cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin | Universitas Ialam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jl. AH Nasution No 105, Cibiru Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
ISSN : 27149420     EISSN : 2541352X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Ilmiah JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal terbaru dalam ilmu murni Filsafat Islam dan Aqidah (Teologi Islam), serta cakupannya meliputi kajian filsafat kontemporer, pendidikan, sosial, dan keagamaan dari perspektif filsafat maupun aqidah. Tujuan Jurnal berkala ini adalah untuk upaya meningkatkan intensitas kajian Filsafat Islam dan Aqidah, mengupayakan teori baru serta kontekstualisasinya bagi perkembangan intelektualitas.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
Konsep Kebebasan di Mata Generasi Muda Muslim di Daerah Bandung dan Jakarta: Sebuah Studi Fenomenologi Usman, Irianti; Utari, Riyanda; Suwandi, Firdaus Dwi; Yusron, Isman Rahmani
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 1 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 1, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i1.17549

Abstract

This phenomenological study investigated the way three authentic Indonesian Muslims who live in Bandung and Jakarta gave meaning to the word freedom. Three informants were purposively selected to participate in the study: a 34-year-old Muslim businesswoman; married; and lives in Jakarta; a Muslim man, 36 years old, single, a lawyer who lives in Bandung; and a 21-year-old single man who is a sophomore at a private university in Bandung. In-depth interview was administered to obtain detailed and more comprehensive information about the participants’ thoughts and experiences.  IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) and Domain Analyses were utilized to analyze the data gathered. The study found that birth order, parenting styles, exposure to collectivist or individualistic value systems as well as Western concept of freedom, repentance or “Tawbah”, and increased knowledge about Islam were strongly related to their meaning construction of the word freedom.
Pemikiran Teodisi Ibn Arabi Tentang Keburukan Syah, Yoshy Hendra Hardiyan
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 1 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 1, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses Ibn Arabi's theodic thoughts on evil in studying, understanding, and exploring more deeply the case of the Covid-19 virus as the implications of evil. Theodicy is a philosophical problem based on a number of arguments and is accompanied by the arguments of philosophical thought so that it can explain and solve a case proportionally and theodicy is a theme that is often the subject of debate, namely more questions about justice over God's omnipotence. In this research, it is sourced from the literature or literature review as research material and a descriptive study and analysis of Ibn Arabi's theodic thought about evil. Ibn Arabi thoroughly discusses the theodic discussion of evil in his book entitled Futuhat al-Makkiyah and Fushush al-Hikam. The problem of good and bad seems to be consistent with the Wahdat al-Wujud theory, he says in the book Futuhat al-Makkiyah that "God is an Absolute Being who is not limited by anything, and He is actually Pure Goodness, in which there is no evil in Him at all. As He is balanced by absolute absence that is pure goodness in which there is no evil in it." On the status of ugliness in Ibn Arabi's theodicy, that everything that has been willed by God cannot be separated from what is called destiny, such as the outbreak of the Covid-19 Virus. In his book Fusush al-Hikam Ibn Arabi says that, the secret of destiny can only be known precisely by Allah, although living beings may be given some kind of vision of their own destiny, which knowledge itself depends on the inclination to know it.
Teologi Perdamaian Perspektif Asghar Ali Engineer Prawira Negara, Muhammad Adres; Muin, Munir A
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.17753

Abstract

Islam merupakan agama yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, salah satunya yakni perdamaian. Asghar Ali Engineer menyebutkan bahwa Islam saat ini menjadi agama yang kerap kali dibahas, baik oleh kaum muslim maupun non-muslim. Sebab Islam memiliki nilai universalnya ialah agama yang mengajarkan kedamaian. Namun hal ini dapat di lihat dan tidak sesuai karena banyaknya aksi teror yang dilakukan oleh sebagian pemeluk agama Islam itu sendiri. Penelitian ini mengkaji tentang teologi perdamaian perspektif Asghar Ali Engineer. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan menganalisis teologi perdamaian perspektif Asghar Ali Engineer. Dalam Menyusun penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Asghar Ali Engineer dalam karyanya menyuguhkan tentang kedilan, pembebasan demi mewujudkan perdamaian di dunia ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa umat Islam harus menanamkan di dalam dirinya untuk memiliki nilai-nilai yang akan mewujudkan perdamaian. Nilai-nilai tersebut ialah anti kekerasan, keadilan, kebenaran, toleransi, cinta dan kasih sayang. Dengan pemikirannya ini, Asghar Ali mengajak umat Islam untuk terbiasa berdialog ketika menyelesaikan suatu permasalahan, karena dialog merupakan suatu hal yang sangat penting demi menjauhkan diri untuk melakukan kekerasan. 
Teologi Pembebasan Hassan Hanafi Terhadap Penindasan Perempuan Dalam Pandangan Angela Davis Pada Buku Women, Race, and Class Nur Azizah, Shofa Agniya; munir, Munir; Supriyadi, Yogi
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 1 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 1, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i1.17910

Abstract

Fenomena penindasan terhadap manusia seringkali disebabkan oleh faktor asal keturunan, ras, jenis kelamin, warna kulit, kekayaan, dan kekuasaan. Teologi pembebasan Hanafi membawa cara pandang baru terhadap realitas kehidupan manusia yang lebih humanis. Hassan Hanafi ingin membawa Islam kembali pada hakekat yang sebenarnya yaitu sebagai agama pembebasan yang peduli dan responsif terhadap permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang kemanusiaan. Pemikiran Hassan Hanafi mengenai teologi pembebasan berlandaskan pada ajaran Tauhid yang merupakan ajaran paling inti dalam Islam. Ajaran Tauhid menempatkan manusia pada derajat yang sama, ia menolak segala bentuk diskriminasi terhadap manusia berdasarkan asal keturunan, ras, warna kulit, jenis kelamin, kekayaan, dan kekuasaan. Akan tetapi pada tatanan realitas kehidupan nyatanya berbeda, masih saja seringkali terjadi penindasan, eksploitasi, dan ketidakadilan yang diiringi diskriminasi berdasarkan asal keturunan, ras, jenis kelamin, kekayaan, dan kekuasaan. Sehingga perlu adanya perjuangan sosial yang dapat membebaskan manusia dari penindasan-penindasan tersebut. Dan pandangan teologi pembebasan memiliki corak yang humanis karena penuh empati kemanusiaan. Sebagaimana ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan rahmatan lil ‘alamin dimana Allah mengutus manusia untuk membawa rahmat, keselamatan, kasih sayang bagi seluruh alam. Sehingga ajaran atau teologi pembebasan memiliki tujuan atau visi yang sama dengan Al-Qur’an dan cita-cita kemanusiaan untuk keadilan dan menyelamatkan manusia dari segala bentuk penindasan, eksploitasi, dan ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Tulisan ini menggunakan teknik Library Research atau studi kepustakaan untuk memperoleh sumber-sumber datanya.
Potensi Dasar Individu Muslim Sebagai Penunjang Kehadiran Diri Dalam Peran Khalifatullah dan ‘Abdullah Vera, Susanti; Zulaiha, Eni; Yunus, Badruzzaman M
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.18392

Abstract

Humans as creatures who have the title "the best form" is an affirmation of Allah SWT that He has created and made a complete spiritual and physical form. This event indicates that humans have basic potential that continues to develop biologically as well as their knowledge, so that humans are given the mandate to carry out two roles as well as the purpose of their presence, namely as khalifatullah and 'Abdullah on earth. However, the orientation of a Muslim's life is currently being hit by the development of a life style that follows trends and the pace of the times which results in the mingling of global ideologies, so that the basic human potential is no longer directed to achieving the essence of his presence as the representative of Allah (khalifatullah) and the servant of Allah ('Abdullah) in the world. earth. Thus, a study of basic human potential and how to develop it is needed in the order of life and human life. The purpose of this study is to discuss the basic potential of Muslim individuals in the Qur'an as a supporter of carrying out their roles as khalifatullah and 'abdullah on earth. This study applies a qualitative step. This research approach is human axiological aspect. The results and discussion of this research include the definition of human potential in the Qur'an, basic potential as eternal existence, and procedures for maximizing potential so that it can support the role of both humans as khalifatullah and 'abdullah. The conclusion of this study is that there are six approaches that are considered capable of activating human potential, in order to achieve awareness of the role and purpose of presence in this universal reality, namely social, moral, philosophical, chronological, meditation, and functional approaches.
METAFISIKA EMPIRIK DALAM PEMIKIRAN DAVID HUME Saumantri, Theguh
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.20180

Abstract

Empirisme merupakan salah satu aliran filsafat yang memiliki peranan penting dalam ranah pengetahuan. Salah satu tokoh dalam aliran empirisme ini adalah David hume seorang filsuf modern yang lahir pada zaman renaissance. Sebagai rival rasionalisme, pengetahuan ini menempatkan pengalaman sebagai sumber utama dalam objektifikasi kebenaran baik lahiriah maupun batiniah. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah mengkaji wilayah metafisika perspektif filsafat empiris-nya david hume. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis yang bertujuan melakukan pencarian dan menelaah terhadap data atau informasi mengenai pemikiran tokoh. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa bangunan metafisika empirik yang diletakkan oleh Hume ternyata masih lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Filsafatnya lebih mengarah kepada pemikiran analitis, kritis, dan skeptis yang pada akhirnya empirisme Hume terjebak pada skeptisisme  dan nihilisme.
Motivasi Kerelawanan Lansia: Dalam Persfektif Islam Fachry, Rifki Syarani; Machdum, Sari Viciawati
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.20969

Abstract

The involvement of the elderly in religious activities cannot be separated from their volunteer motivation. The purpose of this study is to analyze the Islamic view of volunteer motivation. The research method used in this study is literature review, the type of literature review in this study is an integrative review. The results of the literature review show that volunteering is an action taken by someone because the person feels religiously responsible to volunteer and is morally motivated to carry out volunteer activities. The concept of volunteerism in Islam illustrates how volunteerism in its various forms is an inseparable part of the dimensions of tradition and worship in Islam.
DIMENSI KEILAHIAN SUNDA WIWITAN DALAM UPACARA SEREN TAUN DI CIGUGUR Siga, Willfridus Demetrius; ., Kurniasih .; Sutarno, Alfonsus .; Samho, Bartolomeus .; Jehanu, Valerianus Beatae
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.20994

Abstract

Local religions in Indonesia are generally perceived as culture, not religion. The local religious tradition that existed before the world religion was seen as something with a profane dimension, not sacred. As a result, the divine dimension of local religion is denied. This ethnographic research aims to reveal the divinity dimension of local religion by taking a case study of the local religion of Sunda Wiwitan in Cigugur, Kuningan, West Java. The divine dimension of Sunda Wiwitan can be found in a special way in the entire series of Seren Taun ceremonies, namely the thanksgiving ceremony for the harvest as well as the Sunda Wiwitan religious holiday. In prayers, sacred places and times, ritual materials, music, songs and mantras, ceremonial clothing, performers, and sacred figures all manifest the existence of a supernatural figure (God). The dimension of divinity depicted in the local Sunda Wiwitan religion is very relevant and significant for developing an inclusive and appreciative attitude towards the diversity of religious traditions in Indonesia. With it, the promotion of peace and inter-religious harmony is also possible to construct.
PERTUMBUHAN FILSAFAT DAN SAINS PADA ZAMAN ISLAM TERHADAP MODERNITAS ERA SOCIETY 5.0 Sufyan, hadi; ., Salminawati .; Harahap, Yudhi Septian; Anwar, Hairil
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.21274

Abstract

Filsafat tak terlepas dari dunia keislaman. Ilmu dan filsafat memiliki keterkaitan yang sangat erat. Sehingga Esensi dari agama adalah keyakinan dan hakikat agama adalah Ilmu. Sedangkan umat Muslim dizaman Modernisasi ini justru malah ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan? Remaja-remaja sekarang ini tidak peduli dengan ilmu dan hanya menggunakan ilmu yang telah dikembangkan didunia barat. kenyataan ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, bahwasanya filsafat, ilmu dan agama bertujuan untuk menemukan kebenaran. Dari kemunduran Islam pada zaman sekarang menjadi titik lemah umat muslim sedangkan Islam pernah berjaya pada segala aspek kehidupan. Sehingga penulisan ini, bertujuan memberikan pendalaman terhadap filsafat dan sains pada zaman islam untuk kemajuan pada era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk menyusun narasi analisis. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis data melalui pendekatan landasan teori berdasarkan sumber data primer. Pada abad ke-9 dan ke-12 M, masyarakat Muslim dan kekayaan ilmiah mengalami peningkatan pesat. Para filosof pada masa keemasan Islam adalah salah satu bukti pencapaian yang otentik dalam meraih sebuah kemuliaan tersebut. Al-Kindi sebagai filusuf muslim lampau, dilanjutkan oleh al-Farabi yang kemudian disempurnakan oleh Ibn Sina dan Ibn Rusyd. Sekalipun begitu, karya-karya mereka sesungguhnya masih dalam koridor ketentuan-ketentuan syariah.
Dasar Pengetahuan dan Kriteria Kebenaran Perspektif Barat dan Islam Frarera, Andre Nova; Mariyati, Mariyati; Batubara, Nur Khafifah Indriyani; Salminawati, Salminawati; Hidayat, Rahmad
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 7 No. 2 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 2, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i2.21314

Abstract

There is no truth because it is influenced by external rather than internal forces, so people from all walks of life always want to know the truth.The existence of particular facts is the foundation of truth itself.In this instance, the scientific truth that has been tried and proven by science.In order to distinguish between fiction and fact in the context of human life, a successful strategy in human cognition is to use the five senses to gather truth and information, which is then processed through logical reasoning. As a result, the purpose of this article is to attempt to compare and contrast the Western and Islamic perspectives on reality using scientific evidence. This article primarily focuses on the advantages it will provide to Muslims and the general public.