Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KRITIK SOSIAL PADA NASKAH DRAMA BADAI SEPANJANG MALAM KARYA MAX ARIFIN Indriani Indriani; Een Nurhasanah; Dian Hartati
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1324

Abstract

The purpose of this study is (1) to describe the chordial condition of a group of people in the drama script of Max Arifin's Badai Sepanjang Malam, (2) to illustrate social issues that are criticized in the drama script of Max Arifin's Badai Sepanjang Malam. This review incorporates descriptive-qualitative techniques and literary approaches to sociology. Max Arifin's drama script Badai Sepanjang Malam, which is included in a compilation of teenage dramas published by Gramedia in Jakarta in 1988, is the focus used. Reading and record taking procedures are the tools used to collect data. The research outcomes are as follows. The time and place setting for the drama Badai Sepanjang Malam takes place in the village of Klaulan, Lombok. 1988. In 1988, In the drama Badai Sepanjang Malam, social critique, that is, social systems, social reform, social issues, social structures. In the context of housing, partnership and tension in the social process. There are patterns of thought, mood patterns and action habits, regional factors, of social change. In terms of social issues, namely in the context of poverty, control, ignorance of the environment by the population. In the societal system, that is, in the context of the core components of culture, as well as the social layers. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) menjelaskan keadaan kordial pada sekelompok manusia yang ada pada naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam, (2) menjelaskan masalah-masalah sosial yang kemudian dikritik pada naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan adalah naskah drama Max Arifin yang berjudul Badai Sepanjang Malam yang terdapat dalam kumpulan drama anak remaja yang diterbitkan oleh Gramedia di Jakarta tahun 1988. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data yaitu teknik baca dan catat. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Latar waktu dan tempat naskah drama Badai Sepanjang Malam terjadi di desa Klaulan, Lombok. Pada tahun 1988. Kritik sosial dalam naskah drama Badai Sepanjang Malam yaitu proses sosial, perubahan sosial, masalah sosial, struktur sosial. Pada proses sosial berupa akomodasi, kerjasama dan pertentangan. Pada perubahan sosial adanya pola pikir, pola sikap dan pola perilaku, geografis yang mempengaruhi. Pada masalah sosial yaitu berupa kemiskinan, kekuasaan, ketidak pedulian masyarakat dengan lingkungan. Pada stuktur sosial yaitu berupa unsur-unsur sosial yang pokok, serta lapisan-lapisan sosial. Kata kunci : Naskah drama, Kritik sosial, Sosiologi Sastra
ROMANTIKA KEHIDUPAN PADA LIRIK LAGU FOURTWNTY SEBAGAI PENGAYAAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DALAM MATERI PUISI DI SMA Aditya Fatur Rochim; Een Nurhasanah; Dian Hartati
Jurnal Metamorfosa Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v9i1.1325

Abstract

This research is motivated by the fact that students do not understand language styles. This study aims to (1) describe the results of the language style analysis on the album "Lelaku" and "Ego and Brain Function". (2) compile interactive teaching materials for poetry in high school. This research uses descriptive qualitative method. The research subjects were 10 Fourtwnty songs. The object of research is the lines, phrases, or words in the song lyrics of Fourtwnty. The data collection technique used was documentation study and using internet media. The results of the study (1) show that 10 Fourtwnty songs use 22 types of language styles, namely simile, metaphor, allegory, personification, depersonification, antithesis, correction, hyperbole, oxymoron, climax, sarcasm, anastrophe and inversion, synekdoke, parallelism, euphemism, epithet, assonance, anaphora, epizuekis, anadilopsis, and epanalepsis. Based on a number of language styles found in the 10 songs of Fourtwnty, the meaning of the ten songs is that life has twists that force a person to keep learning and improving oneself. Everyone must aspire to happiness and serenity in life. However, on the other hand, a person must also be prepared to face life's problems. Grieving before being happy, grieving before being happy, or even getting lost before finding the right path. All of that is part of the romance of human life. (2) the results of the analysis are used as interactive teaching materials. Abstrak Penelitian dilatarbelakangi dengan adanya fakta bahwa siswa kurang memahami gaya bahasa. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan hasil analisis gaya bahasa pada album “Lelaku” dan ”Ego dan Fungsi Otak”. (2) menyusun bahan ajar interaktif materi puisi di SMA. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 lagu Fourtwnty. Objek penelitian adalah larik-larik, frasa, atau kata dalam lirik lagu Fourtwnty. Teknik pengumpulan data yang menggunakan studi dokumentasi dan memanfaatkan media internet. Hasil penelitian (1) menunjukan bahwa 10 lagu Fourtwnty menggunakan 22 jenis gaya bahasa yaitu gaya bahasa simile, metafora, alegori, personifikasi, depersonifikasi, antitesis, koreksi, hiperbola, oksimoron, klimaks, sarkasme, anastrof dan inversi, sinekdoke, paralelism, eufimisme, epitet, asonansi, anafora, epizuekis, anadilopsis, dan epanalepsis. Berdasarkan sejumlah gaya bahasa yang ditemukan pada 10 lagu Fourtwnty, maka makna yang tersimpul dari kesepuluh lagu tersebut bahwa kehidupan memiliki lika-liku yang memaksa seseorang harus tetap belajar dan memperbaiki diri. Semua orang pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Tetapi, di sisi lain seseorang juga harus siap menghadapi berbagai permasalahan hidup. Berduka sebelum bahagia, bersedih sebelum senang, atau bahkan tersesat sebelum menemukan jalan yang benar. Semua itu adalah bagian dari romantika kehidupan manusia. (2) hasil analisis dimanfaatkan menjadi bahan ajar interaktif. Kata Kunci: Puisi, Lirik Lagu, Gaya Bahasa, Bahan Ajar Interaktif
Analisis Transformasi Novel Marmud Merah Jambu dengan Film Marmud Merah Jambu Karya Raditya Dika Doli Christian Malau; Dian Hartati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1570

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbandinagn karya dari novel menuju film. kajian perbandingan ini dilakukan dengan menggunakan teori tranasformasi karya. Fokus kajian transformasi ini dibagi menjadi dua, yaitu: 1)Dilihat dari jalan ceritanya 2)Dilihat dari unsur intrinsiknya. sasaran kajian transformasinya adalah antara novel yang berjudul Marmud Merah Jambu karya Raditya Dika dengan film yang berjudul Marmud Merah Jambu yang juga disutradarai oleh Radiya Dika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini mengandalkan hasil analisis dalam sebuah penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian kepustakaan dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Baca-Catat. Selian itu teknik pengumpulan data lainnya adalah dengan menonton dan menganalisis film lalu mencatat hal yang penting untuk dibandingan dengan novel. Hasil penelitian dibagi menjadi dua pokok pembahasan yaitu yang pertama perbedaan jalan cerita antara dua karya dimana novel dibagi menjadi beberapa cerita sementara film mengambil bagian dari beberapa cerita lalu dijadikan menjadi 1 cerita di film. Lalu yang kedua transformasi unsur intrinsik dapat dilihat dari lebih beragamnya unsur intrinsik yang ada di novel dibandingkan dengan yang ada di film. Terdapat juga latar dan penokohan yang berbeda. Plot juga berbeda dan yang dipertahankan dari novel hanya suasananya.
Masalah Sosial Dalam Kumpulan Cerpen Riwayat Negeri Yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 Ika Wijayanti; Dian Hartati; M. Januar Ibnu Adham
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i3.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan masalah sosial dalam kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990, terdiri dari sepuluh bab yang diterbitkan oleh Media Kompas Nusantara. Jakarta pada tahun 2019. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen Riwayat Negeri yang Haru Cerpen Kompas Pilihan 1980-1990 terdapat masalah sosial yaitu: (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) disorganisasi keluarga, (4) masalah generasi muda, dan (5) masyarakat modern.
Perbandingan Alur Cerita Novel Asih Karya Risa Saraswati dengan Film Asih Disutradarai Awi Suryadi Vina Aulia; Dian Hartati
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i1.2298

Abstract

Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan psikologi dari pemeran utama yaitu Asih, dan juga membandingkan apa saja yang membedakan antara novel Asih karya Risa Saraswati dan film Asih disutradarai oleh Awi Suryadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif, yang dikuatkan dengan teknik pustaka karena menjelaskan secara deskripsi, serta memperkuatkan hakikat sebuah nilai-nilai, yang berasal dari buku novel Asih karya Risa Saraswati serta beberapa sumber buku sebagai penunjang lainnya yang bersangkut pautan dengan penelitian ini. Hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa antara novel dan film Asih ini banyak sekali perbedaan yang signifikan. Dari novel menjelaskan kisah Asih secara detil, sedangkan film banyak sekali penambahan dan pengurangan dari segi alur cerita, dan peran. Film hanya fokus dengan kejadian keluarga Andi yang di teror oleh Asih, kefokusan tersebut guna mencapai klimaks untuk para penonton, namun bagi yang sudah membaca novelnya pasti ada rasa kaget dan heran karena banyak sekali perbedaannya.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DAN TOKOH PENDUKUNG DALAM NOVEL KISAH SEDIH DI HARI MINGGU (TRAGEDI) KARYA UPAY: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Kurniasih Kurniasih; Dian Hartati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22085

Abstract

Novel Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay mengangkat isu gangguan mental berupa Baby Blues Syndrome yang dialami oleh tokoh. Penelitian bertujuan mengungkapkan aspek kepribadian tokoh utama dan tokoh pendukung dalam novel berdasarkan struktur kepribadian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan psikologi sastra menurut Sigmund Freud. Sumber data novel berjudul Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay yang diterbitkan 2016. Data dalam penelitian ini berupa teks narasi dan dialog yang menggambarkan aspek psikologis tokoh. Teknik pengumpulan data dengan cara teknik baca dan teknik catat. Adapun tokoh-tokoh yang diteliti dalam penelitian ini meliputi tokoh utama bernama Riana dan tokoh pendukung bernama Ibunda Robert. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Riana memiliki kepribadian yang seimbang. Seimbang berarti bahwa kepribadian dalam diri tokoh mampu menggerakkan id dan ego yang dikendalikan oleh superego dalam diri seseorang sama beratnya. Superego dalam diri tokoh Riana berfungsi dengan semestinya. Artinya superego tokoh Riana mengarahkan id dan ego dalam dirinya ke arah yang lebih bermoral. Tokoh Ibunda Robert memiliki struktur kepribadian yang tidak seimbang (adanya ketimpangan superego dalam diri seseorang menjadikan ego dalam dirinya dikuasai oleh id) antara id, ego, dan superego. Ketidakseimbangan terdapat pada superego dalam diri tokoh Ibunda Robert. Ego tokoh Ibunda Robert telah didominasi oleh id sehingga superego dari tokoh Ibunda Robert tidak berfungsi dengan semestinya. Begitu besarnya tekanan dan desakan dari id yang disalurkan melalui ego membuat struktur kepribadian superego tidak berfungsi hingga mengakibatkan terjadinya perilaku yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.Kata Kunci: novel, psikologi sastra, tokoh utama, tokoh pendukung
TAKRIF PERCINTAAN PADA PUISI PERTEMUAN KARYA ACEP ZAMZAM NOOR: ANALISIS SEMIOTIKA Laura Magvira; Slamet Triyadi; Imam Muhtarom; Dian Hartati
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v8i2.7498

Abstract

Abstrak: Penelitian dengan judul di atas bertujuan untuk menjelaskan: 1) menjelaskan aspek sintaksis dalam puisi, (2) menjelaskan aspek semantik dalam puisi, (3) menjelaskan aspek pragmatik dalam puisi, (4) menjelaskan intertekstual dalam puisi Pertemuan karya Acep Zamzam Noor. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. untuk menganalisis penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian terdapat penjelasan dari aspek pertama yaitu sintaksis di dalam puisi terdiri 14 larik, tanda baca titik terdapat di bait pertama, kedua, keempat dan menggunakan huruf kapital disetiap awal lariknya. Kedua, dalam hal semantik terdapat denotasi dambaan seseorang untuk bersama dan konotasi yang berjumlah 11 kalimat, selain itu majas dalam puisi menggunakan personifikasi, metafora, dan hiperbola. Ditambah isotopi yang berjumlah 13. Ketiga, deskripsi suasana pada awal lirik menjadi bagian dari aspek pragmantik puisi dan 3 pronomina yang muncul. Keempat, mengisahkan tentang aku lirik yang mendambakan dia lirik sejak lama dan akhirnya dipersatukan oleh takdir yang muncul dalam intertekstual. Pemahaman mendalam tentang makna puisi harus dikaji lebih lanjut agar gudang ilmu di dalam otak dapat sesak dengan pemahaman baru.Kata kunci: puisi, semiotika, percintaan, acep zamzam noor.Abstract: The research with the title above aims to explain: 1) explain the syntactic aspects in poetry, (2) explain the semantic aspects in poetry, (3) explain the pragmatic aspects in poetry, (4) explain the intertextual in the poetry Meeting by Acep Zamzam Noor. In this research, the method used is descriptive qualitative. to analyze the research carried out. The result of the research is an explanation of the first aspect, namely the syntax in the poetry which consists of 14 lines, punctuation marks are found in the first, second, fourth stanzas and use capital letters at the beginning of each array. Second, in terms of semantics, there is a denotation of someone's desire to be together and a connotation of 11 sentences. In addition, figurehead in poetry uses personification, metaphor, and hyperbole. Plus 13 isotopes. Third, the description of the atmosphere at the beginning of the lyrics becomes part of the pragmantic aspect of the poem and the 3 pronouns that appear. Fourth, it tells about me lyrics that have longed for her lyrics and finally united by destiny that appears in the intertextual. Deep understanding of the meaning of poetry must be studied further so that the storehouse of knowledge in the brain can be crowded with new understandings.Keywords: poetry, semiotics, romance, acep zamzam noor.
Ekranisasi Cerpen Telekung Buat Emak Ke Dalam Film Pendek Fitria Ramadani; Dian Hartati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i3.4827

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, karya sastra pun ikut berkembang. Karya sastra yang biasanya berbentuk tulis dapat bertransformasi menjadi sebuah audio visual. Perubahan karya sastra menjadi bentuk audio visual ini termasuk ke dalam ekranisasi. Ekranisasi merupakan sebuah proses perubahan sebuah novel atau karya sastra ke dalam film. Seperti halnya pada cerpen yang berjudul Telekung Buat Emak karya Musa Ismail yang diangkat menjadi sebuah film pendek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengupas proses ekranisasi cerpen Telekung Buat Emak yang bertransformasi menjadi sebuah film pendek. Proses yang akan dikaji yaitu mulai dari pemotongan, penambahan, maupun perubahan variasi cerpen yang notabene merupakan sebuah karya tulis sampai menjadi sebuah karya audio visual. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa alur pada film pendek masih mempertahankan naskah aslinya yaitu cerpen. Adapun sedikit perubahan adalah untuk mempertegas atau membuat jalan cerita lebih realistis.
PERBANDINGAN CITRA PEREMPUAN DALAM CERPEN “NOL-DREAM LAND” KARYA DJENAR MAESA AYU DAN CERPEN “SANG PUTRI” KARYA IRENA IOANNIDOU ADAMIDOU Febi Saskia; Dian Hartati
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2320

Abstract

Tujuan penelitian mengungkapkan persamaan dan perbedaan dalam cerpen “Nol-Dream Land”karya Djenar Maesa Ayu dan cerpen terjemahan “Sang Putri” karya Irena Ioannidou Adamidou. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka. Langkah-langkah penelitian: membaca secara menyeluruh kedua cerpen, mengaitkan data yang diperoleh menggunakan teori citra perempuan dalam aspek sosial, setelah itu manarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Persamaan pada kedua cerpen tersebut menunjukan citra perempuan sebagai tokoh anak perempuan dalam sebuah keluarga yang menerima perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya. Perbedaan kedua cerpen tersebut yaitu pada citra perempuan dalam keluarga sebagai istri pada cerpen “Nol Dream Land” yaitu istri yang dipoligami karena mandul tetapi tetap mempertahankan rumah tangganya. Sedangkan citra perempuan dalam keluarga sebagai istri pada cerpen “Sang Putri” yaitu tidak dapat menentang semua perbuatan suaminya yang telah menghancurkan hidupnya. Adapun citra perempuan dalam masyarakat pada cerpen “Nol Dream Land” yaitu mempunyai semangat bekerja. Sedangkan citra perempuan dalam masyarakat pada cerpen “Sang Putri” yaitu tidak mempunyai keberanian untuk meminta bantuan kepada orang lain.
Transformasi cerpen Jendela Rara ke film Rumah Tanpa Jendela menggunakan kajian struktural Dila Apriyanti; Esa Hilma; Dian Hartati
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2021): Mei - Oktober
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.616 KB)

Abstract

Short story is a literary work that serves either to assist for entertaining or to give life values of the story itself. Besides, it is known as a prose work due to having a short-term story. The two short stories entitled “Jendela Rara'' and “Rumah Tanpa Jendela”, written by Asma Nadia, attracted the author's attention to conduct recent study towards those works. They have been adapted from short story to movie, hence, readers can obtain a structural comparison, especially intrinsic values and life values that are contained in the stories. The recent study was designed by using descriptive qualitative with structural approach to describe intrinsic elements that form the literary work. The research data was in quotation form (word, phrase, and sentence) which related to the problems of “Jendela Rara'' short story. The data collected were from document analysis technique. The data analyzed by using a flow technique model which consisted of three elements such as, data reduction, data presentation, and conclusion verification. The data result formed as a structural analysis while experiencing a transformation from a short story entitled “Jendela Rara” to a movie entitled “Rumah Tanpa Jendela” by Asma Nadia.Keywords: Short story, structural, transformation, Asma Nadia.