Dwi Suratmini
Faculty Of Health Sciences, UPN Veteran Jakarta, Jakarta, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Masalah yang Dialami Perawat Dalam Menangani Remaja Penyalahguna NAPZA: A Systematic Review Dwi Suratmini; Novy Helena Catharina Daulima
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk307

Abstract

Nurse’s efforts in adolescent as the most drug-abusing population have not been able to run optimally as indicated by the increase in prevalence and relapse rates, so further studies are needed regarding the problems experienced by nurses during the handling process. The aim of this systematic review was to find out the problems experienced by nurses while dealing in adolescent drug users. The database were used EBSCOhost, ProQuest, Sage Publication, and Springerlink identified and published from 2016-2020, in English, and in the nurse population both in hospitals or other rehabilitation. The keywords were "adolescent * OR youth * OR teen *" AND "nursing intervention" OR "nursing care" AND "drug abuse" OR "drug misuse" OR "drug addiction. Article identification was carried out using the PRISMA guidelines. Based on the inclusion and exclusion criteria there were 9 relevant articles. Analysis illustrated the existence of internal and external problems experienced by nurses. Internal problems consisted of values, morals, and perceptions. External problems consisted of the characteristics of youth development tasks, agency policies, and socio-cultural conditions. These problems affected the interaction of nurses with clients, family, peers, and other professions. Increased knowledge and ability of nurses as well as a review of policies in providing nursing care can be done to overcome internal and external problems experienced by nurses to optimize their duties and roles in dealing with adolescent drug users. Keywords: problems; nursing care; adolescent drug abusers ABSTRAK Upaya perawat dalam mengatasi masalah remaja sebagai populasi terbanyak penyalahguna NAPZA hingga saat ini belum dapat berjalan optimal ditunjukkan dengan meningkatnya angka prevalensi dan kekambuhan, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai masalah yang dialami perawat selama proses penanganan. Systematic review ini dilakukan untuk mengetahui masalah yang dialami perawat selama menangani remaja penyalahguna NAPZA. Penelusuran literatur secara sistematis melalui database EBSCOhost, ProQuest, Sage Publication, dan Springerlink. Artikel yang digunakan berada pada tahun 2016-2020 dan berbahasa Inggris pada populasi perawat baik di rumah sakit atau lembaga rehabilitasi lainnya. Kata kunci yang digunakan adalah “adolescent* OR youth* OR teen*” AND "nursing intervention" OR "nursing care" AND "drug abuse" OR "drug misuse" OR "drug addiction”. Identifikasi artikel dilakukan menggunakan pedoman PRISMA. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 9 artikel relevan. Analisa artikel menggambarkan adanya masalah internal dan eksternal yang dialami perawat dalam menangani remaja penyalahguna NAPZA. Masalah internal terdiri dari nilai, moral, dan persepsi. Masalah eksternal terdiri dari karakteristik tugas perkembangan remaja, kebijakan instansi, dan kondisi sosial budaya. Masalah tersebut mempengaruhi interaksi perawat dengan klien, keluarga, rekan sejawat, dan profesi lain. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan perawat serta peninjauan kembali kebijakan dalam pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah internal dan eksternal yang dialami perawat untuk mengoptimalkan tugas dan perannya dalam menangani remaja penyalahguna NAPZA. Kata kunci: masalah; penanganan perawat; remaja penyalahguna napza
Pemanfaatan Deteksi Stres Remaja Yang Efektif Dan Efisien Melalui Aplikasi: Systematic Review Dwi Suratmini; Tuti Afriani
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.293

Abstract

Populasi saat ini yang didominasi remaja akan berdampak pada bonus demografi Indonesia pada tahun 2020-2030. Masa transisi remaja sangat rentan terjadi stres, yang bila berkelanjutan akan berdampak pada gangguan kesehatan fisik dan mental. Aplikasi untuk deteksi stres pada remaja telah banyak dikembangkan, namun belum diketahui aplikasi yang paling efektif dan efisien. Tujuan artikel ini adalah mengetahui pemanfaatan aplikasi yang efektif dan efisien dalam proses deteksi stress remaja. Artikel didapat dengan pencarian elektronik dari 11 databased jurnal. Kriteria inklusi yang digunakan adalah subjek manusia, berbahasa inggris, free fulltext, dan terbit tahun 2013-2018. Artikel yang dianalisis sebanyak 13 artikel. Aplikasi membuat proses deteksi stress pada remaja menjadi lebih efektif dan efisien. Fitur yang disediakan aplikasi deteksi stress ini dapat mempermudah proses deteksi dengan hasil yang akurat. Aplikasi dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Melalui aplikasi ini remaja menjadi lebih leluasa untuk menggunakannya. Aplikasi Micro-Blog diketahui paling efektif dan efisien dalam membantu deteksi stress pada remaja. Aplikasi mudah digunakan dimana dan kapan saja ini sesuai dengan karakteristik remaja yang dekat akan penggunaan media sosial.
The Relationship Between Body Dissatisfaction and Social Anxiety in Adolescents Using Instagram Face Filter Apriliana, Vionita; Suratmini, Dwi
Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Vol. 6 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pnj.v6i1.50042

Abstract

Introduction: Dissatisfaction with one’s body, especially the face, is common among adolescents. These feelings often lead young women to use face filters on Instagram to conceal their feelings. The gap between real-life appearances and virtual images can increase anxiety in social situations. This study aimed to investigate the relationship between body dissatisfaction and social anxiety among adolescent girls who utilize face filters on Instagram. Method: This research employed an observational analytic correlation design with a cross-sectional approach involving a sample of 165 participants selected through purposive sampling. The level of body dissatisfaction was assessed using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale, which yielded a Cronbach Alpha reliability coefficient of 0.866. Meanwhile, social anxiety levels were measured using the Social Anxiety Scale for Adolescents, which demonstrated a Cronbach Alpha reliability coefficient ranging from 0.76 to 0.91. Results: The univariate analysis showed that 24.2% of respondents had moderate body dissatisfaction, while 52.7% experienced average social anxiety. The bivariate analysis revealed a strong positive correlation (r=0.435**, p=0.001) between body dissatisfaction and social anxiety, indicating that increased body dissatisfaction is associated with higher social anxiety levels. Conclusions: The findings suggest a significant relationship between body dissatisfaction and social anxiety among adolescent girls who use face filters on the Instagram platform. It is recommended that health education initiatives be implemented for young Instagram users to help mitigate body dissatisfaction and anxiety in their social interactions.
Validity and Reliability of the Indonesian Version of the Internalized Stigma Mental Illness Instrument: Substance Abuse in Adolescents Suratmini, Dwi; Daulima, Novy Helena Catharina; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.2.7680

Abstract

The prevalence rate of drug abusers in adolescents in Indonesia is relatively high. There is no valid and reliable instrument in the Indonesian language to measure stigma in drug users in adolescents. Therefore, this study aims to measure the validity and reliability of the self-stigma questionnaire in adolescent drug users. This cross-sectional study involved 59 teenage drug users who, at the time of the study, were in good health and could read and write to answer the questionnaire. Data were collected between March and September 2020 using Internalized Stigma Mental Illness (ISMI): Substance Abuse questionnaire. Pearson’s correlation coefficient, r, was used to measure the cross-validity value of the correlation between item scores and total statement scores. Meanwhile, researchers used Cronbach’s Alpha to assess the internal consistency of the questionnaire. Pearson’s r values for 29 statements showed that 1 statement was invalid. After eliminating the invalid statements, 28 statements with valid results at rcount ≥ 0.256 and Corrected item-total correlation >0.3 with a confidence level of 95% (rcount 0.323-0.642) and reliable Cronbach Alpha > 0.700 (Cronbach Alpha If Items Deleted: 0.888-0.895) with a 95% confidence level were used in the instrument. The ISMI is a valid and reliable version of drug abuse that can be used as an assessment and evaluation tool for adolescent drug abusers in clinical, rehabilitation, research, and community settings.
Hubungan Jenis Kelamin dengan Perilaku Phubbing pada Remaja Pengguna Instagram Lestari, Bonieta Dwi; Suratmini, Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1789

Abstract

Remaja memanfaatkan Instagram sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang dapat diakses secara fleksibel di setiap waktu. Jika penggunaannya tidak terkontrol hal ini akan mengganggu interaksi sosial remaja di dunia nyata. Penggunaan media sosial melalui smartphone dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku phubbing pada remaja pengguna Instagram di SMA Negeri 6 Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 319 responden remaja di SMA Negeri 6 Depok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi penelitian. Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan phubbing scale kuesioner (validitas: > r tabel 0,361 dan reliabilitas 0,920). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (71,9%), dan mayoritas responden berada pada perilaku phubbing tingkat sedang (69%). Analisis data dengan uji Chi Square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku phubbing pada remaja pengguna Instagram di SMA Negeri 6 Depok (p-value 0,319 (p>0,05)). Pendidikan kesehatan harus tetap dilakukan untuk meningkatkan partisipasi remaja pada interaksi sosial di kehidupan nyata.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MANAJEMEN STRESS KERJA KARYAWAN MELALUI EDUKASI DAN LATIHAN Dwi Suratmini; Susianna Jansen; Rycco Darmareja; Lina Berliana Togatorop; Kiki Rezki Faradillah; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19870

Abstract

Abstrak: Stress pada pekerja terus meningkat seiring tingginya tuntutan kerja dan kurangnya dukungan. Stress kerja tidak hanya merugikan para pekerja namun juga pemberi kerja. Tujuan kegiatan edukasi dan latihan manajemen stress ini untuk meningkatkan pengetahuan dan cara memanajemen stress pada karyawan sehingga meningkatkan produktivitas kerja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kantor PT Cakra Manggilingan Jaya kepada 32 karyawan dengan metode edukasi dan latihan manajemen stress. Evaluasi dilakukan berdasarkan pertanyaan terkait pengetahuan dan tingkat stress pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja sebesar 10,1% dan penurunan tingkat stress pekerja sebesar 3,9%.Abstract: Stress among workes continues to increase due to high works demands and lack of support. Works stress not only harms workers but also employers. The aim of this education and stress management exercises is to increase knowledge and ways of managing stress in employess so as to increase work productivity. The Community Service Activity held at PT Cakra Manggilingan Jaya for 32 employees using educational methods and stress management training. The evaluation is carried out based on questions related to worker’s knowledege and stress levels before and after education. The results showed an increase in workers knowledge of mental health in the work environment by 10,1% and a decrease in workers stress levels by 3,9%.
The Relationship FoMO (Fear of Missing Out) and Nomophobia with Phubbing Behavior among Adolescent Instagram Users Lestari, Bonieta Dwi; Suratmini, Dwi
Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 No. 2 Februari 2024
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/icon.v8i2.30750

Abstract

Aims: FoMO is experienced by many adolescents who constantly update information. The majority of adolescents have accessed information through Instagram on their mobile phones. Thus, adolescents cannot separate from a mobile phone called nomophobia, which can affect social interaction as apathetic those around called phubbing behavior. This study aims to determine the relationship between FoMO and nomophobia with phubbing behavior among adolescent Instagram users. Methods: This cross-sectional study was conducted on 319 respondents in Depok who were selected through a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. This study was conducted using valid and reliable questionnaires: the FoMO adaptation scale) (r=0.720), the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) (r=0.901), and the Phubbing Scale Questionnaire (r=0.920). Univariate analysis was performed for categorical data using the frequency distribution test and central tendency test for numerical data, while the bivariate test used Pearson Correlation.  Results: The correlation analysis of FoMO with phubbing behavior showed moderate correlation strength and positive direction (p=0.001), (r=0.446), while the results of the correlation analysis of nomophobia with phubbing behavior showed weak correlation strength and positive direction (p=0.001), (r=0.395).  Conclusion: FoMO and nomophobia have a relationship with phubbing behavior among adolescent Instagram users. Health promotion and early detection of FoMO, nomophobia, related to phubbing behavior is essential to prevent disruption of adolescent development. Further research regarding improving self-management skills when using mobile phones can be provided.
Age Analysis of Body Dissatisfaction Levels in Adolescent Girls Using Instagram Face Filters Apriliana, Vionita; Suratmini, Dwi
Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 No. 2 Februari 2024
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/icon.v8i2.32704

Abstract

Aims: Body dissatisfaction is a problem experienced by many adolescents today. Age can affect how adolescents perceive their body image. This study aimed to determine age differences in body dissatisfaction in adolescent girls who use Instagram face filters.   Methods: The type of research used was descriptive, with a cross-sectional design; the researchers obtained 165 samples using the Slovin formula as respondents using a stratified random sampling technique. The level of body dissatisfaction was measured using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale.   Results: The results of univariate analysis using frequency distribution analysis showed that the majority of respondents had moderate levels of body dissatisfaction (24.2%), while the results of bivariate analysis using ANOVA test p-value = 0.820 (p> 0.05) showed no difference between age and the level of body dissatisfaction in adolescent girls.   Conclusion: There is no difference in body dissatisfaction among adolescent girls who use Instagram filters. Each age has different stages of growth and development. Analysis of differences in body dissatisfaction levels for various age groups and analysis of body dissatisfaction levels for gender differences can also be carried out for further research.
PENTAHELIX SIGAP SEHATI II: EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN SKRINING KESEHATAN PADA SISWA DI KOTA DEPOK Laily Hanifah; Dwi Suratmini; Ikhsan Ammar; Kareena Sari Fatimah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28285

Abstract

Abstrak: Anemia terjadi saat kadar hemoglobin darah lebih rendah dari normal dan sering dijumpai pada kelompok usia remaja. Kondisi anemia memiliki dampak negatif yang dapat berpengaruh terhadap berbagai aspek. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill berupa pengetahuan serta menilai status anemia dan status gizi melalui kegiatan edukasi dan skrining kesehatan di salah satu SMA di Kota Depok pada bulan November 2023 yang diikuti oleh 119 siswa. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, edukasi kesehatan, pengerjaan post-test, dan skrining kesehatan. Hasil yang dicapai yaitu terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi (p <0,05). Berdasarkan hasil pengukuran kadar hemoglobin, diketahui proporsi anemia pada sekolah tersebut mencapai 35,29%. Kemudian berdasarkan klasifikasi IMT, diketahui 35 siswa underweight (29,4%), 44 siswa normal (37%), 11 siswa overweight (9,2%), 20 siswa obesitas 1 (16,8%), dan 9 siswa termasuk obesitas 2 (7,6%). Edukasi dan skrining kesehatan sangat bermanfaat untuk mencegah kejadian anemia pada remaja.Abstract: Anemia occurs when blood hemoglobin levels are lower than normal and is often found in the adolescent age group. The condition of anemia has a negative impact that can affect various aspects. This activity aims to improve hard skills such as knowledge and assess anemia status and nutritional status through health education and screening at one of the high schools in Depok City in November 2023, which was attended by 119 students. Activity methods include pre-test work, health education, post-test work, and health screening. The results achieved were that there was an increase in knowledge between before and after education (p <0.05). Based on the results of measuring hemoglobin levels, it is known that the proportion of anemia in this school reached 35.29%. Then, based on BMI classification, it was found that 35 students were underweight (29.4%), 44 students were normal (37%), 11 students were overweight (9.2%), 20 students were obese 1 (16.8%), and 9 students were obese 2 (7.6%). Health education and screening are very useful for preventing the occurrence of anemia in adolescents.
Efforts to Reduce the Burden of Caregivers with Diabetes Mellitus in Caring for Family Members with Hypertension: Case Study: Upaya Menurunkan Beban Caregiver yang Mengalami Diabetes Melitus dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Hipertensi: Studi Kasus Suratmini, Dwi; Togatorop, Lina Berliana
Jurnal Kesehatan Masa Depan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masa Depan
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jkmd.v2i1.56

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan risiko mortalitas terbesar yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perawatan berkelanjutan dapat menjadi beban, terlebih bila caregiver juga mengalami masalah kesehatan. Selain proses perawatan menjadi tidak optimal, beban yang dirasakan juga dapat menimbulkan masalah mental dan fisik. Diperlukan penatalaksaan bagi caregiver agar dapat merawat anggota keluarga dengan optimal. Namun, literatur yang membahas kondisi ini masih terbatas. Tujuan: Memberikan gambaran upaya menurunkan beban caregiver yang mengalami diabetes mellitus dalam merawat anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus. Gambaran kasus: Tn H (62 tahun) mengalami hipertensi sejak ±5 tahun yang lalu. Tn H tinggal bersama istri. Anak bekerja dan jarang dirumah. Istrinya mengalami diabetes mellitus sehingga harus menjalani pengobatan rutin, mengurus rumah tangga, serta merawat suaminya. Tn H dan istri belum memahami perawatan yang sebaiknya dilakukan. Beban istri berdasar kuesioner Suwardiman menunjukkan hasil 19 dari skor maksimum 26. Setelah dilakukan psikoedukasi 6 sesi, skor beban istri turun menjadi 10. Kesimpulan: Psikoedukasi merupakan intervensi keperawatan yang dapat menurunkan beban caregiver dengan masalah kesehatan dalam merawat klien hipertensi. Perawat hendaknya mampu menciptakan suasana yang kondusif dan terapeutik agar psikoedukasi berjalan efektif dan efisien bagi keluarga.   Kata Kunci: beban; caregiver; diabetes mellitus; hipertensi; psikoedukasi