluation score increasing by 40% after participating in the program. Thus, through positive sports experiences, this community service program not only improves physical components but also helps young people develop a strong moral foundation or positive youth development.   Abstrak. Integrasi life skills dalam pelatihan dan pembinaan olahraga adalah respons konstruktif terhadap degradasi moral remaja yang tercermin dalam analisis situasi di Desa Panggulo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Analisis skenario mengidentifikasi penyebab utama buruknya pembinaan moral remaja adalah tidak adanya kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang membangun, modifikasi struktur keluarga, dan pengaruh media yang tidak terkendali. Tujuan dari terciptanya program ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus melalui keterlibatan keluarga, inisiatif pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan moral. Partisipasi aktif masyarakat diperlukan untuk identifikasi, analisis, dan penyelesaian masalah dalam metode pengabdian kepada masyarakat yang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pemahaman dan penerapan nilai-nilai olahraga oleh remaja meningkat sebagai hasil dari program ini, khususnya dalam bidang kerja sama tim, penetapan tujuan, manajemen waktu, kecerdasan emosional, komunikasi, keterampilan sosial, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Program ini berhasil melibatkan 50 remaja dari Desa Panggulo, dengan 95% di antaranya aktif berpartisipasi dalam sesi pelatihan dan kegiatan olahraga. Evaluasi life skills menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kerja sama tim, manajemen waktu, dan kecerdasan emosional, dengan rata-rata skor evaluasi meningkat sebesar 40% setelah mengikuti program. Dengan demikian, melalui pengalaman olahraga yang positif, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya meningkatkan komponen fisik tetapi juga membantu generasi muda mengembangkan dasar moral yang kuat atau positive youth development.
PEMBENTUKAN EDUAGROWISATA CARU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA HILIRISASI PRODUK LOKAL DESA BAJANG KECAMATAN MLARAK Niken Sylvia Puspitasari; Muhammad Diaz Supandi; Muhamad Redho Al Faritzi; Muhammad Hafidz Syaputra Utama
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21401

Abstract

Abstract. Bajang Village in Mlarak District possesses superior potential in grape cultivation that has not been optimally utilized due to technological limitations, traditional marketing management, and weak institutional synergy. Key challenges include low productivity caused by pest infestations, conventional cultivation techniques, and limited marketing relying solely on local networks. The lack of collaboration between the Anggur Caru Club (ACC) and the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) further hinders village development. Addressing these challenges, this community empowerment program was designed to develop EduAgroTourism Caru, a local product downstreaming model integrating grape agribusiness with educational tourism. The implementation method adopts a participatory approach through four stages: (1) problem identification using FGDs and field observations, (2) intensive training on grape cultivation, product processing, and digital marketing, (3) development of grape demonstration plots as learning laboratories, and (4) implementation of the EduAgroTourism Caru digital platform to expand market reach. The program involves strategic collaboration among ACC, POKDARWIS, village government, and Darussalam Gontor University. Results demonstrate significant community capacity improvement, reflected in a 50% income increase, value-added grape products (juice, kripik daun anggurs), and market expansion through digital marketing strategies. The key innovation lies in the green economy concept combining agricultural education, ecotourism, and information technology, creating a sustainable community-based tourism model. This success confirms that multidisciplinary empowerment approaches can effectively solve local product downstreaming challenges. To ensure sustainability, institutional strengthening, targeted village fund allocation, and model replication to similar regions are essential.   Abstrak. Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, memiliki potensi unggulan budidaya anggur yang belum termanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan teknologi, manajemen pemasaran tradisional, dan lemahnya sinergi kelembagaan. Masalah utama meliputi rendahnya produktivitas akibat serangan hama, teknik budidaya konvensional, serta pemasaran terbatas yang hanya mengandalkan jaringan lokal. Minimnya kolaborasi antara Anggur Caru Club (ACC) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) turut menghambat pengembangan potensi desa. Berangkat dari tantangan tersebut, program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Eduagrowisata Caru, sebuah model hilirisasi produk lokal yang mengintegrasikan agribisnis anggur dengan pariwisata edukatif. Metode pelaksanaan mencakup pendekatan partisipatif melalui empat tahap: (1) identifikasi masalah berbasis FGD dan observasi lapangan, (2) pelatihan intensif budidaya anggur, pengolahan produk, dan pemasaran digital, (3) pengembangan demplot anggur sebagai laboratorium pembelajaran, serta (4) implementasi platform digital Eduagrowisata Caru untuk memperluas jangkauan pemasaran. Program ini melibatkan kolaborasi strategis antara ACC, POKDARWIS, pemerintah desa, dan Universitas Darussalam Gontor. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang signifikan, tercermin dari kenaikan pendapatan 50%, terciptanya produk olahan anggur bernilai tambah (jus, kripik daun anggur), dan perluasan pasar melalui strategi digital marketing. Inovasi utama terletak pada konsep green economy yang memadukan edukasi pertanian, ekowisata, dan teknologi informasi, menghasilkan model desa wisata berkelanjutan berbasis komunitas. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan multidisiplin dapat menjadi solusi efektif untuk hilirisasi produk lokal. Agar dampaknya berkelanjutan, diperlukan penguatan kelembagaan, alokasi dana desa yang tepat sasaran, serta replikasi model ke wilayah lain dengan karakteristik serupa. 
TRANSFORMASI KAMPUNG PANCASILA: PENDAMPINGAN DIGITALISASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAHAN DESA NONGKODONO Muhamad Fajar Pramono; Aziz Musthafa; Dian Afif Arifah; Aldy Alfajri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21402

Abstract

Abstract. This community service initiative intends to improve the digital governance performance of Nongkodono Village, the first Kampung Pancasila in Ponorogo, East Java. While Kampung Pancasila programs in Indonesia frequently emphasize symbolic and formalistic approaches, this project aims to provide a functional, quantifiable, and progressive framework in line with Nongkodono's 2022 Medium-Term Village Development Plan (RPJMDes). The first-year program aims to improve village governance by implementing digital solutions, including the Smart Government system. This system was developed by integrating online administrative services based on citizen data with digital asset management to facilitate reporting to local government. This effort was carried out through collaboration with stakeholders, comparative studies with similar communities, and extensive training sessions. The results include the development of a functional Smart Government application and skill capacity improvement among village officials to use digital technologies for governance. Beyond immediate efficiency gains, this effort aims to promote widespread adoption of digital government in rural areas, establishing a national standard for Kampung Pancasilas. The Smart Government digital system becomes the main output in this program. The results of this program are also published in the mass media, online news, and accredited scientific journals to broaden insight into Pancasila's values ??and the potential of a digital revolution in empowering society.   Abstrak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Desa Nongkodono melalui penerapan sistem digital. Sebagai Kampung Pancasila pertama di Ponorogo, Jawa Timur, program ini tidak hanya berfokus pada simbolisme tetapi juga mengembangkan pendekatan yang lebih fungsional, terukur, dan progresif sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) tahun 2022. Pada tahun pertama, program ini memprioritaskan penerapan sistem Smart Government yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan administrasi berbasis data warga dan manajemen aset digital, guna meningkatkan efisiensi pelaporan dan pelayanan desa. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, studi banding dengan desa lain yang telah menerapkan konsep serupa, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi digital. Hasil yang dicapai meliputi pengembangan aplikasi Smart Government yang fungsional dan peningkatan keterampilan aparatur desa. Program ini juga diharapkan mendorong penerapan luas sistem pemerintahan digital di desa-desa lain, sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui tata kelola yang inovatif. Publikasi hasil program dilakukan melalui media massa, berita daring, dan jurnal ilmiah untuk memperluas wawasan tentang pentingnya transformasi digital dalam pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pemerintahan desa.
PELATIHAN PEMBUATAN ARTIKEL DAN PENGGUNAAN AI UNTUK KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL GURU KB -TK ANANDA SURABAYA Wisnu Kristanto; Alfina Citrasukmawati; Suhartini Nurul Azminah
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21521

