p-Index From 2021 - 2026
6.598
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Jurnal Komunikasi Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Deiksis JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Pena Literasi SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Journal of Linguistic Phenomena Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal Mabasan
Claim Missing Document
Check
Articles

Identity politics in Indonesia: A computer-mediated discourse analysis of hate speech in a virtual environment Wagiati, Wagiati; Adji, Muhamad; Darmayanti, Nani; Zein, Muhammad Rifki Adinur
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1260

Abstract

The study to analyze the computer-mediated hate speech discourse in a virtual environment. Social media and digital network connectivity allow for almost constant interaction and communication. Technological developments, accompanied by socio-political transformations, have become a widespread area of study for the production of hate speech. It is the subject of much academic research; however, a gap remains in the qualitative space that focuses on the form and function of the speech act. The study employs three distinct yet complementary traditions of discourse analysis to investigate hate speech, aiming to understand how social media users achieve the intended purpose of this type of speech. By examining the use of identity, impropriety, and intertextuality in examples of hate speech, this analysis identifies specific repetitive discursive techniques employed by speakers to achieve their goals. The study argues that to understand the features and styles of online communication, hate speech can be identified as a distinct genre of speech. However, this genre does not operate unchallenged: the data also reveals emergent counter-discourses in which other users engage in resisting hate speech through discursive reframing, sarcastic rebuttals, and appeals to civility norms, thereby shaping a contested digital space.
Pola komunikasi pasangan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis Zein, Duddy; Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i2.33318

Abstract

Keberagaman bahasa, sedikit-banyaknya, dapat memengaruhi pola komunikasi para penuturnya, khususnya komunikasi interpersonal yang berlatar belakang sosiokultural yang berlainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, menjelaskan dan memahami secara rinci pola dan perilaku komunikasi pasangan pernikahan antaretnis (Sunda dan Jawa) yang terjadi secara alamiah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat; pengaruh aktivitas pada proses komunikasi sehari-hari; dan bagaimana relativitas bahasa yang digunakan berfungsi sebagai gaya komunikasi yang konsisten dan standar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dijadikan sebagai lokasi penelitian dan sebanyak lima kecamatan dijadikan sebagai lokasi pengamatan. Pengumpuan data menggunakan teknik observasi partisipan melalui introspeksi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Dalam penelitian ini teknik triangulasi data digunakan untuk menguji stabilitas dan validitas data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis adalah pola penyesuaian searah, pola kompromi titik tengah, pola penyesuaian alternatif, dan pola pencampuran; (2) Problematika linguistis pada perkawinan ataretnis berfokus pada sekelumit keputusan dan kebijakan keluaga berkenaan dengan bahasa apa yang dijadikan sebagai alat komunikasi di dalam keluarga dan bahasa apa yang digunakan dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Jika orang tua bersepakat untuk menggunakan satu bahasa dalam membesarkan anak-anaknya, pada sat itu, budaya dari bahasa yang diajarkan juga harus dijelaskan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis memiliki pola penyesuaian searah, kompromi titik tengah, penyesuaian alternatif, dan pencampuran.
Tarik-Menarik Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran dalam Tinjauan Dialektoekolinguistik Wagiati Wagiati; Duddy Zein
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v14i1.332

Abstract

Penelitian ini mengkaji tarik-menarik bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam tinjauan dialektoekolinguistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan dialektoekolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah daftar kosakata (swadesh) yang memuat bahasa dalam sistem kekerabatan yang ada, kata ganti, dan bagian tubuh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif-sinkronis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat – Indonesia dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahasa Sunda dialek Pangandaran memperlihatkan adanya gejala (a) variasi bunyi vokal, (b) variasi bunyi konsonan, (c) aparesis, (d) apokop, dan (e) gejala leksikal; (2) gejala-gejala bahasa yang ada memperlihatkan adanya tarik-menarik antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA CULPEPER DALAM ANCAMAN APLIKASI PINJAMAN ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP Muhammad Ramdlan Al-Mubarrok; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Migration to fon.uniku.ac.id) Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.8288

Abstract

ABSTRAK: Bersamaan dengan pertumbuhan pinjol, muncul pula kekhawatiran terkait etika komunikasi antara perusahaan pinjol dan konsumen, terutama dalam interaksi melalui media sosial seperti WhatsApp. Salah satu fenomena yang muncul adalah ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh perusahaan pinjol dalam mengancam konsumen melalui pesan teks. Ketidaksantunan berbahasa dalam penagihan hutang dapat menyebabkan konsumen merasa terintimidasi, stres, dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ketidaksantunan berbahasa yang digunakan oleh aplikasi pinjaman online dalam mengancam konsumen melalui media sosial WhatsApp. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pendekatan pragmatik, penelitian ini mendasarkan analisisnya pada kerangka teoretis Culpeper tentang ketidaksantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pinjaman online sering menggunakan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam ancaman kepada konsumen. Strategi-strategi tersebut mencakup penggunaan ketidaksantunan secara langsung, positif, negatif, sarkasme atau kesantunan semu, serta menahan kesantunan. Penggunaan strategi ini dapat mempengaruhi hubungan antara aplikasi pinjaman online dan konsumen, menciptakan ketegangan dan ketidakpuasan. Implikasi pragmatik dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran dan peningkatan kesantunan berbahasa dalam komunikasi antara aplikasi pinjaman online dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 107 data strategi ketidaksantunan yang terdiri dari ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan semu, dan menahan kesantunan. KATA KUNCI: Berbahasa; Culpeper; Ketidaksantunan; Pinjaman Online; Whatsapp. THE STRATEGY OF CULPEPER LANGUAGE DISABILITY IN THE THREAT OF ONLINE LOAN APPLICATIONS THROUGH WHATSAPP SOCIAL MEDIA: A PRAGMATIC STUDY ABSTRACT: Along with the growth of pinjol, concerns have also emerged regarding communication ethics between pinjol companies and consumers, especially in interactions through social media such as WhatsApp. One phenomenon that has emerged is the impoliteness of language used by loan shark companies in threatening consumers through text messages. Language impoliteness in debt collection can cause consumers to feel intimidated, stressed, and anxious. This study aims to analyse the language impoliteness strategies used by online loan applications in threatening consumers through WhatsApp social media. This study uses qualitative research by adopting a pragmatic approach, this study bases its analysis on Culpeper's theoretical framework on language impoliteness. The results show that online loan applications often use language impoliteness strategies in threatening consumers. These strategies include the use of direct, positive, negative, sarcasm or false politeness, and withholding politeness. The use of these strategies can affect the relationship between online loan apps and consumers, creating tension and dissatisfaction. The pragmatic implication of this research is the need for awareness and improvement of language politeness in communication between online loan applications and consumers. The results showed that there were 107 impoliteness strategy data consisting of bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, mock impoliteness or sarcasm, and withholding politeness.KEYWORDS: Language; Culpeper; Incivility; Online Loan; Whatsapp.