cover
Contact Name
Elida Zairina
Contact Email
elida-z@ff.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jfiki@ff.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24069388     EISSN : 25808303     DOI : -
Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: 1. Farmasi Klinis 2. Farmasi Komunitas 3. Farmasetika 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Arjuna Subject : -
Articles 259 Documents
Pengembangan Aplikasi Digital untuk Manajemen dan Sumber Informasi Hipertensi Sri Wahyuni; Khairunnisa Khairunnisa; Urip Harahap
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.7-12

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu penyakit silent killer yang jika tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, bahkan kematian dini. Namun, penelitian menunjukkan bahwa 32,3% pasien hipertensi tidak rutin minum obat dan 13,3% tidak minum obat. Ketidakpatuhan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan pasien. Saat ini, penggunaan ponsel semakin meningkat. Banyak aplikasi kesehatan tersedia, namun tidak memberikan informasi dan edukasi kepada pasien, termasuk edukasi tentang obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi digital yang melibatkan apoteker. Aplikasi ini memberikan informasi tentang hipertensi dan penggunaan obatnya serta membantu pasien memanajemen hipertensinya. Metode: Pengembangan aplikasi digital dilakukan melalui 4 tahap yaitu analisis kebutuhan pasien hipertensi yang melibatkan apoteker, desain aplikasi, pengembangan aplikasi dan evaluasi aplikasi. Hasil: Evaluasi aplikasi terdiri dari Alpha test dan Beta test.  Alpha test yang dilakukan oleh 2 software developer dan 4 orang apoteker menunjukan bahwa aplikasi digital yang dikembangkan sudah menarik, mudah digunakan dan dapat berfungsi dengan baik. Selanjutnya Beta test yang dilakukan oleh 10 pasien hipertensi menunjukkan bahwa aplikasi digital hipertensi yang dikembangkan sudah memiliki konten yang sesuai dan nyaman digunakan.  Kesimpulan: aplikasi digital yang melibatkan apoteker ini sudah siap untuk digunakan dan pasien hipertensi memiliki kesempatan untuk mendapatkan edukasi obat dan hipertensi dari apoteker melalui ponselnya.
Aktivitas Gel Fraksi Etil Asetat dari Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Untuk Pengobatan Luka Bakar Hanifah Fajar Rahmadani; Diah Pratimasari; Muhammad Saiful Amin
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.143-149

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar merupakan peristiwa hilangnya jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas. Penggunaan bahan alam sebagai pengobatan luka bakar menggantikan penggunaan obat dengan bahan sintetis yang dapat memberikan efek samping. Bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai pengobatan luka bakar salah satunya adalah daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Tujuan: Penelitian ini berfokus pada penggunaan fraksi etil asetat dari ektrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) sebagai alternatif dalam pengobatan luka bakar. Metode: Ekstraksi senyawa dalam daun ubi jalar menggunakan etanol 70% dan difraksinasi menggunakan pelarut etil asetat. Fraksi etil asetat daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diidentifikasi untuk melihat senyawa metabolit sekunder. Fraksi etil asetat daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diformulasi dalam bentuk gel dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3%. Uji luka bakar menggunakan hewan uji tikus galur wistar jantan yang telah diberikan perlakuan luka bakar derajat 2. Pembuatan luka bakar menggunakan logam berdiameter 2 cm yang dipanaskan pada api bunsen. Pengamatan luka bakar dilakukan setiap 3 hari sekali dengan mengukur diameter luka bakar. Penurunan luka bakar diolah menggunakan Uji One Way Anova dan dibuat grafik penurunan luka bakar. Hasil: Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji One Way Anova menunjukkan nilai p > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan signifikan secara statistik. Namun, secara kualitatif menunjukkan trend penurunan luka bakar, grafik tertinggi diperoleh pada pemberian F2 dengan konsentrasi fraksi etil asetat daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) 2%. Kesimpulan: Fraksi etil asetat daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) memberikan aktivitas pengobatan luka bakar.
Karakteristik dan Stabilitas Fisik NLC-Koenzim Q10 dalam Sleeping Mask dengan Minyak Nilam Fransisca Dita Mayangsari; Tristiana Erawati; Widji Soeratri; Noorma Rosita
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.178-186