Abstract

Abstract. The task of teachers is not only in the learning process, but also in sustainable professional development, where the lack of this development also has an impact on credit scores and hampered teachers' careers. The main obstacle to collecting credit scores is the creation of scientific work or innovative work. The aim of this community service is to improve the ability to write scientific articles among kindergarten teachers which is carried out through material presentation activities and practice of looking for ideas based on problems in class, looking for scientific articles according to problems, creating solutions to problems in class, making paraphrases, and writing lists. library according to reference articles. Indicators of success in this service can be seen from attendance, enthusiasm in asking questions, and increasing teacher ability, where it can be seen that attendance reaches a percentage of 100%, enthusiasm in asking questions reaches a percentage of 75%, and the increase in teacher ability reaches 100%. The conclusion of this activity is that the community service that has been carried out has had a positive impact and there has been an increase in the ability to write scientific articles for Ananda KB-TK teachers.   Abstrak. Tugas guru tidak hanya pada proses pembelajaran, akan tetapi juga pada pengembangan keprofesian berkelanjutan, di mana minimnya pengembangan ini juga berdampak pada angka kredit dan karir guru yang terhambat, kendala utama dari pengumpulan angka kredit ini adalah pembuatan karya ilmiah atau karya inovatif. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan dalam menulis artikel ilmiah di kalangan guru TK yang dilakukan melalui kegiatan pemaparan materi dan praktik mencari ide berdasarkan permasalahan di kelas, mencari artikel ilmiah sesuai permasalahan, membuat solusi dari permasalahan di kelas, membuat parafrase, dan menulis daftar pustaka sesuai artikel rujukan. Indikator keberhasilan dalam pengabdian ini dapat dilihat dari kehadiran, antusiasme dalam bertanya, dan peningkatan kemampuan guru di mana dapat dilihat bahwa kehadiran mencapai persentase 100%, antusiasme dalam bertanya mencapai persentase 75%, dan peningkatan kemampuan guru mencapai 100%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengabdian masyarakat yang telah dilakukan memiliki dampak positif dan terjadi peningkatan kemampuan dalam menulis artikel ilmiah bagi guru KB-TK Ananda.
PARTISIPASI GAPOKTAN “MULYO ASRI” DI DESA JENGGRIK KABUPATEN NGAWI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT KEDELAI BERBAHAN KULIT BIJI JAMBU METE Wuye Ria Andayanie; Indah Rekyani Puspitawati; Ratna Mustika Wardhani
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21573

Abstract

Abstract. Participation comunication for soybean farmers is carried out to reduce the use of chemical pesticides is absolutely necessary in sustainable and environmentally friendly agricultural activities. Farmer extension in community-based service activities aims to determine the level of farmer participation in the implementation of pest and disease control programs on cashew nut shell plants. The method of implementing community-based service uses purposive sampling. Samples were taken from 28 respondents from the Gapoktan "Mulyo Asri". Data collection techniques through direct interviews with farmers based on a list of questions and direct observation of respondents carried out interactively and documentation. The level of farmer participation was measured by inferential statistics using the multivariate analysis method. Evaluation results of the distribution of participation levels in the use of insecticides and antivirals made from cashew nut shells is in the low category with an average percentage of 32.58%. However, after community service activities, there was an increase in farmers' understanding and skills in utilizing cashew nut shell waste as an insecticide and antiviral in controlling pests and diseases in soybean plants. The results of the unpaired t-test for chemical pesticide users were 47.48 ± 7.21. The value can be said to be in the normal category. Meanwhile, the farmer group using herbal pesticides made from cashew nut skins has an average value of 45.13 ± 4.72. This value has a range close to the use of chemical pesticides.   Abstrak. Partisipasi pada petani kedelai dilakukan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia mutlak sangat diperlukan dalam kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan program pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbahan kulit biji jambu mete.  Metode pelaksanaan pengabdian berbasis masyarakat menggunakan purposive sampling. Sampel diambil dari 28 responden dari Gapoktan “Mulyo Asri”. Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung ke petani berdasarkan daftar pertanyaan dan observasi langsung ke responden yang dilakukan secara interaktif serta dokumentasi. Tingkat partisipasi petani diukur dengan statistik inferensia menggunakan metode analisis multivariate. Hasil evaluasi dari distribusi tingkat partisipasi petani kedelai terhadap kegiatan penggunaan insektisida dan antiviral berbahan kulit biji jambu mete dalam kategori rendah dengan rata-rata persentase 30,84 %.  Namun demikian setelah kegiatan pengabdian berbasis masyarakat terjadi peningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pemanfaatan bahan limbah kulit biji jambu mete sebagai insektisida dan antiviral dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai.  Hasil uji unpaired t-test pengguna pestisida kimia adalah 47,48 ± 7,21. Nilai tersebut dapat dikatakan pada kategori normal. Sedangkan kelompok tani pengguna pestisida nabati berbahan kulit biji jambu mete mempunyai nilai rata-rata 45,13 ± 4,72. Nilai ini mempunyai rentang mendekati penggunaan pestisida kimia.
INOVASI PRODUK BUMBU PENYEDAP RASA BERBAHAN DASAR IKAN BANDENG, JAMUR SHITAKE DAN LIMBAH KULIT UDANG PADA PELATIHAN DEMONSTRASI UMKM DI KAWASAN WISATA MANGROVE WONOREJO DAN KELURAHAN KEPUTIH SURABAYA Devina Irtanto; Hari Minantyo; Kristian Agung Nugraha; Ivana Graselda; Johanes Marco Poillot; Caecilia Hartaji
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21724

Abstract

Abstract. This community service initiative utilised local resources in the Wonorejo Mangrove Tourism area of Surabaya and Keputih village, which is abundant in milkfish. The primary objective of the activity was to enhance community knowledge regarding the development of seasoning flour made from milkfish, combined with dried shitake mushrooms, dried shrimp shells, and other basic seasonings. This approach aims to maximize the potential of milkfish beyond conventional processing methods. The activities encompassed education and training for the community through workshops and mentoring on the seasoning flour-making process. The methods employed included a demonstration approach, wherein the community was guided through the mixing procedure with detailed instructions on preparing the ingredients, along with organoleptic testing to assess product quality. The outcomes indicated that the community gained significant knowledge and skills related to seasoning flour production, which has the potential to enhance their economic opportunities and diversify the processing of milkfish. In conclusion, the knowledge gained from developing seasoning flour using milkfish, shitake mushrooms, and dried shrimp shells not only offers economic prospects for the community but also promotes the sustainable use of natural resources in the mangrove area.   Abstrak. Pengabdian masyarakat ini memanfaatkan sumber daya lokal di kawasan Wisata Mangrove Wonorejo dan Kelurahan Keputih di Surabaya, yang kaya akan ikan bandeng. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di kawasan Wisata Mangrove Wonorejo dan Kelurahan Keputih di Surabaya mengenai pengembangan ikan bandeng yang dapat diolah menjadi bumbu penyedap rasa dengan kombinasi jamur shitake kering, limbah kulit udang, dan bumbu dasar lainnya. Pendekatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi ikan bandeng di luar metode pengolahan konvensional. Kegiatan ini mencakup pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat melalui lokakarya dan pendampingan dalam proses pembuatan bumbu penyedap. Metode yang digunakan meliputi pendekatan demonstrasi, di mana masyarakat dibimbing melalui prosedur pencampuran dengan instruksi rinci tentang cara menyiapkan bahan, serta pengujian organoleptik untuk menilai kualitas produk. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang signifikan terkait produksi bumbu penyedap rasa, yang memiliki potensi untuk meningkatkan peluang ekonomi mereka dan mendiversifikasi pengolahan ikan bandeng. Sebagai kesimpulan, pengetahuan yang diperoleh dari pengembangan bumbu penyedap rasa menggunakan ikan bandeng, jamur shitake kering, dan limbah kulit udang kering tidak hanya menawarkan prospek ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan di kawasan mangrove.