cover
Contact Name
trio saputra
Contact Email
trio_saputra@unilak.ac.id
Phone
+6285364465335
Journal Mail Official
jurnalniara@gmail.com
Editorial Address
jl. yos sudarso Km.08 Rumbai Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
jurnal niara
ISSN : 16933516     EISSN : 25287575     DOI : 10.31849
The scope includes but is not limited to topics, e.g. public policy, administrative reform, corporate governance, collaborative governance, dynamic public services, e-government, digital governance, e-commerce, local government studies, multi-level governance, financial institutions, behavioral finance, innovation, entrepreneurship, microfinance, human resource, knowledge management, leadership, strategic management, organizational development, institutionalization, organizational behavior, learning culture, fiscal policy, tax administration, international tax, politics of taxation, welfare and national security, and sustainable development
Articles 431 Documents
Manajemen Strategi Organisasi di Era Digital: (Mengidentifikasi Tantangan Dan Peluang) Hazimah Dzikra Hayati; Milatul Rahmawati; Rusdinal; Anisah; Merika Setiawati
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27390

Abstract

Studi ini bermaksud untuk menyelidiki manajemen strategis lembaga pendidikan di era digital ini, menunjukkan dengan tepat kesulitan yang dihadapi, dan menyelidiki jalan potensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan saran kepada para manajer pendidikan tentang cara membuat dan menjalankan strategi yang secara efektif mengatasi dinamika dan perubahan era digital. Penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, dan teknik analisis konten digunakan untuk menganalisis data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital sistem pembelajaran menghadirkan sejumlah peluang dan masalah yang harus ditangani dengan baik oleh institusi pendidikan. Kebutuhan untuk mengevaluasi teknologi infrastruktur, memberikan pelatihan berkelanjutan kepada para guru, serta memperbarui peraturan dan kurikulum terkait teknologi merupakan beberapa kendala utama, keterlibatan pemangku kepentingan, bantuan teknis yang memadai, dan pendekatan yang mudah beradaptasi sangat penting untuk mengatasi kendala ini. Namun, era digital menghadirkan beberapa keuntungan, termasuk gamifikasi dan teknik pembelajaran interaktif, analisis untuk melacak kemajuan siswa, personalisasi pembelajaran, dan akses ke sumber daya pembelajaran di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan peluang ini, institusi pendidikan dapat meningkatkan keterlibatan siswa, merampingkan operasi, dan mempersonalisasi instruksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendekatan yang efisien untuk mengatasi hambatan dan memanfaatkan peluang akan memfasilitasi adaptasi yang sukses di era digital ini, memaksimalkan hasil pendidikan dan pengalaman belajar
Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Menjamin Konstitusionalitas Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia Suyeni; Wahyu Rahmadani; Slim Oktapani
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27395

Abstract

Abstrak Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan institusi yang memiliki peran sentral dalam mengawal konstitusionalitas undang-undang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran MK dalam menjamin bahwa pembentukan undang-undang sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengeksplorasi putusan-putusan MK terkait uji materiil undang-undang serta implikasi terhadap harmonisasi hukum di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun MK telah berperan secara signifikan dalam menjaga supremasi konstitusi, masih terdapat tantangan dalam implementasi putusan-putusan MK, terutama dari segi kepatuhan lembaga legislatif dan eksekutif.
Implementasi Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 31 Tahun 2022 di Kabupaten 50 Kota Deswita Fitriadi; Zaili Rusli
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27519

Abstract

Pemerintah Kabupaten 50 Kota mengeluarkan Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau di Kabupaten 50 Kota yang bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan mengkreasikan Budaya Alam Minangkabau, akan tetapi masih terdapat masalah dalam proses pengimplementasiannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 31 Tahun 2022 di Kabupaten 50 Kota. Selain itu, juga untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang menghambat Implementasi Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 31 Tahun 2022 menggunakan teori Implementasi Kebijakan menurut Van Meter Van Horn. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 31 Tahun 2022 di Kabupaten 50 Kota belum terlaksana dengan baik. Faktor penghambatnya ialah guru yang tidak qualified, buku tidak tersedia, materi yang diajarkan tidak didukung dengan tindakan yang nyata oleh implementor, sosialisasi yang tidak merata, dan rendahnya minat anak untuk belajar BAM.
Analisis Implementasi Etika Profesi Dan Kode Etik Guru Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Agus Faisal Asyha; Yeni Astuti; Raden Roro Atmim Nurona; Nirva Diana
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.27521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika profesi dan kode etik guru dalam pembentukan karakter peserta didik. Etika profesi guru merupakan seperangkat norma yang menjadi landasan perilaku guru, sedangkan kode etik guru adalah aturan praktis yang mengikat dalam pelaksanaan tugas profesional. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara konsistensi penerapan etika profesi guru dan perkembangan karakter siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru yang menerapkan nilai-nilai etika seperti keadilan, tanggung jawab, dan rasa hormat mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif serta menjadi teladan efektif bagi siswa. Namun, terdapat hambatan seperti kurangnya pelatihan dan pemahaman guru mengenai implementasi etika profesi. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan institusional, kebijakan sekolah yang mendukung, dan program pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat peran guru dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai peran etika profesi dalam pendidikan serta memberikan rekomendasi praktis untuk implementasinya di sekolah
Praktik Oligarki Pada Pertambangan Nikel Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Studi Kasus : Suku Sawai Halmahera Aprilia Atika Putri; Nurpeni; Yusmar Yusuf
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/6e0fy974

Abstract

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, menjadikannya salah satu penghasil utama komoditas ini. Namun, di balik potensi ekonomi yang besar, praktik oligarki dalam industri pertambangan nikel telah menimbulkan dampak serius, terutama terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik oligarki dalam industri nikel terjadi serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan fokus pada masyarakat suku Sawai di Halmahera Selatan. Ekspansi pesat industri nikel di Halmahera telah menyebabkan kerusakan ekosistem seperti pencemaran air, penurunan jumlah ikan, dan terganggunya keseimbangan lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat lokal. Kebijakan pemerintah yang sering kali berpihak pada perusahaan tambang memperparah situasi ini, dengan memberikan kemudahan akses izin melalui regulasi seperti UU Cipta Kerja, meskipun berpotensi mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat. Dominasi pemerintah pusat dalam pengelolaan izin tambang, tanpa memperhatikan masukan pemerintah daerah dan masyarakat lokal, mencerminkan ketimpangan dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, minimnya kewajiban perusahaan tambang untuk melakukan rehabilitasi lingkungan setelah operasi memperburuk dampak jangka panjang terhadap ekosistem. Situasi ini menggambarkan kebijakan yang lebih menguntungkan elit kekuasaan dibandingkan kepentingan publik, sehingga masyarakat lokal, termasuk suku Sawai, harus menghadapi degradasi lingkungan yang merugikan kesejahteraan mereka dan mengancam sumber daya alam sebagai tumpuan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak praktik oligarki dalam pertambangan nikel dan ketimpangan yang dirasakan masyarakat terdampak.  
Jejak Oligarki Dalam Pengelolaan Tambangan Emas: Studi Kasus PT Freeport Indonesia Di Papua Anggi Hawarnia; Yusmar Yusuf; Anggita Hikmatul Hiayah
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/5cs7c140

Abstract

Sejak beroperasi pada tahun 1967, PT Freeport telah menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, menghasilkan emas dan tembaga dari salah satu deposit terbesar di Grasberg. Meskipun perusahaan ini mengklaim memberikan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terdapat ketimpangan signifikan antara keuntungan yang diperoleh dan kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kepemilikan saham, perpanjangan izin operasi, dan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan mereka yang terancam oleh limbah tailing. Temuan menunjukkan bahwa oligarki berperan penting dalam menentukan kebijakan pertambangan yang sering kali mengabaikan kepentingan masyarakat lokal, sehingga menciptakan ketidakadilan sosial dan lingkungan di Papua
Kinerja Petugas Penyuluh Lapangan KB Dalam Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Di Kabupaten Bengkalis Sri Mutiara Rizki; Adianto; Seno Andri
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/yssxa661

Abstract

Kinerja dapat diartikan pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil. Tujuan penelitian ini adalah mengeidentifikasi kinerja petugas KB, Faktor-faktor penghambat serta upaya yang dilakukan oleh petugas KB dalam Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bersifat eksplanatif. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, telaah dokumen, dan observasi. kinerja petugas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis menunjukkan Kualitas pekerjaan (Quality of work), Kuantitas (Quantity), Ketepatan Waktu (Timeless), Kemandirian (Need For Supervision), dan Komitmen Kerja (Interpersonal Impact), dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan sudah baik. aktor penghambat Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana terdiri dari 2 faktor yaitu, faktor internal: Kemampuan, perilaku dan kepemimpinan, faktor eksternal yaitu partisipasi masyarakat. Upaya yang dikalakukan untuk mengatasi masalah kinerja Penyuluh Program KB: meningkatkan kualitas petugas, meningkatkan Kerjasama, dan melakukan edukasi pada masyarakat
Analisis Faktor-Faktor Pendukung Peningkatan Pelayanan PSC 119 Di Kabupaten Bojonegoro: bahasa indonesia Hanna Putri Hendani; M. Miftahul Huda; Sri Kasiami
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/e5jat537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dalam pengelolaan layanan Public Safety Center (PSC) 119 serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan kegawatdaruratan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi yang melibatkan koordinator PSC 119, tenaga medis, serta masyarakat pengguna layanan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi layanan PSC, antara lain sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi, serta pengetahuan dan respons masyarakat terhadap layanan kegawatdaruratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro telah berupaya meningkatkan kualitas layanan PSC melalui pelatihan berkala bagi petugas medis dan penerapan teknologi informasi untuk mempercepat proses koordinasi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya beberapa kendala, seperti kekurangan tenaga medis terlatih di daerah terpencil, keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan, serta kurang optimalnya integrasi antara sistem teknologi yang digunakan di lapangan dan rumah sakit. Selain itu, meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, terdapat keluhan terkait waktu tunggu yang cukup lama, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai efektivitas layanan PSC serta tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas dan kecepatan respons terhadap situasi darurat.
Dampak Re-Branding Image Makanan Tradisional Pada Restoran Sate Manang Kabau Terhadap Persepsi Masyakakat Kota Padang Muhammad Ifdhaly; Indraddin; Azwar
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/qm4n7189

Abstract

Dampak re-branding image makanan tradisional pada restoran Sate Manang Kabau terhadap persepsi masyarakat Kota Padang merupakan topik yang relevan dalam konteks pengembangan industri kuliner dan pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi re-branding yang diterapkan oleh restoran Sate Manang Kabau dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap makanan tradisional yang disajikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan survei terhadap pengunjung restoran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa re-branding yang dilakukan oleh restoran tidak hanya berhasil menarik perhatian konsumen baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian makanan tradisional. Penelitian ini menyoroti beberapa aspek penting dari re-branding, termasuk desain interior restoran, pemasaran digital, serta pengenalan menu yang inovatif namun tetap mempertahankan cita rasa asli. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat Kota Padang mulai melihat Sate Manang Kabau tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya lokal. Hal ini sejalan dengan teori bahwa re-branding yang efektif dapat mengubah persepsi masyarakat dan meningkatkan nilai suatu produk atau layanan. Penelitian ini menegaskan bahwa re-branding image makanan tradisional di restoran Sate Manang Kabau telah memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat. Dengan strategi yang tepat, restoran ini berhasil menciptakan citra yang kuat dan relevan, yang pada gilirannya berkontribusi pada pelestarian makanan tradisional di tengah arus modernisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri kuliner lainnya dalam menerapkan strategi re-branding yang efektif
Implementasi Program Bina Keluarga Lansia (BKL) Di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang Filka Khairu Pratama,; Maihasni; Alfan Miko
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zzkj3r95

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan demografis yang dihadapi Indonesia terkait penuaan populasi, yang diperkirakan akan meningkat signifikan dari 25 juta lansia pada tahun 2019 menjadi 80 juta pada tahun 2050. Dengan meningkatnya persentase lansia, terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan sosial yang mendukung kesejahteraan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi interaksi antara agen, seperti penyuluh dan kader Bina Keluarga Lansia (BKL), dengan struktur yang ada dalam mendukung implementasi program BKL di Kota Padang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, melibatkan informan pelaku dan pengamat untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup kodifikasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas program BKL dan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam mendukung populasi lansia yang terus berkembang, meskipun program BKL telah dilaksanakan, masih terdapat kendala dalam partisipasi masyarakat dan pemahaman tentang manfaat program. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung lansia sangat penting untuk keberhasilan program ini. Kesimpulannya, sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program BKL dan memastikan kesejahteraan lansia yang berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sosialisasi dan edukasi mengenai program BKL untuk mendorong partisipasi aktif dari semua pihak terkai