p-Index From 2021 - 2026
7.685
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Sosiohumaniora Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Sosioteknologi Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Jurnal Komunikasi Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Deiksis JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing Pena Literasi SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Manajemen Komunikasi DIALEKTIKA Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Journal of Linguistic Phenomena Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal PESHUM Mabasan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Affixation in the Album Kalangkang by Nining Meida Nurulita, Dwi Hasna; Kadir, Puspa Mirani; Wagiati, NFN
SUAR BETANG Vol 19, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v19i1.14762

Abstract

This research examines affixations in the album Kalangkang using qualitative methods. The data used was taken from the lyrics of Nining Meida's song on the album Kalangkang on the internet site. The results of the research show that from 110 data, 36 prefixes were found, namely the prefixes di-, ka-, mi-, nga-, pa-, nasal (n-, ng-, ny-) predominantly indicating adjectives, 6 data infixes, namely The infixes -um-, -ar-, -al-, predominantly indicate adjectives and plurals. There are 26 data suffixes, namely the suffixes -na, -an, -eun, which are often found in remake songs because the lyrics are in the form of sampirans, pantuns and old poetry, so the suffixes play an important role in adapting the rhyme. There are 24 affix combinations of data, namely prefix+infix, prefix+suffix predominantly indicating adjectives. The affixed and nasal reduplications of 12 data consisting of affixed dwipure, affixed dwipurwa, and affixed dwipurwa predominantly form verbs. There are typical characteristics of Sundanese affixations, including: The prefix ka- has the function of indicating adjectives and verbs and predominantly has an accidental meaning. Apart from that, infixes in Sundanese predominantly indicate plural numbers. The combination of the affix in Sundanese forms its own meaning, namely 'most', reduplication in Sundanese for example, dwipurwa with the affix is a partial repetition where the word being repeated is the first syllable of the word.AbstrakPenelitian ini mengkaji afiks dalam album Kalangkang dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan diambil dari lirik lagu Nining Meida pada album Kalangkang pada situs internet. Hasil penelitian menunjukkan dari 110 data, ditemukan prefiks sebanyak 36 data yaitu prefiks  di-, ka-, mi-, nga-, pa-, nasal (n-, ng-, ny-) didominasi menunjukkan kata sifat, Infiks sebanyak 6 data, yaitu infiks -um-, -ar-, -al-, didominasi menunjukkan kata sifat dan jamak. Sufiks sebanyak 26 data, yaitu sufiks -na, -an, -eun, banyak ditemukan dalam lagu remake karena liriknya berupa sampiran, pantun, dan puisi lama., sehingga sufiks berperan penting untuk menyesuaikan rima. Kombinasi afiks sebanyak 24 data, yaitu prefiks+infiks, prefiks+sufiks didominasi menunjukkan kata sifat. Reduplikasi berafiks dan bernasal sebanyak 12 data yang terdiri atas dwimurni berafiks, dwireka berafiks, dan dwipurwa berafiks didominasi membentuk kata kerja. Terdapat ciri khas afiksasi bahasa Sunda, di antaranya prefiks ka- memiliki fungsi menunjukkan adjektiva dan kata kerja dan didominasi memiliki makna ketidaksengajaan. Selain itu, infiks dalam bahasa Sunda didominasi jumlah jamak. Kombinasi afiks pang- + -na dalam bahasa Sunda membentuk makna tersendiri, yaitu ‘paling’, reduplikasi bahasa Sunda misalnya, dwipurwa berafiks merupakan pengulangan sebagian dan kata yang diulang merupakan suku kata pertama kata tersebut.
PELATIHAN MEMBUAT POSTER BERTEMA COVID-19 BAGI MAHASISWA BILINGUAL SUNDA-INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNPAD Zein, Duddy; Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.48547

Abstract

Pertukaran dan perkembangan informasi seputar covid-19 di masa pandemi menjadi hal yang sangat penting, baik bagi kalangan akademisi, peneliti, praktisi, stakeholder, dan masyarakat umum. Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat adalah agen edukasi serta perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dan warna pada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjadi edukator seputar pandemi yang mumpuni, informatif, dan komunikatif. Hal tersebut, salah satunya, dapat dilakukan melalui edukasi berbasis poster. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan membuat poster yang komunikatif dan informatif seputar Covid-19 bagi mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. 
DINAMIKA LINGUISTIK PENGGUNAAN EMOTIKON DAN EMOJI DALAM WACANA TERMEDIASI KOMPUTER: STUDI KASUS PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI INDONESIA Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani; Adji, Muhamad
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4978

Abstract

Popularitas emotikon dan emoji telah mendorong minat pengkajian dalam fenomena mutakhir ini, yakni penggunaan emotikon dan emoji dalam sosial media (di Indonesia). Studi ihwal emotikon dan emoji telah banyak dilakukan dan umumnya mengadopsi beragam perspektif dan paradigma. Studi linguistik berkonsentrasi pada analisis peran emotikon dan emoji dalam dikotomi ujaran verbal-tulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani disparitas teoretis dan memberikan tinjauan yang komprehensif tetapi spesifik, yakni ihwal penggunaan emotikon dan emoji oleh pengguna sosial media di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara analisis grafis dan morfologis, struktur emotikon dan emoji dipandang sebagai unit seperti piktogram yang dibentuk dengan alfagram dan topogram yang memiliki fungsi khas dan signifikatif serta hubungan yang dikondisikan secara visual; (b) emotikon dan emoji setidaknya memiliki dua fungsi linguistis dan komunikasi yang berbeda, yakni fungsi non-verbal dan fungsi verbal; dan (c) emotikon dan emoji non-verbal mengekspresikan elemen paralinguistik atau non-verbal. Kesemuanya tidak diucapkan, tetapi diekspresikan melalui perangkat non-verbal, seperti pantomim, gerakan, dan intonasi. Terdapat empat fungsi utama dari emotikon dan emoji nonverbal dalam kalimat, yakni penambah elemen para-verbal ke dalam pesan, redundansi, antifrasa, dan penanda sintaksis.
Morfofonemik Bahasa Indonesia pada Kata Serapan Bahasa Inggris yang Berawalan Fonem Voiceless: Kajian Teori Optimalitas Ferdiansyah, Irfan; Wagiati, Wagiati; Wahya, Wahya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i2.22890

Abstract

This study analyzes the morphophonemic prefix me- on English loanwords in Indonesian language. The approach used to dissect the problem is the Optimality Theory. The method used is a qualitative method with descriptive. The source used in this study is the corpus ind_mixed_2013 in the Corpora Collection Leipzig, and the dictionary source used is the dictionary of Alan M. Stevens and A. Ed. Schmidgall-Tellings entitled A Comprehensive Indonesian-English Dictionary, Second Edition. The purpose of this study is to find the optimal candidate produced by the speaker and find out the relationship between the optimal candidate and the candidate with the most frequency in the corpus. The results obtained in this study show that the candidates most often formed by BI speakers are candidates who have experienced nationalization [n], and [ŋ]. Then, BI speakers have become accustomed to using optimal candidates, except for absorption words that begin with the phonemes /p/, /s/, and /k/.
INTERJEKSI SEBAGAI STRATEGI TUTURAN IMPERATIF DALAM TAYANGAN YOUTUBE “UMAY SHAHAB KARIRNYA HANCUR DAN JUGA SUKSES SEMUA KARENA IQBAAL!”: KAJIAN SINTAKSIS PRAGMATIK Libriananda Antika Lumban Tobing, Renata Margareth; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
Pena Literasi Vol 6, No 1 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.1.65-77

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebahasaan, interjeksi tidak lagi menyesuaikan antara makna dan bentuk yang diusungnya. Hubungan kedekatan antarpenutur menjadi komponen utama terjadinya bentuk interjeksi. Bentuk “sialan” yang awalnya hanya untuk mengungkapkan perasaan kesal atau kecewa, tidak lagi hanya berkonotasi negatif. Seperti pada kalimat “Sialan, keren banget mobil itu, gue harus punya.” Kalimat tersebut beralih menjadi bentuk keinginan. Kata “sialan” dalam kalimat itu menjadi interjeksi harapan. Itulah sebabnya kajian pragmatik dan sintaksis pada penelitian ini dilebur, karena konteks tuturan menjadi penting dalam menyampaikan perasaan pembicara atau penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interjeksi dalam tayangan digital video Youtube “Umay Shahab Karirnya Hancur dan juga Sukses Semua karena Iqbaal!” dengan durasi penayangan 26 menit 13 detik. Penelitian ini menghasilkan 26 interjeksi, kemudian diklasifikasikan berdasarkan teori Interjeksi Hasan Alwi pada buku “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia” dan menemukan 1 interjeksi kejijikan, 2 interjeksi kekesalan, 6 interjeksi kekaguman, 2 interjeksi kesyukuran, 1 interjeksi harapan, 5 interjeksi keheranan, 4 interjeksi kekagetan, 1 interjeksi ajakan, 1 interjeksi panggilan, dan 3 interjeksi simpulan.
IMPLIKASI SUFIKS TERHADAP KALIMAT AKTIF DAN PASIF BESERTA KLASIFIKASI TENSES DI DALAM UNPAD NEWS Puteri, Ariani Dwi; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.53144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi sufiks terhadap kalimat aktif dan pasif beserta tenses yang muncul di dalam dua berita berjudul; “Officially Established, Here are the Tasks of the Unpad PPKS Task Force” dan “Unpad Hosts AHEC 2023, a Platform for Harmonizing Higher Education for ASEAN Development” di situs web University Update News UNPAD. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori Lieber (2009) dan Baugh (2005) untuk klasifikasi afiksasi dan untuk klasifikasi sufiks ke dalam kalimat aktif dan pasif. Setelah itu, penulis memasukkan jenis kalimat tersebut ke dalam tensesnya di dalam bahasa Inggris dengan menggunakan teori Azar (2002). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam dua berita di situs web University Update News UNPAD terdapat 32 data yang diklasifikasi menjadi; 5 jenis sufiks (-ed), (-d), (-s), (-ing), dan (-ive). Di dalam kedua artikel tersebut terdapat dua jenis kalimat yang terbentuk dari sufiks, yaitu kalimat aktif dan pasif. Di dalam kalimat aktif terdapat 5 jenis sufiks (-ed), (-d), (-s), (-ing), dan (-ive) dengan jumlah 19 data, sedangkan di dalam kalimat pasif dengan jumlah 12 data terdapat 2 jenis sufiks (-ed) dan (-d). Klasifikasi kalimat aktif dan pasif ini lalu diformulasikan ke dalam bentuk tenses bahasa Inggris. Pada kalimat aktif terdapat 4 jenis tenses; Present Tense (9), Past Tense (7), Present Perfect Tense (2), dan Present Continuous Tense (1). Pada kalimat pasif terdapat 5 jenis tenses; Past Tense (7), Future Tense (2), Present Tense (1), Present Perfect Tense (1) dan Past Future Tense (1).
Penggunaan Istilah Asing (Gairaigo) Review Makeup dalam Kanal Youtube Nanako [Neoki 1-byō]: Kajian Morfologi Prastika, Tiara Maulina; Kadir, Puspa Mirani; Wagiati, Wagiati
KIRYOKU Vol 8, No 2 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v8i2.116-130

Abstract

Language change is a significant impact of the evolution of the times and technological advances, facilitating global cultural communication and interaction. One example of this phenomenon is gairaigo in Japanese, which is an absorbent word from a foreign language and is very commonly used in everyday communication, especially in digital media like YouTube content. Gairaigo plays an important role in modern Japanese, especially in areas influenced by global trends such as makeup. This research aims to study the process of forming the use of gairaigo in reviewing makeup on the YouTube channel Nanako in the study of morphology. Data taken from YouTube with the title "[寝起き1秒] 春色ナチュラルだけどしっかり盛れる新作プチプラメイク [Neoki 1-byō] shunshoku nachurarudakedo shikkari moreru shinsaku puchipurameiku". The theory used in this study is the theory of Tsujimura concerning the formation of the word morphology in the Japanese language. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques through recording, recording, and validating data by native speakers. The analysis showed that there were 28 Gairaigo words used in the video. These words undergo three types of morphological processes: compounding, clipping, and borrowing. Examples of these are ノーズシャドウ (nozu shadō), コントゥア (kontua), and ハイライトする. (hairaito suru). The findings showed the Japanese language's adaptation to foreign words through phonetic and morphological adjustments, enriching Japanese vocabulary and reflecting complex social and cultural dynamics. A deeper understanding of these morphological processes can make a significant contribution to the linguistic and literary study of language contacts and language changes as a result of globalization.
The Analysis of Compounding In Children Story Book Dumbo The Magical Story By Walt Disney And Its Implications As Teaching Materials For Junior High School Students Irawati, Risya Ayu; Soemantri, Ypsi Soeria; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 5 No 2 (2022): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v5i2.5930

Abstract

The study aims to describe the formation of compounding in children story book Dumbo The Magical Story, written by Walt Disney. This study also aims to reveal types of compounding that is mostly found in the object, and to reveal the reasons. This study also describes the implications of compounding as teaching materials in narrative text for Junior High School Students. This is a qualitative with a descriptive method. The data used in this study were the compound words in children book Dumbo The Magical Story. The data collection technique used was note-taking. To measure the implications level of compounding as teaching materials in narrative text. A survey was done to 10 Junior High School students using Likert scale. The data were analysed by matching method with lexical distribution technique. The study shows than the compounding found in Dumbo The Magical Story has 3 forms namely nominal compounding, verbal compounding, and adjectival compounding. The result shows that there were 48 compounding forms consists of 25 compounding of noun+ noun, and 23 compounding of noun + adjective. it was found 6 compounding of verb+verb, 4 compounding of verb+ adjective, 5 compounding of verb + noun, and 1 verb +adjective. in the adjectival compounding, it was found 2 compounding of adjective+ adjective, 3 compounding of adverb + adjective, and 1 adjective + adverb. The form of noun+noun is mostly found in the study. That was because the target readers of the book are children so that the words used were arranged accordingly to make them understand. The implications of compound words as teaching materials in narrative text shows 3,86 out of 5 scale by using The Likert scale.Key words : compounding,  children story book, teaching material, narrative, JHS students 
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA PASIEN SKIZOFRENIA BERAT: STUDI KASUS PRAGMATIK KOGNITIF Sabrina, Azaina Farah; Citraresmana, Elvi; Wagiati, Wagiati
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i2.19381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran prinsip kerja sama dalam tindak tutur proses inferensial pada pasien skizofrenia kategori berat di Yayasan Jamrud Biru. Pengidap skizofrenia memiliki gejala waham dan halusinasi yang membuat tuturan mereka terdengar berbeda dari orang normal. Isi tuturan turut didukung oleh gejala flight of ideas yang membuat mereka menyampaikan kata-kata dengan makna yang tidak berhubungan dan topik melompat-lompat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian studi kasus deskriptif. Teori yang digunakan adalah prinsip kerja sama milik Grice dan tindak tutur proses inferensial milik Bara dan Bucciarelli. Sumber data berasal dari pasien skizofrenia kategori berat dengan data berupa tuturan yang ia ujarkan saat konseling dengan pekerja sosial dan psikiater. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik catat dan rekam, serta metode analisis data dengan menggunakan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 data pelanggaran prinsip kerja sama pasien ketika konseling dengan pekerja sosial dan 15 data pelanggaran prinsip kerja sama pasien ketika konseling dengan psikiater. Prinsip kerja sama yang dominan dilanggar adalah maksim kuantitas dan maksim relevansi, sedangkan tindak tutur proses inferensial yang dominan digunakan adalah tindak tutur langsung dan tindak tutur ironi.Kata kunci: Leksikon Mental, Pelanggaran, Skizofrenia, Tindak Tutur Proses Inferensial
Fungsi Sosial Vokatif Bahasa Melayu Palembang di Kota Baturaja: Kajian Sosiolinguistik Putri, Laily Adha Intan; Wahya, Wahya; Wagiati, Wagiati
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 25, No 2 (2024): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v25i2.pp692-703

Abstract

In communication, vocatives are quite often used. Vocatives are nouns whose presence is optional in a sentence and are directed at the person being spoken to (second person). The purpose of this study is to analyze how the social function of vocatives in Palembang Malay in Baturaja City. The theory of Wahya & Suparman (2023) is used in this study because it is more relevant in discussing regional language vocatives. This study is a field study with a qualitative descriptive research method. This study examines four domains, namely education, transactions, family, and intimacy so that they are located in schools, markets, residents' homes, and workspaces/classrooms. Data were collected using the listening method with basic tapping techniques and continued with recording techniques and note-taking techniques. The matching method and distributional method (agih) were used to analyze the data. The results of the data analysis are presented using informal techniques in the form of Palembang Malay data accompanied by their equivalents in Indonesian sentences in spoken language. The social functions of vocatives found in this study are (1) familiarity (full and fragmented proper names, Dek, kau, kamu); (2) politeness (Yuk/Ayuk, Buk, Bik, Cik); (3) endearment (Adek/Dek, Yuk/Ayuk, Nak), and (4) directive (full proper name, kau, kau tu). With this research, it is expected to add references on the influence of local culture in the use of vocatives and strengthen the theory of sociolinguistic studies on vocatives in regional languages in Indonesia.Keywords: vocative; Palembang Malay; social function of vocatives; sociolinguistics