cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Drug Prevention Education Programs in Schools in High-Risk Areas: Challenges for Primary School Teachers in Malaysia Ahmad Jazimin Jusoh; Ciptro Handrianto; Durrah Athirah Walid; Suzaily Wahab; Shahid Rasool
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12984

Abstract

AbstractDrug prevention education programs have been implemented in primary and secondary schools in Malaysia. This study aimed to investigate the existing drug prevention education programs in primary schools in high-risk areas of Perak, Malaysia and to identify the challenges faced by primary school teachers to implement these programs. The methods used in this study was a qualitative case study design by using interviews for data collection. Seven participants, including primary school teachers, a Ministry of Education Malaysia officer, a National Anti-Drug Agency (NADA) Perak officer, and a State of Education Department officer, were involved as study samples. The results of the study showed that teachers still face problems delivering drug messages in the teaching-learning process because they do not have enough learning materials or knowledge. Teachers’ challenges arise not only from the school or educational policy but also from parents` involvement. It can be concluded that the primary school teachers in Malaysia still face challenges related to their skills, community supports, and government policies in drug prevention education programs. It is expected the study can be used by the stakeholders when planning and evaluating drug preventive in Malaysian primary schools especially in selected hot spot areas.Keywords: challenges, drug prevention, high-risk areas, primary school teachers. AbstrakProgram pendidikan pencegahan narkoba telah dilaksanakan di sekolah dasar dan menengah di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki program pendidikan pencegahan narkoba yang ada di sekolah dasar di daerah berisiko tinggi Perak, Malaysia dan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar untuk melaksanakan program ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus dengan menggunakan wawancara untuk pengumpulan data. Tujuh peserta, termasuk guru sekolah dasar, petugas Kementerian Pendidikan Malaysia, petugas Badan Anti Narkoba Nasional (NADA) Perak, dan petugas Departemen Pendidikan Negara Bagian, dilibatkan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih menghadapi kendala penyampaian pesan narkoba dalam proses belajar mengajar karena tidak memiliki bahan ajar atau pengetahuan yang cukup. Tantangan guru muncul tidak hanya dari sekolah atau kebijakan pendidikan, tetapi juga dari keterlibatan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa guru sekolah dasar di Malaysia masih menghadapi tantangan terkait keterampilan mereka, dukungan masyarakat, dan kebijakan pemerintah dalam program pendidikan pencegahan narkoba. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan ketika merencanakan dan mengevaluasi program pencegahan narkoba di sekolah dasar Malaysia, khususnya di daerah yang terpilih.Kata kunci: tantangan, pencegahan narkoba, daerah berisiko tinggi, guru sekolah dasar.
Development of the Game-based HOTS Assessment Instrument for Measuring Science Literacy Skills of Islamic Elementary School Students Taufiq Satria Mukti; Melly Elvira; Zaharah Binti Hussin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.11393

Abstract

AbstractScience literacy is an essential ability that elementary school students must possess. Science literacy can be developed in the learning and assessment process. Science literacy assessment requires a specific measuring instrument by prioritizing the HOTS cognitive concept. The development of science literacy assessment instrument adopted from the Djemari Mardapi Model aims to obtain the reliable instrument for gauging the students’ science literacy skills. Involving experts, teachers as practitioners, and essential education experts, the assessment instrument was developed in the form of a game-based multiple-choice test with Quizizz. The instrument testing was conducted in grades 4, 5 and 6 of one of Islamic Elementary School in Malang Regency, Indonesia. The analysis of the instrument consisted of content validity and test reliability. The development results revealed that the instrument met the perfect content validity and the empirical test with a very high-test reliability value (0.89). The assessment process by Quizizz game showed that the students were very enthusiastic. Despite the promising results as shown in this study, it is still necessary to enhance the science literacy skills of students by familiarizing them with HOTS-based cognitive questions.Keywords: science literacy, HOTS game-based assessment, empirical validity. AbstrakLiterasi sains merupakan kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa sekolah dasar. Literasi sains dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran dan penilaian. Penilaian literasi sains memerlukan alat ukur khusus dengan mengutamakan konsep kognitif HOTS. Pengembangan instrumen asesmen literasi sains yang diadopsi dari Model Djemari Mardapi bertujuan untuk mendapatkan instrumen yang handal untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa. Melibatkan pakar, guru sebagai praktisi, dan pakar pendidikan esensial, instrumen penilaian dikembangkan dalam bentuk tes pilihan ganda berbasis permainan dengan Quizizz. Uji coba instrumen dilakukan di kelas 4, 5 dan 6 salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Malang, Indonesia. Analisis instrumen terdiri dari validitas isi dan uji reliabilitas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa instrumen memenuhi validitas isi sempurna dan uji empiris dengan nilai reliabilitas tes sangat tinggi (0,89). Proses penilaian dengan permainan Quizizz menunjukkan bahwa siswa sangat antusias. Terlepas dari hasil yang menjanjikan seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, masih perlu untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dengan membiasakan mereka dengan soal-soal kognitif berbasis HOTS.Kata kunci: literasi sains, penilaian berbasis permainan HOTS, validitas empiris.
Analysis of the Students' Digital Literacy Skills through Blended Learning at Madrasah Ibtidaiyah in the Post Covid-19 Pandemic Laily, Idah Faridah; Binasdevi, Misbah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13516

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze how blended learning could enhance the students’ digital literacy skills. The mix of methodologies employed in this study was based on the sequential transformative strategy paradigm. Participants in this study were 7 teachers and 80 students from three Madrasah Ibtidaiyah located in Cirebon City, West Java, Indonesia. The data for this study were gathered using both qualitative and quantitative methods, including interviews, observations, triangulation, documentation, and questionnaires. Then, both qualitative and quantitative techniques were used to analyze the data. The findings revealed that the teachers had utilized blended learning stages according to the six existing criteria. However, not all schools had implemented the same blended learning concept. According to the quantitative data, 74.1% of students said their teachers had successfully used blended learning on average. Additionally, a simple linear regression calculation with a significant value of 0.000<0.05 was used to support the hypothesis that the utilization of blended learning affected the students' digital literacy skills.Keywords: digital literacy, blended learning, madrasah ibtidaiyah students.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana blended learning dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa. Perpaduan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada paradigma strategi transformatif sekuensial. Partisipan dalam penelitian ini adalah 7 guru dan 80 siswa dari 3 Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, meliputi wawancara, observasi, triangulasi, dokumentasi, dan angket. Kemudian, teknik kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon, Jawa Barat telah memanfaatkan tahapan blended learning sesuai dengan 6 (enam) kriteria yang ada. Namun demikian, tidak semua sekolah menerapkan konsep blended learning yang sama. Menurut data kuantitatif, 74,1% siswa mengatakan bahwa guru mereka telah berhasil menggunakan blended learning. Selain itu, perhitungan regresi linier sederhana dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 digunakan untuk mendukung hipotesis bahwa pemanfaatan blended learning berpengaruh terhadap kemampuan literasi digital siswa.Kata kunci: literasi digital, blended learning, siswa madrasah ibtidaiyah.
Analysis of the Elementary School Students' Learning Obstacles: A Case Study on the Concept of Fractions Komang Sujendra Diputra; Didi Suryadi; Tatang Herman; Al Jupri
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13078

Abstract

AbstractThe research aimed to conduct an in-depth investigation of the learning obstacles faced by elementary students in the concept of fractions. Employing a qualitative method, this study involved the fourth and fifth graders of elementary schools as the participants. The data were collected both quantitatively and qualitatively. The quantitative data were collected through a test on the concept of fractions developed by the research team. Meanwhile, the qualitative data were collected via interviews. The data were then analyzed using quantitative and qualitative methods. The results of the quantitative data analysis indicated that the average number of students who answered the overall test questions correctly was 13.33%. Through qualitative analysis, it was found that the students experienced three types of learning obstacles including epistemological, didactical, and ontogenical obstacles. Epistemological obstacles were faced by the students in the construction of fractions as parts of a whole in the visualization of the model area. Didactical obstacles occurred in the construction of fractions as parts of a whole in the visualization of discrete models and improper fractions. Ontogenical obstacles occurred in the construct of fractions as measures, especially placing fractions on the number line. The findings of this study can be used as a basis for educators to develop learning designs on the concept of fractions in elementary schools.Keywords: concept of fractions, learning obstacles, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi mendalam tentang hambatan belajar yang dialami siswa sekolah dasar pada konsep pecahan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan siswa kelas IV dan V sekolah dasar sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan secara kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes konsep pecahan yang disusun dan dikembangkan tim peneliti. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa banyaknya siswa yang berhasil menjawab keseluruhan pertanyaan tes dengan benar adalah 13.33%. Melalui analisis kualitatif, ditemukan bahwa siswa mengalami tiga jenis hambatan belajar yaitu hambatan epistimologis, didaktis, dan ontogenis. Hambatan epistimologis dialami siswa pada konstruk pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dalam visualisai model area. Hambatan didaktis terjadi pada konstruk pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dalam visualisasi model diskrit serta pecahan campuran. Hambatan ontogenis terjadi pada konstruk pecahan sebagai ukuran khususnya menempatkan pecahan pada garis bilangan. Temuan pada penelitian dapat digunakan sebagai dasar bagi pendidik dalam mengembangkan desain pembelajaran pada konsep pecahan di sekolah dasar.Kata kunci: konsep pecahan, hambatan belajar, siswa sekolah dasar.
Classroom Display Management As a Determinant Factor of Primary School Students' Learning Achievement Siti Dewi Maharani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13848

