Claim Missing Document
Check
Articles

Kekerasan Verbal dalam Merespons Status dan Komentar Politik di Media Sosial dan Implikasinya terhadap Kesantunan Berbahasa Duddy Zein; NFN Wagiati
SUAR BETANG Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v16i1.231

Abstract

This paper is entitled "Verbal Violence in Responding to Status and Political Comments on Social Media and Its Implications to Language Politeness". This study examines patterns of verbal violence displayed by supporters of candidate pairs in responding to political discourse on the 2019 presidential election. The focus of the study is about mass communication which shows the existence of verbal violence and its implications for language politeness. This research uses a descriptive method. The data analyzed in this research are comments, status, and tweets as response from netizens who support presidential candidate pairs in the 2019 presidential election. Data is taken from several social media, such as Facebook, Twitter, Instagram, Line, and Whatsapp. Determination of the research object is done with purposive considerations. The results showed that (1) on various occasions on social media, supporters of each pair of candidates dominantly use expressive speech acts; (2) supporters of candidate pairs often violate the principles of politeness, namely violating the maxims of wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy; (3) the existence of verbal violence is caused by messages conveyed through social media which tend to be free, without having to go through the gate keeper process.AbstrakTulisan ini berjudul “Kekerasan Verbal dalam Merespons Status dan Komentar Politik di Media Sosial dan Implikasinya terhadap Kesantunan Berbahasa”. Penelitian ini mengkaji pola-pola kekerasan verbal yang ditampilkan oleh para pendukung pasangan calon dalam merespons wacana politik pemilihan presiden pada tahun 2019. Fokus kajian pada penelitian ini adalah komunikasi massa yang memperlihatkan adanya kekerasan verbal dan implikasinya terhadap kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis dalam penelitin ini berupa komentar, status, dan tweet sebagai respons dari netizen pendukung pasangan calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2019 terhadap wacana politik pilpres tersebut. Data diambil dari beberapa media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan Whatsapp. Penentuan objek penelitian dilakukan dengan pertimbangan purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam berbagai kesempatan di media sosial, para pendukung setiap pasangan calon secara dominan menggunakan tindak tutur ekspresif; (2) para pendukung paslon kerap kali melanggar prinsip-prinsip kesantunan, yaitu pelanggaran terhadap maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan kesimpatian; (3) adanya kekerasan verbal disebabkan oleh pesan yang disampaikan lewat media sosial cenderung bebas, tanpa harus melalui proses gate keeper.
Transformasi Makna Leksikal dalam Bahasa Indonesia Mutakhir: Analisis Wacana Termediasi Komputer Duddy Zein; NFN Wagiati; Nani Darmayanti
SUAR BETANG Vol 17, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v17i2.356

Abstract

The complex interactions between different social and cultural groups have a significant impact on language. These changes can affect various aspects of language, from those phonetics, lexical, and semantics, to syntax. This paper aims to analyze and reveal various semantic changes that occur in the Indonesian language caused by the development of technology and information. Several lexical units, surf, roam, home, tablet, google, zoom, status, crispy, and organic are several of many examples. Overall, these types of language change can be characterized by the emergence of new concepts in various fields. Semantic changes can be classified into various types, including metaphorical transfers, metonymic transfers, and semantic transformations. All these phenomena are examined in the framework of computer-mediated discourse. This study uses a structural research method of meaning analysis and involves a comparative study between the lexical meaning and the contextual meaning of the lexical unit being analyzed. This study concludes that there is a semantic shift in the Indonesian language-its quality and the impact on Indonesian language and culture, in general, requires further research and a more detailed linguistic description. AbstrakInteraksi yang kompleks antara kelompok sosial dan budaya yang berbeda berdampak signifikan terhadap bahasa. Perubahan-perubahan tersebut dapat berpengaruh pada berbagai aspek bahasa, mulai dari fonetik, leksikal, semantik, hingga sintaksis. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mengungkapkan beragam perubahan semantis yang terjadi pada bahasa Indonesia yang disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi. Beberapa unit leksikal, selancar, jelajah, beranda, tablet, google, zoom, status, garing, dan organik, dijadikan sebagai percontoh. Secara keseluruhan, jenis perubahan bahasa itu dapat ditandai dengan munculnya konsep-konsep baru di berbagai bidang. Perubahan semantik dapat diklasifikasikan atas berbagai jenis, di antaranya transfer metaforis, transfer metonimis, dan transformasi semantis. Semua gejala tersebut dikaji dalam kerangka wacana termediasi komputer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian struktural analisis makna dan melibatkan studi perbandingan antara makna leksikal dan makna kontekstual dari unit leksikal yang dianalisis. Penulis menyimpulkan adanya pergeseran semantik dalam bahasa Indonesia yang penilaian dan pengaruhnya terhadap bahasa dan budaya Indonesia secara umum memerlukan penelitian lebih lanjut dan deskripsi linguistik yang lebih terperinci.
Pergeseran Bahasa Sunda dalam Leksikon Makanan Tradisional Sunda di Kabupaten Bandung dalam Perspektif Sosiolinguistik Mikro Wagiati Wagiati
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20710

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul “Pergeseran Bahasa Sunda dalam Leksikon Makanan Tradisional Sunda di Kabupaten Bandung dalam Perspektif Sosiolinguistik Mikro”. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk perubahan dan inovasi bahasa dalam leksikon-leksikon makanan tradisional Sunda yang menjadi faktor penentu terjadinya pemertahanan atau pergeseran suatu bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa leksikon-leksikon makanan tradisional di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahasa Sunda dalam leksikon makanan tradisional Sunda sebagian besar telah mengalami inovasi; (2) gejala perubahan bentuk dari leksikon-leksikon makanan tradisional Sunda adalah inovasi leksikal penuh, inovasi fonetis, dan inovasi morfemis; (3) bahasa Sunda di Kabupaten Bandung dalam konsep makanan tradisional Sunda telah mengalami pergeseran bahasa secara sosiolinguistik mikro, mengingat faktor-faktor internal bahasa, yaitu berupa inovasi, telah terjadi. Inovasi tersebut meliputi inovasi leksikal penuh, inovasi fonologis, dan inovasi morfemis. Faktor-faktor internal bahasa ini menjadi faktor utama pemertahanan dan pergeseran bahasa.Kata kunci: pergeseran bahasa, makanan tradisional, sosiolinguistik mikroAbstractThe article is entitled "The shifting of Sundanese Language in Lexiconsof Sundanese Food in Bandung Regency studied by Micro Sociolinguistics". The purpose of this study is to describe the forms of change and linguistic innovation in the lexiconsof Sundanesetraditional food which become the determining factor of a language retention or shift. The methods used in this research is descriptive-qualitative method. The data source on this research are lexicons of Sundanese traditional foods in Bandung Regency. The results show that (1) Sundanese Language in the lexiconsof Sundanese Food in the majority hasundergone an innovation; (2) the morphemic change phenomemaof theSundanese traditional food lexicons consist of the full lexical innovation, innovation, innovation and phonetic morfemis; (3) There has been a shift in Sundanese language micro-sociolinguistically regarding the lexiconsof Sundanese traditional food in Bandung Regency based on internal factors of language, i.e. in the form of innovation. These innovations include the full lexical innovation, phonological innovation, and innovation morfemis. Internal factors of a language became a major factor of language retention and language shift.Keywords: language shift, traditional food, micro-sociolinguistic
Nama Makanan Tradisional Sunda di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung: Kajian Geolinguistik Wagiati Wagiati
Metahumaniora Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i2.18823

Abstract

Penelitian ini membahas nama makanan tradisional, penyebarannya, dan perubahanserta variasinya di lima desa titik pengamatan, yaitu Desa Ibun, Cibeet, Dukuh, Laksana, danMekarwangi Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekanasinkronis dan diakronis. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap denganteknik catat. Sumber data yang digunakan adalah informan atau narasumber yang tinggal dilima desa titik pengamatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 85 glos dari88 glos nama makanan tradisional yang dijawab oleh para informan. Ini menunjukkan bahwaada 85 jenis nama makanan fradisional di lokasi penelitian. Ada 56 glos yang menunjukkannama makanan yang sama di seluruh titik pengamatan dan 29 glos yang menunjukkan namamakanan dengan variasi, yakni 6 glos menunjukkan variasi bersifat fonetis dan 23 glos yangmenunjukkan variasi leksikal. Dengan demikian, variasi dan perubahan leksikal lebih banyakterjadi dibandingkan dengan variasi dan perubahan fonetis.Kata kunci: makanan tradisional, geolinguistik, glosABSTRACTThis research discusses names of Sundanes traditional food, spread of the names of thefood, and their change and variation in fives villages, namely Ibun, Cibeet, Dukuh, Laksana, andMekarwangi, Ibun District of Bandung Regency. This research uses synchronic and diachronicapproach. The data was collected by using the interview method. Data was collectedfrominformants in research location. The research concludes that there are 85 glosses of 88 glossesofthe names of Sundanes traditional food were answered by informants. This indicates there are85 kinds of traditional food in research location. There are 56 glosses indicate same name offood entire research location and 29 glosses indicate names of food variated, namely 6 glossesindicate phonetic variation and 23 glosses indicate lexical variation, the lexical change andvariation dominated.Keywords: traditional food, geolinguistics, gloss
SIKAP BERBAHASA DAN PERAN GENERASI MILENIAL TERHADAP PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DI KABUPATEN CIAMIS, PROVINSI JAWA BARAT Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Duddy Zein
Metahumaniora Vol 12, No 3 (2022): METAHUMANIORA, DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i3.38650

Abstract

Generasi milenial dan kondisi kebahasaan merupakan dua hal yang berkelindan yang penting untuk dikaji. Sebagai bagian integral masyarakat tutur Sunda, generasi milenal di Kabupaten Ciamis memiliki peranan penting dalam upaya pemertahanan bahasa Sunda. Penelitian ini mengkaji sikap bahasa dan peranan generasi milenial dalam upaya pemertahanan bahasa Sunda di Kabupaten Ciamis. Dalam penelitian ini, digunakan metode campuran kualitatif-deskriptif dan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode cakap dengan teknik cakap terarah, pertanyaan langsung, pertanyaan taklangsung, pemancingan jawaban, dan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban berganda. Dari hasil penelitian, ditunjukkan bahwa dalam praktik berbahasa di Kabupaten Ciamis, generasi milenial masih tetap menempatkan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi di setiap ranahnya dengan intensitas yang bervariasi. Sikap pemertahanan bahasa Sunda oleh kalangan milenial di Kabupaten Ciamis, ProvinsiJawa Barat sejauh ini dapat dikategorikan baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa Sunda di kalangan milenial di Kabupaten Ciamis, masih menunjukkan eksistensinya, khususnya pada ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan.
Derivasi Bahasa Korea (파생어 pasaengeo) pada Cerita Anak berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)” Ni Gusti Ayu Dhyani Widyadari; Ypsi Soeria Soemantri; Wagiati; Puspa Mirani Kadir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1843

Abstract

Proses derivasi dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun berbagai jenis media yang salah satunya adalah cerita anak. Dalam bahasa Korea, derivasi merupakan salah satu bagian dari kata kompleks atau 복합어 (bokhabeo). Salah satu unsur pembentuk kata derivasi dalam bahasa Korea adalah afiks. Bahasa Korea memiliki beragam jenis afiks, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis afiks derivatif apa saja yang terdapat dalam cerita anak Korea yang berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan yang didapatkan dari penelitian ini berupa 12 macam afiks derivatif yang terdapat pada 25 data berupa kata berafiks yang yang didominasi oleh sufiks sebanyak 11 data dan 1 data prefiks. Jenis prefiks yang ditemukan yaitu hanya prefiks derivatif verba sedangkan untuk sufiks ditemukan semua jenisnya yaitu sufiks derivatif nomina, verba, ajektiva, dan adverbia.
PEMERTAHANAN EKSISTENSI JATI DIRI BANGSA MELALUI PENGENALAN KOSAKATA ARKAIS BAHASA SUNDA DI SMAN 1 CILEUNYI BERANCANGAN DIALEKTOLOGI Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Duddy Zein
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36535

Abstract

Bahasa daerah memiliki kedudukan yang amat vital dalam kehidupan masyarakat daerahnya, yakni sebagai bahasa lokal, dalam suatu suku, sebagai bahasa dalam kekayaan budaya daerah, dan sebagai bahasa dalam adat istiadat daerah. Dalam kedudukannya itu, bahasa merupakan warisan budaya takbenda, yakni warisan budaya dari tradisi dan ekspresi lisan masyarakat tuturnya. Secara praktis, bahasa daerah tidak hanya tecermin dalam praktik komunikasi sehari-hari, tetapi juga termanifestasi melalui teks-teks kuno, puisi, legenda, hikayat, peribahasa, dan cerita rakyat. Dalam kaitannya dengan hal ini, jika banyak kosakata bahasa Sunda yang hilang dan tidak lagi dipahami oleh generasi muda, akan sangat berdampak terhadap pemahaman masyarakat tutur atas macam bentuk kata yang dikandung oleh alam semesta. Atas dasar hal itu, mesti ada upaya penyelamatan dan perlindungan bahasa daerah, termasuk bahasa Sunda, khususnya kosakata arkais, sebagai bentuk kepedulian terhadap bahasa sendiri. Berdasarkan urgensitas pemeliharaan dan revitalisasi bahasa Sunda tersebut, menjadi penting untuk dilakukan upaya pengenalan kembali kosakata arkais kepada generasi muda sebagai upaya peningkatan eksistensi jati diri bangsa.  Bentuk kegiatan yang paling cocok untuk membekali para siswa tersebut adalah pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah perwakilan siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Cileunyi yang disiapkan oleh pihak sekolah.
The Grammatical Functions of Korean Sentences in Yun Dong Ju’s Poem Titled 길 (Gil/The Road) and its Indonesian Equivalent Lia Amelia Nurkhazanah; Ypsi Soeria Soemantri; Wagiati Wagiati; Puspa Mirani Kadir
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 6, No 2 (2022): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v6i2.29431

Abstract

Abstract. The aim of this study is to compare the grammatical functions contained in Yun Dong Ju's poem entitled 길 (Gil/The Road) in the book Puisi untuk Rakyat Indonesia (Poetry for Indonesian People) translated by Chung Young Rim. The data were analyzed based on the syntactic structure in the source language, which is Korean, and its translation into the target language, which is Indonesian, to implement the study of syntactic theory and its application in the field of comparative literary translation. The method of this research was descriptive contrastive qualitative. Meanwhile, the data collection techniques were observing and taking notes. First of all, the researchers explained the grammatical functions contained in the poem both in Korean and Indonesian, and then compared the syntactic function data. The results of the study on Yun Dong Ju’s poem entitled (Gil/ The Road) that focused on the comparison between the grammatical functions in the source language and those in the target language showed that there are 4 times occurrence of the addition of subjects and 1 time occurrence of the addition of adjunct in the target language; 5 changes in grammatical functions, 4 deletions of grammatical functions in the target language, and 2 diction differences in grammatical functions. Furthermore, there are 2 data that show no changes in in its grammatical functions. The changes in the syntactic structure found in Yun Dong Ju’s poem entitled길 (Gil/The Road) occurred to avoid ambiguity in conveying meaning since in Indonesian, clear subjects and adjuncts are needed. Therefore, the translation system tends to be broader than the source language.Keywords:  Syntax, Grammatical Functions, Poem, Korean, Indonesian
Afek dalam Tayangan Virtual 'Catatan Najwa' Terkait Pandemi Covid-19 melalui Perspektif Appraisal Dini Sri Istiningdias; Lia Maulia Indrayani; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Wagiati Wagiati
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis afek yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian berupa kalimat yang disampaikan secara lisan dalam tayangan virtual Catatan Najwa episode Corona: kepastian di antara ketidakpastian yang mengandung afek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam tayangan virtual Catatan Najwa, Najwa Shihab menggunakan dua jenis afek yaitu “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction). Najwa Shihab tidak menggunakan jenis afek “kebahagiaan” (un/happiness) dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan afek “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction) yang lebih dominan, Najwa Shihab ingin menyampaikan respon emosi yang berkaitan dengan perasaan gelisah serta pencapaian strategi pencegahan penyebaran virus dan tingkat frustrasi diri terhadap COVID-19 yang sedang dihadapi di seluruh dunia kepada masyarakat Indonesia.
Analisis Struktur dan Pola Kalimat pada Karangan Anak Penyandang Tunagrahita Sedang IQ 40-50: Kajian Sintaksis Muhammad Ramdlan Al-Mubarrok; Wagiati Wagiati
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1: Februari 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.14710/nusa.16.1.20-34

Abstract

This study is entitled Analysis of Sentence Structure and Patterns in the Writing of Children with Moderate Intellectual Disabilities IQ 40-50: Syntax Study. The purpose is to determine the writing ability of children with mental retardation by analyzing structure and pattern of sentences obtained from them essays. The data in this study were obtained using listening techniques and skillful fishing techniques. The method used is the orthographic equivalent method. In addition, researchers also used the Distribusional Agih method with the BUL technique. Sources of data obtained in this study came from students of Purnama Asih Special School, people with moderate mental retardation with an average IQ of 40-50 as informants. The results showed that the types of writing for children with mental retardation included single sentences, equivalent compound sentences, and multilevel compound sentences. Equivalent compound sentences and multi-level compound sentences often appear imperfectly.