cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : 20856873     EISSN : 25409271     DOI : -
Jurnal Pendidikan Biologi (JPB) publishes peer-reviewed research of special importance and broad interest in any area of biology education by research and or result of conceptual studies.
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PENGEMBANGAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING INVENTORY (CPSI) BERBASIS WEB UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN KOLABORASI DALAM PEMECAHAN MASALAH SISWA Sukmawati, Ika; Permadani, Karunia Galih
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i2p81-89

Abstract

Abstrak. Collaborative Problem Solving (CPS) adalah salah satu keterampilan penting abad ke-21. Keterampilan ini juga merupakan keterampilan yang harus ditanamkan pada siswa dalam pembelajaran. Pengukuran CPS dapat dilakukan dengan menggunakan instrument berupa inventory. Dalam penelitian ini, dikembangkan Collaborative Problem Solving Inventory (CPSI) berbasis web dengan metode pengembangan Learning Development Cycle (LDC). CPSI yang dikembangkan oleh penyusun merupakan pengukuran terhadap Collaborative Problem Solving yang inovatif, menekankan pada pengukuran sebelum, selama dan sesudah kegiatan pembelajaran Collaborative Problem Solving dilakukan. Tahapan penelitian ini meliputi: (1) Observasi, Survei dan Analisis Kebutuhan; (2) Focus Group Discussion; (3) Penyusunan Desain CPSI; (4) Pengembangan CPSI Berbasis Web melalui Model Pengembangan LDC; (5) Validasi CPSI oleh ahli pengembang bahan ajar (kelayakan) dan guru (kepraktisan); dan (6) Analisis Data. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan instrumen CPSI berbasis web dengan indikator penilaian keterampilan kolaborasi yang telah divalidasi oleh ahli dan praktisi. Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan dengan perbaikan kecil (validitas 3,75 oleh ahli media; validitas 3,78 oleh ahli evaluasi; dan rerata 3,65 oleh praktisi). Tindak lanjut penelitian dapat dilakukan dengan mengujicobakan instrumen dalam situasi pembelajaran di kelas, dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan terkait kemenarikan tampilan dan desain website.Abstract. Collaborative Problem Solving (CPS) is one of the essential skills of the 21st century. This skill is also must be instilled in students in learning process. CPS can be gauged by using an instrument in the form of inventory. In this study, a web-based Collaborative Problem Solving Inventory (CPSI) was developed with the Learning Development Cycle (LDC) development method. The CPSI developed by the authors is a measurement of innovative Collaborative Problem Solving, emphasizing on measurements before, during and after Collaborative Problem Solving learning activities are carried out. The stages of this research include: (1) Observation, Survey and Needs Analysis; (2) Focus Group Discussion; (3) Preparation of CPSI Design; (4) Development of Web-Based CPSI through LDC Development Model; (5) CPSI validation by experts in developing teaching materials (feasibility) and teachers (practical); and (6) Data Analysis. Based on the results of the study, it was obtained that the CPSI instrument was web-based with indicators for assessing collaboration skills that had been validated by experts and practitioners. The validation results showed that the instrument is feasible to use with minor improvements (validity 3.75 by media experts; validity 3.78 by evaluation experts; and mean 3.65 by practitioners). Follow-up research can be done by testing the instrument in a classroom learning situation, by first making improvements related to the attractiveness of the appearance and website design.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE ENGAGEMENT EXPLORATION EXPLANATION ELABORATION DAN EVALUATION DISERTAI MIND MAPPING Meidiyanti, Syamilah; Damayanti, Eka; Syamsudduha, St; Jamilah, Jamilah
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i1p16-21

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan berpikir kreatif sebelum dengan setelah penggunaan model pembelajaran learning cycle engagement, exploration, evaluation, elaboration, dan evaluation (5E) disertai mind mapping pada peserta didik di SMAN 8 Bulukumba; (2) apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle engagement, exploration, evaluation, elaboration, dan evaluation (5E) disertai mind mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik di SMAN 8 Bulukumba. Jenis penelitian penelitian quasi eksperimen, dengan pretest posttes group design. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Data diolah menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial paired sample t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif sesudah perlakuan lebih tinggi dibanding rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif sebelum perlakuan. Hasil analisis inferensial menunjukkan p sebesar 0,000, hal ini berarti terdapat perbedaan skor kemampuan berpikir kreatif sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik dapat ditingkatkan melalui pembelajaran model learning cycle 5E disertai mind mapping.Abstract. This research aims to understand: (1) The differences in creative thinking abilities of the students of SMAN 8 Bulukumba before and after using learning model of cycle engagement, exploration, evaluation, elaboration, and evaluation (5E) with mind mapping, (2) The effect of learning model of cycle engagement, exploration, evaluation, elaboration, and evaluation (5E) with mind mapping implementation towards students’ creative thinking abilities. This quasi experiment research done with pretest posttest group design. The Instruments used were creative thinking tests and learning implementation form. Data was analyzed descriptively and inferentially to paired sample t-test. Based on descriptive analysis, it showed the average score of creative thinking abilities of students after using the learning model was higher than the score before using the learning model. The inferential analysis showed the P value was 0,000 means there is a difference in score of creative thinking abilities before and after the implementation of the learning model. It can be concluded that the learning model of 5E with mind mapping might improve students’ creative thinking abilities.
DOES CREATIVE THINKING INFUSION LEARNING FRAMEWORK ENHANCE STUDENTS ENTREPRENEURIAL SKILLS? Fachrunnisa, Rifka; Suwono, Hadi; Anisa, Safitri Indah Putri
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i2p120-128

Abstract

Abstrak. Artikel ini menyoroti strategi baru untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan siswa dengan menerapkan pembelajaran infusi berpikir kreatif sebagai kerangka pembelajaran di kelas biologi. Pembelajaran infusi berpikir kreatif diartikan sebagai usaha membawa atau menunjukkan tahapan berpikir kreatif pemecahan masalah pemikiran siswa di dalam kelas. Untuk membantu siswa terlibat dengan infusi di kelas, kami menggunakan diagram berpikir kreatif untuk menghasilkan ide-ide kewirausahaan yang menerapkan konsep Biologi dalam memecahkan masalah. Keterampilan kewirausahaan siswa diukur dengan enam indikator kewirausahaan kreatif. Untuk mengetahui indikator-indikator tersebut, artikel ini menggunakan rancangan one group pre-test post-test design dan pendekatan metode campuran dengan menggunakan diagram thinking, angket, esai reflektif, dan wawancara. Hasil analisis tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pembelajaran infusi berpikir kreatif terhadap keterampilan kewirausahaan. Hasil ini ditunjukkan dengan tidak terlihatnya perbedaan signifikansi pada keenam indikator.Abstract. This paper sheds a new light on the strategies to foster student’s entrepreneurial skills by administering creative thinking infusion learning as the learning framework in a biology classroom. Creative thinking infusion learning is construed as bringing or showing the stages of creative problem solving’s thinking of student thinking in the classroom. To assist student engaging with the infusion in the classroom, we utilised creative thinking diagram to generate entrepreneurial ideas that apply the concept of Biology in solving a problem. Student’s entrepreneurial skills were gauged by six creative entrepreneurship indicators. To investigate those indicators, this paper administrated one group pre-test post-test design and mixed-method approach by using diagram thinking, questionnaires, reflective essays, and interview. The analysis did not show any significant impact of the creative thinking infusion learning towards entrepreneurial skills. This result was demonstrated by no significance differences were seen in the sixth indicators.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOTEKNOLOGI BERBASIS HASIL PENELITIAN PADA MATERI DNA FORENSIK Iza, Nikmatul; Sari, Nila Kartika
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i1p52-56

Abstract

Abstract: This study analyzes textbooks based on research in biotechnology courses related to the principles of Forensic DNA discussion that need to be developed. The research method used in the development model Hanafin Peck (1988) at the beginning of the needs analysis. Research subjects were 45 biology education students who had taken Biotechnology courses. The instrument used consisted of a questionnaire distributed to students and lecturers supporting biotechnology courses and interview techniques. The results showed that in the learning process do not use textbooks and as much as 94% of students need the development of textbooks that are equipped with interesting pictures and practicum guides in them. Research results, so that the learning process becomes more directed, contextual and enjoyable Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis buku ajar berbasis hasil penelitian pada matakuliah bioteknologi terkait dengan pokok bahasan DNA Forensik yang perlu dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan merujuk pada model pengembangan Hanafin Peck (1988) pada tahap awal yaitu analisis kebutuhan. Subjek penelitian adalah 45 mahasiswa pendidikan biologi yang telah mengambil matakuliah Bioteknologi. Instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan kepada mahasiswa dan dosen pengampu matakuliah bioteknologi serta teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran belum menggunakan buku ajar dan sebanyak 94% mahasiswa menginginkan pengembangan buku ajar yang dilengkapi dengan gambar yang menarik dan petujuk praktikum yang didalamnya memuat hasil penelitian, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah, kontekstual dan menyenangkan.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN METAKOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI MIPA Hidayati, Nurul; Mustofa, Romy Faisal; Putra, Rinaldi Rizal
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p174-181

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berupa penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan metakognitif peserta didik pada mata pelajaran biologi kelas XI MIPA MAN 1 Kota Tasikmalaya. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mengambil kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 5 berjumlah 43 peserta didik. Data penelitian diambil secara non-tes, memberikan 2 (dua) jenis angket kepada peserta didik. Angket self-efficacy sebanyak 27 item pernyataan dan angket metakognitif sebanyak 52 item pernyataan yang mana sebelumnya kedua instrumen tersebut telah dilakukan validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan metakognitif sebesar 0,469. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi variabel self-efficacy terhadap variabel metakognitif sebesar 22 persen.Abstract. This research is a correlational study that aims to determine the relationship between self-efficacy and metacognitive learners in biology class XI MIPA MAN 1 Tasikmalaya City. Sampling was done by purposive sampling by taking class XI MIPA 1 and XI MIPA 5 totaling 43 students. The research data was taken non-test, giving 2 (two) types of questionnaires to students. The self-efficacy questionnaire consisted of 27 statement items and a metacognitive questionnaire as many as 52 statement items, both of which had previously been validated. The results of this study indicate that there is a significant relationship between self-efficacy and metacognition of 0.469. It can be concluded that there is a contribution of the self-efficacy variable to the metacognitive variable of 22 percent.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI BERBASIS JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) BERORIENTASI PADA AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMA KRISTEN 1 SOE Biomau, Kurnia N. A; Sabat, Dian R; Takaeb, Matheos J; Malaikosa, Yes Matheos Lasarus
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p214-218

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan terhadap penggunaan bahan ajar biologi berbasis Jelajah Alam Sekitar (JAS) yang berorientasi pada aktivitas belajar siswa kelas X di SMA Kristen 1 Soe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan menggunakan model Borg and Gall (1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid dengan rata-rata persentase 90 persen dan juga praktis digunakan dengan rata-rata persentase respon guru 87 persen dan respon siswa 90 persen. Bahan ajar ini juga efektif digunakan, berdasarkan hasil analisis pertemuan pertama termasuk dalam kriteria baik dengan rata-rata persentase 75,08 persen sedangkan pada pertemuan kedua terdapat peningkatan yang signifikan dengan rata-rata persentase 90,44 persen dan berada pada kriteria sangat baik. Hal ini menunjukan proses pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar biologi berbasis (JAS), terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa yang signifikan dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 sebesar 15,36 persen, dengan kriteria sangat baik.Abstract. The aim of this research is to find out the validity, practicallity and effectiveness of the use Biology learning material based on surrounded natural exploration oriented on students’ learning activities of students in ten grade of Christian 1 Soe Senior High School. The method used in this research was research and development (R&D) using Borg and Gall (1983) model. The result of the research showed that the developed material was valid by showing the average percentage 90 percent, the practicality percentage was 87 percent based on the teachers’ responses, 90% for the students’ responses. The developed learning media was also used effectively based on the result of analysis in the first meeting in good criteria with the average percentage was 75,08 percent and in the second meeting was 90,44 percent which was in really good criteria. This showed that the learning and teaching process used the developed learning media could improve the students learning activities significantly from the first meeting to the second meeting wich was 15,36 percent in good criteria.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING YANG DI INTERVENSI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK Lufri, Lufri; Elmanazifa, Sintia; Anhar, Azwir
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p182-186

Abstract

Abstrak. Keterampilan komunikasi perlu dikembangkan dalam proses pembelajran. Namun, proses pembelajaran di sekolah belum menerapkan model pembelajaran yang mengembangkan keterampilan komunikasi peserta didik. Pembelajaran di sekolah masih dominan berpusat pada guru, masih kurang pemanfaatan Teknologi Informasi (TI), tidak aktif, dan kurang minat belajar dikelas. Untuk mengatasi masalah yang dikemukakan tersebut adalah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) yang diintervensi TI. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa rubrik untuk menilai komunikasi yang telah divalidasi oleh pakar. Analisis data yang digunakan yaitu uji Anova dua arah. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran PBL yang diintervensi teknologi informasi terhadap keterampilan komunikasi peserta didik dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 64,27 persen dan kelas kontrol 57,70 persen.Abstract. Communication skills need to be developed in the learning process. However, the learning process in schools has not yet fully implemented a learning model that develops students' communication skills. Learning in schools is still dominantly teacher-centered, there is still a lack of use of Information Technology (IT), not active, and lack of interest in learning in class. To overcome the problems raised by applying the Problem Based Learning (PBL) learning model with IT intervention. This study aims to improve the communication skills of students. The instrument used is a rubric to assess communication that has been validated by experts. Analysis of the data used is a two-way ANOVA test. The results of this study indicate that the communication skills of students in the experimental class (64.27 percent) are significantly higher than the control class (57.70 percent). It can be concluded that problem-based learning that is intervened by information technology has a positive effect on students' communication skills.
PROFIL LITERASI DIGITAL GURU IPA SE-KOTA DENPASAR Inten Paraniti, Anak Agung; Ari Arjaya, Ida Bagus; Dewi Setiawati, Gusti Ayu
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p219-228

Abstract

Abstrak. Perkembangan revolusi industri 4.0 dicirikan dengan penggunaan internet dalam berbagai aspek kehidupan atau dikenal dengan Internet of Things (IoTS). Data survei APJII tahun 2018 menunjukkan bahwa 64,8 persen masyarakat Indonesia sudah terhubung dengan Internet yang penggunaannya sebagian besar untuk keperluan komunikasi dan  media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi digital guru IPA Se-Kota Denpasar dan upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPA SMP di Kota Denpasar. Sedangkan sampel dalam penelitian diwakili oleh 18 guru IPA yang tersebar dalam 9 SMP di setiap Kecamatan Kota Denpasar yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dimana intrumen yang digunakan berupa kuisioner literasi digital.  Analisis data kuesioner  literasi digital dengan teknik persentase. Penellitian ini menemukan bahda profil literasi digital guru IPA se-Kota Denpasar sudah ada pada tingkat kategori baik yaitu 74,73 persen (dari yang diharapkan 100 persen), namun demikian ada aspek yang perlu ditingkatkan yaitu aspek kemampuan berkomunikasi dalam hal ini pemanfaatan media digital sebagai content creator untuk dapat menciptakan media pembalajaran yang inovatif.Abstract.The development of the industrial revolution 4.0 is characterized by the use of the internet in various aspects of life or known as the Internet of Things (IoTS). APJII survey data in 2018 shows that 64.8 percent of Indonesians are connected to the Internet, most of which is used for communication and social media purposes. This study aims to analyze the digital literacy profile of science teachers in Denpasar and the school's efforts to improve the digital literacy skills of teachers. The population in this study were all junior high school science teachers in Denpasar City. While the sample in the study was represented by 18 science teachers spread over 9 junior high schools in each district of Denpasar City, which were selected using a stratified random sampling technique. This type of research is descriptive quantitative where the instrument used is a digital literacy questionnaire. Data analysis of digital literacy questionnaire with percentage technique. This research found that the digital literacy profile of science teachers throughout Denpasar City was already at the good category level, namely 74.73 percent (from the expected 100 percent), however, there are aspects that need to be improved, namely the aspect of communication skills in this case the use of digital media as content creators to be able to create innovative learning media.
E-UKBM MODEL EKSPERIENTAL JELAJAH ALAM SEKITAR (EJAS) PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Wardhani, Yayang Setya; Al Muhdhar, Mimien Henie Irawati; Prasetyo, Triastono Imam; Sumberartha, I Wayan
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p146-157

Abstract

Abstrak. Penelitian pengembangan dengan judul E-UKBM Model Eksperiental Jelajah Alam Sekitar (EJAS) Pada Materi Perubahan Lingkungan telah dilakukan pada bulan September 2019 sampai Maret 2020. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menguji kevalidan serta kepraktisan E-UKBM model Eksperiental Jelajah Alam Sekitar (EJAS) pada materi perubahan lingkungan. Produk E-UKBM yang dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Model pembelajaran yang digunakan adalah Model Eksperiental Jelajah Alam Sekitar (EJAS). Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X MIPA B-2 SMAN 3 Malang. Hasil implementasi berupa data hasil validasi validator ahli dan data angket respon siswa sebagai pengguna E-UKBM. Hasil validasi E-UKBM oleh ahli media sebesar  97 persen (sangat valid), hasil validasi oleh ahli materi berupa hasil validasi butir soal dan komponen materi E-UKBM sebesar 100 persen (sangat valid). Hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran dan praktisi lapangan berturut-turut menunjukkan bahwa E-UKBM sangat valid dengan persentase sebesar 97 persen dan 95 persen. Data kepraktisan setelah implementasi E-UKBM yakni sebesar 88 persen yang berarti sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. E-UKBM model Eksperiental Jelajah Alam Sekitar (EJAS) materi perubahan lingkungan yang dikembangkan telah memenuhi syarat kevalidan dan kepraktisan untuk digunakan dalam pembelajaran Biologi.Abstract. Development research with the title E-UKBM Experiential Model Exploration of the Environment (EJAS) on Environmental Change Materials has been carried out from September 2019 to March 2020. This study aims to (1) Test the validity and practicality of the E-UKBM Experiential Nature Exploration Model (EJAS). ) on the material of environmental change. E-UKBM product developed with the ADDIE development model. The learning model used is the Environmental Exploration Experimental Model (EJAS). The research subjects were 35 students of class X MIPA B-2 SMAN 3 Malang. The implementation results are in the form of expert validator validation data and student response questionnaire data as E-UKBM users. The results of the validation of E-UKBM by media experts are 97 percent (very valid), the results of validation by material experts in the form of validation results of questions and components of E-UKBM material are 100 percent (very valid). The results of validation by learning device experts and field practitioners respectively show that the E-UKBM is very valid with a percentage of 97 percent and 95 percent. The practicality data after the implementation of E-UKBM is 88 percent which means it is very practical to use in learning. The E-UKBM Experiential Exploration of the Environment (EJAS) model of environmental change material developed has met the validity and practicality requirements for use in Biology learning.
META-ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Komala, Euis; Chandra, Edy; Ubaidillah, Mujib
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v12i3p187-201

Abstract

Abstrak. Penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran biologi telah banyak diteliti di Indonesia dan hasilnya telah terpublikasi. Untuk menguji keefektifitasannya maka dibutuhkan pengkajian ulang terhadap penelitian tersebut dengan metode yang dikenal meta-analisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran biologi secara keseluruhan serta berdasarkan kategori jenjang pendidikan, variabel terikat dan tipe kooperatif menurut Robert E. Slavin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik meta-analisis terhadap 50 hasil penelitian eksperimen (pretest-posttest) yang terpublikasi pada google scholar. Berdasarkan hasil analisis Cohens’d nilai besar pengaruh secara keseluruhan adalah 0,44 yang termasuk dalam efek sedang. Adapun berdasarkan jenjang pendidikan menunjukkan efek sedang dengan pengaruh yang lebih besar pada jenjang SLTA (d sama dengan 0,47) dibanding SLTP (d sama dengan 0,35). Sedangkan pada aspek variabel terikat memiliki nilai efek gabungan yang hampir sama dalam kategori efek sedang, yaitu variabel hasil belajar dan pemahaman konsep (d sama dengan 0,44) serta pengetahuan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis (d sama dengan 0,43). Adapun nilai besar pengaruh ditinjau berdasarkan tipe kooperatif menunjukkan pengaruh lebih baik untuk tipe STL (d sama dengan 0,55) dengan efek besar dibandingkan tipe SCL (d sama dengan 0,44) dan tipe metode informal (d sama dengan 0,41) dengan efek sedang. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan model pembelajaran kooperatif memiliki pengaruh baik terhadap hasil belajar siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif diterapkan dalam pembelajaran biologi.Abstract. This study aims to analyze the effect of the application of cooperative learning model in biology learning as a whole and based on the category of education level, dependent variable and cooperative type according to Robert E. Slavin. The method used is quantitative with a meta-analysis technique on 50 experimental research results (pretest-posttest) published on Google Scholar. Based on the results of Cohens'd analysis, the overall value of the influence is 0.44 which is included in the medium effect. Meanwhile, based on education level, it showed a moderate effect with a greater influence at the senior high school level (d equal to 0.47) than in junior high school (d equal to 0.35). Meanwhile, the dependent variable has almost the same combined effect value in the medium effect category, namely learning outcomes and concept understanding (d equal to 0.44) as well as metacognitive knowledge and critical thinking skills (d equal to 0.43). The value of the magnitude of the effect reviewed based on the cooperative type showed a better effect for the STL type (d equal to 0.55) with a large effect than the SCL type (d equal to 0.44) and the informal method type (d equal to 0.41) with a moderate effect. This shows that the overall cooperative learning model has a good influence on student learning outcomes, so that it can be used as an alternative learning model that is effectively applied in biology learning.

Page 8 of 15 | Total Record : 146