Abstract

AbstractClassroom management has a significant role in supporting effective teaching and learning activities; however, many teachers have not implemented aspects of classroom management and often ignore these aspects. This study aims to determine the effectiveness of classroom management on student’s learning achievement. The research method was conducted using a quantitative approach to 30 students at Elementary School in Rambang Niru, South Sumatera, Indonesia through determinant coefficient data analysis techniques to determine the effectiveness. The results show that seating arrangements contributed by 0.64%, volume and intonation by 1.46%, speech by 0.63%, feedback by 0.85%, material adjustment by 0.63%, rulemaking by 0.19%, respect student opinions by 0.62%, neat and polite appearance by 0.023%, time adjustment by 0.05% and syllabus delivery by 1.92%. Class management data of totaling 30 students, shows that the highest percentage is in the range of 86-95 scores of 50% with a high level category. This shows that class management has been carried out very well. However, classroom management only contributes 7.39% to student’s learning achievement. 92.61% of student’s learning achievement is influenced by other factors, both internal and external factors. Internal factors significantly influence student achievement, although it is undeniable that external factors play a role in determining student’s learning achievement.Keywords: classroom management, determinant factor, learning achievement.AbstrakManajemen kelas memiliki peran yang signifikan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar yang efektif. Namun, banyak guru yang belum menerapkan aspek pengelolaan kelas dan sering mengabaikan aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas manajemen kelas terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif kepada 30 siswa Sekolah Dasar di Rambang Niru, Sumatera Selatan, Indonesia melalui teknik analisis data koefisien determinan untuk mengetahui keefektifannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tempat duduk berkontribusi sebesar 0,64%, volume dan intonasi sebesar 1,46. %, ucapan sebesar 0,63%, umpan balik sebesar 0,85%, penyesuaian materi sebesar 0,63%, pembuatan peraturan sebesar 0,19%, menghargai pendapat siswa sebesar 0,62%, penampilan rapi dan sopan sebesar 0,023%, penyesuaian waktu sebesar 0,05% dan penyampaian silabus sebesar 1,92%. Data pengelolaan kelas yang berjumlah 30 siswa menunjukkan persentase tertinggi berada pada kisaran skor 86-95 sebesar 50% dengan kategori level tinggi. Hal ini menunjukkan pengelolaan kelas sudah dilakukan dengan sangat baik. Namun demikian, pengelolaan kelas hanya memberikan kontribusi sebesar 7,39% terhadap prestasi belajar siswa. 92,61% prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa, meskipun tidak dipungkiri bahwa faktor eksternal turut berperan dalam menentukan prestasi belajar siswa.Kata kunci: pengelolaan kelas, faktor penentu, prestasi belajar.
Need Analysis of Integrated Science Digital Teaching Materials with Blended Learning Models in the New Normal Era for PGMI Students throughout East Java Rizki Amelia
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.12021

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has affected all sectors of life, including education. During the Covid-19 pandemic, all tertiary institutions changed learning process by using blended learning, including the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) study program throughout East Java. Blended learning can only be successful when paired with instructional resources tailored to each student's individual requirements. This research aims to identify and evaluate gaps in East Java's PGMI student population's access to digital scientific instruction resources that are compatible with blended learning pedagogies. This study employed a quantitative survey method involving PGMI students throughout East Java. Data were collected using questionnaires distributed online. Need analysis included learning characteristics, teaching materials, and learning orientation. Based on the analysis that has been done, it is concluded that students need interactive teaching materials based on problem-based learning equipped with virtual practicums or online students worksheets.Keywords: digital teaching materials, blended learning, new normal era.AbstrakPandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Di masa pandemi Covid-19, seluruh perguruan tinggi mengubah proses pembelajaran dengan menggunakan blended learning, termasuk program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) se-Jawa Timur. Blended learning hanya dapat berhasil apabila dipasangkan dengan sumber daya instruksional yang disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kesenjangan akses populasi mahasiswa PGMI se-Jawa Timur terhadap sumber pengajaran sains digital yang kompatibel dengan pedagogi pembelajaran campuran. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif yang melibatkan mahasiswa PGMI se-Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online. Analisis kebutuhan meliputi karakteristik pembelajaran, bahan ajar, dan orientasi pembelajaran. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar interaktif berbasis pembelajaran berbasis masalah yang dilengkapi dengan praktikum virtual atau LKS online.Kata kunci: bahan ajar digital, blended learning, era new normal.
Analysis of Needs for the Development of Audiobooks Based on Realistic Mathematics Education for Fourth-Grade Elementary School Students Arissona Dia Indah Sari; Tatang Herman; Wahyu Sopandi; Al Jupri; Nataria Wahyuning Subayani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13040

