cover
Contact Name
Rasiman
Contact Email
edimasupgris@gmail.com
Phone
+6224-8451279
Journal Mail Official
edimasupgris@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang Demikian permohonan ini, atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 20873565     EISSN : 25285041     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS" : 21 Documents clear
Terapi Okupasi pada Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta Abdur Rafik; Yosi Febrianti; Novyan Lusiyana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5589

Abstract

Salah satu gejala umum skizofrenia adalah ketidakmampuan Orang dengan Skizofrenia (ODS) untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara baik. Ketidakmampuan ini menyebabkan kognisi sosial ODS rendah dan berpotensi meningkatkan kadar kekambuhan pada ODS jika tidak ditangani secara baik. Oleh karena itu, berbagai intervensi sosial yang salah satunya melalui terapi okupasi perlu dilakukan guna membantu ODS menguatkan kognisi sosialnya. Pengabdian masyarakat ini dirancang dalam rangka memberikan terapi okupasi bagi ODS di Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Yogyakarta. Terapi okupasi diberikan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pembuatan aneka olahan bakso dan gorengan. Pasca pelatihan dan pendampingan, ODS dipilih untuk diberikan bantuan peralatan dan modal kerja untuk dimanfaatkan sebagai modal berusaha. Luaran akhir yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ODS dalam mengolah dan memasarkan olahan bakso dan gorengan, yang pada gilirannya diharapkan akan berdampak pada penguatan kognisi sosial mereka. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ODS dalam membuat dan menghasilkan olahan bakso dan gorengan yang layak jual. Terapi okupansi dalam bentuk aktivitas lain perlu diinisiasi agar kognisi sosial ODS bisa ditingkatkan secara berkesinambungan.
Penguatan Habitus Literasi: Sebuah Cara Pendampingan Tim Literasi Sekolah (TLS) Setyawan, Dwi; Gusdian, Rosalin Ismayoeng
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.4263

Abstract

Program Gerakan Literasi Sekoalah (GLS) di SDN 1 Sumbersari Kota Malang sudah dilaksanakan. Akan tetapi, selain belum maksimal, belum ada yang mengelola tahapan program dengan baik. Tujuan program pengabdian ini untuk memberikan pendampingan sekolah khususnya pada Tim Literasi Sekolah (TLS) dalam pengelolaan program GLS. Metode pendekatan yang digunakan adalah memberikan sosialisasi, diskusi, workshop, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil pendampingan dapat menunjukkan; 1) terbentuknya struktur organisasi TLS, 2) Program literasi yang disusun oleh TLS mampu memberikan informasi dasar keberlangsungan dan keterlaksanaan GLS di tahap pembiasaan, pengembangan, serta pembelajaran. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa adanya pendampingan TLS program-program leterasi menjadi lebih terstruktur dan terkelola dengan baik.
Literasi Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018 Terkait Pajak UKM Oktaviani, Rachmawati Meita; Sunarto, Sunarto; Wulandari, Sartika
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5738

Abstract

Sebuah aturan yang baru diluncurkan bisa saja memunculkan penafsiran masing-masing untuk setiap pembacanya. Literasi adalah hal yang penting dalam membentuk pemahaman. Literasi yang dilakukan terkait dengan penerapan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018. Terkait penerapan Peraturan Pemerintah ini pihak yang akan terdampak adalah UKM. Masalah yang muncul terkait dengan perturan ini adalah bagaimana teknis penerapan dan pelaksanaannya. Tujuan dilakukan kegiatan literasi ini UKM memiliki pemahaman perpajakan yang lebih baik. Ini dibuktikan dengan benar melakukan pembayaran dan pelaporan pajaknya. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara penyuluhan dan simulasi. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Peratura Pemerintah No. 23 Tahun 2018. Sementara simulasi yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai teknis pengisian Surat Pemberitahuan Pajak. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini UKM memiliki pemahaman Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2018. Selain itu UKM sudah memiliki ketrampilan dalam penyusunan SPT Tahunan agar apa yang disampaikan benar.
Pemberdayaan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang (Volvariella Volvaceae L.) Herlina, Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wibowo, Yuli; Utami, Elok Sri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.3914

Abstract

Pondok Pesantren “AN NUR H.A” merupakan pondok Pesantren Salaf di Jember. Profil lulusan dari pesantren ini hanya 5% dari lulusan pondok pesantren yang berhasil menjadi ustadz, sedang 95% lulusan yang lain masih dalam kebingungan memilih profesi yang akan ditekuni. Hal ini terjadi karena pada umumnya, lulusan pondok pesantren salaf memiliki pendidikan umum yang masih rendah, sementara kurikulum pengajaran yang disajikan di pondok pesantren belum menyentuh pada aspek ketrampilan hidup. Para santri pada umumnya hanya memegang ijazah Madrasah Ibtidaiyah (setara dengan Sekolah Dasar) atau maksimal Madrasah Tsanawiyah (setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan rata-rata para santri tidak memiliki ketrampilan untuk mereka hidup mandiri secara ekonomi setelah mereka keluar dari pondok pesantren. Melalui program pengabdian unggulan (PPU) ini pengusul bertekat untuk membuat program pemberdayaan santri dan alumni dengan memberikan bekal ketrampilan untuk mereka, selain pengetahuan agama yang diajarkan. Program yang dianggap paling tepat adalah Pemberdayaan Santri dan alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang, karena usaha ini membutuhkan bahan baku lokal dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas serta teknologi yang digunakan merupakan teknologi tepat guna yang mudah diadopsi. Hasil kegiatan ini adalah: (1) menambah ketrampilan para santri pondok pesantren dan alumni dalam budidaya dan berwirausaha jamur merang; (2) mengurangi pengangguran para lulusan pondok pesantren, (3) terciptanya lapangan kerja baru di pedesaan; (4) terciptanya keterkaitan bisnis secara tidak langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pondok melalui usaha penyediaan bahan pembantu, sekam dan bubuk gergaji; (5) meningkatnya pendapatan pesantren dari budidaya jamur merang; dan (6) kegiatan ekonomi produktif di pondok pesantren.
Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Berbasis Gamifikasi untuk Guru-Guru di Lingkungan Pondok Pesantren Al Amin Sindangkasih-Ciamis Dewi, Nita Sari Narulita; Supriyono, Yusup; Saputra, Yuyus
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5146

Abstract

Di era revolusi industri 4.0, teknologi harus menjadi alternatif pilihan yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi kepada siswanya, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, faktual, dan mampu membangun kemandirian belajar para siswa. Seperti contoh pengajaran berbasis gamifikasi menjadi sangat penting ketika lingkungan belajar yang ditunjang dengan teknologi dapat membantu para siswa memperoleh pengetahuan dengan cara-cara yang menantang dan menyenangkan. Kemandirian belajar dan berpikir kritis dapat terbentuk dan ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis gamifikasi ketika pembelajaran menghendaki siswa berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan belajarnya sendiri, di samping berkat bantuan bimbingan guru. Workshop pengembangan media pembelajaran berbasis gamifikasi terbukti dapat memecahkan masalah yang dihadapi para guru, khususnya guru-guru di lingkungan pondok pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis yang berkenaan dengan kemampuan menciptakan pembelajaran bahasa berbantuan teknologi (technology-aided teaching) yang masih rendah. Program ini dapat membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran di kelas, bahkan di luar kelas. Workshop ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari MTs dan MA Persis-Pondok Pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis selama dua bulan. Materi yang diberikan berkenaan dengan pemilihan materi belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik (material selection) dan pengembangan media pengajaran dengan bantuan teknologi gamifikasi. Program ini dikemas dalam bentuk workshop pengembangan media pembelajaran berbasis gamifikasi dengan tahapan: orientasi, diskusi, ekplorasi materi, aksi, tes, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, interview, dan dokumen, sehingga kinerja peserta dan instruktur selama pelaksanaan program dapat terkontrol dengan baik dan menghasilkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dan terukur. Program ini diharapkan pula mampu membantu pemerintah, sekolah atau guru dalam bidang peningkatan profesionalitas guru seperti yang diamanatkan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Al Amin Sindangkasih Kabupaten Ciamis.
PKM Durenan Indah di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Setiawan, Wawan; Sutjipto, Eddy; Kusumo, Willyanto Kartiko
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.4384

Abstract

UMKM Batik Durenan Indah di RW VI Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang keberadaannya berawal dari Pencanangan Kampung Batik Durenan Indah pada tanggal 10 Mei 2017. UMKM Batik Durenan Indah terdiri dari lima kelompok pengerajin yang mempunyai berbagai permasalahan, yaitu: (1) belum adanya Standard Operational Procedure (SOP); (2) belum menguasai teknik disain dan teknik membatik yang benar sehingga jumlah produksinya rendah; (3) pemasaran belum secara luas sehhingga penjualan produknya kecil, sehingga kurang dapat mendongkrak keuntungan sehingga kesejahteraan anggotanya masih membutuhkan waktu yang relative lama; serta (4) sistem keuangan yang dilakukan belum sesuai dengan standar Akuntansi yang berlaku dan dilaksanakan secara manual. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat berupa: (1) melakukan Forum Group Discussion (FGD) untuk menghasilkan SOP; (2) pelatihan manajemen produksi agar memahami suatu proses produksi khususnya dalam teknik disain dan teknik membatik yang benar; (3) pelatihan manajemen pemasaran agar memahami bagaimana memasarkan suatu produk sehingga dapat melakukan penjualan yang optimal dan dalam rangka memperluas pasarnya saat ini sudah memiliki website tersendiri agar bisa mengakses e-commerce; serta (4) pelatihan manajemen keuangan khususnya pembukuan bagi para pengurus UMKM agar keuangan UMKM dapat dipertanggungjawabkan secara baik dan benar. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan kemampuan pengelolaan organisasi setelah adanya SOP, peningkatan kemampuan manajemen produksi terutama dalam membuat disain batik dan pembuatan batiknya, peningkatan manajemen pemasaran karena pemasaran semakin meluas dengan adanya website yang terkoneksi dengan e-commerce dan peningkatan kemampuan membuat laporan keuangan secara benar sesuai dengan standar Sistem Akuntansi Keuanga (SAK) dan telah dibuat secara komputerisasi.
Implementasi Bank Sampah Jelun (BSJ) sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Sampah Desa Jelun Banyuwangi Wardani, Intan Ayu Kusuma; Pangestu, Bintang Aji; Putri, Rahmasuciani; Mandagi, Ayik Mirayanti; Puspikawati, Septa Indra
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5833

Abstract

Permasalahan yang selalu berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia ialah sampah. Semakin banyak barang yang dikonsumsi oleh masyarakat maka akan semakin meningkatkan volume sampah. Belum adanya kebijakan khusus yang tegas terhadap sampah, sistem dari Tempat Pembuangan Akhir yang kurang memadai, kurangnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan jumlah sampah ialah permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Jelun merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyuwangi dengan masalah sampah yang tergolong masih tinggi dan belum mendapatkan pemecahan masalah yang sesuai. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah upaya kegiatan dengan tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Dimana dalam hal ini dibentuklah program pemberdayaan masyarakat berupa Bank Sampah melalui adanya serangkaian sosialisasi dan pelatihan. Setelah Bank Sampah dijalankan, hasil yang dapat diperoleh dari pengabdian masyarakat ini ialah kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan sampah di wilayahnya serta dapat memberikan keuntungan secara finansial untuk keluarganya.
Sosialisasi Layanan BK di Sekolah Berbasis POP BK bagi Anggota PD ABKIN Kalimantan Selatan Rachman, Ali; Rachman, Faisal; Sugianto, Akhmad; Setiawan, Muhammad Andri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.3989

Abstract

Sosialisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah berbasis Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling bagi Anggota Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan dengan tujuan berdasarkan penelusuran tak berstruktur banyak ditemukan guru bimbingan dan konseling yang belum memahami secara utuh operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah, sesuai dengan Pedoman Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (2016) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sehari yakni pada tanggal 15 Juni 2019, dengan jumlah peserta sosialisasi 61 orang. Secara teknis pelaksanaan sosialisasi berlangsung dalam 4 tahapan kegiatan yakni: (1) registrasi; (2) ceramah; (3) sharing pengalaman; dan (4) tanya-jawab. Narasumber kegiatan sosialisasi ada dua yakni: (1) dari kalangan dosen program studi bimbingan dan konseling; dan (2) kalangan guru bimbingan dan konseling. Berdasarkan pelaksanaan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling kurang memahami implementasi Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling. Oleh karena itu, disarankan untuk: (1) ditindaklanjuti menjadi kegiatan workshop implementasi layanan dengan agenda materi kegiatan yang lebih spesifik; dan (2) menjadi studi awal penelitian implementasi layanan bimbingan dan konseling berbasis Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling.
Pelatihan Komunikasi Multimodalitas untuk Peningkatan Kemampuan Promosi Wisata di Desa Citengah Kabupaten Sumedang Sejati, Amanda Puspanditaning; Lukmana, Iwa; Suryana, Deddy; Amir, Amir; Handayani, Sifa Rini
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.3349

Abstract

Pembangunan wilayah merupakan isu yang cenderung muncul, terutama di negara berkembang. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan oleh pemerintah ialah aspek pariwisata. Pengembangan potensi tersebut dapat turut berkontribusi dalam pembangunan suatu wilayah. Akan tetapi, pencapaian hasil pengembangan yang maksimal dapat tercapai apabila didukung oleh unsur-unsur di dalamnya meliputi pemerintah dan masyarakat. Dengan kata lain, ketidakseimbangan antara target pemerintah dan kapasitas masyarakat dapat menghambat ketercapaian target. Kendala yang mungkin muncul ialah ketidakmaksimalan kemampuan promosi wisata masyarakat. Kendala serupa dialami oleh masyarakat Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Desa tersebut diproyeksikan untuk dijadikan Desa Wisata karena potensi wisata yang dimilikinya. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah pihak Universitas Pendidikan Indonesia menjalin kemitraan dengan Disparbudpora Kabupaten Sumedang. Upaya tersebut direalisasikan melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di desa terkait. Bentuk kegiatan yang ditawarkan kepada masyarakat ialah Pelatihan Komunikasi Multimodalitas Untuk Peningkatan Kemampuan Promosi Para Penggiat Wisata di Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Perumusan pelatihan tersebut didasarkan pada permasalahan yang muncul dan relevansi keilmuan pelaksana kegiatan PkM. Secara umum, pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi multimodalitas untuk keperluan komunikasi bagi para penggiat wisata di Desa Citengah, membangun kemandirian khalayak sasaran dalam mempromosikan potensi wisata Desa Citengah dengan menggunakan fasilitas yang tersedia. Kegiatan PkM ini dilakukan selama tujuh bulan sejak Juni sampai Desember 2018. Hasil evaluasi mengarah pada beberapa kesimpulan di antaranya masyarakat Desa Citengah cenderung menyadari indikator-indikator yang menjadi karakteristik Desa Wisata, mampu melakukan promosi wisata melalui media sosial dan website, mampu mengelola website yang dibuat untuk keperluan promosi wisata di Desa Citengah.
Teknologi Rotary Dryer Coffe guna Meningkatkan Produktivitas Kopi Gombengsari sebagai Produk Unggulan Central Perkebunan Masyarakat Kabupaten Banyuwangi Fiveriati, Anggra; Amalia, Firda Rachma; Bachtiar, Riza Rahimi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.4656

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang memiliki potensi wisata yang cukup menarik, salah satu objek wisata yang cukup dikenal adalah wisata kebun kopi Gombengsari yang terletak di kaki gunung Ijen. Para warga Gombengsari mengolah hasil panen kopi mereka secara mandiri, mulai dari tahap pemanenan biji kopi yang matang, pengupasan kulit, penjemuran, pematangan, proses penumbukan dan pengemasan, dalam proses tersebut masyarakat Gombengsari sudah menggunakan teknologi yang tepat namun ada satu proses yang masih menggunakan cara yang tradisional yaitu proses penjemuran biji kopi. Sehingga proses penjemuran inilah yang menjadi permasalahan petani kopi Gombengsari, mengingat cuaca di wilayah Gombengsari yang relatif dingin terutama pada musim hujan selain itu petani kopi Gombengsari mengalami permasalahan dalam memasarkan produk kopi bubuk hasil perkebunannya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi petani kopi Gombengsari, maka tujuan dari pegabdian ini adalah membantu mengatasi permasalahan melalui teknologi tepat guna mesin pengering biji kopi menggunakan teknologi rotary dan pelatihan manajemen marketing pemasaran. Selain itu untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi dalam proses pengeringan, digunakan beberapa metode, yaitu meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, kunjungan lapangan, pengadaan peralatan serta pendampingan dan monitoring evaluasi diikuti oleh petani kopi Gombengsari. Dari hasil pengujian untuk mengeringkan kopi basah sebanyak 10 kg.

Page 2 of 3 | Total Record : 21