Claim Missing Document
Check
Articles

Kalimat Interogatif dalam Kanal YouTube ‘ChinesePod’: Kajian Sintaksis Wulan Sekar Arum; Puspa Mirani Kadir; Wagiati Wagiati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 8, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v8i2.1727

Abstract

Interrogative sentences are an important aspect of learning a foreign language. Research on Chinese interrogative sentences is still very rare, so the writer chooses to research Chinese interrogative sentences. This study aims to examine the interrogative sentences contained in the video entitled '旅行在中国 Traveling in China' on the YouTube channel 'ChinesePod'. This research is a qualitative descriptive study, using observation and note-taking techniques. The data is classified based on the type of interrogative sentence, the function and location of the question word in each interrogative sentence. The results obtained show that there are 10 types of questions with 'yes/no' answers with ten question words functioning as predicates. Then there are 7 types of questions with answers to information which are divided into three question words which function as subjects, two question words function as predicates, one question word functions as a delimiter, and one question word functions as an adverb of place.Keywords – Chinese, Interrogative Sentence, Syntax.
Kegandaan Makna Verba Kakeru かける dalam Novel Batsugeemu バツゲーム: Analisis Sintaksis dan Semantik Irzam Sarif S; Wagiati Wagiati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.39081

Abstract

Polisemi (tagigo) adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. Dalam bahasa Jepang, terdapat banyak kata yang berpolisemi, seperti pada verba kakeru かける. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada verba kakeru かける serta hubungan antara makna dasar verba kakeru かける dengan makna perluasannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil kalimat yang mengandung verba kakeru かける yang diambil dari sumber data berupa novel berbahasa Jepang yang berjudul batsugeemu バツゲーム. Data dianalisis dengan menentukan klasifikasi makna verba kakeru かける. Kemudian, hubungan antara makna yang dimiliki verba kakeru かける dideskripsikan dengan menganalisis gaya bahasa yang menentukan perluasan maknanya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat 6 perluasan makna pada verba kakeru かける yaitu 1) memanggil; 2) memakai; 3) Menelepon; 4) berbicara; 5) menghabiskan/melakukan; 6) meletakkan; 7) perasaan. Adapun makna perluasannya terjadi secara metafora, metonimi, dan sinekdoke.
Struktur Topik-Komen dalam Lirik Lagu Shounen to Mahou no Robotto Ilham Hijrah Mustaqim; Ypsi Soeria Soemantri; Puspa Mirani Kadir; Wagiati Wagiati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v10i2.52904

Abstract

This study aims to describe the topic-comment structure in the discourse of the lyrics of the song Shounen to Mahou no Robotto. The method used in data collection is the free-to-talk method, while for the study of data, the method used is the distributional method. The data is taken from the discourse of the lyrics of the song Shounen to Mahou no Robotto. A distributional study method is used at the data analysis stage, which uses a determining tool for language elements. From the results of the research, most of the topics found in the form of subjects that were topicalized with the topic particle marker wa, but topics can also be stated by moving elements that are not subjected to the beginning of the sentence, even though the particle wa does not mark them. Topicalization can occur in single or compound sentences. In compound sentences, the same topic can be used in both clauses, or the two clauses can have different topics. This study found more topicalization data without wa particle markers than previous studies, indicating the characteristics of song lyrics data that used language more flexibly than written data sources. Keywords : Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Japanese Education JournalDiscourse AnalysisJapanese Discourse
WORD FORMATION OF ABBREVIATION ON TIKTOK TRENDING NEOLOGISM Kadir, Puspa Mirani; Aulia, Dhannisa; Wagiati, Wagiati
Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing Vol 7 No 1 (2023): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari-ABA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v7i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap jenis-jenis pembentukan kata dalam singkatan di TikTok. Jenis singkatan tersebut adalah initialism dan shortening. Singkatan initialism adalah versi pendek yang diucapkan huruf demi huruf dan mengambil huruf pertama dari kata-kata tersebut. Sedangkan shortening adalah kata yang disingkat agar lebih lugas. Teori yang digunakan adalah teori singkatan dari Kridalaksana (2007) yang mendefinisikan pembentukan kata, digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, di mana sumber data diperoleh dari pengguna TikTok di Indonesia dari video dan caption yang mereka gunakan. Hasil menunjukkan bahwa tujuh (7) data diklasifikasikan berdasarkan jenis proses singkatan. Terdapat (5) data yang berisi inisialisasi singkatan dan (2) data yang berisi pemendekan singkatan. Selain itu, makna dari setiap potongan data juga akan dijelaskan dengan teori semantik dari Charles W. Kreidler.
PELATIHAN PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT KOPI BAGI PETANI KOPI GUGELS (GUNUNG GEULIS) DI DESA JATIROKE KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG Darmayanti, Nani; Wagiati, Wagiati; Suganda, Dadang; Al Zahra, Risya; Harzi, Azka Athallah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53883

