Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEPEMIMPINAN MULTIKULTURAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA Puji Rinawati; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Kusdianto Kusdianto; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11746

Abstract

This study aims to analyze the principal's multicultural leadership in fostering student tolerance character through eight strategic dimensions: developing democratic attitudes, diversity paradigms, ethnic anti-discrimination, gender sensitivity, social concern, intracurricular integration, supporting/inhibiting factors, and the impacts of such leadership. This research employed a qualitative approach with a case study design at SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Jayapura City, Papua Province. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from 15 key informants, including school leaders, teachers, students, parents, and community figures. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully built a democratic climate through staff involvement in policy-making and synchronizing Islam Wasathiyah values with Papuan local wisdom. Anti-discrimination strategies and gender sensitivity were realized through fair policies regardless of ethnicity or gender. Social concern was internalized through real experiences such as the "Jumat Berbagi" program and humanitarian actions (ta’awun). The main supporting factors include inspiring leadership and parental synergy, while obstacles stem from social media influence and limited insights of some educators. The research impact is evident in the creation of a harmonious school climate and the permanent internalization of tolerance character in students. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa melalui delapan dimensi strategis: pembangunan sikap demokratis, paradigma keberagaman, sikap anti-diskriminasi etnis, sensitivitas gender, kepedulian sosial, pengintegrasian dalam intrakurikuler, faktor pendukung/penghambat, serta dampak kepemimpinan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus di SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan kunci yang meliputi unsur pimpinan sekolah, guru, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil membangun iklim demokratis melalui pelibatan staf dalam pengambilan kebijakan dan sinkronisasi nilai Islam Wasathiyah dengan kearifan lokal Papua. Strategi anti-diskriminasi dan sensitivitas gender diwujudkan melalui kebijakan yang adil tanpa memandang suku atau jenis kelamin. Kepedulian sosial diinternalisasi melalui pengalaman nyata seperti program "Jumat Berbagi" dan aksi kemanusiaan (ta’awun). Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan yang inspiratif dan sinergi orang tua, sementara hambatan bersumber dari pengaruh media sosial dan keterbatasan wawasan sebagian pendidik. Dampak penelitian terlihat pada terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan internalisasi karakter toleransi yang permanen pada diri siswa.  
Inter-Ethnic Relations and Local Peace Campaigns: An Ethnographic Study in Abepantai Subdistrict, Jayapura City, Papua Province La Mochtar Unu; Urip Wahyudin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.3993

Abstract

Multi-ethnic communities in Papua face vulnerability to horizontal conflict triggered by political polarization. Sustainable peace requires an understanding of local practices. This study aims to analyze inter-ethnic relations and the mechanisms of community-based peace campaigns in Abepantai Village, Jayapura City, Papua Province. This qualitative ethnographic research uses participant observation, in-depth interviews (n=27), and FGDs (n=3). Data are analyzed thematically following an interactive model. Inter-ethnic relations are symbiotic yet instrumental, based on economic exchanges such as between Buton farmers and Naffri landowners. Peace campaigns operate in two modes: (1) directly through conflict mediation by traditional/religious leaders, and (2) indirectly through cooperation in building houses of worship, holiday gatherings, and social gatherings that foster dialogue. This local cohesion is vulnerable to the influence of external identity politics narratives (OAP vs. non-OAP). Conclusion: Peace at the grassroots level results from socio-cultural practices and daily communication that are actively maintained. Its sustainability depends on the resilience of cross-ethnic social capital and the capacity of local institutions to negotiate external pressures.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yunus Yikwa; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; C. Tanta; Yulius Mataputun; Monika Gultom
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
Kajian Kinerja Guru Dalam Mendukung Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Turina Wenda; Robert Masreng; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Ida Mariati Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2478

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah informan sebanyak 4 orang terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran, 1 orang guru bimbingan konseling dan 1 orang siswa. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh kinerja guru 1) Perencanaan pembelajaran atau pembimbingan berpedoman pada kurikulum merdeka dalam menyusun RPP atau modul ajar berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi nyata lingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik dan selaras dengan perencanaan pembelajaran sistematis, menggunakan metode yang bervariasi, mengelola kelas secara kondusif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia. 3) Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan secara berkelanjutan, objektif, dan mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4) Pembimbingan dan pelatihan siswa telah dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. 5) Pelaksanaan tugas tambahan guru dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah yang mengacu pada peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan kompetensi serta beban kerja guru. 6) Faktor pendukung kinerja guru meliputi kebijakan perencanaan pembelajaran yang sistematis, supervisi akademik, variasi metode dan media pembelajaran, pemberian umpan balik serta remedial dan pengayaan, koordinasi antar guru, serta pelaksanaan tugas tambahan guru yang mendukung pembinaan siswa. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa, keterbatasan waktu guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi geografis sekolah yang menantang.
Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Toni Pagawak; Diki Kurniawan; Indah S. Budiarti; Urip Wahyudin; Robert Masreng
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2479

Abstract

Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tesis. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual yaitu sebagai pemilih, penghubung, pemecah masalah, evaluator, negosiator, penyembuh, pelindung dan sinergi serta faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah desriptif kualitatif. Informan yaitu kepala sekolah, guru, operator/tata usaha dan komite sekolah sebanyak 8 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data melalui kecermatan dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis kecerdasan intelektual yaitu 1) memilih mengambil keputusan secara musyawarah dengan guru, staf, dan komite sekolah, sehingga kebijakan yang dihasilkan relevan, realistis, dan adaptif terhadap konteks lokal, 2) penghubung utama antara guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat dengan komunikasi yang berjenjang, terbuka, dan terstruktur memungkinkan seluruh warga sekolah memahami program yang dijalankan, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. 3) Pemecah masalah secara rasional dan sistematis, dengan mengutamakan pengumpulan data, analisis, dan musyawarah. 4) Evaluator kinerja guru dan program sekolah secara rutin, sistematis, dan partisipatif. 5) Negosiator menyampaikan argumentasi logis, menyediakan alternatif solusi, dan memfasilitasi dialog antar pihak agar tercapai kesepakatan yang adil dan kondusif. 6) Penyembuh dengan pendekatan empatik, mendengarkan permasalahan guru, staf, dan siswa, serta memberi pendampingan dan dukungan moral. 7) Pelindung melindungi guru, staf, dan siswa dari tekanan. 8) Sinergi: Kepala sekolah mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah. 9) Faktor pendukung meliputi kerja sama guru dan staf, komunikasi terbuka, partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, dan penggunaan data berbasis bukti. Faktor penghambat meliputi jumlah guru terbatas, kondisi siswa yang beragam, keterbatasan akses pelatihan, sarana TIK dan administrasi yang terbatas, serta kondisi ekonomi orang tua yang beragam.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Eka Putra; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin; Mingsep Rante Sampebua
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman Suparman; Yulius Mataputun; C. Tanta; Albaiti Albaiti; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Economic empowerment of remote traditional communities through access to women's services, youth, business and work Urip Wahyudin; Joko Suryono
AMCA Journal of Community Development Vol. 4 No. 2 (2024): AMCA Journal of Community Development
Publisher : AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51773/ajcd.v4i2.396

Abstract

The National Program for the Empowerment of Remote Indigenous Communities, led by the Ministry of Social Affairs in Indonesia, focuses on improving the condition of life and well-being of residents native to the area isolated. This research aims to analyze potential problems and needs for the empowerment of public custom remote that focus on empowering women, access service youth, and access to services, businesses, and work. This type of research is qualitative descriptive research using approach studies case. Data collection techniques use studies documentation, observation, interviews, and discussion group focused. Data analysis techniques use analysis models such as the inductive interactive Miles and Huberman model. Access research results in service empowerment women require access development involving the integration of a gender perspective that requires a framework of solid institutions and laws.​ Access services to youth require a development program. Villages that involve youth in the field of social economics show​ positive things in various areas. Access services work requires the development of an excellent local environment through cultivating plant hard, plant food, livestock, and fisheries.    
Migrasi dan Perubahan Sosial Masyarakat Suku Bangsa Manggarai di Kota Jayapura Krispinus H. Sefik; Ferry R.P.P. Sitorus; Urip Wahyudin
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1x2pwp65

Abstract

This study aims to understand: (1) Identifying the push and pull factors of the Manggarai ethnic group migrating to Jayapura City. (2) Describing the forms of social change of the Manggarai ethnic group after migrating to Jayapura City. This study uses a qualitative descriptive method. The subjects of this study are the Manggarai ethnic group who migrated to Jayapura. Data collection techniques use interview, observation, and documentation guidelines. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model guidelines (Data Reduction, Data Presentation, and Conclusion Drawing). The results of the study show that the factors that influence the Manggarai community to migrate to Jayapura are because agricultural land in the village is limited, job opportunities are lacking, job opportunities are lacking, and income is not enough to meet family needs. Jayapura City was chosen because there are many job opportunities, higher salaries, and the presence of relatives or friends from Manggarai who have already lived in Jayapura. In Jayapura, the Manggarai community experienced changes in life such as from an economic perspective; those who used to depend on their families gradually became more independen, through permanent jobs or their own businesses. In terms of family relationships, decision-making, previously dominated by husbands, is now shared between husband and wife, and inheritance is now distributed fairly to all children, regardless of gender.