cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PEMUPUKAN KELAPA SAWIT: PERBANDINGAN METODE MANUAL DAN MEKANIS DI PT BUMI SAWIT KENCANA, KALIMANTAN TENGAH Riyanto, Agus; Santoso, Jaka; Putri, Dindy Darmawati
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.70055

Abstract

AbstrakPemupukan merupakan salah satu komponen biaya utama dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan berpengaruh terhadap kinerja produksi tanaman. Dalam praktiknya, pemupukan manual masih banyak diterapkan sehingga membutuhkan tenaga kerja besar dan biaya operasional yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya pemupukan kelapa sawit melalui perbandingan metode pemupukan manual dan mekanis di PT Bumi Sawit Kencana, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis struktur biaya yang didukung oleh observasi lapangan, pengukuran waktu kerja, dan wawancara dengan operator serta pengawas pemupukan. Analisis difokuskan pada kebutuhan tenaga kerja, kapasitas kerja, kecepatan operasional, dan biaya pemupukan per hektare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan mekanis mampu menurunkan kebutuhan tenaga kerja dan mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga berdampak pada penurunan biaya pemupukan. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisasi pemupukan merupakan strategi manajerial yang efektif untuk meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit berskala besar. Hasil ini dapat menjadi referensi praktis bagi manajemen dalam merancang kebijakan pemupukan yang lebih efisien dan berkelanjutan.Kata kunci: Efisiensi Biaya, Manajemen Pemupukan, Mekanisasi, Produktivitas Tenaga Kerja, Perkebunan Kelapa SawitAbstract Fertilization is a major cost component in oil palm plantation management and plays an important role in determining production performance. In many plantations, fertilization is still carried out manually, resulting in high labor dependency and increased operational costs. This study aims to analyze the cost efficiency of oil palm fertilization by comparing manual and mechanized application methods at PT Bumi Sawit Kencana, Central Kalimantan. A quantitative descriptive approach was applied using cost structure analysis supported by field observations, time measurements, and interviews with fertilization operators and supervisors. The analysis focused on labor requirements, work capacity, operational speed, and fertilization costs per hectare. The results show that mechanized fertilization reduces labor requirements and shortens work duration, leading to lower fertilization costs compared to manual methods. These findings indicate that fertilization mechanization is an effective managerial strategy to improve cost efficiency and labor productivity in large-scale oil palm plantations. The results also provide practical references for plantation management in formulating more efficient fertilization policies.Keywords: cost efficiency, fertilization management, mechanization, labor productivity, oil palm plantation
ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINYAK GORENG MINYAKITA (SUATU KASUS IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MAJASARI DAN KECAMATAN SAKETI, KABUPATEN PANDEGLANG) Budiawati, Yeni; Afrianti, Nadila; Buhari, Ahmad
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.66914

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden dan menganalisis pengaruh variabel citra merek, harga, dan kualitas produk baik secara simultan maupun parsial terhadap keputusan pembelian minyak goreng Minyakita di Kecamatan Majasari dan Saketi.  Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik responden dilihat berdasarkan usia, pendidikan, dan pengeluaran rumah tangga. Hasil uji F adalah 20.002 > 3.23 dan memiliki nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti bahwa variabel citra merek, harga, dan kualitas produk secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian Minyakita di Kecamatan Majasari dan Saketi, Kabupaten Pandeglang secara simultan.  bahwa variabel citra merek tidak memiliki pengaruh parsial yang signifikan karena nilai t yang dihitung diperoleh lebih kecil dari nilai t-tabel, yaitu 0.111 < 2.018, dan memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 atau 0.912 > 0.05.  Sementara itu, variabel harga memiliki nilai t > t-tabel atau 2.034 > 2.018 dan nilai signifikansi 0.049 < 0.05. Kualitas produk memiliki nilai t-tabel > t-hitung atau 5.380 > 2.018 dan nilai signifikan 0.000 < 0.05, sehingga variabel harga dan kualitas secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian Minyakita di Kecamatan Majasari dan Saketi, Kabupaten Pandeglang.Kata Kunci: Citra Merek, Harga, Kualitas Produk, Minyakita, Minyak Goreng.AbstractThis study aims to knowing the characteristics of the respondent and analyze the influence of brand image, price, and product quality variables both simultaneously and partially on the purchasing decision of Minyakita in Majasari and Saketi Districts. The result of this study is characteristics of the respondents are viewed based on age, education, and household expenses. The F-test results are 20.002 > 3.23 and have a significant value of 0.000 < 0.05, meaning that the variables of brand image, price, and product quality significantly influence the purchasing decision of Minyakita in Majasari and Saketi Districts, Pandeglang Regency simultaneously. that the brand image variable does not have a significant partial effect because the calculated t-value obtained is smaller than the t-table value, which is 0.111 < 2.018, and has a significance value greater than 0.05 or 0.912 > 0.05. Meanwhile, the price variable has a t-value > t-table or 2.034 > 2.018 and a significant value of 0.049 < 0.05. The quality of the product has a t-table value > t-count or 5.380 > 2.018 and a significant value of 0.000 < 0.05, so the price and product quality variables significantly affect the purchasing decision of Minyakita in Majasari and Saketi Districts, Pandeglang Regency.Keywords: Brand Image, Price, Product Quality, Minyakita, Cooking Oil.
DETERMINASI PERILAKU KONSUMEN DALAM KONSUMSI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) (Tinjauan Literatur Berbasis Studi Empiris) Khumaeroh, Karina Indah; Pangau, Stefanny Liberta; Yusuf, Farhan Maulana; Chandra, Jastin Ade; Dewi, Intani
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.70023

Abstract

Abstrak Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang dikonsumsi secara luas dan memiliki permintaan yang cenderung stabil meskipun terjadi fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi perilaku konsumsi cabai merah serta menjelaskan determinan ekonomi dan non-ekonomi berdasarkan temuan studi empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review (SLR) terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Proses kajian dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur untuk memperoleh temuan yang komprehensif dan terstruktur. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif guna mengidentifikasi pola temuan, kecenderungan, serta konsistensi hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendapatan dan kebiasaan konsumsi merupakan faktor paling dominan dalam memengaruhi perilaku konsumsi cabai merah. Harga dan atribut produk seperti kesegaran, warna, ukuran, dan tingkat kepedasan tetap berpengaruh, namun cenderung berperan sebagai faktor penyesuaian dalam keputusan pembelian. Respons konsumen terhadap fluktuasi harga bersifat adaptif, yaitu melalui penyesuaian jumlah pembelian tanpa menghentikan konsumsi secara keseluruhan. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyusunan sintesis terintegrasi mengenai determinan perilaku konsumsi cabai merah dari berbagai studi empiris, sehingga memberikan pemahaman yang lebih sistematis mengenai pola perilaku konsumen serta karakteristik permintaan yang relatif inelastis.Kata kunci: Perilaku Konsumen, Cabai Merah, Permintaan, Elastisitas Harga, Kebiasaan KonsumsiAbstractRed chili (Capsicum annuum L.) is an important horticultural commodity that is widely consumed and exhibits relatively stable demand despite price fluctuations. This study aims to identify the dominant factors influencing red chili consumption behavior and to explain both economic and non-economic determinants based on empirical studies. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review (SLR) method on relevant national and international journal articles. The review process involves identification, selection, evaluation, and synthesis of the literature to generate comprehensive and structured findings. The analysis is conducted using a descriptive-comparative approach to identify patterns, trends, and consistency across previous studies. The results indicate that income and consumption habits are the most dominant factors affecting red chili consumption behavior. Price and product attributes such as freshness, color, size, and spiciness also influence consumer decisions, but tend to function as adjustment factors in purchasing behavior. Consumer responses to price fluctuations are adaptive, reflected in changes in purchase quantity without completely ceasing consumption. The scientific contribution of this study lies in providing an integrated synthesis of empirical findings on the determinants of red chili consumption behavior, offering a more systematic understanding of consumer behavior patterns and the relatively inelastic nature of demand.Keywords: Consumer Behavior, Red Chili, Demand, Price Elasticity, Consumption Habits
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT SANTRI BERUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Rahman, Nurul Umayyah; Bakri, Suardi; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68823

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat santri dalam berusaha di bidang pertanian di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra Soppeng yang merupakan pondok pesantren Umum tapi memiliki lahan dan greenhouse pertanian yang kurang termanfaatkan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas greenhouse yang tersedia, yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat santri terhadap sektor pertanian. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik proportional stratified random sampling, dan melibatkan 65 santri tingkat aliyah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berbasis kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diuji sikap terhadap pertanian, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, motivasi, pelatihan dan kewirausahaan,fasilitas pesantren, serta nilai-nilai Islam hanya variabel motivasi yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat santri dalam berusaha di bidang pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal merupakan faktor utama dalam menentukan minat santri, sementara faktor lingkungan belum memberikan kontribusi signifikan secara individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikologis dengan konteks pembelajaran pesantren, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai pembentukan minat santri terhadap usaha pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pemberdayaan dan program kewirausahaan pertanian yang lebih efektif di lingkungan pesantren.Kata kunci: Minat Santri, Motivasi, Kewirausahaan Pertanian, Pesantren, Faktor Internal.Abstract This study aims to analyze the factors influencing students’ interest in agricultural entrepreneurship at the Islamic Boarding School of Perguruan Islam Ganra Soppeng.The research was motivated by the underutilization of agricultural land and greenhouse facilities, which is presumed to be linked to the low interest of students in the agricultural sector. A descriptive quantitative approach was employed, using proportional stratified random sampling,involving 65 senior students as respondents.Data were collected through in-depth interviews guided by structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics,correlation tests, and multiple linear regression.The findings reveal that among all examined variables attitude toward agriculture, subjective norms, perceived behavioral control, motivation, training and entrepreneurship,pesantren facilities,and Islamic values only motivation had a significant partial effect on students’ interest in agricultural entrepreneurship.This result indicates that internal drive is the most influential determinant, while environmental factors do not significantly contribute individually. The novelty of this research lies in its integration of psychological constructs with the unique educational context of Islamic boarding schools, providing a comprehensive understanding of how students’ interest in agriculture is shaped. The findings are expected to serve as a foundation for designing more effective empowerment strategies and agricultural entrepreneurship programs within the pesantren environment.Keywords: Students’ Interest, Motivation, Agricultural Entrepreneurship, Islamic Boarding School, Internal Factors.
KEBERLANJUTAN RICE MILLING UNIT BERBASIS GREEN ECONOMI DAN MODEL BISNIS INKLUSIF DI PROVINSI BALI Paramarta, Pande Made Ari Ananta; Dewi, Luh Anggreni
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69762

Abstract

Abstrak Keberlanjutan Rice Milling Unit (RMU) menjadi langkah mendesak dalam menjaga ketahanan pangan dan daya saing beras lokal di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keberlanjutan usaha Rice Milling Unit serta merumuskan model bisnis inklusif berbasis Green Economy Management pada pengelolaan RMU. Jumlah responden sebanyak 252 orang ditentukan berdasarkan pendekatan sepuluh kali jumlah atribut penelitian. Analisis data menggunkan sustainability assesment yaitu metode Multidimensional Scaling (MDS) sustainability assesment. Hasil penelitian menunjukkan indeks keberlanjutan multidimensi sebesar 58,76 yang termasuk kategori cukup berkelanjutan. Dimensi lingkungan memiliki nilai tertinggi, sedangkan dimensi teknologi dan politik menjadi faktor pembatas utama. Uji Monte Carlo menunjukkan selisih nilai di bawah 5%, sehingga hasil analisis dinyatakan stabil dan reliabel. Berdasarkan analisis leverage menegaskan bahwa peningkatan keberlanjutan RMU memerlukan integrasi pembiayaan hijau, penguatan kemitraan petani, modernisasi teknologi hemat energi, pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular, dan kebijakan afirmatif. Model bisnis inklusif yang dirumuskan menempatkan RMU sebagai pusat integrasi antara petani, pemerintah, swasta, lembaga keuangan, dan pasar guna meningkatkan efisiensi, nilai tambah, dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.Kata kunci: Assessment, RMU, Multidimensional, Inklusif, Sustainability.Abstract The sustainability of Rice Milling Units (RMUs) is an urgent step in maintaining food security and the competitiveness of local rice in Bali Province. This study aims to determine the sustainability index of Rice Milling Unit businesses and formulate an inclusive business model based on Green Economy in RMU management. The number of respondents, 252 people, was determined based on an approach ten times the number of research attributes. Data analysis used the Multidimensional Scaling (MDS). The results showed a multidimensional sustainability index of 58.76, which is categorized as fairly sustainable. The environmental dimension has the highest value, while the technological and political dimensions are the main limiting factors. The Monte Carlo test showed a difference in values below 5%, so the analysis results are declared stable and reliable. Based on the leverage analysis, it confirms that increasing the sustainability of RMU requires the integration of green financing, strengthening farmer partnerships, modernizing energy-saving technologies, utilizing waste based on a circular economy, and affirmative policies. The formulated inclusive business model positions RMU as the center of integration between farmers, the government, the private sector, financial institutions, and markets to increase efficiency, added value, and regional food security in a sustainable manner.Keywords: Management, Rice, RMU, Multidimensional, Food.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG Fitri, Annisa; Komariyati, Komariyati; Oktoriana, Shenny
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.66722

Abstract

AbstrakCabai rawit (Capcisium frutescens L) merupakan tanaman semusim yang termasuk salah satu komoditas unggulan hortikultura yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Produksi cabai rawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan mengalami penurunan pada tahun 2020 hingga 2022. Hal tersebut terjadi karena kepemilikan luas lahan menurun, dampak perubahan cuaca serta pengaruh faktor produksi yang digunakan pada usahatani. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani cabai rawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan kabupaten Ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani cabai rawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Analisis data menggunakan metode analisis regresi fungsi Coob Douglas dengan alat analisis SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang yaitu faktor produksi benih, pupuk organik, pupuk npk, pupuk urea dan insektisida. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan. Sedangkan faktor produksi luas lahan, herbisida dan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi cabai rawit.Kata kunci: Produksi, Faktor produksi, Cabai rawit.AbstractCayenne pepper (Capsicum frutescens L) is an annual plant that is one of the leading horticultural commodities with very high economic value. Cayenne pepper production in Matan Hilir Selatan experienced a decline from 2020 to 2022. This is due to a decrease in land ownership, the impact of weather changes, and the influence of production factors used in farming. Therefore, research is needed on the factors that influence cayenne pepper farming in South Matan Hilir District. This study aims to determine the factors that influence the production of ca yenne pepper in South Matan Hilir District, Ketapang Regency. Data analysis uses the Coob Douglas function regression analysis method with SPSS analysis tools. The results showed that the factors that influence the production of cayenne pepper in South Matan Hilir District, Ketapang Regency are the production factors of seeds, organic fertilizers, npk fertilizers, urea fertilizers and insecticides. These factors together have a significant influence. While the production factors of land area, herbicides and labor do not have a significant influence on the production of cayenne pepper. Keywords: Production, Production factors, Cayenne pepper.
ANALISIS KERENTANAN SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI PADI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KOTA BENGKULU Amiroh, Azizah; Yuliarti, Ellys; Ifebri, Rihan; istriningsih, istriningsih
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.70074

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengetahuan petani padi serta kerentanan penghidupan rumah tangga petani dalam menghadapi perubahan iklim di Kota Bengkulu, khususnya di Kecamatan Muara Bangkahulu dan Sungai Serut. Metode digunakan dalam penelitian purposive ini di Kota Bengkulu  dengan teknik probability sampling dengan pendekatan cluster area sampling, khususnya di daerah yang rawan banjir seperti Kecamatan Muara Bangkahulu dan Sungai Serut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani berada dalam kategori sedang. Banyak di antara petani belum sepenuhnya memahami perubahan iklim secara ilmiah, petani sudah merasakan dampak nyata seperti perubahan musim, banjir, kesulitan menentukan waktu tanam, serta penurunan hasil panen. Tingkat kerentanan rumah tangga termasuk dalam kategori rentan dengan variasi karakteristik antarwilayah, dipengaruhi oleh tingginya risiko banjir, sensitivitas terhadap ketersediaan air dan pangan, serta kemampuan adaptasi yang masih terbatas, sehingga penguatan pemahaman iklim dan penerapan strategi adaptasi yang berkelanjutan sangat diperlukan.Kata Kunci : Kerentanan, Petani padi, Rumah Tangga, Perubahan Iklim.Abstract This study aims to analyze the extent of rice farmers’ knowledge and the livelihood vulnerability of farming households in facing climate change in Bengkulu City, particularly in Muara Bangkahulu and Sungai Serut sub-districts. The method used is purposive site selection with a probability sampling technique using a cluster area sampling approach, focusing on flood-prone areas. The results show that farmers’ knowledge is moderate. Many farmers do not fully understand climate change scientifically, but they have directly experienced its impacts, such as shifting seasons, flooding, difficulties in determining planting time, and declining crop yields. Household vulnerability is categorized as vulnerable, with regional variations influenced by high flood risk, sensitivity to water and food availability, and limited adaptive capacity, highlighting the need to strengthen climate understanding and implement sustainable adaptation strategies.Keywords: Vulnerability, Rice Farmer, Household, Climate Change.
PRODUK DOMESTIK BRUTO DALAM EMISI CO2 SEKTOR PERTANIAN DAN PERTANIAN REGENERATIF SEBAGAI SOLUSI MENUJU NET ZERO EMISSION 2060 Artamepia, Leony; Mariyah, Mariyah
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan pangan, dan penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan aktivitas ekonomi di sektor ini berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida (CO₂), terutama apabila pertumbuhan produksi belum sepenuhnya mengadopsi prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian terhadap emisi CO₂ sektor pertanian di Indonesia selama periode 2003–2023, serta mengeksplorasi potensi pertanian regeneratif sebagai solusi menuju target net zero emission 2060. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana berbasis data deret waktu periode 2003-2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa PDB sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 73,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian cenderung diikuti oleh peningkatan emisi karbon. Oleh karena itu, penerapan pertanian regeneratif yang menekankan pemulihan kesehatan tanah, pelestarian keanekaragaman hayati, serta efisiensi penggunaan input menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan rendah karbon, sejalan dengan kerangka green economy dan tujuan pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: PDB Sektor Pertanian, Emisi CO₂, Pertanian Regeneratif.AbstractThe agricultural sector plays a strategic role in national economic development through its contribution to Gross Domestic Product (GDP), food provision, and employment generation. However, increasing agricultural economic activities may lead to higher carbon dioxide (CO₂) emissions, particularly when production expansion is not accompanied by sustainable practices. This study aims to analyze the effect of agricultural GDP on CO₂ emissions from the agricultural sector in Indonesia during the period 2003–2023, and to explore the potential of regenerative agriculture as a pathway toward achieving net zero emissions by 2060. A quantitative approach was employed using simple linear regression analysis based on time-series data for the period 2003-2023. The results indicate that agricultural GDP has a positive and statistically significant effect on CO₂ emissions, with a coefficient of determination of 73.7%. These findings suggest that economic growth in the agricultural sector tends to be associated with increased carbon emissions. Therefore, the adoption of regenerative agriculture practices emphasizing soil health restoration, biodiversity conservation, and efficient input use is essential to support low-carbon agricultural development, in line with the green economy framework and the sustainable development goals.Keywords: Agricultural GDP; CO₂ Emissions; Regenerative Agriculture.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP COFFEE MILK PADA COFFEE SHOP DI KOTA PONTIANAK Julianti, Sela; Pamela, Adi Suyatno
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.66399

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi preferensi konsumen terhadap kopi susu di coffee shop baru yang didirikan di Pontianak, Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi karakteristik demografis konsumen kopi susu mengkaji proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dan menentukan atribut yang mempengaruhi preferensi konsumen. Pendekatan campran digunakan menggabungkan data kuantitatif dari 150 responden yang dipilih melalui teknik quota sampling di tiga coffee shop baru, serta wawasan kualitatif dari observasi langsung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis konjoin. Hasil menunjukkan bahwa konsumen tipikal adalah pria muda (usia 18-25 tahun), belum menikah, berstatus mahasiswa, dan memiliki pendapatan terbatas. Faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian meliputi harga rasa, dan kenyaman. Analisis konjoin menunjukkan preferensi kuat terhadap kopi susu dingin dengan rasa original, kadar gula sedang, intensitas kopi tinggi, kandungan susu tinggi, dan harga yang terjangkau. Di antara atribut yang dievaluasi, kandungan susu menjadi yang paling berpengaruh, diikuti oleh harga, kadar gula, variasi rasa, intensitas kopi, dan suhu penyajian. Temuan ini menyarankan agar coffee shop memprioritaskan produk berkualitas tinggi dengan tekstur creamy, harga kompetitif, dan kemasan berkelanjutan, serta memanfaatkan media sosial dan pemasaran dari mulut ke mulut untuk mejangkau demografi target mereka.Kata kunci: Kopi susu, Preferensi konsumen, Analisis konjoin.Abstract This study explores consumer preferences for coffee milk at newly established coffee shops in Pontianak, Indonesia. The research aims to identify the demographic characteristics of coffee milk consumers, examine their purchasing decision-making process, and determine the product attributess that influence their preferences. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative data from 150 respondents selected through quota sampling across three new coffee shops, and qualitative insights form direct observation. Data were analyzed using descriptive statistics and conjoint analysis. Result indicate that the typical consumer is a young (18-25 years old), unmarried male student with limited disposable income. Key factors influencing purchase decisions include price, taste, and convenience. Conjoint analysis revealed a strong preference for cold coffee milk with original flavor, moderate sugar level, high coffee intensity, high milk content, and affordable pricing. Among the evaluated attributes, milk content was the most influential, followed by price, sugar level, flavor variation, coffee intensity, and serving temperature. These findings suggest that coffee shops should prioritize high-quality, creamy products with competitive pricing and sustainable packaging, while leveraging social media and word-of-mouth marketing to effectively reach their target demographic.Keywords: Coffee Milk, Consumer Preferences, Conjoint Analysis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STRATEGI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS - PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN CABANGBUNGIN KABUPATEN BEKASI Adhinda Widyati, Salsabila Sri; Wulandari, Yeni Sari; Syahputra, Ali Fahmi
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69900

Abstract

AbstrakPerubahan iklim yang ditandai dengan ketidakpastian pola cuaca, pergeseran musim tanam, serta meningkatnya intensitas curah hujan dan kemarau panjang memberikan dampak terhadap keberlanjutan usahatani padi. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas dan pendapatan petani apabila tidak diimbangi dengan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan strategi adaptasi petani serta dampaknya terhadap produktivitas dan pendapatan petani padi di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode survei terhadap 79 petani padi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi petani serta independent samples t-test untuk menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (Exp(B)=9,358), pengalaman bertani (Exp(B)=8,701), akses informasi perubahan iklim (Exp(B)=3,123), dan keanggotaan kelompok tani (Exp(B)=5,173) berpengaruh signifikan terhadap keputusan adaptasi petani. Selain itu, penerapan strategi adaptasi terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dari 6,13 ton/ha menjadi 6,31 ton/ha serta meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp1.135.443 per musim tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan akses informasi iklim dan penguatan kelembagaan kelompok tani penting untuk mendukung adaptasi petani terhadap perubahan iklim.Kata kunci: Adaptasi, Padi, Pendapatan, Perubahan Iklim, Regresi Logistik, Strategi.AbstractClimate change, characterized by uncertainty in weather patterns, shifts in planting seasons, and increasing intensity of rainfall and prolonged droughts, poses challenges to the sustainability of rice farming. These conditions have the potential to reduce farmers’ productivity and income if not accompanied by appropriate adaptation strategies. This study aims to analyze the factors influencing farmers’ adoption of adaptation strategies and their impacts on the productivity and income of rice farmers in Cabangbungin District, Bekasi Regency. This research employs a mixed methods approach using a survey method involving 79 rice farmers selected through cluster sampling technique. Data analysis was conducted using binary logistic regression to examine the factors influencing farmers’ adaptation decisions and independent samples t-test to analyze differences in productivity and income. The results show that education level (Exp(B)=9.358), farming experience (Exp(B)=8.701), access to climate change information (Exp(B)=3.123), and membership in farmer groups (Exp(B)=5.173) significantly influence farmers’ adaptation decisions. Furthermore, the implementation of adaptation strategies has been proven to increase rice productivity from 6.13 tons/ha to 6.31 tons/ha and increase farmers’ income by IDR 1,135,443 per planting season. These findings indicate that improving access to climate information and strengthening farmer group institutions are important to support farmers’ adaptation to climate change.Keywords: Adaptation, Climate Change, Logistic Regression, Strategy.