Abstract

Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor Sumedang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata. Selain memiliki Teras Gunung Geulis sebagai salah satu destinasi unggulan, Desa Jatiroke juga memiliki kekayaan potensi alam, yaitu Produk Kopi Gugels (Kopi Gunung Geulis) yang dipropduksi oleh para petani kopi yang ada di kaki gunung Geulis, Desa Jatiroke. Kopi Gugels terdiri atas dua jenis, yaitu Arabica dan Robusta. Hingga saat ini proses produksi Kopi Gugels terus meningkat. Namun, para petani tetap menghadapi kendala yaitu adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi mereka. Oleh karena itu, kegiatan KKN-PPM ini diarahkan untuk mencari solusi atas kendala dan masalah yang dihadapi para petani Kopi Gugels. Oleh karena itu, dihadirkan para pakar hama dan penyakit kopi dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Para pakar memberi penjelasan dan pelatihan mengenai berbagai jenis hama dan penyakit kopi serta upaya atau cara memusnahkannya. Kegiatan yang diikuti oleh 27 orang petani kopi Gugels ini sangat diapresiasi oleh para peserta pelatihan karena sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi kopi mereka dan terhindar dari hama dan penyakit kopi.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL DI MEDIA SOSIAL BAGI GENERASI MUDA UNTUK MEMBANGUN BUDAYA KESANTUNAN Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani; Adji, Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42852

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh generasi milenial dalam menjalani kehidupan di era informasi dan teknologi adalah minimnya pengetahuan seputar kemampuan berbahasa, khususnya kesantunan berbahasa. Problematika ini menjadi pelik ketika mereka terjun hidup pada kehidupan sosial media yang penuh dengan kebebasan. Dari permasalahan ini kemudian muncul permasalahan-permasalahan turunan, seperti banyaknya hujatan, makian, cacian, dan praktik-praktik kekerasan bahasa lainnya. Oleh sebab itu, penyuluhan dan pembinaan tentang kesantunan berbahasa kepada mahasiswa FIB Unpad mendesak untuk segera dilakukan yang pada gilirannya nanti kemampuan kesantuan berbahasa ini menjadi kapital linguistik dalam menghadapi kehidupan baru era informasi dan teknologi. Penyuluhan dan pembinaan ini menggunakan metode ceramah, pretes dan postes, brainstorming, dan simulasi.  Hasil pengabdian ini adalah munculnya kesadaran dari mahasiswa dalam peningkatan kemampuan tentang kesantunan berbahasa yang dapat dijadikan sebagai kompetensi linguistik dalam menghadapi era teknologi dan informasi.The problem faced by the millennial generation in living life in the information and technology era is the lack of knowledge about language skills, especially language politeness. This problem becomes complicated when they live in a social media life that is full of freedom. From this problem, derivative problems emerged, such as the many blasphemy, curses, insults, and other violent language practices. Therefore, counseling and guidance on language politeness to FIB Unpad students is urgently needed which in turn will become linguistic capital in facing the new life of the information and technology era. This counseling and coaching uses lecture, pretest and posttest, brainstorming, and simulation methods. The result of this service is the emergence of awareness from students in increasing skills about language politeness which can be used as linguistic competencies in facing the era of technology and information.
Affixation in the Album Kalangkang by Nining Meida Nurulita, Dwi Hasna; Kadir, Puspa Mirani; Wagiati, NFN
SUAR BETANG Vol 19, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v19i1.14762

Abstract

This research examines affixations in the album Kalangkang using qualitative methods. The data used was taken from the lyrics of Nining Meida's song on the album Kalangkang on the internet site. The results of the research show that from 110 data, 36 prefixes were found, namely the prefixes di-, ka-, mi-, nga-, pa-, nasal (n-, ng-, ny-) predominantly indicating adjectives, 6 data infixes, namely The infixes -um-, -ar-, -al-, predominantly indicate adjectives and plurals. There are 26 data suffixes, namely the suffixes -na, -an, -eun, which are often found in remake songs because the lyrics are in the form of sampirans, pantuns and old poetry, so the suffixes play an important role in adapting the rhyme. There are 24 affix combinations of data, namely prefix+infix, prefix+suffix predominantly indicating adjectives. The affixed and nasal reduplications of 12 data consisting of affixed dwipure, affixed dwipurwa, and affixed dwipurwa predominantly form verbs. There are typical characteristics of Sundanese affixations, including: The prefix ka- has the function of indicating adjectives and verbs and predominantly has an accidental meaning. Apart from that, infixes in Sundanese predominantly indicate plural numbers. The combination of the affix in Sundanese forms its own meaning, namely 'most', reduplication in Sundanese for example, dwipurwa with the affix is a partial repetition where the word being repeated is the first syllable of the word.AbstrakPenelitian ini mengkaji afiks dalam album Kalangkang dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan diambil dari lirik lagu Nining Meida pada album Kalangkang pada situs internet. Hasil penelitian menunjukkan dari 110 data, ditemukan prefiks sebanyak 36 data yaitu prefiks  di-, ka-, mi-, nga-, pa-, nasal (n-, ng-, ny-) didominasi menunjukkan kata sifat, Infiks sebanyak 6 data, yaitu infiks -um-, -ar-, -al-, didominasi menunjukkan kata sifat dan jamak. Sufiks sebanyak 26 data, yaitu sufiks -na, -an, -eun, banyak ditemukan dalam lagu remake karena liriknya berupa sampiran, pantun, dan puisi lama., sehingga sufiks berperan penting untuk menyesuaikan rima. Kombinasi afiks sebanyak 24 data, yaitu prefiks+infiks, prefiks+sufiks didominasi menunjukkan kata sifat. Reduplikasi berafiks dan bernasal sebanyak 12 data yang terdiri atas dwimurni berafiks, dwireka berafiks, dan dwipurwa berafiks didominasi membentuk kata kerja. Terdapat ciri khas afiksasi bahasa Sunda, di antaranya prefiks ka- memiliki fungsi menunjukkan adjektiva dan kata kerja dan didominasi memiliki makna ketidaksengajaan. Selain itu, infiks dalam bahasa Sunda didominasi jumlah jamak. Kombinasi afiks pang- + -na dalam bahasa Sunda membentuk makna tersendiri, yaitu ‘paling’, reduplikasi bahasa Sunda misalnya, dwipurwa berafiks merupakan pengulangan sebagian dan kata yang diulang merupakan suku kata pertama kata tersebut.
PELATIHAN MEMBUAT POSTER BERTEMA COVID-19 BAGI MAHASISWA BILINGUAL SUNDA-INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNPAD Zein, Duddy; Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.48547

Abstract

Pertukaran dan perkembangan informasi seputar covid-19 di masa pandemi menjadi hal yang sangat penting, baik bagi kalangan akademisi, peneliti, praktisi, stakeholder, dan masyarakat umum. Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat adalah agen edukasi serta perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dan warna pada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjadi edukator seputar pandemi yang mumpuni, informatif, dan komunikatif. Hal tersebut, salah satunya, dapat dilakukan melalui edukasi berbasis poster. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan membuat poster yang komunikatif dan informatif seputar Covid-19 bagi mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. 
Morfofonemik Bahasa Indonesia pada Kata Serapan Bahasa Inggris yang Berawalan Fonem Voiceless: Kajian Teori Optimalitas Ferdiansyah, Irfan; Wagiati, Wagiati; Wahya, Wahya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i2.22890

Abstract

This study analyzes the morphophonemic prefix me- on English loanwords in Indonesian language. The approach used to dissect the problem is the Optimality Theory. The method used is a qualitative method with descriptive. The source used in this study is the corpus ind_mixed_2013 in the Corpora Collection Leipzig, and the dictionary source used is the dictionary of Alan M. Stevens and A. Ed. Schmidgall-Tellings entitled A Comprehensive Indonesian-English Dictionary, Second Edition. The purpose of this study is to find the optimal candidate produced by the speaker and find out the relationship between the optimal candidate and the candidate with the most frequency in the corpus. The results obtained in this study show that the candidates most often formed by BI speakers are candidates who have experienced nationalization [n], and [ŋ]. Then, BI speakers have become accustomed to using optimal candidates, except for absorption words that begin with the phonemes /p/, /s/, and /k/.
INTERJEKSI SEBAGAI STRATEGI TUTURAN IMPERATIF DALAM TAYANGAN YOUTUBE “UMAY SHAHAB KARIRNYA HANCUR DAN JUGA SUKSES SEMUA KARENA IQBAAL!”: KAJIAN SINTAKSIS PRAGMATIK Libriananda Antika Lumban Tobing, Renata Margareth; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
Pena Literasi Vol 6, No 1 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.1.65-77

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebahasaan, interjeksi tidak lagi menyesuaikan antara makna dan bentuk yang diusungnya. Hubungan kedekatan antarpenutur menjadi komponen utama terjadinya bentuk interjeksi. Bentuk “sialan” yang awalnya hanya untuk mengungkapkan perasaan kesal atau kecewa, tidak lagi hanya berkonotasi negatif. Seperti pada kalimat “Sialan, keren banget mobil itu, gue harus punya.” Kalimat tersebut beralih menjadi bentuk keinginan. Kata “sialan” dalam kalimat itu menjadi interjeksi harapan. Itulah sebabnya kajian pragmatik dan sintaksis pada penelitian ini dilebur, karena konteks tuturan menjadi penting dalam menyampaikan perasaan pembicara atau penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interjeksi dalam tayangan digital video Youtube “Umay Shahab Karirnya Hancur dan juga Sukses Semua karena Iqbaal!” dengan durasi penayangan 26 menit 13 detik. Penelitian ini menghasilkan 26 interjeksi, kemudian diklasifikasikan berdasarkan teori Interjeksi Hasan Alwi pada buku “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia” dan menemukan 1 interjeksi kejijikan, 2 interjeksi kekesalan, 6 interjeksi kekaguman, 2 interjeksi kesyukuran, 1 interjeksi harapan, 5 interjeksi keheranan, 4 interjeksi kekagetan, 1 interjeksi ajakan, 1 interjeksi panggilan, dan 3 interjeksi simpulan.