cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER KUALITAS HIDUP SHORT FORM-36 (SF-36) BERBAHASA INDONESIA PADA PASIEN TUBERKULOSIS Putra, Oki Nugraha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P09

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit kronik menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien tuberkulosis. Kuesioner Short Form-36 (SF-36) merupakan kuesioner generik untuk mengukur kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner SF-36 berbahasa Indonesia pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional prospektif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Perak Timur, Surabaya pada bulan Maret sampai Juli 2021. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan cronbach alfa, sedangkan uji validitas meliputi validitas konvergen, validitas diskriminan, dan known group validity menggunakan multitrait multimethod dan korelasi Pearson. Didapatkan 43 pasien tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan delapan domain pada kuesioner SF-36, tiga domain yaitu vitalitas, kesehatan mental, kesehatan umum, dan fungsi sosial belum memenuhi uji reliabilitas (nilai cronbach alfa < 0.70). Seluruh pertanyaan pada kuesioner SF-36 telah memenuhi validitas konvergen (r ?0,4), tetapi pertanyaan nomor 2, 3f, 3j, 4d, 9b, dan 9h belum memenuhi validitas diskriminan. Uji known group validity didapatkan hasil bahwa variabel status pekerjaan, tingkat pendidikan, dan penyakit komorbid tidak terdapat perbedaan pada delapan domain. Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan pada domain fungsi fisik berdasarkan jenis kelamin; domain peran fisik, fungsi fisik, dan peran emosi berdasarkan fase pengobatan tuberkulosis; serta domain fungsi fisik berdasarkan usia (p-value < 0,05). Penggunaan kuesioner SF-36 berbahasa Indonesia belum menunjukkan hasil validitas dan reliabilitas yang memuaskan. Diperlukan studi lanjutan dengan merekonstruksi ulang susunan pertanyaan untuk mendapatkan kuesioner yang valid dan reliabel. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kualitas Hidup, SF-36
DESCRIPTION OF THE RISK OF TYPE 2 DM IN STUDENTS OF THE BASE OF MEDICINE AND MEDICAL PROFESSIONAL STUDY PROGRAM FOR 2018 IN THE FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY Savitri, Putu Dian Hermawati Sari; Saraswati, Made Ratna; Bagiada, I Made; Suega, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P17

Abstract

ABSTRAK Penilaian risiko diabetes mellitus pada usia muda merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya kasus tersebut, terutama dapat ditujukan pada calon mahasiswa tenaga kedokteran yang merupakan garda terdepan dalam bidang kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, sangat diperlukan penilaian factor risiko terhadap kejadian diabetes melitus (DM) tipe 2 pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 150 mahasiswa dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari skor FINDRISC terlihat bahwa risiko rendah sebanyak 76,7%, risiko sedikit meningkat sebanyak 22% dan hanya 1,3% memiliki risiko sedang. Diharapkan agar fakultas kedokteran Universitas Udayana melakukan tindakan pencegahan kejadian DM pada mahasiswa yang memiliki factor risiko tersebut dengan meningkatkan kegiatan olahraga serta memberikan informasi tentang pengaturan diet. Kata Kunci : Findrisc, Diabetes Mellitus Tipe 2, Faktor Risiko, Aktivitas, Olahrga, Diet, Umur
PENGARUH KEBIASAAN PENGGUNAAN ALAT PIRANTI DENGAR TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Claudya, Veren Febriana; Saputra, Komang Andi Dwi; Sucipta, I Wayan; Ratnawati, Luh Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P13

Abstract

Mendengarkan materi perkuliahan atau mendengarkan musik melalui alat piranti dengar sudah menjadi gaya hidup mahasiswa. Namun ternyata kebiasaan ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. Menurut The National Health and Nutrition Examination Survey America pada tahun 1988, tercatat 15% remaja mengalami masalah pada pendengaran dan melonjak menjadi 19,5% pada tahun 2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan penggunaan alat piranti dengar terhadap gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian merupakan penelitian analitik korelasi dengan metode crosssectional menggunakan instrument berupa kuesioner untuk menilai kebiasaan penggunaan alat piranti dengar dan gangguan pendengaran terhadap 289 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil pengujian Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya pengaruh (p<0.05) antara kebiasaan penggunaan alat piranti dengar dengan gangguan pendengaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: alat piranti dengar, gangguan pendengaran, mahasiswa, kebiasaan.
HUBUNGAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN LEVEL HOMOSISTEIN PADA PENYAKIT ARTERI PERIFER PADA POPULASI DI KOTA MATARAM Anthony, Lalu Muhammad; Indrayana, Yanna; Irawati, Deasy; Budyono, Catarina; Harahap, Herpan Syafii
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P16

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Arteri Perifer (PAP) adalah tersumbatnya pembuluh darah perifer sebagian atau total akibat oklusi aterosklerosis terutama pada ekstremitas bawah. Hiperhomosisteinemia merupakan salah satu tanda penyakit kardiovaskular (PKV) yakni menunjukkan proses terbentuknya aterosklerosis. Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa terdapat peningkatan level homosistein pada pasien dengan Diabetes Mellitus (DM). Namun, data mengenai level homosistein pada penderita PAP dengan DM tipe 2 terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara DM dengan level homosistein pada pasien PAP di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Kota Mataram. Sampel penelitian adalah subjek dengan PAP dengan nilai Ankle Brachial Index (ABI) <0,90 dan DM tipe 2. Hasil penelitian ini adalah level homosistein pada pasien DM dengan PAP dan non DM dengan PAP. Analisis data menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil: Lima puluh dua pasien PAP berpatisipasi dalam penelitian ini, dengan 39 sampel (75%) berjenis kelamin wanita dan rata-rata usia 57,4 tahun. Rerata level homosistein pada pasien DM tipe 2 dengan PAP (5,7±0,9 µmol/L) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan level homosistein pada pasien non DM tipe 2 dengan PAP (4,8±1,0 µmol/L) (p=0,001). Kami menemukan bahwa riwayat hipertensi (p=0,012) dan nilai ankle brachial index (p=0,0049) berhubungan dengan DM dan PAP. Jenis kelamin, usia dan merokok tidak berhubungan dengann DM dan PAP. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata level homosistein pada kelompok subjek PAP dengan DM dan non DM. Kata Kunci: Penyakit Arteri Perifer, Diabetes Mellitus Tipe 2, Level Homosistein.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK USIA REMAJA DI SMP NEGERI 3 DENPASAR PADA TAHUN 2021 Arianingtyas, Ni Made Dwitya; Triningrat, Anak Agung Mas Putrawati; Utari, Ni Made Laksmi; Sutyawan, I Wayan Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P06

Abstract

Refractive error is a condition in which a firm image is not formed on teh retina but on the front or back of the yellow spot and is not located at a sharp poiyn. There are three refractive errors, namely myopia, hypermetropia, astigmatism or a mixture of these disorders. Among these refractive errors, myopia is the most common. The purposes of this study was to find study was to find out how the prevalence and characteristik of refractive errors in adolescent children at SMP Negeri 3 Denpasar in 2021. The design of this study used a cross sectional method where the sample collection in this study was conducted non-randomly (non-probability sampling) with purposive technique sampling. Data analysis was carried out descriptively by looking at the percentageand frequency values. In this study, as many as 232 students filled out the questionnaire, but only 46 studentd uses glasses. The characteristics of adolescents with refractive error at SMP Negeri 3 Denpasar were 36 children (78.3%) aged 14 years, which weredominated by women as many as 27 children (58.7%). In children, refractive errors are more common in the growth period where increased activity coincides with increased eye activity through near vision activities. The conclusion of this study is that the prevalence of the use of glasses in adolescents with refractive errors at SMP Negeri 3 Denpasar is 46 children (19.8%) of the 232 adolescent students who filled out the questionnaire.
UJI AKTIVITAS ANTIIFLAMASI GEL EKSTRAK ETANOL BIJI JENITRI (Elaeocarpus serratus L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Juliadi, Debby; Suradnyana, I Gede Made; Shantini Suena, Ni Made Dharma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi gel ekstrak etanol biji jenitri (Elaeocarpus serratus L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus L.) yang diinduksi karagenan serta untuk mengetahui dosis optimal gel ekstrak etanol biji jenitri dalam menghambat inflamasi. Metode yang digunakan adalah Paw Udema. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok 1 diberikan gel tanpa ekstrak, kelompok 2 diberikan natrium diklofenak gel, kelompok 3 dan 4 diberikan gel dengan konsentrasi ekstrak biji jenitri 14mg/20gBB mencit dan 28 mg/20gBB mencit yang diberikan secara topikal. Parameter yang diukur adalah volume peradangan telapak kaki mencit dari jam ke-1 hingga jam ke-6. Hasil penelitian diuji dengan analisis statistik One Way ANOVA dan LSD (Least Significant Difference). Hasil analisis yang didapatkan adalah terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif terhadap kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan dan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol biji jenitri (Elaeocarpus serratus L.) dengan konsentrasi ekstrak 14 mg/20gBB mencit dan 28 mg/20gBB mencit memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi pada mencit putih jantan (Mus musculus L.) yang diinduksi karagenan dan gel ekstrak etanol biji jenitri dengan konsentrasi 28 mg/20gBB mencit memiliki efek sebagai antiinflamasi paling optimal.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 6 – 60 BULAN Andreanetta, Prisca Tiffany; Santosa, Qodri; Indriani, Vitasari; Arifah, Kurniawati; Fatchurohmah, Wiwiek
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P07

Abstract

Periode emas kehidupan akan menentukan tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Berat badan lahir (BBL) merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara BBL dengan status gizi dan perkembangan anak usia 6 – 60 bulan. Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian yaitu anak – anak balita di Posyandu Bina Kasih I – XI Desa Rempoah pada bulan Oktober – November 2018 dengan menggunakan data sekunder. Uji korelasi BBL dengan status gizi menggunakan analisis Spearman dan korelasi BBL dengan perkembangan menggunakan uji Eta. Sebagian besar subjek penelitian memiliki status gizi normal (74%) dan perkembangan sesuai buku KIA (94,1%). Hasil korelasi bermakna dan signifikan secara statistik antara BBL dengan status gizi (p=0,042) dan BBL dengan perkembangan berdasar buku KIA (F=96,25). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat korelasi antara BBL dengan status gizi dan perkembangan berdasar buku KIA. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan tenaga medis dalam memberikan informasi kepada ibu hamil mengenai gizi salama masa hamilnya.
TINGKAT PENGETAHUAN DALAM MEMBERSIHKAN TELINGA PADA MAHASISWA PSSKPD FK UNUD ANGKATAN 2019 DAN 2020 Wijaya, Visakha Karuna; Rahayu, Made Lely; Saputra, Komang Andi Dwi; Suanda, I Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P16

Abstract

Latar Belakang: Serumen merupakan kombinasi dari sekresi kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang melindungi liang telinga dari air, trauma, benda asing, serta infeksi. Kanalis akustikus eksterna memiliki mekanisme alami dalam mengeluarkan serumen dari liang telinga melalui gerakan rahang. Membersihkan telinga sendiri dengan memasukkan benda ke dalam liang telinga justru mengganggu mekanisme alami tersebut dan dapat menimbulkan gangguan telinga. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam membersihkan telinga pada mahasiswa PSSKPD FK Unud angkatan 2019 dan 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang deskriptif. Stratified random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Subjek penelitian berjumlah 102 mahasiswa yang terdiri dari masing-masing 51 mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Kuesioner didistribusikan secara daring untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku membersihkan telinga. Data dianalisis dengan SPSS versi 20. Hasil: Hanya 16 mahasiswa (15,7%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan masing-masing 43 mahasiswa (42,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan kurang. Mayoritas mahasiswa angkatan 2019 memiliki tingkat pengetahuan cukup (23,5%) sedangkan mahasiswa angkatan 2020 memiliki tingkat pengetahuan kurang (23,5%). Cotton buds merupakan alat pembersih telinga yang paling banyak digunakan (79,4%). Frekuensi pembersihan terbanyak yaitu seminggu sekali (23,5%).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP DERAJAT BERAT INFEKSI VIRUS DENGUE PADA PASIEN DEWASA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI Made Wulan Utami Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Virus dengue termasuk dalam genus Flavivirus dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Infeksi virus dengue ini mempunyai angka mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi hampir di seluruh dunia. Diagnosis yang dikelompokkan berdasarkan derajat klinik dengan kriteria WHO 1997, dikonfirmasi melalui tanda dan gejala klinis serta pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan jumlah leukosit, jumlah limfosit, nilai hematokrit dan jumlah trombosit dengan derajat berat infeksi virus dengue menurut kriteria WHO 1997 pada pasien dewasa yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Denpasar tahun 2015. Penelitian ini merupakan studi analitik cross-sectional terhadap 90 pasien infeksi dengue dengan menggunakan data sekunder. Sampel merupakan pasien infeksi dengue dewasa yang berusia > 12 tahun yang pada rekam medisnya terdapat hasil pemeriksaan laboratorium yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar periode 01 Januari-31 Desember 2015. Analisis menggunakan PASW Statistic 18 dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov lalu dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson tidak didapatkan hubungan bermakna antara jumlah leukosit terendah dengan derajat berat infeksi dengue (p=0,354 ; r = -0,099), tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai hematokrit tertinggi dengan derajat berat infeksi dengue (p=0,293 ; r= 0,112), dan didapatkan hubungan negatif lemah yang bermakna antara jumlah trombosit terendah dengan derajat berat infeksi dengue (p=0,009 ; r= -,0275). Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman tidak didapatkan hubungan bermakna antara jumlah limfosit terendah dengan derajat berat infeksi dengue ( p = 0,636, r= -0,051). Melihat hasil yang ada, perlu melakukan pencegahan dan deteksi infeksi dengue lebih dini sehingga angka kesakitan dan kematian dapat berkurang. Kata Kunci: Jumlah leukosit, jumlah limfosit, jumlah trombosit, nilai hematokrit dan derajat berat infeksi dengue.
KONTAMINASI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA SAMPEL LAWAR AYAM KHAS BALI DI LINGKUNGAN KODYA DENPASAR Rahmautami, gita dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P13

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif sebagai salah satu penyebab kasus keracunan makanan di Indonesia. Penularan dari manusia ke manusia secara langsung, penyebaran akibat adanya kontaminasi makanan dan minuman, serta kurangnya kebersihan sanitasi. Lawar ayam adalah masakan khas Bali yang merupakan campuran daging ayam, sayur, dan bumbu yang rawan terkontaminasi oleh bakteri Staphylococcus aureus apabila tidak memperhatikan proses higienitas selama sebelum pengolahan, saat pengolahan dan penjualan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kontaminasi Staphylococcus aureus pada sampel makanan lawar ayam di Kodya Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 17 sampel lawar ayam yang memenuhi kriteria inklusi. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan teknik aseptik terhadap semua sampel yang diambil dari pedagang lawar ayam di 4 wilayah Kota Denpasar. Setelah pengumpulan sampel selesai, dilakukan uji keberadaan Staphylococcus aureus di Laboratorium Mikrobiologi FK Universitas Udayana dengan cara kultur media MSA, uji katalase, uji koagulase, dan pewarnaan gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sampel lawar ayam yang diteliti, ditemukan 1 sampel yang teridentifikasi bakteri Staphylococcus aureus (5,88%) dan sampel lainnya teridentifikasi bakteri Staphylococcus koagulase negatif..

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue