cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
THE MODEL OF SOCIAL SUPPORT OF PEOPLE IN THE EMPOWERMENT OF YOUTH AS AN EFFORT TO INCREASE SOCIAL FUNCTION Astutik, Juli; Sugiharto, Aan; Abidin, Zaenal
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.29755

Abstract

Abstract. This research was conducted to produce findings of peer social support models in adolescent empowerment to improve the social functioning of adolescent victims of drug abuse in Jabung District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach, descriptive type. The research subjects were determined purposively. Primary data is obtained through interviews, while secondary data is obtained from journals, print media, documents, articles, and literature. Data analysis is done by text analysis, analyzing what is implied in the data from both primary and secondary data collection results. Peer social support in empowering adolescents as an effort to improve the social functioning of adolescent victims of narcotics abuse in Jabung District, Malang Regency, includes (1) Emotional Support through activities of giving attention, caring, support, and empathy, (2) Award Support: giving appreciation in the form praise, giving rewards, (3) Instrumental Support: providing direct facilities and performance needs, (4) Information Support: Providing knowledge about the health and dangers of narcotics abuse, religious spirituality, (5) Social Network Support: building togetherness, cohesiveness, and mutual sharing. Peer social Support results in social functioning for adolescent victims of narcotics abuse so that: they 1) can fulfill their own daily needs, 2) can overcome their problems, 3) can carry out social roles both in the family and in the surrounding community, and 4) can develop self.Keywords: social Support, Narcotics Abuse, Social functioning Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan model dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Subyek penelitian ditentukan secara purporsive. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literatur. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis teks, dengan cara menganalisis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder. Dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi: (1) Dukungan Emosional, melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresiasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi: Memberi pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkotika, spiritual keagamaan, (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan dan saling sharing. Dari dukungan sosial teman sebaya ini menghasilkan keberfungsian sosial bagi remaja korban penyalahgunaan narkotika sehingga: 1) mampu memenuhi sendiri kebutuhannya sehari-hari, 2) mampu mengatasi masalahnya, 3) mampu melaksanakan peran sosial baik dalam keluarga maupun masyarakat sekitarnya dan 4) memiliki kemampuan mengembangkan diri sendiri.Kata kunci: Dukungan sosial, korban penyalahgunaan Narkotika, Keberfungsian sosial.
KONTROL SOSIAL DAN PERILAKU CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA Maududi, Mukhlish Muhammad; Yunan, Zulfahmi Yasir
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31130

Abstract

Abstract. Cyberbullying in Indonesia has been a growing problem in recent years. Many cases of cyberbullying on social media have impacted the victims, both emotionally and psychologically. Some of the causes include technological advances that facilitate internet access and social media use, lack of public awareness and understanding of the impact of cyberbullying, lack of supervision from families, schools and communities, and lack of attention from authorities in handling cyberbullying cases. This study aims to analyze how to overcome cyberbullying behavior among adolescents through social control. This research uses a qualitative research model, with data entirely derived from literature studies, secondary data sources in the form of documents, literature both books and articles related to cyberbullying. The researcher used the Miles model of data analysis. The results of this study show that social control is based on norms and religion. Religion can make a positive contribution in overcoming cyberbullying cases by emphasizing the importance of religious values such as tolerance, compassion, and brotherhood. Structurally, the government has made various efforts to overcome cyberbullying, such as providing facilities and infrastructure such as laws and regulations. The government has an important role in overcoming cyberbullying by making regulations and policies to protect victims of cyberbullying. Keywords: Cyberbullying, social control, handling. Abstrak. Cyberbullying di Indonesia merupakan masalah yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kasus cyberbullying di media sosial dan berdampak pada korban, baik secara emosional maupun psikologis. Beberapa penyebabnya antara lain kemajuan teknologi yang memudahkan akses internet dan penggunaan media sosial, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak cyberbullying, kurangnya pengawasan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian dari pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara mengatasi perilaku cyberbullying di kalangan remaja melalui kontrol sosial. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif, dengan data sepenuhnya berasal dari studi kepustakaan, sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen, literatur baik buku-buku maupun artikel terkait cyberbullying. Peneliti menggunakan menggunakan analisis data model Miles. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol sosial berbasis pada norma dan agama. Agama dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi kasus cyberbullying dengan menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan seperti toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan. Secara struktural pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cyberbullying, seperti penyediaan sarana dan prasarana seperti perangkat peraturan perundang-undangan. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi cyberbullying dengan membuat regulasi dan kebijakan untuk melindungi korban cyberbullying. Kata Kunci: Cyberbullying, kontrol social, penanganan.
KETAHANAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ADIKSI NARKOTIKA PADA REMAJA Christiana, Christiana; Runturambi, Arthur Josias Simon; Mamoto, Benny Jozua
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31303

Abstract

Abstract. Drug abuse among adolescents is a worrying public health problem in the world and in Indonesia. More than 2 million students have abused drugs and their first age was in their teens (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Drug abuse in adolescents affects individuals, families and communities and causes health, legal, social and economic losses (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt, S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Adolescent drug abuse requires professional treatment in the form of rehabilitation, but the recurrence rate is high, even reaching 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Various studies mention the role of family and family resilience as important and influential in adolescent drug relapse rates (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Based on these data, this study intends to examine the role of the family in helping adolescents prevent relapse. The research in this paper uses research methods with the theoretical focus being Bandura's social learning theory and Shutherland's differential association theory. The theory holds up with family resilience in relapse. The novelty in this study specifically discusses the role of the family in adolescents by referring to Bandura and Shutterland's learning theory related to drug relapse and offers suggestions for solving it. Keyword: Addiction; drug abuse; family resilience. Abstrak. Penyalahguna narkoba di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan di dunia dan Indonesia. Lebih dari 2 juta pelajar pernah menyalahgunakan narkoba dan usia pertama penyalahgunaan pada usia remaja (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Penyalahgunaan narkoba pada remaja berdampak bagi individu, keluarga dan masyarakat serta menimbulkan kerugian kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt,S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Penyalahgunaan narkoba remaja memerlukan penanganan secara profesional berupa rehabilitasi, tetapi angka kekambuhan tinggi bahkan mencapai 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020).  Berbagai studi menyebutkan peran keluarga dan ketahanan keluarga penting dan berpengaruh pada angka kekambuhan penyalahgunaan narkoba remaja (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran keluarga dalam membantu remaja mencegah kekambuhan. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus teori yang digunakan adalah social learning theory Bandura dan differential association theory Shutherland. Teori tersebut dikaitkan dengan ketahanan keluarga dalam kekambuhan. Kebaharuan penelitian ini secara spesifik membahas peran keluarga pada remaja dengan mengacu pada teori pembelajaran Bandura dan Shutterland yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan narkobanya serta menawarkan saran penyelesaiiannya. Kata kunci: Adiksi; ketahanan keluarga; penyalahgunaan narkoba.
PENGARUH KELEKATAN TEMAN SEBAYA TERHADAP CRAVING MANTAN PENGGUNA NARKOBA DI YAYASAN MUTIARA MAHARANI JAKARTA Munaa, Thurfatul; Firdaus, Ismet
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31520

Abstract

Abstract. Former drug users as individuals who have used drugs have the possibility to experience craving or the desire to use drugs again which can result in relapse are former drug users. Peers as individuals who are close to former drug users have a big role in their lives. This study aims to determine whether there is an influence of peer attachment to craving former drug user. The research applied a quantitative approach. In taking the sample, the researchers used a saturated sample technique because the population of former drug users at the Mutiara Maharani Jakarta Foundation was less than 100, namely 21 people. Data collected using a questionnaire whose validity and reliability have been tested. The data that has been collected, analyse with the program SPSS for windows 29.0 and processed using simple linear regression analysis. The research results show the value of tcount (-0.158) smaller than ttable (2.093) with a significance value of 0.876 which is higher than 0.05. Therefore, H1 rejected and H0 accepted, meaning that there is no significant effect between peer attachment and craving former drug user. Peer attachment has an effect of 0.1% on craving former drug users while 99.9% influenced by variables outside the study. Keywords: Peer attachment, craving, former drugs user. Abstrak. Mantan pengguna narkoba sebagai individu yang pernah menggunakan narkoba memiliki kemungkinan untuk mengalami craving atau keinginan menggunakan narkoba kembali yang dapat berakibat pada relapse-nya para mantan pengguna narkoba. Teman sebaya sebagai individu yang dekat dengan mantan pengguna narkoba memiliki peran besar dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah pengaruh kelekatan teman sebaya terhadap craving mantan pengguna narkoba. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dalam pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik sampel jenuh karena populasi mantan pengguna narkoba di Yayasan Mutiara Maharani Jakarta kurang dari 100 yaitu berjumlah 21 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang validitas dan reliabilitasnya telah teruji. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan bantuan program SPSS for windows 29.0 dan diolah dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan nilai thitung (-0,158) lebih kecil dari ttabel (2,093) dengan nilai signifikansi 0.876 yang lebih tinggi dari 0.05. Oleh karena itu, H1 ditolak dan H0 diterima artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kelekatan teman sebaya dengan craving mantan pengguna narkoba. Kelekatan teman sebaya memberikan pengaruh sebesar 0,1% terhadap craving mantan pengguna narkoba sedangkan 99,9% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Kata Kunci: Kelekatan teman sebaya, craving, mantan pengguna narkoba.
LOCAL CULTURE-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT IN SUBANG REGENCY, WEST JAVA Huraerah, Abu; Nurwulan, Riany Laila; Voo, Peter
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31786

Abstract

Abstract. The purpose of this study are to describe the elements that influence local culture and local culture that supports community development at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province. This study uses a qualitative descriptive research method with a case study approach. Primary data collection techniques include interviews, observation, document study and focus group discussions. Meanwhile, secondary data sources were obtained through searching various references such as books and journals. The informant selection technique was carried out through purposive sampling. The validity of the data using triangulation of sources and data analysis techniques through data reduction, data display and conclusion/verification. In detail, data analysis uses the coding manual consists of open coding, axial coding, and selective coding. The main factors influencing local culture at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province are geography, natural charm, history, and economy. Meanwhile, the local culture for community development are ritual, art, environmental tourism, mutual cooperation, and cultural tourism. Local culture can be a driving force in community development and should be considered in making development policies in the region. Local culture is a community cultural heritage that can support the community's economy. Local culture can be used as a participatory approach in community development. Keywords: Model, local cultur, community development. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur yang mempengaruhi budaya lokal dan mendeskripsikan budaya lokal yang mendukung pengembangan masyarakat di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data primer meliputi wawancara, observasi, studi dokumen dan diskusi kelompok terarah. Sementara, sumber data sekunder diperoleh dengan mencari berbagai referensi seperti buku dan jurnal. Teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling. Validitas datas menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Secara rinci, analisis data menggunakan koding secara manual, yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Faktor utama yang mempengaruhi budaya lokal di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat adalah geografi, pesona alam, sejarah dan ekonomi. Sementara, budaya lokal untuk pengembangan masyarakat adalah ritual, kesenian, wisata lingkungan, gotong-royong dan wisata budaya. Budaya lokal dapat menjadi pendorong dalam pengembangan masyarakat dan hendaknya menjadi pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pembangunan di daerah. Budaya lokal merupakan warisan budaya masyarakat yang dapat menunjang ekonomi masyarakat. Budaya lokal dapat digunakan sebagai pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat. Kata kunci: model, budaya lokal, pengembangan masyarakat.
SELF-HEALING FOR WOMEN WITH UNWANTED PREGNANCIES AT YAYASAN RUMAH TUMBUH HARAPAN BANDUNG Kartika, Tuti; Deswanti, Arini Dwi; Firdaus, Muhammad Ananta; Azzasyofia, Mira; Paulus, Vrinsca
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31791

Abstract

Abstract. Women who experience unwanted pregnancies (PKTD) face very complex problems: being left behind by the man who impregnated them, being expelled by their families, being stigmatized by society, feeling deep shame and guilt, and losing their future. This study aims to examine the problem of unwanted pregnancy and its solution by RUTH Foundation. The research method is descriptive qualitative with data collection techniques of in-depth interviews, documentation study, observation, and Focus Group Discussion. The results of the study illustrate that the PKTD have problems of shame and fear, loss of future, and being left by the man who impregnated them. This research also succeeded in identifying self-healing services provided by the RUTH Foundation, namely healing carried out by the KTD women themselves with assistance from RUTH Foundation officers. The media used are sewing, knitting, painting, baking, flower arranging, going to nature, and other entertainment media. Self-healing is carried out continuously by emphasizing the willingness and ability of KTD women. The conclusion of this study is that self-healing by the RUTH Foundation has succeeded in leading women with domestic violence to forgive themselves and accept the situation they are in. Forgiving themselves and accepting the conditions experienced has opened up space for women with domestic violence to foster self-motivation and build a fighting spirit to continue a better life. The most important thing is that the Ruth Foundation has saved two generations, namely the CVC herself as a mother and the fetus in her mother's womb. Keywords: Women, unwanted pregnancy, self-healing. Abstrak. Perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (PKTD) menghadapi permasalahan sangat kompleks: ditinggal lelaki yang menghamilinya, diusir keluarga, mendapatkan stigma masyarakat, rasa malu dan bersalah yang mendalam, serta kehilangan masa depan. Studi ini bertujuan mengkaji permasalahan PKTD dan solusinya oleh Yayasan RUTH. Metode penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menggambarkan bahwa PKTD memiliki masalah rasa malu dan takut, kehilangan masa depan, dan ditinggal lelaki yang menghamilinya. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi pelayanan self healing yang diberikan oleh Yayasan RUTH yakni penyembuhan yang dilakukan oleh perempuan KTD itu sendiri dengan pendampingan dari petugas Yayasan RUTH. Media yang digunakannya adalah menjahit, merajut, melukis, membuat kue, merangkai bunga, pergi ke alam terbuka, dan media hiburan lainnya. Self healing dilakukan secara terus menerus dengan menekankan pada kemauan dan kemampuan perempuan KTD. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa self healing oleh Yayasan RUTH berhasil mengantar perempuan KTD memaafkan dirinya dan menerima situasi yang dialaminya. Memaafkan diri sendiri dan menerima kondisi yang dialami telah membuka ruang bagi perempuan KTD untuk menumbuhkan motivasi diri dan membangun semangat juang melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Hal paling penting adalah Yayasan Ruth telah menyelamatkan dua generasi, yaitu PKTD itu sendiri sebagai seorang ibu dan janin dalam kandungan ibunya.  Kata kunci: Perempuan, kehamilan tidak diinginkan, self-healing.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTATIF ALTERNATIVE COMMUNICATION/AAC PADA DISABILITAS NETRA GANDA: TANTANGAN KETERLIBATAN SAUDARA KANDUNG Trustisari, Hastin; Muhammad, Mahatir
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.32157

Abstract

Abstract. This study aims to provide an overview of the implementation of augmentative alternative communication (AAC) technology to support communication skills for multiple disability with visual impairment in the family. A qualitative descriptive approach was used to describe the involvement of adult siblings in the daily activities of individuals with multiple disability with visual impairment using AAC technology at home. The researcher conducted a literature review, in-depth interviews, and observations with four adult siblings, consisting of two siblings living in families with visually impaired parents and two other siblings in non-disabled families. The results of this study showed that there were differences in the roles played by adult siblings in disabled and non-disabled families in the implementation of AAC technology at home. This study suggests that the involvement of adult siblings is influenced by role allocation, family-school connections, parental limitations, parental roles and autonomy, and the presence of caregivers at home. The lack of school programs designed to prepare families to assist students in applying AAC technology at home has led to inconsistencies in the use of communication aids. The implications of this study suggest the possibility of further research to encourage collaborative programs between schools and parents, including the role of social workers in schools to promote the involvement of family members in improving communication skills for individuals with multiple disability with visual impairment.Top of Form Keywords: Commnucation technology, AAC, alternative communication, multiple disabilities, sibling involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penerapan teknologi augmentative alternative communication/AAC untuk mendukung keterampilan komunikasi bagi penyandang disabilitas netra ganda di keluarga. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan saudara kandung dewasa pada aktivitas keseharian disabilitas netra ganda menggunakan teknologi AAC di rumah. Peneliti melakukan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi pada 4 sibling dewasa yang terdiri dari 2 sibling di keluarga dengan orang tua tunanetra dan 2 sibling lainnya di keluarga non-disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara peran yang ditunjukkan sibling dewasa pada keluarga disabilitas dan nondisabilitas pada penerapan teknologi AAC di keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan sibling dewasa dipengaruhi oleh pembagian peran, keterhubungan keluarga dengan sekolah, keterbatasan orang tua, peran dan otonomi orang tua, serta keberadaan pengasuh di rumah. Minimnya program sekolah yang direncanakan untuk mempersiapkan keluarga mendampingi siswa dalam menerapkan teknologi AAC di rumah, ternyata memicu adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan alat bantu komunikasi. Penelitian ini mengharuskan penelitian lanjutan untuk mendorong program kolaborasi antara sekolah dan orang tua termasuk peran pekerja sosial di sekolah untuk mendorong keterlibatan anggota keluarga dalam peningkatan keterampilan komunikasi disabilitas netra ganda.  Kata Kunci: Teknologi komunikasi, AAC, komunikasi alternative, disabilitas ganda, keterlibatan sibling.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Anjani, Firda Dwi; Rusyidi, Binahayati; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM
FAMILY PARTICIPATION MODEL WITH CHILDREN WITH DISABILITIES IN REALISING AN INCLUSIVE SOCIETY Astutik, Juli; Suprapto, Budi; Abidin, Zaenal; Yahaya, Mohd Haizzan
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34146

Abstract

Abstract. This research aims to find a model of family participation with children with disabilities in realising an inclusive society in Ngawonggo Village, Tajinan District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach of the descriptive type. The research subjects were determined by the purposive method. Data collection techniques were carried out by observation and interview. Data analysis was conducted using the interactive model (Milles and Huberman).  The results showed that the forms of family participation with children with disabilities include: 1) Participation in decision-making, 2).  Participation in implementation, 3) Participation in benefits, and 4) Participation in evaluation. with socialisation programs, family parenting and therapy, can create an inclusive society, such as: 1)  Religious and community leaders understand the importance of supporting the growth and development of children with disabilities, 2) The community treats children with disabilities as normal, 3) Children with disabilities can play and learn with normal peers, 4) There is support from the local government for children with disabilities through the allocation of the Village Fund Budget, 5) Parents with children with disabilities have gradually opened up and provided public access to their children. Keywords: Family Participation, Children with Disabilities, Inclusive Society. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model partisipasi keluarga dengan anak penyandang disabilitas dalam mewujudkan masyarakat inklusi di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Subjek penelitian ditentukan dengan metode purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif (Milles dan Huberman).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi keluarga dengan ABK antara lain: 1) Partisipasi dalam pengambilan keputusan, 2).  Partisipasi dalam pelaksanaan, 3) Partisipasi dalam manfaat, dan 4) Partisipasi dalam evaluasi. Dengan adanya program sosialisasi, pola asuh keluarga dan terapi, dapat menciptakan masyarakat yang inklusif, seperti: 1) Tokoh agama dan tokoh masyarakat memahami pentingnya mendukung tumbuh kembang ABK, 2) Masyarakat memperlakukan ABK sama seperti anak normal lainnya, 3) ABK dapat bermain dan belajar bersama teman sebaya yang normal, 4) Adanya dukungan dari pemerintah daerah terhadap ABK melalui pengalokasian Anggaran Dana Desa, 5) Orang tua yang memiliki ABK berangsur-angsur membuka diri dan memberikan akses publik terhadap anaknya. Kata Kunci: Partisipasi keluarga, ABK, Masyarakat inklusif.
KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERDAYAAN AYAM PETELUR BAGEUR DI AREA USAHA SEGS, Ltd Firdhausiyah, Salsabila; Prihatin, Silverius Djuni
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35112

Abstract

Abstract. This Every company is required to carry out its social responsibilities. The Corporate Social Responsibility (CSR) program is one way to fulfill this obligation. The empowerment program for Ayam Petelur Bageur breeders in Tugubandung Village, Kabandungan District, Sukabumi Regency is a form of social responsibility carried out by Star Energy Geothermal Salak, Ltd. through its community development program. The purpose of this research is to determine the magnitude of the influence of communication, resources, disposition and bureaucratic structure on the level of success of the Ayam Petelur Bageur Empowerment Program. This research uses a quantitative research design which is then supported by qualitative data. The survey method was used to collect quantitative data with a questionnaire instrument, while qualitative data was obtained through in-depth interview guides. The research results show that the factors that influence the success of the community empowerment program, which as an independent variable are in the medium category. In communication (X1) the percentage is at 67%. Then the resource (X2) total percentage is 70%. In disposition (X3) the resulting percentage is 77%. And the resulting bureaucratic structure (X4) percentage is 67%. Meanwhile, the success rate of the Ayam Petelur Bageur empowerment program (Y), which is the dependent variable, is also in the medium category with a percentage of 63.33%. So it can be concluded that communication (X1), resources (X2), disposition (X3), and bureaucratic structure (X4) have a significant influence on the level of success of the Ayam Petelur Bageur empowerment program (Y) with a large influence of 43.1% which is in the medium category. Meanwhile the other 56.9% is influenced by other variables not included in this study or influenced by other factors. Keywords: Community Development, Success of Community Empowerment Programs, Factors Influencing Community Empowerment Program. Abstrak. Setiap perusahaan diharuskan untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya. Program Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu cara untuk memenuhi kewajiban tersebut. Program pemberdayaan peternak Ayam Petelur Bageur di Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh Star Energy Geothermal Salak, Ltd. melalui program community development-nya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi terhadap tingkat keberhasilan Program Pemberdayaan Ayam Petelur Bageur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang kemudian didukung oleh data kualitatif. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dengan instrumen kuesioner, sedangkan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan program pemberdayaan masyarakat, yang mana sebagai variabel bebas berada dalam kategori sedang. Pada komunikasi (X1) persentase berada pada 67%. Lalu sumber daya (X2) jumlah persentasenya 70%. Pada disposisi (X3) jumlah persentase yang dihasilkan adalah 77%. Dan struktur birokrasi (X4) persentase yang dihasilkan 67%. Sedangkan pada tingkat keberhasilan program pemberdayaan Ayam Petelur Bageur (Y), yang mana sebagai variabel terikat juga berada dalam kategori sedang dengan persentase 63,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi (X1), sumber daya (X2), disposisi (X3), dan struktur birokrasi (X4) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat keberhasilan program pemberdayaan Ayam Petelur Bageur (Y) dengan besar pengaruh sebanyak 43,1% yang mana berada dalam kategori sedang. Sedangkan 56.9% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini atau dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: Community Development, Keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat, Faktor yang Berpengaruh Terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue