cover
Contact Name
trio saputra
Contact Email
trio_saputra@unilak.ac.id
Phone
+6285364465335
Journal Mail Official
jurnalniara@gmail.com
Editorial Address
jl. yos sudarso Km.08 Rumbai Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
jurnal niara
ISSN : 16933516     EISSN : 25287575     DOI : 10.31849
The scope includes but is not limited to topics, e.g. public policy, administrative reform, corporate governance, collaborative governance, dynamic public services, e-government, digital governance, e-commerce, local government studies, multi-level governance, financial institutions, behavioral finance, innovation, entrepreneurship, microfinance, human resource, knowledge management, leadership, strategic management, organizational development, institutionalization, organizational behavior, learning culture, fiscal policy, tax administration, international tax, politics of taxation, welfare and national security, and sustainable development
Articles 431 Documents
Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa Perempuan Di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro Dewi Nur Rohmah; Miftahul Huda; Cahya Lukito
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24322

Abstract

Studi ini akan menyelidiki strategi kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala desa perempuan di Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, akan dibahas bagaimana masyarakat melihat peran perempuan dalam kepemimpinan dan bagaimana masyarakat melihat peran perempuan tersebut. Studi kasus ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individu terhadap kepemimpinan transformasional ditunjukkan melalui analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa perempuan di Desa Kauman yang memiliki kepemimpinan transformasional telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, melakukan inovasi untuk mendorong masyarakat, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui sikap terbuka dan empati. Program seperti pelatihan hidroponik dan pemasaran digital telah terbukti dapat meningkatkan sumber daya manusia desa. Ini juga menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kemampuan yang sama untuk menjadi pemimpin, dan ini dapat memecahkan stereotip tentang gender.
Dynamic Governance Melalui Whistleblowing System Sebagai Pengendali Gratifikasi Didesa Kauman Sofitasari; Ahmad Taufiq; Cahya Lukito
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) sebagai bagian dari Whistleblowing System di Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro, yang diluncurkan pada September 2023. Sistem ini diperkenalkan sebagai mekanisme pengendalian gratifikasi dan pencegah korupsi di tingkat pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan kontribusi UPG terhadap aspek tata kelola transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan desa, mengurangi kemungkinan terjadinya gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang. Akan sangat efektif juga dalam partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan dugaan praktik gratifikasi untuk memperkuat sistem pengendalian di desa. Namun, tantangan resistensi budaya dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa itu whistleblowing belum dapat diatasi. Kesimpulannya adalah UPG memang menunjukkan janji sebagai instrumen yang efektif dalam memantau gratifikasi dan dapat direplikasi di desa lain untuk tata kelola yang lebih baik yang bersih dan akuntabel.
E-Government Melalui Aplikasi Ibuk-E Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Desa Prayungan Ainina Ika Yulianti; Ahmad Suprastiyo; Ida Swasanti
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24650

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai sektor pemerintahan untuk menerapkan konsep e-government guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan. Salah satu bentuk penerapan e-government adalah pemanfaatan aplikasi Ibuk-E sebagai sarana penyediaan informasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan aplikasi Ibuk-E dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperbaiki kualitas pelayanan publik di tingkat desa. E-government yang diterapkan menggunakan 3 elemen sukses meliputi: elemen support (dukungan), elemen capacity (kemampuan) dan elemen value (manfaat) serta mendeskripsikan kendala yang menjadi penghambat penerapan e-government. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada desa prayungan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis berfokus pada bagaimana aplikasi Ibuk-E dapat memberikan manfaat dalam mengakses informasi, transparansi, serta partisipasi masyarakat dalam layanan publik. Disamping itu, aplikasi Ibuk-E juga memiliki beberapa kendala dalam implementasinya yaitu kurangnya pembiasaan tenaga pemerintahan dan warga dalam memanfaatkan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Ibuk-E memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan, tetapi tidak semua warga menggunakannya bahkan tidak mengetahui adanya aplikasi tersebut.
Konflik Internal Di Organisasi Non-Profit: Perspektif Postmodern Tentang Efisiensi Dan Etika (Studi Kasus Kemendikbudristek dengan Pendekatan Postmodern) Sesilia Grace Sitohang; Zulkarnaini
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24787

Abstract

Konflik internal di organisasi non-profit mempengaruhi efisiensi dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik internal di Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dari perspektif postmodern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui analisis literatur dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal di Kemendikbudristek disebabkan oleh struktur kekuasaan yang kompleks, komunikasi yang tidak efektif, dan perbedaan nilai-nilai. Konflik ini mempengaruhi efisiensi organisasi, seperti penurunan produktivitas dan kualitas layanan. Selain itu, konflik internal juga mempengaruhi etika organisasi, seperti penyalahgunaan kekuasaan dan diskriminasi.Perspektif postmodern menawarkan pendekatan alternatif untuk memahami konflik internal di organisasi non-profit. Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami konteks sosial, politik, dan budaya yang mempengaruhi konflik internal. Hasil penelitian ini dapat membantu organisasi non-profit meningkatkan efisiensi dan etika dengan memahami dan mengelola konflik internal secara efektif.
Collaborative Governance Dalam Penertiban Pertambangan Galian C Ilegal Di Kabupaten Kampar Elisabet Panjaitan; Hasim As'ari
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24790

Abstract

Observing that there are still many business actors who carry out mining activities without a permit in Kampar Regency which results in environmental damage and community unrest, there is a need for a collaborative process between stakeholders. This study aims to analyze collaborative governance in the control of illegal C mining in Kampar Regency and its obstacles. This study uses a descriptive qualitative research method. The theory used is the factor theory in the collaborative governance process by Schottle, which is 7 factors: willingness to compromise two or more parties, communication, commitment, mutual trust, transparency of information exchange, knowledge sharing and willingness to take risks. The results of this study found that collaborative governance in the control of illegal mining C was carried out informally with a willingness to compromise in the form of meetings and socialization, then communication by giving directions regarding licensing, then a commitment for mining business actors to carry out excavation activities by having permits, and mutual trust carried out by carrying out activities according to authority and responsibility, then the transparency of information exchange is carried out by sharing data about business actors, then sharing knowledge about the impact of mining that is not in accordance with the rules, as well as the willingness to take risks in the field in the collaboration process. Other obstacles faced in this collaboration process are policy changes regarding licensing authority, weak coordination between parties, as well as financing and budgeting
Pentahelix Stakeholder Collaboration In Climate Change Mitigation In Bojonegoro District Jelita Nur Fitria Anggita; Esa Septian; Rupiarsieh
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24834

Abstract

This research aims to describe the roles and contributions of pentahelix stakeholders in the collaboration process on the implementation of climate change mitigation in Bojonegoro Regency. This research method uses a case study approach with a descriptive qualitative research type. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. The results of this study show that the implementation of climate change mitigation in Bojonegoro Regency is exemplary; the stakeholders involved have played their roles by contributing according to their respective main tasks and functions. The government, as the leading sector, plays a role in policy formulation and facilitates all stakeholders. The community plays a role in community development and becomes a bridge between the community and the government. Businesses contribute in terms of partnerships and funding. Academics run by conducting research and innovation; besides that, the media, in this case, plays a role as a source of information, education and literacy for the public. However, in the implementation of collaboration, there are still problems in the relationship between stakeholders; namely, there is a sectoral ego or silo mentality between stakeholders who tend not to want to share information with other stakeholders. This is one of the challenges and obstacles in the implementation of climate change mitigation in Bojoengoro District.
Realignment Politik Pasca Pilkada di Sumatera Barat M. Fedro Syafiola; Muhammad Ziqri
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.25460

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi peran pemimpin tradisional (ninik mamak) dalam menghadapi dinamika politik modern, khususnya dalam konteks pasca-Pilkada. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, penelitian ini menggali pergeseran pola relasi antara elit politik, penyandang dana, dan masyarakat, serta dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi metode yang meliputi studi dokumentasi, wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan signifikan dalam lanskap politik lokal, di mana fenomena high cost democracy telah menciptakan ketergantungan elit politik terhadap penyandang dana, yang berimplikasi pada terbentuknya pola hubungan patron-klien. Para ninik mamak menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan modernisasi sambil mempertahankan nilai-nilai adat, tercermin dari memudarnya otoritas dalam pengelolaan harta pusaka, berkurangnya peran dalam pendidikan adat, dan menurunnya partisipasi dalam penyelesaian konflik sosial. Pergeseran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti urbanisasi, perkembangan teknologi, sistem pendidikan formal, dan perubahan pola ekonomi yang lebih berorientasi individual. Penelitian ini mengungkap perlunya reformulasi peran yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modernitas untuk mempertahankan relevansi kepemimpinan tradisional dalam konteks politik kontemporer
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana (Studi Kasus Bencana Banjir di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru) Elisabeth; Febri Yuliani
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27385

Abstract

Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan Implementasi Kebijakan penanggulangan Bencana Daerah, khususnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi dan menganalisis kendala dari Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Banjir di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori Thomas B. Smith yang menggunakan 4 indikator, yaitu Kebijakan yang diidealkan, Kelompok Sasaran, Organisasi Pelaksana, dan Faktor Lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ada kesenjangan besar antara kebijakan dan implementasi kesiapsiagaan bencana di masyarakat. Banyak warga yang tidak puas dengan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana saat ini, seperti pendistribusian materi informasi, karena mereka menganggap tidak efektif. Kurangnya sosialisasi yang teratur juga membuat masyarakat tidak mengetahui tentang peraturan bencana, sehingga menimbulkan masalah pada saat bencana terjadi. Terdapat kendala yang menghambat implementasi kebijakan penanggulangan bencana di Kecamatan Rumbai yang terdiri dari sosialisasi yang tidak tepat sasaran, masyarakat kurang responsif, dan lokasi yang sulit diakses untuk kegiatan penanggulangan banjir di Kecamatan Rumbai
Collaborative Governance Dalam Pengembangan Ekowisata Mangrove Di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Veronica Putri Sevial; Zulkarnaini
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27386

Abstract

Collaborative Governance adalah suatu hal penting dilakukan dalam kegiatan pengembangan ekowisata mangrove, jika tidak kerjasama antar kelompok atau aktor yang berkepentingan akan sulit mencapai perkembangan yang signifikan. Oleh sebab itu tujuan dibuatnya penelitian ini ialah untuk menganalisis kolaborasi aktor dan faktor penghambat dalam pengembangan ekowisata mangrove yang ada di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam menganalisis kolaborasi aktor peneliti menggunakan teori Ansell & Gash, kolaborasi dinilai melalui kegiatan dialog tatap muka, pemahaman bersama, komitmen dalam kolaborasi, membangun kepercayaan, dan hasil sementara. Kolaborasi aktor dalam pengembangan ekowisata mangrove di Desa Pangkalan Jambi ini belum efektif dimana para pemangku kepentingan melakukan dialog tatap muka masih belum terjadwal dengan baik, kegiatan dialog pun jarang mendudukkan seluruh aktor yang berkepentingan maupun yang berperan secara bersama-sama. Meski kolaborasi sudah ada upaya kegiatan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekowisata. Semua kegiatan itu terhambat karena beberapa hal seperti tidak adanya dialog yang terjadwal dengan menghadirkan seluruh pihak berkepentingan, serta tidak berjalan dengan baik komitmen antar aktor.
Pengaruh Kualitas Kinerja Dan Pelayanan Personel Aviation Security Terhadap Kepuasan Penumpang Di Bandar Udara Internasional Kualanamu Sumatera Utara Janual Suryadi Nasution; Ali Mukti Tanjung; Boby Indra Prayoga
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27388

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui besarnya pengaruh kualitas kinerja dan pelayanan Personel Aviation Security terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Kualanamu Sumatera Utara. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif asosiatif. Jumlah sample sebanyak 100 orang responden penumpang yang akan berangkat dengan pesawat udara dengan teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan metode Sampling Aksidental. Penelitian ini menyimpulkan yakni pengujian hipotesis secara parsial terhadap variabel kualitas kinerja menunjukkan besarnya thitung > ttabel (3.185 > 1.984) dan nilai signifikansi 0.002 < 0.05, sehingga hipotesis kualitas kinerja memiliki pengaruh sebesar 35.8% terhadap Kepuasan Penumpang. Selanjutnya, pengujian hipotesis secara parsial terhadap variabel pelayanan menunjukkan besarnya thitung > ttabel (3.317 > 1.984) dan nilai signifikansinya 0.001 < 0.05, sehingga hipotesis pelayanan berpengaruh positif sebesar 37.2% terhadap Kepuasan Penumpang. Pengujian hipotesis secara simultan menghasilkan nilai Fhitung sebesar 42.382 dengan pvalue = 0.000. Hal ini membuktikan bahwa pvalue < level of significance (α=5%) dan Fhitung > Ftabel. Pada penelitian ini juga didapatkan persamaan regresi linier berganda memiliki nilai konstan sebesar 19.827 yaitu apabila variabel Kualitas Kinerja (X1) dan variabel Pelayanan (X2) bernilai 0, maka Kepuasan Penumpang (Y) bernilai 19.827. Sejalan dengan hasil nilai koefisiensi determinasi (Adjusted R2 Square) yang didapatkan sebesar 45.5 %. Hal ini mempunyai arti yaitu variabel Kualitas Kinerja (X1) dan Pelayanan (X2) mempengaruhi Kepuasan Penumpang (Y) sebesar 45.5%, sedangkan sisanya yaitu 54.5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi pada penelitian ini.