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to describe the need for the development of an Realistic Mathematics Education (RME)-based audiobook for fourth-grade elementary school students. This study focused on two aspects, namely (1) the interest of fourth-grade students in learning mathematics; and (2) the need of RME-based audiobook media by fourth-grade teachers. The participants of this study were 135 students and 12 teachers of grade IV at four elementary schools in the Merauke area, Indonesia. Using a qualitative methodology, the data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the interest of fourth-grade students in learning mathematics was still lacking. The teacher's way of teaching was considered unattractive and the mathematics learning materials delivered by the teacher were difficult to understand. Meanwhile, the need of RME-based audiobook media by the fourth-grade students and teachers was quite urgent. It was because 79% of the teachers had never used audiobook media when teaching mathematics. In addition, 53.7% of the teachers had never taught mathematics using the RME approach.Keywords: development, audiobooks, realistic mathematics education.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan pengembangan audiobook berbasis RME untuk siswa kelas IV SD. Penelitian ini difokuskan pada dua aspek, yaitu (1) minat siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika; dan (2) kebutuhan media audiobook berbasis RME oleh guru kelas IV. Partisipan penelitian ini adalah 135 siswa dan 12 guru kelas IV di empat sekolah dasar di wilayah Merauke, Indonesia. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minat siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika masih kurang. Cara mengajar guru dinilai kurang menarik dan materi pembelajaran matematika yang disampaikan guru sulit dipahami. Sementara itu, kebutuhan media audiobook berbasis RME oleh siswa dan guru kelas IV cukup mendesak. Hal ini dikarenakan 79% guru belum pernah menggunakan media audiobook saat mengajar matematika. Selain itu, 53,7% guru belum pernah mengajar matematika dengan pendekatan RME.Kata kunci: pengembangan, buku audio, pendidikan matematika realistik.
Shiroh-based Positive Labeling at Rumah Anak Sholeh Padang, Indonesia: A Case Study Safrizal Safrizal; Resti Yulia; Desri Jumiarti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.11214

Abstract

AbstractLabeling has a big share in forming self-concept and character in students, especially in primary education. There are still many negative nicknames that are of particular concern, and solutions must be found. This study aims to describe the types and ways of labeling one of the non-formal institutions that focus on mentoring and nurturing children's character. This research uses qualitative research with a type of case study. In-depth interviews, participant observation, and documentation of activities carried out in data collection. The data analysis technique used refers to the opinion of Miles and Huberman. Guarantee the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that positive shiroh-based labeling was carried out in two ways: labeling by rundown and labeling by moment. In its implementation, labeling is based on the child's good character, who appears then adjusted to the nature of the Prophet's companions. Furthermore, Rumah Anak Sholeh (RAS) mentor aided through stories from friends who were dubbed as children who brought out good characters.Keywords: shiroh-based positive labeling, character building, self-concept.AbstrakPelabelan memiliki andil yang sangat besar dalam pembentukan konsep diri dan karakter pada diri siswa khususnya pada pendidikan dasar. Masih banyak julukan negatif yang menjadi perhatian khusus dan harus dicarikan solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan cara pelabelan salah satu lembaga nonformal yang fokus pada pembinaan dan pengembangan karakter anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi kegiatan. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada pendapat Miles dan Huberman. Jaminan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabelan positif berbasis shiroh dilakukan dengan dua cara, yaitu pelabelan berdasarkan rundown dan pelabelan berdasarkan momen. Dalam pelaksanaannya, pelabelan dilakukan berdasarkan karakter baik anak yang muncul, kemudian disesuaikan dengan fitrah para sahabat Nabi saw. Selanjutnya, pendamping Rumah Anak Sholeh (RAS) dibantu melalui cerita dari teman-teman yang dijuluki sebagai anak-anak yang memunculkan karakter baik.Kata kunci: pelabelan positif berbasis shiroh nabawiyah, pembentukan karakter, konsep diri.
A Literacy and Numeracy Model to Enhance the Independent Learning Education for Islamic Elementary School Teachers Ahwy Oktradiksa; Mujahidun Mujahidun; Carolyn Hunt
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13041

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of the literacy-numeration model in increasing educational learning independence for class teachers and students at Madrasah Ibtidaiyah, Magelang Regency, Indonesia. Qualitative and quantitative approaches were used as research methods. Data were collected by using interviews, observation, and documentation techniques. The collected data were then analysed with hypothesis test, validity, reliability, normality, paired t-test, and simple independent-test. This research was conducted on a subject population of 43 Madrasah Ibtidaiyah class teachers. The results showed the effectiveness of the development of independent learning education with literacy and numeracy models for class teachers and students of Madrasah Ibtidaiyah in Magelang Regency, Indonesia. The results of the output test "paired Samples Test" yielded that Sig.(2-tailed) was 0.000 <0.05, thus, Ho was rejected and Ha was accepted. This result suggest that there is a significant effect of the literacy-numeration model on the development of independent learning education for students and teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Magelang Regency, Indonesia.Keywords: literacy-numeration model, independent learning education, Islamic elementary school teachers.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model literasi-numerasi untuk meningkatkan kemandirian belajar pendidikan bagi guru kelas dan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Magelang, Indonesia. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan uji hipotesis, validitas, reliabilitas, normalitas, uji-t berpasangan, dan uji-independent sederhana. Penelitian ini dilakukan pada subjek populasi sebanyak 43 orang guru kelas Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan pengembangan pendidikan merdeka belajar dengan model literasi dan numerasi untuk guru kelas Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Magelang, Indonesia. Berdasarkan hasil output “paired Samples Test” diketahui Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan keefektifan model literasi-numerasi terhadap pengembangan pendidikan merdeka belajar bagi guru kelas Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Magelang.Kata kunci: model literasi-numerasi, pendidikan merdeka belajar, guru madrasah ibtidaiyah.
Sustainable Awareness About Climate Change on Elementary School Pupils’ Perspective: What Wonderful Finding! Cucun Sutinah; Ari Widodo; Muslim Muslim; Ernawulan Syaodih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 10, No 1 (2023): June 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.13037

Abstract

AbstractClimate change is a serious issue that has become a global problem, so it needs to be responded to and handled immediately. This study aims to obtain an overview of elementary school students' ongoing awareness of climate change. Sustainable awareness is the basis for someone to change their behavior in controlling climate change. This type of research is ex post facto with descriptive quantitative methods used in this study. The instrument for exploring sustainable awareness data is a questionnaire containing 27 statement items that integrate aspects of knowledge, attitudes, and behavior, with environmental, social, and economic dimensions. The questionnaire uses a Likert scale of 1-4, with the choices of strongly agree, agree, disagree and strongly disagree. Respondents were 467 grade 4 elementary school students in the city of Bandung, Indonesia. The questionnaire was filled out online via the Google form within one week. The data obtained was processed and analyzed descriptively quantitatively by calculating the average and percentage of each item, dimensions and aspects of sustainable awareness. The study results revealed that students have a high awareness of sustainability, especially regarding knowledge and environmental dimensions. The findings have implications for introducing students to other aspects and dimensions of sustainable awareness regarding climate change at the elementary school level.Keywords: sustainable awareness, climate change, elementary school students.AbstrakPerubahan iklim merupakan isu serius yang menjadi permasalahan global sehingga perlu direspon untuk segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kesadaran berkelanjutan siswa sekolah dasar akan perubahan iklim. Kesadaran berkelanjutan menjadi dasar untuk seseorang mengubah perilakunya dalam mengendalikan perubahan iklim. Jenis penelitian ex post facto dengan metode kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Instrumen untuk menggali data kesadaran berkelanjutan berupa angket yang berisi 27 item pernyataan yang merupakan integrasi aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku, dengan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Angket menggunakan skala Likert 1-4, dengan pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Responden adalah 467 siswa kelas 4 sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Pengisian angket dilaksanakan secara daring melalui google form dalam kurun waktu satu minggu. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara kuantitatif deskritptif dengan menghitung rata-rata dan persentase setiap item, dimensi, dan aspek kesadaran berkelanjutan. Hasil penelitian mengungkap bahwa siswa memiliki kesadaran berkelanjutan yang tinggi, terutama pada aspek pengetahuan dan dimensi lingkungan. Temuan berimplikasi pada pentingnya mengenalkan siswa pada aspek dan dimensi lainnya dalam konsep kesadaran berkelanjutan terkait perubahan iklim pada jenjang sekolah dasar.Kata kunci: kesadaran berkelanjutan, perubahan iklim, siswa sekolah dasar.