cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
OPTIMALISASI HARA IN SITU MELALUI INTEGRASI TANAMAN DAN TERNAK: Optimalisation of In Situ Nutrient through Crop and Livestock Integration Haruna, Harsani; Rasbawati, Rasbawati
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.9416

Abstract

Scarcity of fertilizer is always a problem at the farm level because the level of dependence of farmers on fertilizer needs is very high. The need for fertilizer at the farmer level continues to increase over the years, this raises the problem of environmental pollution and also a decrease in soil quality. In addition, farmers' income is relatively low due to several factors, namely high production costs and low production, on the other hand, due to the limited land area. One solution to address this problem is through the integration of Crops and livestock systems. The purpose of this activity is to provide knowledge, training and assistance to farmers in maximizing the potential of agricultural livestock waste as compost in crop and livestock integration systems. The method of activity is carried out by field observations about the problems faced by farmers. The results of the activity can be concluded that partner farmers are able to utilize feces waste and animal feed into compost as a source of nutrition for plants, in a day farmers can produce 2.5 kg of compost from animal manure and feed from 2 goats so that in a year farmers can produce 912.5 kg of compost. In addition, partner farmers are also able to utilize the technology model of crop cohesiveness in maximizing the potential of land in conditions of limited land area. Previously, farmers only used one type of farming business, with this activity farmers could work on two or more types of farming in one land, so farmers could increase their income.   Keywords: Integration, organic fertilizer, fertility, economy.   ABSTRAK Kelangkaan pupuk selalu menjadi persoalan di tingkat petani karena tingkat ketergantungan petani akan kebutuhan pupuk sangatlah tinggi. Kebutuhan pupuk ditingkat petani semakin tahun teruslah meningkat, hal ini memunculkan persoalan pencemaran lingkungan dan juga penurunan kualitas tanah. Selain itu pendapatan petani relatip rendah karena beberapa faktor yakni biaya produksi tinggi dan produksi rendah disisi lain yakni karena faktor keterbatasan luas lahan. Salah  satu solusi untuk menjawab persoalan tersebut yakni melalui sistem integrasi tanaman dan ternak.  Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan kepada petani dalam memaksimalkan potensi limbah pertanian peternakan sebagai kompos pada sistem integrasi tanaman dan ternak. Metode kegiatan dilakukan dengan observasi lapangan tentang permasalahan yang dihadapi oleh petani. Selanjutnya tahapan sosialisasi dan pelatihan dengan praktek langsung. Hasil Kegiatan dapat disimpulkan bahwa petani mitra mampu memanfaatkan limbah Feces dan pakan ternak menjadi kompos sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, dalam sehari petani dapat menghasilkan kompos 2,5 kg limbah kotoran ternak dan pakan dari 2 ekor kambing sehingga dalam setahun petani dapat menghasilkan 912,5 kg kompos. Selain itu petani mitra juga mampu memanfaatkan teknologi model keterpaduan tanaman ternak dalam memaksimalkan potensi lahan dalam kondisi keterbatasan luasan lahan. Sebelumnya petani hanya memanfaatkan satu jenis usaha tani, dengan kegiatan ini petani dapat mengusahakan dua atau lebih jenis usaha tani dalam satu lahan, sehingga petani mampu meningkatkan penghasilan.   Kata Kunci: Integrasi, pupuk organik, kesuburan, ekonomi.
PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUMDes DI DESA MEKARBAKTI, KABUPATEN SUMEDANG Kanti, Runita Arum; Sofia, Poppy
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.9790

Abstract

The economic potential of a village needs to be developed and managed properly in order to provide sustainable benefits for the village. One of the instruments to realize this goal is the Village Enterprises, known as the BUMDes. BUMDes, is a business entity whose capital is wholly or mostly owned by the Village through investments from the Village and are created  to manage assets, services, and other businesses to generate welfare for the its community. Mekarbakti Village is one of the villages in Sumedang Regency which has a variety of economic potential. This research seeks to formulate an optimal strategy for developing BUMDes in Mekarbakti Village through the use of the Village economic potential. The approach used in this research is descriptive research. The data used are primary data taken from interviews. The results of this research are three strategies for developing BUMDes obtained through a SWOT analysis.   Keywords: Village enterprise, strategy, development, economic potential, SWOT.   ABSTRAK Potensi ekonomi desa perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa. Salah satu instrumen yang mampu mewujudkan hal tersebut adalah pendirian Badan Usaha Milik Desa atau dikenal dengan BUMDes. BUMDes, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Desa Mekarbakti merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumedang yang memiliki beragam potensi ekonomi. Penelitian ini berusaha merumuskan strategi optimal guna mengembangkan BUMDes di Desa Mekarbakti melalui pemanfaatan potensi ekonomi Desa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diambil dari wawancara. Hasil dari penelitan ini adalah bahwa terdapat tiga strategi pengembangan BUMDes yang diperoleh melalui analisis SWOT.   Kata kunci: BUMDes, strategi, pengembangan, potensi ekonomi, SWOT.
PELATIHAN PENGOLAHAN AIR KELAPA MENJADI KECAP DI DESA MATTIRODECENG, KECAMATAN TIROANG, KABUPATEN PINRANG Natsir, Hasnah; Arif, Abdur Rahman; Arfah, Rugaiyah A; Zakir, Muhammad; St Fauziah, St Fauziah; Budi, Prastawa
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.10009

Abstract

Mattirodeceng is a village located in Pinrang Regency, which has considerable natural resource potential in coconut production. But the utilization of coconut plants, especially the water of coconut, is still low. Coconut water only used for consumption purposes at certain times. The purpose of this activity is to provide training on the benefits and ways of processing coconut water into soy sauce for PKK groups in the Mattirodeceng village. The method used in this activity consisted of the pre-activity stage, which included a survey of the location and trial making of soy sauce made from coconut water. The implementation of activities carried out by counseling methods and training on the benefits and ways of processing coconut water into soy sauce. The result of the application of this activity was an increase in participants' knowledge about coconut water, namely its nutritional content, and its processed products in the form of soy sauce. The Organoleptic test showed the level of panelists' preference for taste, flavour, texture, and color showed good results, where all panelists liked the coconut water soy sauce products   Keywords: Coconut water, soy sauce, organoleptic Mattirodeceng Village.   ABSTRAK Mattirodeceng merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Pinrang yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dalam produksi kelapa. Namun pemanfaatan tanaman kelapa, terutama air kelapa masih rendah. Air kelapa hanya digunakan untuk keperluan konsumsi pada saat-saat tertentu. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pelatihan manfaat dan cara pengolahan air kelapa menjadi kecap kepada kelompok PKK di desa mattirodeceng. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari tahap pra kegiatan yang meliputi survei lokasi dan uji coba pembuatan kecap air kelapa. Tahap pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan dan pelatihan tentang manfaat serta cara pengolahan air kelapa menjadi kecap. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta tentang air kelapa, yaitu kandungan gizinya, dan produk olahannya berupa kecap. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna menunjukkan hasil yang baik, dimana seluruh panelis menyukai produk kecap air kelapa.   Kata kunci: Air kelapa, kecap, organoleptik, Desa Mattirodeceng.
RETROFIT SEDERHANA RUMAH TINGGAL MASYARAKAT DI NAGARI KAMPANI KABUPATEN PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT Hamid, Desmond; Mirani, Zulfira; Natalia, Monika
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11048

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan melakukan perbaikan dan perkuatan rumah tinggal. Pelaksanaannya yaitu dengan memberikan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan efisien, memakai prinsip teknik yang benar, detail konstruksi yang baik dan praktis sesuai dengan penyebab dan tingkat kerusakan yang terjadi. Kegiatan ini dilaksanakan di Nagari Kampani Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Dilakukan berdasarkan permintaan warga masyarakat dan pemuka masyarakat karena banyaknya rumah tinggal yang mengalami kerusakan (karena sering terjadi gempa) namun warga masyarakat belum mengetahui metode yang tepat sesuai kaidah struktur konstruksi, dalam perbaikan dan perkuatan rumah tinggal mereka. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, sosialisasi dan percontohan (yang dipandu oleh tim pengadian) yaitu bersama-sama warga masyarakat bergotong royong melakukan retrofitting rumah tinggal mereka. Bangunan rumah tinggal yang sudah dilakukan tindakan retrofit dapat mencegah/ mengurangi dampak gempa untuk masa yang akan datang. Retrofit dilakukan pada komponen struktur balok dan kolom yaitu dengan melakukan penjangkaran kolom-balok dan merapatkan sengkang antara kolom dengan balok. Tindakan retrofit pada komponen non struktur dilakukan pada dinding yaitu mengisi retak halus dengan air semen. Pada pekerjaan pembetonan retrofit dilakukan dengan beton resin polyester yang merupakan beton yang dibuat dari campuran agregat kasar dan halus dengan bahan perekat resin. Dengan kegiatan ini diharapkan kedepannya masyarakat Nagari Kampani dapat memperbaiki sendiri rumah tinggal mereka sesuai struktur kaidah sipil sehingga didapat rumah yang mempunyai perkuatan terhadap gempa. Kata kunci: Retrofit, rumah tinggal, perkuatan gempa, nagari kampani. ABSTRACT This activity to repair and strengthen residential houses. Its implementation, appropriate and efficient construction implementation methods, using civil engineering principles, practical construction details in accordance and levels of repaired. This activity was in Nagari Kampani, Padang Pariaman, West Sumatra. It based on the request of the community Nagari Kampani because many houses needed repaired (frequent earthquakes) but this community did not know the appropriate method to the construction structure rules, in repairing and strengthening their houses. The method applied was to counseling, outreach and demonstration. Then worked together to retrofit their houses. Residential buildings that have been retrofitted can prevent / earthquakes safe in the future. Retrofitting: on the structural components of beams and columns, anchoring the columns and tightening the studs between the columns and beams. Retrofitting the non-structural components is like walls, filling the fine cracks with cement water. The retrofit concreting with polyester resin concrete, which is concrete made from a mixture of coarse and aggregates with resin adhesive. It is hoped that in the future the people of Nagari Kampani will be able to repair their own houses according to the structure of civil rules so that they can get houses that have earthquake reinforcement Keywords: Retrofit, house, earthquake safe, kampani.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SAYURAN KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI Dian Ekawati Sari; Faridah, Rajmi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11291

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi wanita tani di Desa Bulu Tellue dalam pemanfaatan lahan pekarangan yaitu minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan, kurangnya pelatihan dan proses pendampingan dari penyuluh belum ada. Upaya peningkatan pengetahuan wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan yaitu melalui proses penyuluhan dan pendampingan. Luaran dari kegiatan ini yaitu pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran secara maksimal dan sederhana sehingga dapat diimplementasikan secara mudah oleh kelompok wanita tani/ibu-ibu rumah tangga, bertambahnya penghasilan bagi ibu ibu rumah tangga dengan adanya produksi sayuran yang dapat dipasarkan serta timbulnya kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya sayuran yang sehat. Metode yang digunakan yaitu: (1) survey lokasi Kelompok Wanita Tani Desa Bulu Tellue Kec. Bulupoddo, (2) wawancara/evaluasi awal anggota kelompok wanita tani untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki, (3) pemberian materi tentang pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya sayuran dan bahaya residu pestisida, dan (4) praktek langsung pemanfaatan lahan pekarangan di antaranya budidaya sayuran model vertikultur, budidaya sayuran dengan bedengan dan budidaya sayuran menggunakan pot. Hasil pendampingan yang dilakukan pada anggota kelompok wanita  tani dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya kegiatan pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh ibu-ibu anggota kelompok dalam mensuplay kebutuhan akan sayuran untuk keluarganya. Kata kunci: Pemanfaatan, pekarangan, budidaya, sayuran.   ABSTRACT The problem faced by women farmers in Bulu Tellue Village in utilizing their yards is the lack of community knowledge about the use of their yards, lack of training and absence of mentoring process from extension workers. Efforts to increase the knowledge of women farmers in utilizing their yards are through a process of counseling and assistance. The output of this activity are the use of land for vegetable cultivation maximally and simply so that it can be implemented easily by groups of women farmers/housewives, increased income for housewives with the production of marketable vegetables and the emergence of public awareness in particular. Housewives regarding the importance of using their yards by cultivating healthy vegetables. The method used are: (1) location survey of the Village Women Farmers Group of Bulu Tellue at District Bulupoddo; (2) interviews/initial evaluations of women farmer group members to find out their initial knowledge; (3) the provision of material on the use of yards, vegetable cultivation and the dangers of pesticide residues; and (4) direct practices of utilizing yard land include cultivating verticultural models of vegetables, cultivating vegetables with beds and cultivating vegetables using pots. The results of the assistance carried out to members of the women farmer group were said to be successful which was indicated by the existence of land use activities carried out by group members in supplying the need for vegetables to their families. Keywords: Utilization, yard, cultivation, vegetables.
MENDIDIK ANAK USIA DINI UNTUK CINTA TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN MENANAM TANAMAN SAYURAN ORGANIK SECARA VERTIKULTUR DI PAUD MUTIARA HATI, SOKARAJA Tini, Etik Wukir; Suharti, Woro Sri; Oktavilia, Ernasiwi Astri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11337

Abstract

ABSTRAK Periode usia dini merupakan masa penting bagi perkembangan anak. Salah satu karakter yang dapat ditanamkan saat periode anak usia dini adalah peduli terhadap lingkungan meliputi peduli lingkungan sosial dan lingkungan alam Peduli lingkungan alam dideskripsikan sebagai sikap dan tindakan yang menunjukkan perhatian dan menjaga lingkungan alam sekitar.  Implementasi karakter peduli lingkungan bertujuan membentuk proses pembiasaan pada anak agar terbiasa berperilaku baik terhadap lingkungan sekitar. Khalayak sasaran mitra adalah PAUD Mutiara Hati, Sokaraja baik murid, orang tua murid, dan gurunya. Kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2020 adalah, transfer pengetahuan dan teknologi dengan cara penyuluhan dan praktek langsung berupa pelatihan meliputi: parenting cara mendidik anak usia dini untuk cinta lingkungan yang akan diberikan oleh psikolog (anggota tim), praktek pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit nanas, dan demplot tanaman sayuran organik dengan vertikultur. Metode yang diterapkan adalah ceramah, praktek langsung, dan pelatihan secara online serta dipantau dengan media sosial. Kegiatan pengabdian berbasis riset dapat terlaksana dengan baik dengan dukungan mitra sasaran meliputi murid, guru, kepala sekolah PAUD Mutiara Hati, dan orang tua murid. Penanaman kecintaan anak usia dini terhadap tanaman untuk turut serta dalam kelestarian lingkungan baik di sekolah maupun di rumah telah mulai dilakukan. Peningkatkan pengetahuan anak terhadap cara budidaya tanaman sayuran mencapai 85%, melakukan praktek menanam 85%, dan melakukan pemeliharaan tanaman 82%. Kata kunci: Anak usia dini, kelestarian lingkungan.   ABSTRACT Early childhood is an important period for child development. One of the characters that can be introduced during the early childhood period is caring for the environment, including the social environment and the natural environment. Caring is described as an attitude and action that shows concern and protects the surrounding environment. The implementation of the character of caring for the environment aims to form habits in children so that they are accustomed to behaving well in their surroundings. The target audience for partners is PAUD Mutiara Hati, Sokaraja, both students, parents and teachers. Activities carried out in 2020 were the transfer of knowledge and technology by means of direct counseling and practice in the form of training including: parenting how to educate early childhood to love the environment which will be provided by a psychologist (team member), the practice of making liquid organic fertilizer from pineapples skin waste, and a demonstration plot of organic vegetable crops with verticulture. The methods applied are lectures, direct practice, and online training and monitored by social media. Research-based service activities can be carried out well with the support of target partners, students, teachers, principals of PAUD Mutiara Hati, and parents of students. Cultivation of early childhood love for plants to participate in environmental preservation both at school and at home has been started. Increasing children's knowledge on how to cultivate plants reached 85%, doing planting practices of 85%, and doing plant maintenance of 82%. Keywords: Early childhood, environmental sustainability.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN IBU HAMIL DARI DAUN KELOR UNTUK MENUNJANG KETAHANAN PANGAN DI DESA ADIARSA BARAT KARAWANG BARAT JAWA BARAT Karim, Ulfah Nuraini; Dewi, Aliana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11495

Abstract

ABSTRAK Anemia ibu hamil dapat berdampak pada angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian Neonatal (AKN). Penyuluhan dan pelatihan pembuatan makanan ibu hamil dari daun kelor bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil untuk menunjang ketahanan pangan dalam mengatasi Anemia ibu hamil. Metode yang ditawarkan adalah mengadakan pertemuan  dengan para pengelola Kelompok Pendamping Ibu untuk membahas tentang permasalahan dalam program peningkatan gizi ibu hamil, memberikan program pendidikan dan pelatihan tentang penyuluhan dan pelatihan pembuatan makanan ibu hamil dari daun kelor, bekerjasama dengan pemerintah daerah Kelurahan dan Kecamatan Karawang Barat untuk membantu meningkatkan kebijakan program gizi ibu hamil serta pendampingan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang anemia dan penanganan anemia serta keterampilan pembuatan camilan sehat. Kerjasama dalam sumber daya yaitu: kader kesehatan dengan kelompok pendamping ibu hamil dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan untuk monitoring dan evaluasi program. Pelatihan Pembuatan Makanan Ibu Hamil Dari Daun Kelor perlu monitoring dan evaluasi program peningkatan gizi ibu hamil di Desa Adiarsa Barat Karawang Barat. Kata kunci: Penyuluhan, pelatihan pembuatan makanan ibu hamil, daun kelor.   ABSTRACT Pregnant mother anemia can have an impact on the maternal mortality rate (MMR) and neonatal mortality rate (AKN). Counseling and training on making food for pregnant women from Moringa leaves aims to increase the knowledge and skills of pregnant women to support food security in overcoming anemia in pregnant women. The method offered is holding a meeting with the managers of the Mother's Companion Group to discuss problems in the nutrition improvement program for pregnant women, Providing education and training programs on Counseling and Training for Making Pregnant Mother Food from Moringa Leaves, Collaborating with the local government of sub-district and district of West Karawang to help improve the nutrition program policies for pregnant women and assistance. The results of community service showed an increase in knowledge about anemia and anemia management as well as skills in making healthy snacks. cooperation in resources, namely: health cadres with companion groups for pregnant women with the puskesmas and health offices for monitoring and evaluation of programs. Conclusion: Training on Making Food for Pregnant Women from Moringa Leaves needs monitoring and evaluation of nutrition improvement programs for pregnant women in Adiarsa Barat Village, West Karawang. Keywords: Counseling and training on food making for pregnant women, moringa leaves.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI UNTUK PERSIAPAN BAHAN BAKU INDUSTRI NANAS (Ananas comosus (L) Merr.) DI KECAMATAN NGANCAR DAN PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI Suryanto, Agus; Sitawati, .; Noor, Arifin; Nurlaelih, Euis Elih; Damaiyanti, D. R. R.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11499

Abstract

The community service aims to empower the pineapple farmers (Ananas comosus L.) in Ngancar and Plosoklaten Districts, Kediri Regency, by improving cultivation technology to produce higher quality fresh fruit and diversifying post-harvest products to add various marketable products. Farmers need for pineapple seeds that have not been met and improper plant cultivation technology were some of problems faced by farmers in this area. In addition, superior varieties developed are still limited, hence choices in improving quality are limited. Farmers limited knowledge on the post-harvest technology in pineapple cultivation has caused the farmers have no other choice but to market their products only in the form of fresh fruit. Part of the plant which is prioritized for production was only the fruit, there has not been any innovation in utilizing other plant parts such as pineapple leaves as raw material for pineapple fiber industry. In this community service, counseling has been successfully conducted on the selection of pineapple seedlings and superior varieties, improvement of pineapple plant maintenance and Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR). Implementation of community service started with socialization and counseling on the selection of pineapple seedlings and superior varieties, improvement of pineapple plant maintenance and PGPR. In addition, practice and assistance were carried out in the characterization and selection of superior varieties of pineapple seedlings. The result obtained is that the partner community is able to apply pineapple plant cultivation technology in an integrated manner.   Keywords: Pineapple, extension, seeds, superior varieties.   ABSTRAK Tujuan pengabdian masyarakat adalah pemberdayaan kelompok tani Langgeng Mulyo nanas (Ananas comosus L.) di Kecamatan Ngancar dan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dengan cara perbaikan teknologi budidaya untuk menghasilkan buah segar yang lebih berkualitas dan diversifikasi produk pasca panen untuk menambah berbagai produk yang bisa dipasarkan. Permasalahan pada Kelompok Tani di Kecamatan Ngancar dan Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, antara lain adalah kebutuhan bibit nanas yang belum dapat dipenuhi dan teknologi budidaya tanaman nanas yang kurang tepat. Varietas unggul yang dikembangkan masih terbatas sehingga pilihan dalam perbaikan kualitas menjadi terbatas. Keterbatasan pengetahuan tentang teknologi pasca panen pada pelaku budidaya nanas menyebabkan pelaku budidaya tidak mempunyai pilihan lain selain memasarkan produk hanya dalam bentuk buah segar. Bagian tanaman yang diutamakan produksinya hanya pada bagian buah, belum terdapat inovasi memanfaatkan bagian tanaman yang lain seperti daun nanas sebagai bahan baku industri serat nanas. Pada pengabdian ini telah berhasil dilakukan penyuluhan mengenai seleksi bibit nanas dan varietas unggul, perbaikan pemeliharaan tanaman nanas dan Plant Growth Promoting Rhizobacter (PGPR). Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang seleksi bibit nanas dan varietas unggul, perbaikan pemeliharaan tanaman nanas dan PGPR. Selain itu dilakukan praktek dan pendampingan dalam karakterisasi dan seleksi bibit nanas varietas unggul. Hasil yang diperoleh adalah masyarakat mitra mampu menerapkan teknologi budidaya tanaman nanas secara terpadu.   Kata kunci: Nanas, penyuluhan, bibit, varietas unggul.  
PENYULUHAN TEKNIS PEMANGKASAN BENTUK DAN PEMANGKASAN PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO KLONAL DI KABUPATEN KOLAKA UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nasaruddin, .; Musa, Yunus; Yassi, Amir; Rosmana, Ade; BDR, Muh. Farid; Mustafa, Ismail
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11501

Abstract

North Kolaka is one of the largest cocoa producing districts in Southeast Sulawesi, however in the last 10 years, there has been a decline in the area and production of cocoa plants in North Kolaka. Cocoa is the main source of income for the people of North Kolaka, a source of regional income (PAD), and a provider of employment for the community. Currently, the government is temporarily revitalizing the people's cacao plants in an effort to restore the prestige of North Kolaka as a leading production center in Indonesia. Pruning is one aspect of cultivation that is important for good cocoa production. Pruning cocoa consists of pruning shapes, pruning maintenance and pruning production. So far, the community has not done shape pruning, especially for clonal cocoa from plant propagation using shoot grafting techniques. This is reflected in the condition of the plant growth system, especially in clonal plants. Community service activities are carried out by way of outreach and counseling about pruning and maintenance of cocoa farmer groups. The activity received a positive response from partner farmers who were very enthusiastic about participating in extension activities and hoped that the same activities would continue to be carried out not only in pruning, but all aspects of the election, especially in supporting the revitalization activities that were being carried out by the Government and the Community of North Kolaka.   Keywords: Cocoa, shape pruning, maintenance pruning, clonal tree.   ABSTRAK Kolaka Utara merupakan salah satu kabupaten penghasil kakao terbesar di Sulawesi Tenggara, akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, terjadi penurunan areal dan produksi tanaman kakao di Kolaka Utara. Kakao merupakan sumber pendapatan utama masyarakat Kolaka Utara, sumber pendapatan asli daerah (PAD), dan penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Saat ini pemerintah sementara melakukan revitalisasi tanaman kakao rakyat dalam upaya pemerintah daerah mengembalikan pamor Kolaka Utara sebagai sentra produksi terkemuka di Indonesia. Salah satu aspek budidaya yang penting untuk mendapatkan produksi kakao yang baik adalah pemangkasan. Pemangkasan kakao terdiri dari pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan produksi. Selama ini masyarakat belum melakukan pemangkasan bentuk khususnya pada tanaman kakao klonal dari perbanyakan tanaman dengan teknik sambung pucuk. Hal ini tercermin dari kondisi sistem pertajukan tanaman khusunya pada tanaman klonal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan jalan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemangkasan bentuk dan pemeliharaan pada kelompok tani kakao. Kegiatan mendapat respon positif dari petani mitra yang sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengharapkan kegiatan yang sama terus dilakukan tidak terbatas hanya pada pemangkasan, tetapi seluruh aspek pemiliharaan terutama dalam mendukung kegiatan revitalisasi yang sementara dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat Kolaka Utara.   Kata kunci: Kakao, pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, kakao klonal.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU “LORONG GARDEN” KELURAHAN WALA-WALAYYA KOTAMADYA MAKASSAR Aminah, .; Hatta, Sitti Rahbiah B.
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11515

Abstract

The program aims to develop a home organic fertilizer maker business and increase  knowledge and skills of housewives who live in  alleys of Wala-walayya village, Makassar Municipality, in terms of farming and greening the alleys by utilizing compost and local microorganisms (MOL) made from household waste which is the Leading Innovation Program of the Makassar City Government, also aims to make women able to design and utilize upper part of the drainage channel to store plant pots with beautiful aesthetic value. The target of this activity is increasing knowledge mothers in the alleys Wala-walayya about the concept of greening alleys and laying out alleys properly with organic farming system method, which uses organic fertilizers above the drainage channel around their house that cultivates ornamental plants and other horticultural plants of economic value. At the end of the service, it was found that (1) the knowledge of the target farmers increased about the benefits of fertilization through organic fertilizers, the enthusiasm proved by the residents making their own demonstrated molasses liquid which used as raw material for liquid organic fertilizer; (2) The farmers response are positive and try to make their own liquid organic fertilizers to be tested on their yards, both for ornamental plants and for vegetables and fruits; (3). The enthusiasm of the residents of Wala-walayya village is very high to beautify the alleys where they live by trying to plant horticultural crops on the drainage around the alley so that it looks beautiful like "Garden Alley"   Keywords:  Compost, local microorganism, garden alley, District Wala-walayya.   ABSTRAK Program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha pembuat pupuk organik rumahan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu yang berdomisili pada gang-gang di kelurahan Wala-walayya Kotamadya Makassar, dalam hal bertani dan menghijaukan lorongnya dengan memanfaatkan kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan dasar limbah rumah tangga yang merupakan Program Inovasi Unggulan Pemerintah Kota Makassar, Selain itu juga bertujuan agar ibu-ibu mampu mendesain dan memanfaatkan bagian atas saluran drainase untuk menyimpan pot-pot tanaman sehingga mempunyai nilai estetika yang indah. Target kegiatan ini diharapkan, agar masyarakat dalam hal ini ibu-ibu yang berdomisili di gang-gang yang di Kelurahan Wala-walayya, kotamadya Makassar bertambah pengetahuannya tentang konsep menghijaukan lorong dan menata lorong dengan baik dengan metode sistem pertanian organik, yang menggunakan pupuk organik di atas saluran drainase sekitar rumah mereka yang mengusahakan tanaman hias ataupun tanaman hortikultura lainnya yang bernilai ekonomi. Pada akhir pengabdian diperoleh bahwa (1) pengetahuan petani sasaran tentang manfaat pemupukan melalui pupuk organik cair telah meningkat, capaian kegiatan diperoleh dengan antusiasnya warga untuk membuat sendiri cairan molase yang telah didemostrasikan yang akan digunakan sebagai bahan baku pupuk organik cair. (2) Tanggapan petani terhadap kegiatan demonstrasi cara pembuatan pupuk organik cair cukup baik dan positif serta petani ingin mencoba membuat sendiri pupuk organik cair untuk dicobakan pada lahan pekarangannya baik untuk tanaman hias maupun untuk tanaman sayuran dan buah-buahan (3). Antusias warga kelurahan Wala-walayya juga sangat tinggi untuk memperindah gang – gang tempat mereka berdomisili dengan mengusahakan menanam tanaman hortikultura di atas saluran drainase di sekitar gang sehingga nampak  indah seperti “Lorong Garden”   Kata kunci: Kompos, MOL, lorong garden, Kelurahan Wala-walayya.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue