p-Index From 2021 - 2026
7.685
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Jurnal Komunikasi Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Deiksis JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Pena Literasi SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Journal of Linguistic Phenomena Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal PESHUM Mabasan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Identity politics in Indonesia: A computer-mediated discourse analysis of hate speech in a virtual environment Wagiati, Wagiati; Adji, Muhamad; Darmayanti, Nani; Zein, Muhammad Rifki Adinur
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1260

Abstract

The study to analyze the computer-mediated hate speech discourse in a virtual environment. Social media and digital network connectivity allow for almost constant interaction and communication. Technological developments, accompanied by socio-political transformations, have become a widespread area of study for the production of hate speech. It is the subject of much academic research; however, a gap remains in the qualitative space that focuses on the form and function of the speech act. The study employs three distinct yet complementary traditions of discourse analysis to investigate hate speech, aiming to understand how social media users achieve the intended purpose of this type of speech. By examining the use of identity, impropriety, and intertextuality in examples of hate speech, this analysis identifies specific repetitive discursive techniques employed by speakers to achieve their goals. The study argues that to understand the features and styles of online communication, hate speech can be identified as a distinct genre of speech. However, this genre does not operate unchallenged: the data also reveals emergent counter-discourses in which other users engage in resisting hate speech through discursive reframing, sarcastic rebuttals, and appeals to civility norms, thereby shaping a contested digital space.
Pola komunikasi pasangan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis Zein, Duddy; Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i2.33318

Abstract

Keberagaman bahasa, sedikit-banyaknya, dapat memengaruhi pola komunikasi para penuturnya, khususnya komunikasi interpersonal yang berlatar belakang sosiokultural yang berlainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, menjelaskan dan memahami secara rinci pola dan perilaku komunikasi pasangan pernikahan antaretnis (Sunda dan Jawa) yang terjadi secara alamiah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat; pengaruh aktivitas pada proses komunikasi sehari-hari; dan bagaimana relativitas bahasa yang digunakan berfungsi sebagai gaya komunikasi yang konsisten dan standar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dijadikan sebagai lokasi penelitian dan sebanyak lima kecamatan dijadikan sebagai lokasi pengamatan. Pengumpuan data menggunakan teknik observasi partisipan melalui introspeksi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Dalam penelitian ini teknik triangulasi data digunakan untuk menguji stabilitas dan validitas data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis adalah pola penyesuaian searah, pola kompromi titik tengah, pola penyesuaian alternatif, dan pola pencampuran; (2) Problematika linguistis pada perkawinan ataretnis berfokus pada sekelumit keputusan dan kebijakan keluaga berkenaan dengan bahasa apa yang dijadikan sebagai alat komunikasi di dalam keluarga dan bahasa apa yang digunakan dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Jika orang tua bersepakat untuk menggunakan satu bahasa dalam membesarkan anak-anaknya, pada sat itu, budaya dari bahasa yang diajarkan juga harus dijelaskan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis memiliki pola penyesuaian searah, kompromi titik tengah, penyesuaian alternatif, dan pencampuran.
Tarik-Menarik Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran dalam Tinjauan Dialektoekolinguistik Wagiati Wagiati; Duddy Zein
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i1.332

Abstract

Penelitian ini mengkaji tarik-menarik bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam tinjauan dialektoekolinguistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan dialektoekolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah daftar kosakata (swadesh) yang memuat bahasa dalam sistem kekerabatan yang ada, kata ganti, dan bagian tubuh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif-sinkronis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat – Indonesia dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahasa Sunda dialek Pangandaran memperlihatkan adanya gejala (a) variasi bunyi vokal, (b) variasi bunyi konsonan, (c) aparesis, (d) apokop, dan (e) gejala leksikal; (2) gejala-gejala bahasa yang ada memperlihatkan adanya tarik-menarik antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
ABREVIASI DALAM ISTILAH PENGGEMAR K-POP PADA MENFESS @NCTZENBASE: KAJIAN MORFOLOGI Hermalinda Tiwi; Puspa Kadir; Wagiati Wagiati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/m2rdqh23

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop pada menfess @nctzenbase serta untuk mendeskripsikan kategori kata pada bentuk abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop yang terdapat pada menfess @nctzenbase Batas Bawah     : 2,5                   . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah menfess @nctzenbase yang terdapat pada platform Twitter dengan pengikut sebanyak 910.923 ribu. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengalami proses abreviasi yang terdapat pada cuitan tweet dalam menfess @nctzenbase pada tahun 2024. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Bentuk abreviasi yang ditemukan pada penelitian ini terbagi ke dalam tiga bentuk yaitu, singkatan, penggalan, dan akronim. Berdasarkan unggahan cuitan pada menfess @nctzenbase tahun 2024, ditemukan sebanyak 15 data pada bentuk singkatan pada istilah penggemar K-Pop. Kemudian, ditemukan sebanyak 2 data pada bentuk penggalan dan ditemukan sebanyak 8 data pada bentuk akronim. Berdasarkan pola pembentukan abreviasi, pada bentuk singkatan ditemukan 2 bentuk pola pembentukan. Kemudian, pada bentuk penggalan ditemukan pola pembentukan pemertahanan dari satu atau dua suku pertama. Sementara itu, pada bentuk akronim ditemukan 3 bentuk pola pembentukan. KATA KUNCI: @nctzenbase; Abreviasi; Twitter.   Abbreviations in K-Pop Fan Terms on Menfess @nctzenbase: Morphological Study.   ABSTRACT: This research aims to describe the form of abbreviations in terms of K-Pop fans in the menfess @nctzenbase and to describe the categories of words in the forms of abbreviations in the terms K-Pop fans found in the menfess @nctzenbase. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The object of this research is the profile @nctzenbase which is on the Twitter platform with 910,923 thousand followers. The data in this research are words that underwent an abbreviation process contained in tweets in the statement @nctzenbase in 2024. The data analysis technique in this research uses content analysis techniques. The data collection technique used in this research is the listening and note-taking technique. The forms of abbreviation found in this research are divided into three forms, namely, abbreviations, fragments, and acronyms. Based on tweets uploaded to menfess @nctzenbase in 2024, 15 pieces of data were found in the abbreviated form of the term K-Pop fan. Then, 2 data were found in fragment form and 8 data were found in acronym form. Based on the abbreviation formation pattern, in the abbreviation form, 2 forms of formation patterns were found. Then, in the fragment form, a pattern of maintaining the formation of the first one or two terms is found. Meanwhile, in the acronym form, 3 forms of formation patterns were found. KEYWORDS: @nctzenbase; Abbreviation; Twitter.   Diterima: 24 Juli 2025 Direvisi: 19 September 2025 Disetujui: 24 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Pratiwi, H. R., Kadir, P. M., & Wagiati. (2025). Abreviasi dalam istilah penggemar K-Pop pada menfess @nctzenbase: Kajian morfologi. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 463-479.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA CULPEPER DALAM ANCAMAN APLIKASI PINJAMAN ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP Muhammad Ramdlan Al-Mubarrok; Wagiati; Nani Darmayanti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fyhcxt28

Abstract

ABSTRAK: Bersamaan dengan pertumbuhan pinjol, muncul pula kekhawatiran terkait etika komunikasi antara perusahaan pinjol dan konsumen, terutama dalam interaksi melalui media sosial seperti WhatsApp. Salah satu fenomena yang muncul adalah ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh perusahaan pinjol dalam mengancam konsumen melalui pesan teks. Ketidaksantunan berbahasa dalam penagihan hutang dapat menyebabkan konsumen merasa terintimidasi, stres, dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ketidaksantunan berbahasa yang digunakan oleh aplikasi pinjaman online dalam mengancam konsumen melalui media sosial WhatsApp. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pendekatan pragmatik, penelitian ini mendasarkan analisisnya pada kerangka teoretis Culpeper tentang ketidaksantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pinjaman online sering menggunakan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam ancaman kepada konsumen. Strategi-strategi tersebut mencakup penggunaan ketidaksantunan secara langsung, positif, negatif, sarkasme atau kesantunan semu, serta menahan kesantunan. Penggunaan strategi ini dapat mempengaruhi hubungan antara aplikasi pinjaman online dan konsumen, menciptakan ketegangan dan ketidakpuasan. Implikasi pragmatik dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran dan peningkatan kesantunan berbahasa dalam komunikasi antara aplikasi pinjaman online dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 107 data strategi ketidaksantunan yang terdiri dari ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan semu, dan menahan kesantunan.
Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama oleh Saksi-Saksi dalam Video Sidang Kasus Korupsi Impor Gula Tom Lembong: Kajian Pragmatik Fadilah Fadilah; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18009

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama oleh Saksi-Saksi dalam Video Sidang Kasus Korupsi Impor Gula Tom Lembong: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama yang dilakukan oleh saksi-saksi di dalam sidang pembuktian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik George Yule, teori retorika interpersonal Leech, dan teori prinsip kerja sama Paul Grice (dalam Wijana). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Kemudian, data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dan menghasilkan data yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 215 data yang terbagi ke dalam 187 data pematuhan prinsip kerja sama dan 28 data pelanggaran prinsip kerja sama. Bentuk pematuhan prinsip kerja sama yang mendominasi di dalam objek ini menunjukkan bahwa praktik komunikasi yang terjadi di ruang persidangan berlangsung dalam sistem yang menuntut penyampaian informasi secara jelas, komprehensif, dan faktual. Sementara itu, bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat dalam penelitian ini menunjukkan adanya dinamika interaksi yang masih berhubungan dengan situasi persidangan yang mengakibatkan saksi sebagai partisipan mengalami tekanan psikologis sehingga berpotensi menghasilkan tuturan yang kurang sistematis, ambigu, atau tidak tersampaikan secara efektif.
Membedah Antonomasia: Kritik dan Identitas Sosial dalam Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori Winnarny Nurul Listary; Wahya Wahya; Wagiati Wagiati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2922

Abstract

Riset ini membahas jenis, fungsi, dan makna antonomasia sebagai kritik dan identitas sosial dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Riset ini, memiliki tujuan untuk memberi sumbangsih terhadap kemajuan pengetahuan di bidang kebahasaan, khususnya dalam kajian stilistika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan stilistika dan teori semantik. Data deskriptif untuk riset kualitatif terdiri dari kata-kata tertulis dari subjek dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Dalam riset ini, data deskriptif yang digunakan hanya kata-kata tertulis yang digunakan sebagai gejala berbahasa. Hasil riset ini, menunjukkan bahwa antonomasia dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori digunakan untuk merepresentrasikan kritik dan identitas sosial. Antonomasia dalam karya sastra terbentuk berdasarkan gaya kepenulisan pengarang. Simpulan riset ini adalah antonomasia terbagi menjadi dua jenis yakni, kelompok dan persona, serta lima fungsi utama yaitu sebagai label atau identitas diri, julukan, pujian atau sindiran, nama samaran (nama lain), dan estetika atau hiburan.
Ekspresi Verbal-Gramatikal Penyandang Afasia Broca Berbahasa Indonesia: Suatu Kajian Neurolinguistik Riki Nasrullah; Dadang Suganda; NFN Wagiati; Sugeng Riyanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1490

Abstract

This study aims to explain the patterns of construction of verbal expressions in the grammatical aspects of Indonesian Broca’s aphasia persons. People with Broca's aphasia have different verbal-grammatical expressions from normal speakers, so it is necessary to do research to create a pattern of the verbal expression. This pattern can help and facilitate the process of restoring language competence in Indonesian Broca’s aphasia persons, so the speech therapy process can be grounded in that pattern. This study was conducted using qualitative-descriptive methods with a case study approach. The research data were in the forms of verbal expressions. This study was conducted at the National Brain Center Hospital. Three (3) respondents were involved as the research subjects that met the inclusion criteria. The results showed that the overall types of verbal expressions in the grammatical aspect of people with Broca’s aphasia are (a) irregular repetition and elimination of affixation; (b) word categorization; (c) phrases with lect deficits and phrases with imperfect shapes; (d) removal and exchange of syntactic functions, removal of conjunctions. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola-pola konstruksi ekspresi verbal aspek gramatikal dari penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Para penyandang afasia broca memiliki ekspresi verbal-gramatikal yang berbeda dengan penutur normal, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk membuat pola atas ekspresi verbal tersebut. Pola tersebut pada masa nanti dapat membantu dan memudahkan proses pemulihan kompetensi berbahasa pada penyandang afasia broca berbahasa Indonesia, sehingga proses terapi wicara dapat berpijak pada pola tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini berupa ekspresi verbal para penyandang afasia Broca berbahasa Indonesia. Secara keseluruhan penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Sebanyak 3 (tiga) orang informan dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe realisasi gramatikal pada luaran wicara pengandang afasia broca adalah (a) penghilangan dan pengulangan afiksasi secara tidak teratur, (b) kategorisasi kata, (c) frasa dengan defisit leksikal dan frasa dengan bentuk yang tidak sempurna, dan (d) penghilangan dan pertukaran fungsi sintaksis, penghilangan konjungsi.
Ambivalensi Kategori Sintaksis dalam Bahasa Indonesia: Analisis Distribusional pada Korpus Cerpen Mojok.Co Ahsan Tudoni; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Tatang Suparman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.6209

Abstract

This study aims to identify and describe syntactic category ambivalence in Indonesian through a distributional analysis. The data comprise sentences containing lexical forms that exhibit the potential for more than one syntactic categorization, drawn from thirteen horror short stories published on Mojok.co. Employing a qualitative approach, the study examines the syntactic behavior of selected words based on their positional distribution and accompanying constituents within sentence structures. The findings reveal eleven words that exhibit syntactic ambivalence, namely karena, sejak, sebelum, setelah, untuk, dengan, hingga, buat, sama, akan, and sampai. Depending on their distributional patterns and syntactic configuration within the structural context of sentences, these words function as prepositions, subordinating conjunctions, coordinating conjunctions, adverbs, or verbs. The results demonstrate that syntactic categorization cannot be determined from lexical form alone but must consider distributional patterns within structural context. Theoretically, this study enriches the body of knowledge on syntactic category ambivalence in Indonesian, while practically, the description of these distributional patterns may serve as a reference for the development of Indonesian part-of-speech annotation guidelines, particularly for addressing category ambiguity in grammatically ambivalent words. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ambivalensi kategori sintaksis dalam bahasa Indonesia melalui analisis distribusional. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung kata yang berpotensi memiliki lebih dari satu kategori sintaksis yang diperoleh dari tiga belas cerita pendek bergenre horor yang dipublikasikan di Mojok.co. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan distribusional untuk menganalisis perilaku sintaktis kata berdasarkan posisi dan konstituen pendampingnya dalam struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebelas kata yang memiliki ambivalensi kategori sintaksis, yaitu karena, sejak, sebelum, setelah, untuk, dengan, hingga, buat, sama, akan, dan sampai. Kata-kata tersebut dapat berfungsi sebagai preposisi, konjungsi subordinatif, konjungsi koordinatif, adverbia, maupun verba, bergantung pada pola distribusi dan konfigurasi sintaktis dalam konteks kalimat. Temuan ini menegaskan bahwa penentuan kategori sintaksis tidak dapat didasarkan semata-mata pada bentuk leksikalnya, melainkan harus mempertimbangkan pola distribusional dalam konteks struktural kalimat. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang ambivalensi kategori dalam bahasa Indonesia, sedangkan secara praktis, deskripsi pola distribusional ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan panduan anotasi kelas kata bahasa Indonesia, khususnya untuk menangani ambiguitas kategori pada kata-kata berperilaku gramatikal ganda.
Attitudinal Meaning in COVID-19 Local Language Guidelines of Indonesia: A Systemic Functional Linguistic Study Dini Sri Istiningdias; Lia Maulia Indrayani; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Wagiati Wagiati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4050

Abstract

The Ministry of Education and Culture has published 3M's health protocol behavior change guidelines regarding the campaign to prevent COVID-19 transmission in 77 local languages of Indonesia. However, this research only focused on guidelines that used Sundanese as a local language in West Java. This research aimed to identify the types of attitudes and analyze the meanings that appear in these guidelines. The author used the theory of Martin and White (2005), namely the attitude subsystem as part of the appraisal system with Systemic Functional Linguistic approach which showed the author's evaluative attitude towards various things written to lead the readers. The result of this research showed that some information contained judgement both positive and negative side such as the authors found 15 clauses included in the affective indicator of the attitude subsystem in security meaning and four clauses satisfaction meaning. In addition, the authors found 16 clauses included in the attitude subsystem of judgment indicator referring to social esteem and three clauses referring to social sanction. The author also found 12 clauses included in the attitude subsystem of appreciation indicator referring to composition, five clauses referring to valuation, and two clauses referring to reaction. Based on the results of the analysis of each clause listed in the 3M health protocol behavioral change guidelines then the authors conclude that the message conveyed is positive attitude for the society. AbstrakKementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M terkait kampanye pencegahan penularan COVID-19 dalam 77 bahasa daerah di Indonesia. Namun, penelitian ini hanya berfokus pada pedoman yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sikap dan menganalisis makna yang muncul dalam pedoman tersebut. Penulis menggunakan teori Martin and White (2005) yaitu subsistem sikap sebagai bagian dari sistem penilaian dengan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional yang menunjukkan sikap evaluatif penulis terhadap berbagai hal yang ditulis untuk mengarahkan pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa informasi mengandung penilaian baik sisi positif maupun negatif seperti, penulis menemukan 15 klausa yang termasuk dalam indikator afektif subsistem sikap bermakna keamanan dan 4 klausa bermakna kepuasan. Selain itu, penulis menemukan 16 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator penilaian yang mengacu pada penghargaan sosial dan 3 klausa yang mengacu pada sanksi sosial. Penulis juga menemukan 12 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator apresiasi mengacu pada komposisi, 5 klausa mengacu pada penilaian, dan 2 klausa mengacu pada reaksi. Berdasarkan hasil analisis dari setiap klausa yang tercantum dalam pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M maka penulis menyimpulkan bahwa pesan yang disampaikan bermakna sikap positif bagi masyarakat.