cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
ANALISIS SISTEM KOMODITAS PALA INDONESIA Heryanto, Mahra Arari; Nugraha, Adi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.69853

Abstract

AbstrakPala merupakan komoditas strategis Indonesia yang memiliki posisi dominan dalam pasar global, namun dinamika produksinya menunjukkan pola fluktuatif dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi struktural dalam sistem komoditas pala global mempengaruhi dinamika produksi dan keputusan pada unit mikro petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di sentra produksi pala di Kabupaten Fakfak (Papua Barat) dan Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan berpikir sistem dengan alat Causal Loop Diagram (CLD) untuk mengidentifikasi struktur umpan balik dalam sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komoditas pala dibentuk oleh interaksi antara subsistem budidaya, pasar domestik, dan pasar internasional melalui mekanisme reinforcing dan balancing loops. Harga ekspor sebagai variabel eksternal memengaruhi harga produsen dan pendapatan petani, yang kemudian membentuk keputusan perawatan, penanaman baru, dan replanting. Namun, respons produksi bersifat tertunda akibat adanya jeda biologis 5–7 tahun pada fase Tanaman Belum Menghasilkan menuju Tanaman Menghasilkan. Interaksi antara penguatan berbasis insentif ekonomi dan penyeimbangan berbasis stok, biaya, pasokan global, serta penuaan tanaman menghasilkan pola perilaku siklikal dalam jangka menengah dan panjang. Dengan demikian, dinamika produksi pala Indonesia merupakan hasil struktur sistem yang endogen, di mana keputusan mikro petani tidak dapat dipisahkan dari tekanan pasar global dan karakter biologis tanaman berumur panjang.Kata kunci: struktur, perkebunan, dinamika produksi, komoditas.Abstract Nutmeg is a strategic commodity for Indonesia with a dominant position in the global market; however, its production dynamics exhibit long-term fluctuations. This study aims to analyze how structural interactions within the global nutmeg commodity system influence production dynamics and decision-making at the micro-level of farmers. A qualitative case study approach was employed in major nutmeg-producing regions, namely Fakfak Regency (West Papua) and Central Halmahera Regency (North Maluku). Data were analyzed using a system thinking approach through the development of a Causal Loop Diagram (CLD) to identify the endogenous feedback structure underlying the system The findings reveal that the nutmeg commodity system is shaped by interactions among the cultivation subsystem, the domestic market, and the international market through reinforcing and balancing feedback loops. Export prices, as an external variable, influence producer prices and farmers’ income, which subsequently shape decisions on crop maintenance, new planting, and replanting. However, production responses are delayed due to the biological lag of 5–7 years between the immature and productive stages of nutmeg trees. The interaction between economically driven reinforcing loops and balancing mechanisms related to stock availability, production costs, global supply, and plant aging generates cyclical behavior in medium- and long-term production dynamics. Indonesia’s nutmeg production dynamics therefore emerge from an endogenous system structure in which micro-level farmer decisions are inseparable from global market pressures and the biological characteristics of a long-lived perennial crop.Keywords: structure, plantation, production dynamics, commodity.
ANALISIS PREFERENSI NASABAH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) PENJUAL TANAMAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI BRIMO PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK sibuea, yohana; Ramly, Amir Tengku; Hidayah, Zainur
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.69477

Abstract

Perkembangan layanan perbankan digital mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan sistem transaksi non-tunai yang lebih efisien dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi nasabah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual tanaman terhadap penggunaan aplikasi BRImo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di BRI Cabang Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku UMKM penjual tanaman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konjoin untuk mengukur tingkat kepentingan relatif (importance value) dan nilai utilitas (part-worth utility) dari lima atribut utama, yaitu kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur UMKM, keamanan transaksi, biaya transaksi, dan promosi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan atribut paling dominan dengan tingkat kepentingan sebesar 28,6%, diikuti oleh kelengkapan fitur UMKM (24,1%) dan keamanan transaksi (21,3%). Nilai utilitas tertinggi terdapat pada level “sangat mudah digunakan”, “fitur lengkap”, dan “keamanan tinggi”. Sementara itu, biaya transaksi dan promosi digital memiliki pengaruh yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM penjual tanaman bersikap rasional dan fungsional dalam mengadopsi BRImo dengan memprioritaskan efisiensi operasional dan dukungan langsung terhadap aktivitas usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan BRImo yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM sektor pertanian.