cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
ANALISIS SISTEM KOMODITAS PALA INDONESIA Heryanto, Mahra Arari; Nugraha, Adi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.69853

Abstract

AbstrakPala merupakan komoditas strategis Indonesia yang memiliki posisi dominan dalam pasar global, namun dinamika produksinya menunjukkan pola fluktuatif dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi struktural dalam sistem komoditas pala global mempengaruhi dinamika produksi dan keputusan pada unit mikro petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di sentra produksi pala di Kabupaten Fakfak (Papua Barat) dan Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan berpikir sistem dengan alat Causal Loop Diagram (CLD) untuk mengidentifikasi struktur umpan balik dalam sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komoditas pala dibentuk oleh interaksi antara subsistem budidaya, pasar domestik, dan pasar internasional melalui mekanisme reinforcing dan balancing loops. Harga ekspor sebagai variabel eksternal memengaruhi harga produsen dan pendapatan petani, yang kemudian membentuk keputusan perawatan, penanaman baru, dan replanting. Namun, respons produksi bersifat tertunda akibat adanya jeda biologis 5–7 tahun pada fase Tanaman Belum Menghasilkan menuju Tanaman Menghasilkan. Interaksi antara penguatan berbasis insentif ekonomi dan penyeimbangan berbasis stok, biaya, pasokan global, serta penuaan tanaman menghasilkan pola perilaku siklikal dalam jangka menengah dan panjang. Dengan demikian, dinamika produksi pala Indonesia merupakan hasil struktur sistem yang endogen, di mana keputusan mikro petani tidak dapat dipisahkan dari tekanan pasar global dan karakter biologis tanaman berumur panjang.Kata kunci: struktur, perkebunan, dinamika produksi, komoditas.Abstract Nutmeg is a strategic commodity for Indonesia with a dominant position in the global market; however, its production dynamics exhibit long-term fluctuations. This study aims to analyze how structural interactions within the global nutmeg commodity system influence production dynamics and decision-making at the micro-level of farmers. A qualitative case study approach was employed in major nutmeg-producing regions, namely Fakfak Regency (West Papua) and Central Halmahera Regency (North Maluku). Data were analyzed using a system thinking approach through the development of a Causal Loop Diagram (CLD) to identify the endogenous feedback structure underlying the system The findings reveal that the nutmeg commodity system is shaped by interactions among the cultivation subsystem, the domestic market, and the international market through reinforcing and balancing feedback loops. Export prices, as an external variable, influence producer prices and farmers’ income, which subsequently shape decisions on crop maintenance, new planting, and replanting. However, production responses are delayed due to the biological lag of 5–7 years between the immature and productive stages of nutmeg trees. The interaction between economically driven reinforcing loops and balancing mechanisms related to stock availability, production costs, global supply, and plant aging generates cyclical behavior in medium- and long-term production dynamics. Indonesia’s nutmeg production dynamics therefore emerge from an endogenous system structure in which micro-level farmer decisions are inseparable from global market pressures and the biological characteristics of a long-lived perennial crop.Keywords: structure, plantation, production dynamics, commodity.
ANALISIS PREFERENSI NASABAH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) PENJUAL TANAMAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI BRIMO PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK sibuea, yohana; Ramly, Amir Tengku; Hidayah, Zainur
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.69477

Abstract

Perkembangan layanan perbankan digital mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan sistem transaksi non-tunai yang lebih efisien dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi nasabah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual tanaman terhadap penggunaan aplikasi BRImo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di BRI Cabang Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku UMKM penjual tanaman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konjoin untuk mengukur tingkat kepentingan relatif (importance value) dan nilai utilitas (part-worth utility) dari lima atribut utama, yaitu kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur UMKM, keamanan transaksi, biaya transaksi, dan promosi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan atribut paling dominan dengan tingkat kepentingan sebesar 28,6%, diikuti oleh kelengkapan fitur UMKM (24,1%) dan keamanan transaksi (21,3%). Nilai utilitas tertinggi terdapat pada level “sangat mudah digunakan”, “fitur lengkap”, dan “keamanan tinggi”. Sementara itu, biaya transaksi dan promosi digital memiliki pengaruh yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM penjual tanaman bersikap rasional dan fungsional dalam mengadopsi BRImo dengan memprioritaskan efisiensi operasional dan dukungan langsung terhadap aktivitas usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan BRImo yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM sektor pertanian.
CONSUMERS’ PREFERENCE AND WILLINGNESS TO PAY FOR RED PALM OIL AS ALTERNATIVE COOKING OIL: CHOICE-BASED CONJOINT ANALYSIS Fatihaturrizqi, Aini Al; Pratama, Bayu Rizky; Santoso, Syahlaa' Salsabila Putri; Fitrianita, Syifa; Supriatna, Aulia Rahman; Alfath, Muhammad
Agricore Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.70823

Abstract

AbstractIndonesia’s heavy reliance on palm cooking oil has significant implications for national food security. The 2022 palm oil shortage exposed vulnerabilities in supply chains, triggering sharp price volatility, panic buying, and reduced access for low-income households. In response, Red Palm Oil (RPO) emerges as a potential alternative, offering enhanced nutritional value through β-carotene and vitamin E. However, market acceptance of RPO remains limited, primarily due to low consumer awareness and resistance to its distinct red color compared to conventional cooking oil. This study aims to analyze consumers’ willingness to pay (WTP) for RPO and to evaluate the effectiveness of differentiated marketing strategies, including health-claim labeling and integrated nutritional and processing information, in improving consumer acceptance. A choice-based conjoint analysis was employed, and preferences were estimated using a conditional logit model based on data from 200 household respondents in Brebes, Central Java. The experimental design utilized fractional factorial and orthogonal arrays to construct choice sets. The results reveal that intrinsic attributes, such as red color and strong taste, negatively influence consumer preferences. In contrast, extrinsic attributes, particularly the combination of nutritional and processing information labels along with health claims, significantly enhance consumer acceptance (β= 0.513) and increase willingness to pay (WTP = Rp 18,876). These findings highlight the importance of effective labeling strategies and consumer education in promoting RPO adoption. Strengthening information delivery through integrated labeling can serve as a key policy and marketing instrument to support food diversification and improve nutritional outcomes in Indonesia.CONSUMERS’ PREFERENCE AND WILLINGNESS TO PAY FOR RED PALM OIL AS ALTERNATIVE COOKING OIL: CHOICE-BASED CONJOINT ANALYSIS
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DI PERKOTAAN DALAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Wardani, Suci Melia; Budiawati, Yeni; Mulyati, Sri
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68472

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) D’Shafa di wilayah perkotaan dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian dilakukan di Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi yang melibatkan 30 responden yang merupakan anggota KWT D’Shafa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberdayaan perempuan, yang diukur menggunakan Women Empowerment in Agriculture Index (WEAI), sedangkan variabel dependen adalah ketahanan pangan rumah tangga, yang diukur menggunakan Food Insecurity Experience Scale (FIES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan KWT meliputi urban farming dan usaha katering rumahan, yang memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan ketersediaan pangan rumah tangga. Namun, berdasarkan analisis regresi logistik biner, pemberdayaan yang dilakukan tidak menunjukkan pengaruh signifikan—baik secara simultan maupun parsial—dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Hasil ini sesuai dengan kondisi lapangan, di mana sebagian besar rumah tangga tidak sepenuhnya bergantung pada hasil pemberdayaan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pemberdayaan perempuan di sektor pertanian perkotaan memiliki potensi dalam memperkuat ekonomi rumah tangga, diperlukan strategi yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal. Selain itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan mitra terkait dalam bentuk pelatihan, permodalan, dan jejaring usaha menjadi penting untuk memperkuat dampak pemberdayaan secara menyeluruh.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan, FIES, WEAI.Abstract This study aims to analyze the empowerment of the D'Shafa Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) in urban areas in enhancing household food security. The research was conducted in Malaka Sari Sub-district, Duren Sawit District, East Jakarta, using a descriptive quantitative approach. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations involving 30 respondents who are members of the D'Shafa KWT. The independent variabel in this study is women's empowerment, measured using the Women Empowerment in Agriculture Index (WEAI), while the dependent variabel is household food security, assessed through the Food Insecurity Experience Scale (FIES). The findings indicate that empowerment activities conducted by the KWT include urban farming and home-based catering businesses, which positively impact household income and food availability. However, based on binary logistic regression analysis, the empowerment carried out did not show a significant effect—neither simultaneously nor partially—on improving household food security. This result aligns with field conditions, where most households are not fully reliant on the empowerment outcomes to meet their food needs. This research highlights that while women's empowerment in the urban agricultural sector holds potential for strengthening household economies, it requires more intensive and sustainable strategies to optimally achieve food security outcomes. Keywords: women farmers group, food security, empowerment, FIES, WEAI
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN NILAI PELANGGAN PADA PEMASARAN DIGITAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA USAHA CYCLEVALUE DI KOTA MAKASSAR) Zunia Syafitri, Noor Aeni; Zain, Majdah Muhyiddin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67855

Abstract

Abstrak Strategi pengembangan bisnis terus mengalami perubahan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai dan keberlanjutan usaha. Media sosial memainkan peran penting dalam lanskap bisnis di Indonesia termasuk sektor agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan nilai pelanggan dan loyalitas pada usaha agribisnis Cyclevalue di Kota Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana media sosial berkontribusi terhadap pembentukan nilai pelanggan yang terdiri atas nilai fungsional, psikologis, dan moneter melalui model AIDLA (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data primer diperoleh melalui kuesioner kepada pelanggan Cyclevalue dan dianalisis menggunakan Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap dimensi nilai pelanggan dan loyalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial memiliki peran positif hingga sangat positif terhadap pembentukan nilai pelanggan dan loyalitas pada setiap tahap AIDLA. Nilai pelanggan yang tinggi mempengaruhi pada meningkatnya loyalitas dan advokasi pelanggan terhadap merek Cyclevalue. Temuan ini memperkuat teori bahwa media sosial berfungsi sebagai alat strategis dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM agribisnis.Kata kunci: Agribisnis, AIDLA, Media Sosial, Nilai Pelanggan, Pemasaran Digital.Abstract Business development strategies continue to evolve in an effort to increase business value and sustainability. Social media plays an important role in the business landscape in Indonesia, including the agribusiness sector. This study aims to analyze the role of social media in increasing customer value and loyalty in the Cyclevalue agribusiness in Makassar City. The problem identified is how social media contributes to the formation of customer value, which consists of functional, psychological, and monetary value through the AIDLA model (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). This study uses a quantitative descriptive method, with primary data obtained through a questionnaire for Cyclevalue customers and analyzed using a Likert scale to measure respondents' perceptions of customer value and loyalty dimensions. The results show that social media has a positive to very positive role in the formation of customer value and loyalty at each stage of AIDLA. High customer value influences increased customer loyalty and advocacy towards the Cyclevalue brand. These findings reinforce the theory that social media serves as a strategic tool in building relationships with customers. This study contributes to the development of digital marketing strategies for agribusiness MSMEs. Keywords: Agribusiness, AIDLA, Customer Value, Digital Marketing, Social Media. 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PANEN DI PT. REZEKI KENCANA PRIMA Obagu, Julianus; Kurniati, Dewi; Hutajulu, Josua Parulian
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67125

Abstract

Abstrak Dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi motivasi dan produktivitas. Gaya kepemimpinan yang efektif dan kompensasi yang adil merupakan dua faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja karyawan secara signifikan. Oleh karena itu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana gaya kepemimpinan dan kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan panen di PT. Rezeki Kencana Prima.Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif asosiatif Kuesioner berfungsi sebagai instrumen pokok dalam proses pengumpulan data. pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh dengan melibatkan 30 responden dan metode regresi linear berganda untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Analisis linear berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan panen Divisi 1 PT. Rezeki Kencana Prima. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh perusahaan terbukti dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui sikap teladan dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan oleh para pemimpin, sementara kompensasi yang diberikan berperan penting dalam meningkatkan semangat dan motivasi kerja karyawan.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan; Kinerja Karyawan; Kompensasi.Abstract In an effort to improve employee performance, companies need to consider various factors that can influence motivation and productivity. Effective leadership style and fair compensation are two important factors that can significantly affect employee performance. Therefore, the main objective of this study is to determine the extent to which leadership style and compensation influence the performance of harvest employees at PT. Rezeki Kencana Prima. This research uses a quantitative approach with a descriptive associative design, where a questionnaire serves as the primary instrument for data collection. A saturated sampling technique was used, involving 30 respondents, and multiple linear regression methods were applied to examine the impact of leadership style and compensation on employee performance. The analysis shows that there is a significant influence of leadership style and compensation on the performance of harvest employees in Division 1 PT. Rezeki Kencana Prima. The leadership style applied by the company has proven to enhance employee performance through exemplary behaviour and a sense of responsibility demonstrated by the leaders, while the compensation provided plays a key role in boosting employees' enthusiasm and work motivation.Keywords: Compensation; Employee Performance; Leadership Style.
INTEGRASI DIGITALISASI PANEN DAN MANAJEMEN RANTAI PASOK TERHADAP EFISIENSI OPERASIONAL DAN KINERJA FINANSIAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS PT MUSTIKA SEMBULUH) Riyanto, Agus; Putri, Dindy Darwanti; Mulyani, Altri
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69924

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis pengaruh integrasi digitalisasi panen dan sistem manajemen rantai pasok (Supply Chain Management/SCM) terhadap efisiensi operasional serta dampaknya pada kinerja finansial perkebunan kelapa sawit di PT Mustika Sembuluh. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya keterlambatan pencatatan panen, potensi ketidakakuratan data, dan inefisiensi distribusi Tandan Buah Segar (TBS) ke pabrik, yang berdampak pada kualitas informasi operasional dan kinerja perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research terhadap 120 responden, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi panen dan SCM berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional. Selanjutnya, efisiensi operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja finansial. Digitalisasi panen dan SCM juga berpengaruh langsung terhadap kinerja finansial, serta efisiensi operasional terbukti memediasi secara signifikan hubungan kedua variabel tersebut terhadap kinerja finansial. Model penelitian memiliki kemampuan penjelasan dan prediksi yang baik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi digitalisasi panen dan pengelolaan rantai pasok yang efektif merupakan faktor strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kinerja finansial perusahaan perkebunan kelapa sawit.Kata kunci: Digitalisasi Panen, Supply Chain Management, Efisiensi Operasional, Kinerja Finansial, Kelapa Sawit.Abstract This study examines the effects of integrating harvest digitalization and Supply Chain Management (SCM) on operational efficiency and their implications for the financial performance of an oil palm plantation at PT Mustika Sembuluh. The research is motivated by persistent operational issues, including delays in harvest recording, potential data inaccuracies, and inefficiencies in the distribution of Fresh Fruit Bunches (FFB) to the mill, which undermine the quality of operational information and firm performance. A quantitative explanatory design was employed involving 120 respondents and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that both harvest digitalization and SCM have positive and significant effects on operational efficiency. Operational efficiency, in turn, has a positive and significant effect on financial performance. Harvest digitalization and SCM also exert direct effects on financial performance, while operational efficiency significantly mediates these relationships. The model demonstrates good explanatory and predictive power. These findings highlight that integrating harvest digitalization with effective supply chain management is a strategic lever to enhance operational efficiency and strengthen the financial performance of oil palm plantation companies.Keywords: Harvest Digitalization, Supply Chain Management, Operational Efficiency, Financial Performance, Oil Palm.
ANALISIS TIME SERIES UNTUK PREDIKSI HARGA TEMBAKAU DI PROVINSI JAWA TIMUR Rahman, Rena Yunita; Wulandari, Yonani; Ubaidillah, Muchamad Faqih; Shafwana, Nararya Agriodyuta
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.64121

Abstract

AbstrakTembakau (Nicotiana tabacum) merupakan salah satu komoditas dalam sektor perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Produksi tembakau di Jawa Timur pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun harga jual komoditas ini cenderung fluktuatif dalam 5 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui peninjauan dokumen terdahulu. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, berupa data deret waktu mengenai harga tembakau dari tahun 2015-2022. Analisis data menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil peramalan menunjukkan bahwa harga tembakau di Provinsi Jawa Timur mengalami tren peningkatan dari tahun 2023 hingga 2026. Kenaikan harga ini dipicu oleh peningkatan permintaan tembakau yang terus berlangsung setiap tahun.Kata Kunci: Peramalan, Tembakau, ARIMAAbstract Tobacco (Nicotiana tabacum) is one of the commodities in the plantation sector that has an important role in the Indonesian economy. Tobacco production in East Java in 2023 showed an increase compared to the previous year, but the selling price of this commodity tends to fluctuate in the last 5 years. Data collection techniques were carried out through reviewing previous documents. The type of data used is secondary data, in the form of time series data on tobacco prices from 2015-2022. Data analysis used the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. The forecasting results show that tobacco prices in East Java Province experienced an increasing trend from 2023 to 2026. This price increase is triggered by an increase in demand for tobacco that continues every year. Keywords: Forecasting, Tobacco, ARIMA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN JENEPONTO sheti, sulva; Musdalipa, Musdalipa; Rahman, Syamsul; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69532

Abstract

Abstrak Jagung adalah komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Jeneponto. Desa Gunung Silanu merupakan salah satu daerah yang menghasilkan jagung hibrida, namun penggunaan faktor-faktor produksi masih kurang optimal, sehingga memengaruhi hasil usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jenis benih yang digunakan, penggunaan pupuk, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dari 30 petani jagung hibrida yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan model fungsi produksi Coob-Dauglas, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, semua faktor independen memengaruhi produksi jagung menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai F-hitung sebesar 22,659 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil analisis Secara parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung, sedangkan penggunaan benih dan pupuk tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien determinasi (R²) sebesar 0,825 menunjukkan bahwa 82,5% perubahan produksi jagung dapat dijelaskan terhadap faktor-faktor yang diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pengelolaan faktor-faktor produksi perlu dioptimalkan, terutama luas lahan, pengalaman para petani, dan tenaga kerja, agar produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu dapat meningkat.Kata kunci: Jagung Hibrida, Faktor Produksi, Produksi Jagung, Regresi Linear Berganda, Jeneponto.Abstract Corn is an important commodity that plays a major role in the regional economy, especially in Jeneponto Regency. Gunung Silanu Village is one of the areas that produces hybrid corn, but the use of production factors is still less than optimal, thus affecting agricultural business results. This study aims to determine the effect of land area, type of seed used, fertilizer use, farming experience, and number of workers on hybrid corn production in Gunung Silanu Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, using a quantitative method with a case study approach. Data were taken from 30 hybrid corn farmers selected by purposive sampling, then analyzed using multiple linear regression using the Coob-Dauglas production function model, the results of the study showed that simultaneously, all independent factors affecting corn production showed a significant influence with an F-count value of 22.659 with a significance level of 0.000. The results of the partial analysis showed that land area, farming experience, and number of workers had a significant effect on corn production, while the use of seeds and fertilizers did not show a significant effect on production. The analysis results showed that the coefficient of determination (R²) of 0.825 indicated that 82.5% of changes in corn production could be explained by the factors studied. The conclusion of this study states that the management of production factors needs to be optimized, especially land area, farmer experience, and labor, so that hybrid corn production in Gunung Silanu Village can increase.Keywords: Hybrid Corn, Production Factors, Corn Production, Multiple Linear Regression, Jeneponto.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI KAKAO SAMBUNG PUCUK DI DESA KOTANAGAYA, KECAMATAN BOLANO LAMBUNU, KABUPATEN PARIGI MOUTONG Faturahman, Gilang; Imran, Supriyo; Bempah, Irwan
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67961

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan mengkaji karakteristik pelaku usahatani, konfigurasi operasional usahatani, dan viabilitas finansial komoditas kakao yang direhabilitasi melalui metode sambung pucuk di Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, yang melibatkan wawancara dan kuesioner pada 23 responden yang ditetapkan melalui simple random sampling. Penilaian kelayakan ekonomi dilakukan dengan mengaplikasikan indikator Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), serta Payback Period (PP). Hasil analisis menegaskan bahwa sistem usahatani kakao sambung pucuk berada dalam kondisi layak secara finansial, tercermin dari nilai NPV yang positif, rasio Net B/C dan Gross B/C yang melebihi satu, IRR yang melampaui suku bunga acuan, serta periode pengembalian investasi yang relatif singkat. Dengan demikian, teknik sambung pucuk terbukti meningkatkan efisiensi agronomis dan profitabilitas, sekaligus memiliki potensi untuk diadopsi secara lebih luas dalam program rehabilitasi kakao di daerah lain.Kata kunci: Kelayakan Finansial, Kakao Sambung Pucuk, Usahatani.AbstractThis study aims to examine the characteristics of farmers, farm operational configurations, and financial viability of cocoa commodities rehabilitated through the grafting method in Kotanagaya Village, Bolano Lambunu District, Parigi Moutong Regency. The study used a quantitative descriptive design with a survey approach, involving interviews and questionnaires with 23 respondents selected through simple random sampling. Economic feasibility assessment was conducted by applying the indicators of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The analysis results confirmed that the grafted cocoa farming system is in a financially viable condition, reflected by a positive NPV value, Net B/C and Gross B/C ratios exceeding one, an IRR exceeding the benchmark interest rate, and a relatively short investment payback period. Thus, the grafting technique has been proven to increase agronomic efficiency and profitability, while also having the potential for wider adoption in cocoa rehabilitation programs in other regions.Keywords: Financial Feasibility, Cocoa Top Grafting, Farming.