Abstract

Pendahuluan: Minyak nilam memiliki efek antioksidan dan peningkat penetrasi. Minyak tersebut berpotensi meningkatkan efektivitas produk sleeping mask dengan Koenzim Q10 (KoQ10) yang dimuat dalam Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sebagai kosmetik anti-penuaan. Tujuan: Membandingkan karakteristik dan stabilitas fisik dari NLC-KoQ10 yang dimuat dalam sleeping mask dengan dan tanpa minyak nilam. Metode: Preparasi NLC-KoQ10 menggunakan metode High Shear Homogenization. NLC-KoQ10 dicampur dengan hydrogel dan minyak nilam, untuk F2. Sedangkan untuk F1 tanpa minyak nilam. Setelah itu diamati karakteristik dan stabilitas fisiknya yang meliputi organoleptik, pH, dan viskositas. Uji stabilitas fisik diamati pada suhu ruang selama 90 hari. Hasil: Uji karakteristik fisik menunjukkan bahwa F1 memiliki bau seperti oleum cacao, sedangkan F2 memiliki bau khas minyak nilam dan sedikit bau seperti oleum cacao. F1 memiliki nilai pH 6,036 ± 0,011, sedangkan F2 memiliki nilai pH 6,062 ± 0,020. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Namun, F1 dan F2 memiliki nilai viskositas yang berbeda. F1 memiliki nilai viskositas 199,2 ± 0,7 cp, sedangkan F2 memiliki nilai viskositas 175,6 ± 7,9 cp. Uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa F1 dan F2 memiliki skala nilai pH berkisar 6,055 - 6,336 dan viskositas 175,6 - 239,7 cp. Nilai viskositas F1 mengalami peningkatan setelah hari ke-60, sedangkan F2 pada hari ke-90. Kesimpulan: Berdasarkan uji karakteristik dan stabilitas fisik dapat disimpulkan bahwa F1 dan F2 memiliki bau dan viskositas yang berbeda, dan F2 lebih stabil daripada F1.
Optimasi dan Validasi Metode KCKT untuk Identifikasi dan Penetapan Kadar Metabolit Nitrofuran dalam Bakso Udang Rachma Ayuningtyas; Riesta Primaharinastiti; Mochammad Yuwono
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.117-124

Abstract

Pendahuluan: Dikarenakan sifat dari Furazolidon, furaltadon, dan nitrofurantoin yang karsinogenik, perlu dilakukan pengawasan terhadap cemaran metabolit nitrofuran dalam produk berbahan dasar udang. Nitrofuran dimetabolisme secara cepat dalam jaringan tubuh hewan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melakukan validasi metode KCKT untuk penetapan kadar metabolit nitrofuran dalam bakso udang. Metode: Metabolit furazolidone, furaltadone dan nitrofurantoin yaitu 3-amino-2-oxazolidinone (AOZ), 3-amino-5-methylmorpholino-2-oxazolidinone (AMOZ), dan 1-aminohydantoin (AHD) diderivatisasi menggunakan 2-nitrobenzaldehida, diekstraksi dalam etil asetat dan dicuci dengan n-heksana, kemudian disuntikkan ke dalam system KCKT dengan detektor UV-PDA. Pemisahan dilakukan dengan kolom C-18 46 x 250 mm, 5 mm. Sebagai fase gerak adalah ammonium asetat 20 mM : asetonitril (70:30), dengan laju alir 0.5 mL/menit, suhu kolom 40oC, dan volume injeksi 100 µL. Hasil: Metode yang digunakan dapat memisahkan semua metabolit dari senyawa pengotor dengan waktu analisis 40 menit, dan menghasilkan linieritas yang baik dalam rentang konsentrasi 51,90 – 103,79 ng/mL (AOZ); 56,63 - 101,39 ng/mL (AMOZ); dan 49,92 - 89,86 ng/mL (AHD). Akurasi metode dipresentasikan sebagai rekoveri dengan hasil sebesar 78,50 - 102,29% untuk AOZ; 77,02 - 99,87% untuk AMOZ; and 85,54 - 99,77% untuk AHD. Presisi metode dinyatakan dalam simpangan baku relatif (relative standard deviation, RSD) dengan hasil masing-masing adalah 6,10 - 19,90%; 3,68 - 17,75%; and 2,75 - 12,58% untuk AOZ, AMOZ, dan AHD. LOD dan LOQ sebesar 3,09 ng/mL dan 10,29 ng/mL (AOZ); 6,84 ng/mL dan 22,82 ng/mL (AMOZ); serta 4,61 ng/mL dan 15,36 ng/mL (AHD). Kesimpulan: Metode uji dapat digunakan untuk skrining awal untuk mendeteksi dan penetapan kadar cemaran metabolit nitrofuran pada bakso udang.
The Short Form-6 Dimension (SF-6D) Validity and Reliability in Hemodialysis Patients Anisa Zulfa Fatihah; Tri Murti Andayani; Nanang Munif Yasin
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.150-155

Abstract

Background: Quality of life becomes an important parameter that is needed for assessing the clinical outcome of patients undergoing long-term therapy for chronic diseases, such as chronic kidney failure. Short Form-6 Dimension (SF-6D) is one of the generic instruments that can be used to assess health-related quality of life (HRQOL). The psychometric properties SF-6D test in hemodialysis patients in Indonesia has never been conducted. Objective: Aimed to evaluate the reliability and validity of SF-6D questionnaire in Indonesian version in patients with chronic kidney failure. Methods: This is an observational study with a cross-sectional design involving 117 patients who meet the inclusion and exclusion criteria in the hemodialysis unit in Dr. Sardjito Central General Hospital and UGM Academic Hospital Yogyakarta. Results: The SF-6D questionnaire has good internal consistency, as seen in Cronbach's alpha value of 0.771. In this study, the ceiling effect test showed 6.8% (< 15%). The measurement of convergent validity was carried out using Spearman rho to analyze the correlation of the questionnaires and see its correlation with other instruments (KDQOL-SF36). Based on the research, the correlation coefficient value of 0.768 (> 0.75) indicates very good result for a strong correlation. The SF-6D instrument was able to distinguish the quality of life with a significant value (p < 0.05) in age, occupation, and comorbid groups. Conclusion: SF-6D questionnaire is valid and reliable, so it can be used to measure the HRQOL of hemodialysis patients. The mean SF-6D utility score of hemodialysis patients is high (0.7975 ± 0.1488).
Optimasi Kondisi Fermentasi pada Produksi Metabolit Antibakteri dari Bacillus tequilensis BSMF Simbiotik Halichondria panicea Nindya Pramesti Wardani; Achmad Toto Poernomo; Isnaeni Isnaeni
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.187-193

Abstract

Pendahuluan: Resistensi antibakteri merupakan masalah kesehatan global yang dialami hampir di seluruh negara. Eksplorasi antibakteri dari sumber baru seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme baik yang hidup bebas maupun bersimbiosis menjadi solusi alternatif untuk mengatasi resistensi antibakteri. Mikroorganisme berupa bakteri ditargetkan sebagai sumber antibakteri yang berkelanjutan karena jumlahnya melimpah dan mudah dalam proses pembiakan. Bakteri yang hidup bersimbiosis diketahui dapat memproduksi metabolit antibakteri berspektrum lebih luas dibandingkan bakteri yang hidup bebas. Bakteri dapat bersimbiosis dengan berbagai makhluk hidup termasuk organisme multiseluler seperti spons. Isolat Bacillus tequilensis BSMF yang bersimbiosis dengan Halichondria panicea dari Perairan Cabbiya Madura menunjukkan adanya produksi metabolit yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Menentukan pH dan suhu optimum untuk produksi metabolit antibakteri dari Bacillus tequilensis BSMF simbiotik Halichondria panicea. Metode: Produksi metabolit antibakteri dilakukan dengan metode fermentasi padat pada media Potato Dextrose Agar (PDA) yang telah diatur pH dan suhu inkubasinya, sedangkan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Eschericia coli ATCC 25922 dilakukan menggunakan metode difusi agar. Penentuan aktivitas antibakteri dilakukan melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil: pH media yang menunjukkan aktivitas antibakteri optimum Bacillus tequilensis BSMF terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Eschericia coli ATCC 25922 adalah 8 ± 0,5 pada suhu inkubasi 32 ± 1oC dengan rata- rata indeks aktivitas antibakteri berturut- turut 2,74 ± 0,07 dan 3,39 ± 0,07. Kesimpulan: pH dan suhu optimum yang diperoleh adalah pH 8 ± 0,5 dan suhu 32 ± 1oC.
Uji Stabilitas Formulasi Hand and Body Cream Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei) Erviana Nurfita; Delladari Mayefis; Salman Umar
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.125-131

Abstract

Pendahuluan: Kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei) memiliki potensi sebagai bahan baku kosmetika, karena memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pelembab kulit dan mencegah kulit kering. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei) yang diformulasikan menjadi sediaan krim yang dapat dimanfaatkan sebagai pelembab pada tangan maupun seluruh badan. Metode: Krim dibuat dalam 3 seri konsentrasi yaitu 4%, 6% dan 8% serta basis krim sebagai kontrol negatif. Pengujian stabilitas krim meliputi, organoleptis, homogenitas, tipe krim, uji pH, daya sebar, viskositas, uji iritasi kulit, uji kesukaan serta uji stabilitas sediaan meliputi uji cycling test, uji mekanik, dan uji stabilitas selama penyimpanan pada suhu rendah (4 ± 2°C) dan suhu kamar (30°C).  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei) dapat diformulasikan dalam bentuk krim serta memiliki kestabilan yang cukup baik selama proses penyimpanan. Kesimpulan: Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei) memiliki kestabilan yang baik sebagai sediaan krim yang dapat digunakan sebagai pelembab kulit tangan dan seluruh tubuh.
Analisis Boraks pada Jajanan Bakso di Kota Jambi Sri Gustini; Yulianis Yulianis; Deny Sutrisno
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.156-161

Abstract

Pendahuluan: Seiring dengan perkembangam zaman, penambahan bahan tambahan pangan sulit untuk dihindari. Berdasarkan PERMENKES RI No 33 Tahun 2012 salah satu senyawa kimia yang dikenal dengan nama boraks dinyatakan bahan yang dilarang digunakan dalam pembuatan makanan. Bakso merupakan jajanan yang digemari oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan skrining kandungan boraks menggunakan kertas tumerik dan kadar boraks dengan spektrofotometer UV-Vis pada jajanan bakso di Kota Jambi. Metode: Jenis bakso yang diambil sebagai sampel adalah bakso tusuk, bakso bakar dan bakso kuah. Setiap sampel bakso dilakukan uji dari penjual di Kota Jambi. Hasil: Berdasarkan penelitian yang di lakukan pada sampel bakso kuah (k), bakso bakar (b) dan bakso tusuk (t) terdapat 53 sampel yang berasal dari Kota Jambi. Dari ke 53 sampel yang di analisis terdapat 1 sampel yang mengandung boraks dengan kode Ft3. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa 1 dari 53 sampel bakso yang dilakukan analisis dengan kertas tumerik terdapat 1 sampel dengan kode Ft3 yang terdeteksi mengandung boraks. Kadar boraks dalam sampel Ft3 sebesar 0,058%.
Aphrodisiac Activity of Ethanolic Extracts from the Fruits of Three Pepper Plants from Piperaceae Family Idha Kusumawati; Syailendra Mahatmaputra; Rohman Hadi; Rohmania Rohmania; Subhan Rullyansyah; Helmy Yusuf; Abdul Rahman
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.194-199

Abstract

Background: Pepper plants belong to the Piperaceae family with many pharmacological activities. The fruits of these plants have been widely used traditionally for various therapies, one of which is an aphrodisiac. Objective: The purpose of this study was to determine the aphrodisiac activity of the fruits of three pepper plants, Piper nigrum, Piper retrofractum, and Piper cubeba to prove their traditional use. Methods: The level of piperin, the active compound of plants from the family Piperaceae, was also determined in the ethanolic extract of those three fruits of the pepper plant. The aphrodisiac activity was determined by counting the number of introducing and mounting mice. The acute toxicity test of the extract was carried out according to the OECD-423 guidelines. Results: The ethanolic extract of Piper nigrum fruits had the highest piperin concentration, while the ethanolic extract of Piper retrofractum fruits had the highest aphrodisiac activity, according to the findings. During the entire duration of the acute toxicity study, no signs of toxicity or mortality were discovered.Conclusion: This study proves that all fruits of three species of pepper plants exhibit aphrodisiac activity. Furthermore, this study also shows that not only piperin is responsible for the aphrodisiac effect.
Analisis Kolaborasi Apoteker dan Dokter di Puskesmas Surabaya dari Pespektif Dokter Fransisca Gloria; Liza Pristianty; Abdul Rahem
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i22021.132-138

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus adalah penyakit yang kompleks, suatu penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis terus menerus (kontinyu). Untuk meningkatkan hasil klinis pasien dan keberhasilan dalam terapi diperlukan suatu kolaborasi interprofesi. Tujuan: Penelitian ini menganalisis kolaborasi dokter dan apoteker di Puskesmas se-kota Surabaya khususnya dalam menangani terapi pasien  diabetes melitus dari perspektif dokter. Metode: Desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 bulan di 63 Puskesmas kota Surabaya dengan responden 63 dokter. Instrumen yang digunakan "Kuesioner Kolaborasi Dokter” yang meliputi variabel bebas (karakteristik pertukaran dengan domain kepercayaan, hubungan inisiasi dan peran spesifikasi) dan variabel terikat (praktik kolaborasi). Analisis data menggunakan analisis nonparametric dengan korelasi Rank Spearman Test untuk mengetahui hubungan antara variabel karakteristik pertukaran. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,000) antara masing-masing dari ketiga domain dengan praktik kolaborasi (collaborative practice) dokter dan apoteker. Hubungan inisiasi dokter merupakan domain yang memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap praktik kolaborasi, diikuti domain peran spesifikasi dan kepercayaan. Kesimpulan: Ketiga domain dalam CWR memengaruhi praktik kolaborasi, namun dibutuhkan informasi lebih lanjut mengenai implementasi kolaborasi antara dokter dan apoteker di Puskesmas dalam penanganan pasien diabetes melitus serta perspektif apoteker mengenai praktik kolaborasi dengan dokter.

Page 10 of 26 | Total Record : 259


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 7 No. 1SI (2020): Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi pada Pelayanan Kefa Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia More Issue