cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Evaluasi Pengetahuan dan Tindakan Ibu terhadap Diare pada Balita Puskesmas Banda Raya Salsabila, Nisa; Dimiati, Herlina; Maharani, Cut Rika; Saputra, Irwan; Aini, Zahratul
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.310-15

Abstract

Latar belakang. Diare masih menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada balita. Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan dan perilaku ibu Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu dengan penanganan diare pada balita di Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu dengan balita yaang berdomisili di Banda Raya berjumlah 96 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Penelitian menggunakan instrumen kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil. Mayoritas responden dengan usia 21-35 tahun (66,7%), pendidikan SMA (55,2%), mayoritas ibu di Kecamatan Banda Raya bekerja sebagai ibu rumah tangga (79,2%), dengan umur anak 1 hingga 2 tahun (55,2%). Analisis data menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan penanganan diare pada balita (p=<0,05). Serta terdapat hubungan antara perilaku ibu dengan penanganan diare pada balita (p=<0,05). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan perilaku ibu berhubungan dengan penanganan diare pada balita di Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh.
Hubungan Pola Makan dengan Stunting pada Balita di Puskesmas Jambula Syuaib, Abdu Ar’Rauf; Yati, Sri; Marsaoly, Ryan Rinaldy
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.97-101

Abstract

Latar belakang. Keadaan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi selama masa kehamilan dan periode awal balita yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan kurang-minus dua stadar deviasi menurut kurva pertumbuhan World Health Organization adalah stunting. Saat ini, menurut data 22,2% atau 150,8 juta anak di bawah usia lima tahun di dunia mengalami stunting, salah satunya dipengaruhi oleh pola pemberian makan.Tujuan. Untuk menjelaskan hubungan pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambula.Metode. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan Metode Fisher Freeman Halton Exact Test.Hasil. Berdasarkan 40 sampel yang di teliti, pola pemberian makan tidak tepat paling banyak didapatkan yaitu 34 responden (85%), sementara derajat stunting balita paling banyak ditemukan pada derajat pendek yaitu 28 balita (70%). Berdasarkan hasil analisis bivariat diperoleh nilai (p=0,006) yang menunjukkan korelasi antara pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita. Pola pemberian makan yang tidak tepat berisiko meningkatkan derajat stunting dengan nilai Odds Ratio 19,286 kali dibanding pola pemberian makan yang tepat Kesimpulan. Terdapat hubungan pola pemberian makan dengan derajat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jambula serta pola makan yang tidak tepat dapat mengakibatkan stunting. Sebagai tenaga kesehatan, perlu melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Prematur Usia Gestasi 28-34 Minggu Pasca Rawat: Studi Kohort di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Putri Maharani Tristanita Marsubrin; Bernie Endyarni Medise; Yoga Devaera
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.243-8

Abstract

Latar belakang. Kemajuan dalam perawatan neonatal intensif telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan angka kesintasan bayi prematur. Bayi yang bertahan hidup mempunyai risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang berhubungan dengan prematuritas dan morbiditas yang menyertainya. Tujuan. Mengetahui luaran pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur usia gestasi 28-34 minggu pasca rawat dari Unit Neonatologi Rumah Sakit Ciptomangunkusumo.Metode. Penelitian kohort prospektif dengan wawancara kepada orang tua subjek penelitian, pencataan melalui rekam medis, dan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan langsung oleh peneliti pada 90 bayi prematur pasca rawat pada bulan Juli? Desember 2016 dengan cara consecutive sampling. Kriteria inklusi adalah bayi prematur dengan masa gestasi 28-34 minggu, berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi dan orang tua menyetujui mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah bayi memiliki kelainan kongenital atau bawaan seperti sindrom Down, sindrom Rubella dan lainnya, dan memiliki malformasi orofasial. Hasil. Hasil data usia koreksi 0 sampai 3 bulan, didapatkan rerata kenaikan berat bayi prematur 29,01±5,31 g/hari, hasil rerata kenaikan panjang badan 3,7±0,8cm/bulan dan rerata kenaikan lingkar kepala 1,6±0,6cm/bulan. Hasil perkembangan berdasarkan FSDQ CAT-CLAM (full-scale developmental quotient cognitive adaptive test- clinical linguistic and auditory milestone scale) menunjukkan skor yang cukup baik yaitu di atas 100% dengan rerata 148% (111-160% ).Kesimpulan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur usia gestasi 28-34 minggu pasca rawat Unit Neonatologi Rumah Sakit Ciptomangunkusomo Jakarta sampai usia 3 bulan koreksi baik dan dalam rentang normal.
Efek Penggunaan Deksametason Ajuvan untuk Meningitis Bakteri pada Anak Handryastuti, Setyo; Rafli, Achmad; Wicaksono, Yuda Satrio; Mangunatmadja, Irawan; Soebadi, Amanda; Santoso, Dara Ninggar
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.405-13

Abstract

Latar belakang. Meningitis bakterial pada anak, umumnya disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, dan Haemophilus influenzae tipe b. Penggunaan deksametason sebagai terapi ajuvan untuk antibiotik masih menjadi perdebatan pada kasus meningitis bakterialis anak karena adanya bukti yang kontradiktif mengenai dampaknya terhadap hasil luaran klinis.Tujuan. Meninjau literatur yang ada mengenai efek dari penggunaan deksametason pada meningitis bakteri pada anak, dengan fokus pada morbiditas, mortalitas, dan efek samping.Metode. Pencarian literatur sistematis dilakukan menggunakan database Pubmed, EMBASE, Scopus, dan Cochrane. Studi yang memenuhi kriteria inklusi adalah uji klinis acak atau meta-analisis, diterbitkan dalam bahasa Inggris, dilakukan dalam 10 tahun terakhir, dan membandingkan efek penggunaan deksametason pada meningitis bakterial anak.Hasil. Lima meta-analisis disertrakan dalam tinjauan ini. Tidak terdapat penurunan signifikan dalam mortalitas dengan penggunaan deksametason dibandingkan plasebo. Konsistensi temuan menunjukkan manfaat deksametason pada fungsi pendengaran pasien meningitis bakteri. Efek terhadap kelainan neurologis masih belum jelas, dan efek samping cenderung serupa antara kelompok yang diobati dan tidak.Kesimpulan. Bukti menunjukkan potensi manfaat deksametason pada fungsi pendengaran anak dengan meningitis bakteri. Namun, dampak terhadap mortalitas dan kelainan neurologis masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Keputusan penggunaan deksametason harus dipertimbangkan dengan hati-hati oleh dokter, sementara penelitian lanjutan, terutama dosis optimal untuk hasil neurologis, diperlukan.
Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Awal Kelainan Hematologi pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik Amalia, Najwa; Koentartiwi, Dyahris; Nugroho, Susanto; Ramadhanti, Ardhanis
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.125-30

Abstract

Penyakit Jantung Bawaan sianotik adalah kelainan jantung bawaan akibat pirau darah dari kanan ke kiri yang mengakibatkan penurunan saturasi oksigen dalam sirkulasi sistemik. Pada PJB sianotik yang belum dikoreksi dalam jangka waktu yang lama akan terjadi hiperviskositas dan eritropoesis sekunder. Polisitemia, koagulopati, trombositopenia, dan anemia defisiensi besi relatif merupakan masalah yang sering ditemui. Tatalaksana awal kelainan hematologi ini sangat penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas anak dengan PJB sianotik. Pemberian suplementasi zat besi untuk anemia defisiensi besi relatif, phlebotomi untuk kondisi polisitemia serta berbagai tatalaksana kelainan hematologi lainnya masih sangat terbatas dan kontroversial.
Prosedur Menunda Minum saat Transfusi Sel Darah Merah dan Kejadian Enterokolitis Nekrotikans pada Bayi Prematur Mardhotillah, Afiffa; Marsubrin, Putri Maharani Tristanita
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.341-8

Abstract

Bayi prematur memiliki risiko menderita komplikasi akibat prematuritas dan luarannya sangat berhubungan dengan usia gestasi. Di antara berbagai komplikasi, enterekolitis nekrotikans merupakan komplikasi yang perlu diwaspadai pada bayi prematur. Patogenesis terjadinya  masih belum dipahami secara penuh. Prematuritas menjadi satu-satunya faktor risiko yang konsisten ditemukan dalam studi mengenai enterekolitis nekrotikans, tetapi diyakini bahwa etiologinya bersifat multifaktorial. Saat ini, mulai banyak penelitian yang juga mengaitkan enterekolitis nekrotikans dengan transfusi sel darah merah atau dikenal sebagai transfusion associated necrotizing enterocolitis. Berbagai upaya untuk mencegah terjadinya enterekolitis nekrotikans dilakukan, salah satunya dengan melakukan prosedur menunda minum saat transfusi sel darah merah. Tujuan dari telaah ini adalah untuk memaparkan berbagai pandangan dan penelitian terkait penerapan prosedur menunda minum saat transfusi sel darah merah dan kaitannya dengan angka kejadian enterekolitis nekrotikans.
Obesitas dan Risiko Penyakit Ginjal pada Anak Fahlevi, Reza; Ulfa, Maryam; Hafifah, Cut Nurul; Pardede, Sudung Oloan; Trihono, Partini Pudjiastuti
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.63-8

Abstract

Obesitas pada anak makin meningkat dan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan di dunia. Umumnya anak dengan obesitas cenderung akan mengalami obesitas pula pada saat remaja dan dewasa yang menyebabkan peningkatan risiko mortalitas dan morbiditas. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak berusia di bawah 5 tahun yang mengalami overweight atau obesitas sebanyak 39 juta anak. Obesitas merupakan suatu kondisi patologis penumpukan energi dalam bentuk lemak. Bersamaan dengan itu, tubuh mengalami berbagai perubahan yang menyebabkan gangguan fungsi organ. Hal tersebut terjadi karena perubahan sistemik pada hemodinamik, metabolik, dan lipotoksisitas. Kondisi ini menyebabkan tubuh anak yang obes mengalami peningkatan kadar stres oksidatif dan faktor inflamasi disertai penurunan kadar antioksidan, yang kemudian berdampak terhadap terjadinya resistensi insulin, disfungsi endotel, serta kerusakan struktur jaringan, dan fungsi organ, salah satunya ginjal. Penyakit ginjal yang banyak ditemukan terkait dengan obesitas pada anak, di antaranya adalah: hipertensi, glomerulopati, tubulopati, batu ginjal, infeksi saluran kemih, keganasan, hingga penyakit ginjal stadium akhir, atau gagal ginjal. Tulisan ini membahas obesitas pada anak dan risiko penyakit ginjal yang dapat terjadi. Dengan demikian diharapkan tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan dapat menerapkan upaya pencegahan obesitas sedini mungkin, sebelum menimbulkan komplikasi yang mengenai berbagai organ tubuh, termasuk ginjal.
Peran Pelayanan Paliatif dan Suportif pada Pasien Kanker Anak Murti Andriastuti
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.278-82

Abstract

Kanker masih menjadi penyebab kematian utama pada anak. Angka kesintasan pasien kanker anak di negara berkembang masih jauh di bawah angka kesintasan pasien kanker anak di negara maju. Banyak faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut, antara lain belum tersedianya sarana pengobatam transplantasi sumsum tulang sebagai opsi dalam tata laksana lanjutan kanker anak sehingga sangat penting peran pelayanan paliatif dan suportif dalam menunjang kualitas hidup pasien. Pelayanan paliatif dan suportif berfokus pada penanganan gejala akibat penyakit dan terapi yang diberikan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan pendekatan holistik. Perlunya pemahaman yang baik mengenai pelayanan paliatif dan suportif, kolaborasi dari berbagai pihak (multidisiplin) menjadi hal penting dalam memberikan pelayanan paliatif dan suportif yang optimal bagi pasien kanker anak dan keluarganya.
Hubungan Penyakit yang Mendasari dengan Status Antropometri pada Pasien Poli Anak Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang Alifia, Rania Sofie; Puryatni, Anik; Melinda, Melinda; Tjahjono, Harjoedi Adji
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.1-8

Abstract

Latar belakang. Status antropometri merupakan parameter nutrisi anak yang dinilai berdasarkan indeks antropometri sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa status antropometri berkaitan dengan penyakit infeksi dan non-infeksi melalui beberapa mekanisme.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit yang mendasari, baik infeksi maupun non-infeksi, dengan status antropometri.Metode. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan kohort. Sampel diambil dari data registrasi pasien di poli anak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang selama periode Agustus 2022 hingga Oktober 2022. Kriteria inklusi adalah pasien yang berusia 0-18 tahun, menderita penyakit infeksi atau non-infeksi, dan memiliki catatan medis lengkap. Pasien dengan catatan medis yang tidak lengkap atau menderita penyakit infeksi dan non-infeksi sekaligus dikeluarkan dari penelitian.Hasil. Dari 532 anak yang menjadi sampel, sebagian besar berusia 5-18 tahun (56,77%) dan menderita penyakit non-infeksi (82,89%). Sebagian besar anak dengan penyakit infeksi memiliki berat badan normal (61,9%), tinggi normal (54,8%), dan status gizi baik (76,2%) pada usia 0-60 bulan, serta status gizi baik (67,3%) pada usia 5-18 tahun. Anak dengan penyakit non-infeksi juga sebagian besar memiliki berat badan normal (63,3%), tinggi normal (54,8%), dan status gizi baik (66%) pada usia 0-60 bulan, serta status gizi baik (61,7%) pada usia 5-18 tahun. Metode analisis menggunakan uji likelihood menunjukkan bahwa nilai p pada semua variabel lebih dari 0,05.Kesimpulan. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara penyakit yang mendasari, baik infeksi maupun non-infeksi, dengan status antropometri pada anak.
Analisis Faktor - Faktor yang Memengaruhi Pemberian Imunisasi Campak Rubella pada Balita Usia 9–24 Bulan: Studi Kasus di Puskesmas Banda Raya Muslim, Siti Chairunnisa; Salawati, Liza; Hajar, Sitti; Yani, Muhammad; Liansyah, Tita Menawati
Sari Pediatri Vol 25, No 6 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.6.2024.378-84

Abstract

Latar belakang. Kasus penyakit campak rubella pada tahun 2020 di Banda Aceh sebanyak 15 kasus, sedangkan cakupan imunisasi campak rubella di Kecamatan Banda Raya pada tahun 2021 hanya sebesar 18% dan angka tersebut masih di bawah angka rekomendasi World Health Organization, yakni cakupan tiap dosis imunisasi campak rubella sebesar ?95%.Tujuan. Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak rubella pada balita usia 9–24 bulan di Puskesmas Banda Raya di Kota Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan kuesioner dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak/Kartu Menuju Sehat. Jumlah sampel sebanyak 47 orang ibu yang memiliki anak usia 9–24 bulan dengan accidental sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan Chi-square test.Hasil. Sebanyak 32 balita (68,1%) tidak mendapatkan imunisasi campak rubella. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan ibu, sikap ibu dan dukungan suami dengan imunisasi campak rubella. Sementara usia ibu dan status pekerjaan ibu tidak terdapat hubungan dengan imunisasi campak rubella pada balita usia 9–24 bulan di Puskesmas Banda Raya tahun 2022.Kesimpulan. Faktor–faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak rubella pada balita usia 9–24 bulan di Puskesmas Banda Raya tahun 2022 adalah usia, tingkat pengetahuan, pendidikan, sikap dan dukungan suami.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue