Claim Missing Document
Check
Articles

Desa Mindi Pasca Tragedi Lumpur Lapindo Dalam Conceptual Photography Priambodo, Agiel; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Alam adalah sebuah tempat untuk semua makhluk hidup seperti manusia,hewan, dan tumbuhan. Manusia sejatinya makhluk individualis dan juga makhluk sosial.Alam dan manusia sudah sejatinya memiliki ikatan yang kuat dari segi kehidupan. Semuaperistiwa dilingkungan kita pasti tidak jauh dengan ulah manusia, bencana salah satunya.Bencana sosial yang dialami oleh masyarakat di area Lumpur Lapindo yang dikarenakanoleh kelalaian manusia dan keserakahan dalam mengeksploirtasi sumber daya alammemberikan dampak besar terhadap mereka masyarakat yang tinggal disana salahsatunya Desa Mindi. Desa Mindi merupakan salah satu desa yang terdekat dari LumpurLapindo dan ditinggalkan oleh penduduknya. Adapun alasan Penulis tertarik dengan topikini karena memiliki kedekatan secara sosial dengan Desa Mindi. Proses pembuatanConceptual photography lebih melakukan pendekatan kepada isu dan cerita dan kondisisecara fisik desa mindi yang akan dijadikan sebuah karya fotografi yang mengangkat DesaMindi. Dengan Tugas Akhir fotografi konseptual yang berjudul <Gapuro= yang berisikan16 foto di Desa Mindi yang mempunyai tujuan menyampaikan sebuah isyarat,pesan dancerita terkait bagaimana kondisi desa mindi yang juga terdampak Lumpur Lapindo.Kata Kunci : bencana sosial, conceptual photography, Desa Mindi, Lumpur LapindoAbstract : Nature is a place for all living things such as humans, animals, and plants.Humans are actually individualistic creatures as well as social creatures. Nature andhumans actually have a strong bond in terms of life. All events in our environment mustnot be far from human activities, disaster is one of them. The social disasters experiencedby the people in the Lapindo Mud area caused by human negligence and greed inexploiting natural resources have had a major impact on the people who live there, one ofwhich is Mindi Village. Mindi Village is one of the closest villages to the Lapindo Mud andis abandoned by its residents. The reason the author is interested in this topic is becauseit has a social closeness to Mindi Village. The process of making Conceptual photographytakes an approach to issues and stories and the physical condition of Mindi Village whichwill be used as a photographic work that elevates Mindi Village. With a conceptualphotography Final Project entitled "Gapuro" which contains 16 photos in Mindi Villagewhich has the aim of conveying a signal, message and story regarding how the conditionof Mindi Village is also affected by the Lapindo Mud.Keywords : social disaster, conceptual photography, Mindi Village, Lapindo Mud
Egosentrisme Usia Remaja Tingkat Akhir Dalam Fotografi Surealis Subagja, Fadli Ahmad; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fotografi adalah media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada seseorang yang melihat. Pada proses berkarya ini, fotografi digunakan sebagai media untuk mendokumentasikan peristiwa – peristiwa mengenai egosentrisme di kalangan remaja. Egosentrisme merupakan ketidakmampuan seseorang untuk bisa membedakan antara perspektif milik pribadi dan perspektif milik orang lain. Egosentrisme terjadi pada masa remaja dimana mereka mengalami ketidakstabilan emosi serta memiliki pikiran yang imajinatif, rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak bisa mengontrol egonya sendiri. Hal ini didukung oleh pendapat Piaget bahwa remaja memiliki self – centration yang tinggi bahwa mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian dan hanya fokus kepada perspektif pribadi. Tujuan penulis membuat karya ini adalah memberikan sebuah pesan melalui fotografi surealis kepada remaja untuk membangun kesadaran remaja mengenai egosentrisme. Metode pembuatan karya ini menggunakan fotografi surealis yang memberikan konsep media fotografi yang mempunyai nilai estetika fotografi baik secara ide maupun teknik. Jenis fotografi yang digunakan yaitu composite surealis dengan menggunakan teknik long dan short depth of field. Hasil karya penulis akan di display dengan metode digital printing dengan pola kolase dengan tujuan untuk memberikan sebuah pesan kepada remaja melalui media fotografi surealis. Berdasarkan pemaparan tersebut, penulis berharap karya ini dapat membangun kesadaran remaja mengenai egosentrisme. Kata kunci: Egosentrisme, Remaja, Fotografi Surealis. Abstract: Photography is a communication medium used to convey messages to someone who sees. In this work process, photography is used as a medium to document events regarding egocentrism among teenagers. Egocentrism is a person's inability to be able to distinguish between personal perspectives and those of others. Egocentrism occurs during adolescence when they experience emotional instability and have imaginative thoughts, high curiosity, and cannot control their ego. This is supported by Piaget's opinion that adolescents have high self-centration and that they always want to be the center of attention and only focus on personal perspectives. The author's purpose in making this work is to give a message through surrealism photography to teenagers to build teenagers' awareness of egocentrism. The method of making this work uses surrealism photography which provides the concept of a photography mode based on the aesthetic value of photography, both at the ideational and technical levels. The type of photography used is composite surreal using long and short depth of field techniques. The author's work will be displayed using a digital printing method with a collage pattern to give a message to teenagers through surreal photography media. Based on this explanation, the author hopes that this work can build adolescent awareness about egocentrism. Keywords: Egocentrism, Adolescent, Surreal Photography.
Emosi Dasar Dalam Visual Seni Lukis Supriadi, Ryan Aprizal; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam periode globalisasi modern ini kota metropolitan menjadi salah satutempat yang memiliki kesibukan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi sehinggamemiliki peluang kemungkinan akan terjadinya sebuah permasalahan sosialdidalamnya seperti mengalami tekanan secara fisik hingga emosional yang dapatmenjadi sebuah penyakit psikologis. Globalisasi memberikan manfaat baik bagikelompok manusia dalam ruang sosial namun memberikan dampak dalam waktuyang sama, dengan pesatnya penerimaan informasi melalui media elektronik diwaktusekarang masyarakat mulai terbuka dan peduli akan menjaga kesehatan, tak hanyaberfokus pada kesehatan fisik namun juga masyarakat mulai terbuka akan kesehatanmental. Gagasan dari pembahasan ini menjadi sebuah topik latar belakang yangdipilih oleh penulis dalam pengkaryaan tugas akhir. Penulis mencoba mengangkattopik terkait pembahasan mengenai teori emosi dasar yang dipaparkan oleh PaulEkman dalam bukunya yang berjudul <Emotions Revealed= menggunakan metodepenciptaan karya lukis dengan visual penggambaran berupa rekaman suasana.Kata Kunci: emosi dasar; kesehatan mental; lukis; paul ekmanAbstract: In this modern globalization, the metropolitan has become one of the mostbusy places with a high population density, so it has the possibility of a social problemin it, such as being able to experience physical and emotional stress into a psychologicalillness. Globalization provides good benefits for human groups in the social space buthas an impact at the same time, with the rapid acceptance of information throughelectronic media now people are starting to care about mental health. The meaning ofthis discussion becomes a background topic chosen by the author for the work of thefinal project. The author try to raises a topic of the basic emotion theory presented byPaul Ekman in his book "Emotions Revealed" using the method of creating paintingswith a visual of atmosphere.Keywords: basic emotions; mental health; painting; paul ekman
Makanan Ultra-olahan Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Mentari, Adinda Bunga; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Para manufaktur produksi makanan dan minuman ultra-olahan pada dasarnya hanya mementingkan keuntungan dengan memproduksi bentuk-bentuk makanan dan minuman ultraolahan ini agar terlihat semenarik mungkin di mata konsumen. Banyak studi kasus melibatkan makanan dan minuman ultra-olahan yang menunjukkan hasil buruk bagi kesehatan maupun lingkungan dan biodiversitas. Berdasarkan alasan itu, penulis melakukan tindakan perusakan pada makanan dan minuman ultra-olahan yang digunakan sebagai objek dalam karya tugas akhir ini. Pada era teknologi yang semakin mutakhir sekarang, penulis mencoba melibatkan aspek scanography dengan pengkaryaan yang berupa lukisan pada bidang kanvas. Hasil karya tugas akhir ini diharapkan dapat memantik kesadaran publik terhadap konsumsi makanan dan minuman ultra-olahan yang banyak berdampak merugikan kesehatan. Kata Kunci: makanan ultra-olahan, lukisan, scanography ABSTRACT: Ultra-processed food and beverage manufacturers are primarily concerned with profit by producing this form of ultra-processed food and beverage to make it look as attractive as possible in the eyes of consumers. Many case studies involving ultra-processed foods and beverages have shown adverse health outcomes as well as the environment and biodiversity. Based on that reason, the writer takes action to destroy the ultra-processed food and beverage which is used as the object in this final project. In the current era of modern technology, the author tries to involve the scanning aspect with works in the form of paintings on canvas. The results of this final work are expected to ignite public awareness of the consumption of ultraprocessed foods and beverages that are detrimental to health. Keywords: ultra-processed foods, painting, scanography
Pemanfaatan Limbah Fesyen Sebagai Media Karya Seni: Self Portrait Habibullah, Ahmad Abidzar; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Potret-diri (self-potrait) sebagai sebuah karya seni seorang telah ditemukan sejak abad ke15. Ada sejumlah motivasi yang mendasari hal ini. Sang seniman melalui kumpulan ide-idenya menginginkan 3 (tiga) hal: melihat dirinya, menggambarkan perasaannya dan membentuk persepsi masyarakat terhadap dirinya. Ketiga hal ini ingin diwujudkannya secara realistis pada suatu media sebagai perlambang identitasnya. Identitas diri penulis telah terbentuk sejak dini baik secara individu atau kelompok misalnya: kebiasaan memiringkan topi saat mengikuti upacara bendera di sekolah merupakan pengaruh mendengarkan musik hip-hop, merintis usaha fesyen bersama sekelompok teman, hingga menjadi model buat beberapa merk fesyen lokal lainnya. Perkembangan industri melalui perangkat-keras dan perangkat-lunak terbaru mempengaruhi bidang fesyen. Pada satu pihak, industri fesyen dapat memenuhi permintaan konsumen secara cepat dan melimpah serta murah – fast fashion. Namun ketersediaan yang melimpah dalam waktu singkat ditambah dengan cepatnya perubahan tren fesyen menyebabkan munculnya persoalan limbah fesyen. Pada tugas akhir, penulis ingin mengaitkan antara identitas-diri dan limbah fesyen dan memanfaatkan limbah ini untuk mewujudkan identitas-diri. Kata kunci : potret diri, identitas, dan fast fashion. Abstract : Self-portrait as a work of art has been found since the 15th century. There are a number of underlying motivations for this. The artist, through his collection of ideas, wants 3 (three) things: to see himself, to describe his feelings and to shape people's perceptions of him. These three things he wants to realize realistically in a media as a symbol of his identity. The author's self-identity has been formed from an early age, either individually or in groups, for example: the habit of tilting a hat when attending a flag ceremony at school is the influence of listening to hip-hop music, starting a fashion business with a group of friends, to becoming a model for several other local fashion brands. The development of the industry through the latest hardware and software affects the fashion field. On the one hand, the fashion industry can meet consumer demand quickly and abundantly and cheaply – fast fashion. However, the abundant availability in a short time coupled with the rapid change in fashion trends causes the emergence of the problem of fashion waste. In the final project, the author wants to link between self-identity and fashion waste and utilize this waste to realize self-identity. Keywords:self-portrait, identity, and fast fashion.
Penggambaran Meditasi Ke Dalam Lukisan Sebagai Media Penyembuhan Diri Kusnadi, Safira Fadhilah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Anxiety disorder adalah gangguan psikologis yang menyebabkan kecemasan berlebih. Pada anxiety disorder memiliki beberapa jenis salah satunya adalah generalized anxiety disorder. Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum adalah kecemasan berlebih yang tidak terkendali yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. GAD menyebabkan perasaan khawatir berlebih, mudah tersinggung, bahkan membuat penderitanya memikirkan sesuatu yang berlebihan tentang suatu rencana yang bahkan belum terlaksana. Salah satu cara untuk menekan GAD adalah dengan cara bermeditasi. Karya yang dibuat penulis bertujuan sebagai sarana penyembuhan diri dengan melukiskan penulis saat melakukan meditasi dengan berfokus pada apa yang penulis bayangkan dan apa yang penulis rasakan saat melakukan meditasi untuk menekan GAD. Karya ini berfokus pada perubahan warna latar belakang penulis. Kata-kata Kunci: generalized anxiety disorder; meditasi; karya lukis; self healing. Abstract : Anxiety disorder is a psychological disorder that causes excessive anxiety. There are several types of anxiety disorder, one of which is generalized anxiety disorder. Generalized anxiety disorder (GAD) is uncontrollable excessive anxiety that can interfere with daily activities. GAD causes feelings of excessive worry, irritability, and even makes the sufferer think something excessive about a plan that has not even been implemented. One way to suppress GAD is by meditating. The work created by the author aims to be a means of self-healing by depicting the author during meditation by focusing on what the author imagines and what the author feels when meditating to suppress GAD. This work focuses on changing the color of the author's background. Keywords: generalized anxiety disorder; meditation; painting; self-healing.
Recalling Memories: Visualisasi Kenangan Ibu Ke Dalam Karya Lukis Salsabila, Noviar Dhia; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kematian merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan bisa datang secara tiba-tiba. Olehkarena itu banyak orang yang takut memikirkan tentang kematian, terutama kematian dari orangtersayang seperti orang tua, saudara, dan teman yang akan memberikan duka mendalam. Terutamajika ada salah kata yang diucapkan pada mendiang yang kita pikir memicu kepergian beliau sehinggakita menyalahkan diri sendiri (self-blame), tentu duka yang dirasakan akan semakin dalam. Ini lah halyang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recalling Memories: Visualisasi Kenangan Ibu keDalam Lukisan.= Karya lukis ini akan menjadi salah satu metode self-healing bagi penulis sebagaimedia permohonan maaf dan membebaskan diri dari rasa penyesalan tersebut. Dengan visualisasikarya yang diambil dari kenangan indah dan hal-hal atau benda istimewa ibu yang digabungkandengan emosi penulis ke dalam 5 buah kanvas yang menceritakan awal mula rasa bersalah ini munculhingga penulis merasa lebih ringan.Kata Kunci: Duka, Self-Blame, Kenangan, Karya Lukis.ABSTRACT: Death is unavoidable and can come suddenly. Therefore many people are afraid of death,especially the death of loved ones such as parents, relatives, and friends who will give deep sorrow.Especially if there are hurtful words spoken to the deceased that we think was the cause of theirdeparture which result in self-blame, the sorrow felt will be much deeper. This is the idea of the finalproject "Recalling Memories: Visualizing Memories with Mother into Paintings." These painting willbe a method of self-healing for the author as well as a medium for apologizing and removing oneselffrom the feeling of regret. With a visualization of the work taken from beautiful memories and themother's special objects that are combined with the visualization of the author's emotions, into 5canvases that tell the beginning of author’s guilt until the author feels healed.Key Words: Grief, Self-Blame, Memories, Painting
Visualisasi Celtic Healing Dengan Pendekatan Karya Fotografi Konseptual Bahri, Rizki Fahreza; Wiguna, Iqbal Prabawa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Healing merupakan isu yang ramai di masyarakat di beberapa tahun ini, ditambah lagi dengan kemajuan teknologi yang semakin mempermudah arus informasi mengenai healing menjadikan trending kalangan millennial. Dengan adanya informasi dan bertambahnya teknologi terdapat aplikasi instagram yang menjadi wadah isu healing ditengah masyarakat. Healing adalah suatu proses penyembuhan luka batin yang mengganggu emosi dan mental. Healing yang dilakukan dengan berpergian ke tempat alam terbuka dengan kata lain liburan. Tujuan dari melakukan healing yaitu dapat menghilangkan rasa jenuh yang menganggu emosional dan rehat dari suatu permasalahan yang mengikat pada diri. Dengan begitu pada tugas akhir dengan judul visualisasi mengenai isu healing dengan fotografi konseptual bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa healing memiliki arti khusus bagi masyarakat yang mendapatkan luka batin dari suatu peristiwa. Memperdalam persepsi masyarakat mengenai isu healing yang dibentuk dengan visualisasi berupa foto dengan pemaknaan healing dari emosi dan mental. Kata kunci : healing, emosi, mental, fotografi konseptual Abstract : Healing has been a busy issue in the community in recent years, coupled with technological advances that have made it easier for the flow of information about healing to become a trend among millennials. With the information and increasing technology, there is an Instagram application which is a place for healing issues in the community. Healing is a process of healing inner wounds that interfere emotionally and mentally. Healing is done by traveling to the open, in other words, a vacation. The purpose of doing healing is to get rid of the feeling of boredom that interferes emotionally and take a break from a problem that binds to oneself. Thus, the final project entitled visualization of the issue of healing with conceptual photography aims to provide an illustration that healing has a special meaning for people who get inner wounds from an event. To deepen the public's perception of healing issues which is formed by visualizing in the form of photos with the meaning of healing from emotion and mentality. Keywords : healing, emotion, mental, photography conceptual
Visualisasi Food Loss Pada Buah Dalam Photo Story Photography Husna, Syinsya Azizah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Melalui karya tugas akhir yang berjudul <Visualisasi Food Loss pada Buah Dalam PhotoStory Photography= penulis bertujuan untuk memvisualisasikan bagaimana fenomena food lossyang ada pada buah terbentuk ke dalam suatu medium foto. Untuk memperkuat data yang akandipergunakan dalam laporan ini, penulis melakukan observasi lapangan di daerah sekitar TelkomUniversity. Sedangkan rumusan masalah dari laporan pengkaryaan ini, yaitu bagaimana food losspada buah dapat tervisualisasikan melalui photo story photography. Melalui karya ini hasil yangdidapatkan dari penciptaan karya, yaitu bahwasanya setiap proses eksekusi karya memakan waktuberhari-hari hingga berminggu-minggu tergantung dari jenis buahnya. Pada buah yang memilikikadar air tinggi cenderung memakan waktu yang lebih cepat hingga akhirnya proses food loss dapatterbentuk. Hal ini juga dipengaruhi dari tektur masing-masing buah yang menghasilkan waktueskekusi karya menjadi bervariatif. Selama melakukan proses eksekusi karya, penulismenggabungkan dua teknik fotografi antara teknik photo story photography dan juga teknik timelapse fotografi. Dari penciptaan karya ini maka setidaknya visualisasi pada fenomena food loss yangada pada buah dapat tergambarkan.Kata kunci : Food Loss, Buah, Time-lapse, Photo Story PhotographyABSTRACT: Through the final project entitled "Visualization of Food Loss on Fruits in Photo Story Photography" the author aims to visualize how the phenomenon of food loss in fruit is formed into a photo medium. To strengthen the data that will be used in this report, the authors conducted field observations in the area around Telkom University. While the formulation of the problem from this work report, namely how food loss in fruit can be visualized through photo story photography. Through this work, the results obtained from the creation of the work, namely that each process of execution of the work takes days to weeks depending on the type of fruit. Fruits that have a high water content tend to take a faster time until finally the food loss process can be formed. This is also influenced by the texture of each fruit which results in varied execution times. During the execution process, the author combines two photographic techniques, namely photo story photography techniques and also time-lapse photography techniques. From the creation of this work, at least the visualization of the phenomenon of food loss in fruit can be described. Keywords : Food Loss, Fruits, Time-lapse, Photo Story Photography.
Visualisasi Teknik Otomatisme Dalam Karya Animasi Islami, Hilda Alhaque; Wiguna, Iqbal Prabawa; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterbatasan ruang gerak dan ajegnya aktivitas menyebabkan munculnya rasa bosan dan sepi. Kebebasan dan kesenangan yang diinginkan menjadi terbatas akibat kondisi pandemi saat ini yang mengharuskan untuk mengambil jarak dengan yang lainnya. Kondisi tersebut mengakibatkan keinginan-keinginan menjadi terpendam dalam alam bawah sadar dan hanya tersalurkan dalam mimpi secara tidak sadar. Tidak tersalurnya keinginan dalam alam sadar dapat berpengaruh pada pola perilaku individu. Penulis kerap mengandai-andaikan akan hal fantasi, yang didasari atas situasi yang telah dan sedang dialami pada alam bawah sadar maupun mimpi, sebagai pengalih atas keterbatasan tersebut. Maka dari itu, guna menghadirkan kebebasan dalam alam mimpi dan bawah sadar—berdasarkan pada metode Andre Breton dan Sigmund Freud—penulis memanfaatkan teknik otomatisme dan menuangkannya menjadi sebuah karya utuh. Bagi penulis, teknik otomatisme dianggap mampu menjadi sebuah kebebasan dalam menghadirkan kemungkinan-kemungkinan di luar alam sadar. Berdasarkan pemaparan tersebut, proyek tugas akhir ini merupakan sebuah bentuk dari penerapan teknik otomatisme, bertemakan mimpi dan alam bawah sadar, yang kemudian dikemas dalam karya animasi. Animasi mampu menjadi medium yang tepat karena dapat menghadirkan visual sureal dengan cepat dan praktis. Hasil animasi yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk instalasi, dengan tujuan memberikan kesan yang imersif. Diharapkan karya tugas akhir ini dapat memberikan pengalaman estetika visual dengan bentuk-bentuk irasional dari mimpi dan alam bawah sadar. Kata kunci: otomatisme, mimpi, alam bawah sadar, animasi ABSTRACT: The limitations of space and activities, which happens to myself lately, causes boredom and loneliness. The desire for freedom and pleasure become limited due to this pandemic situation that requires us to keep our distance away from others. Those conditions cause the desires to be buried in the unconscious mind and only delivered in a dream—which they’re not in the conscious area. Not delivering the desires to the conscious mind can affect individual behaviors. Sometimes, I often do some fantasy imaginations, which are based on my experience in dreams and the unconscious mind, as a diversion for those limitations. Therefore, in order to presenting freedomness from dreams and unconsions mind—based on Andre Breton and Sigmund Freud’s method—I’m using automatism as a technique to create a complete artwork. For me, automatism is like a free way to present the possibilities of things outside the conscious mind. Because of that, this final project talks about the exploration and application of automatism, wrapped as an animation, based on the dreams and the unconscious minds. Animation can be the right medium because it can brings the surreal visual practically. Then, the animation wrapped into installation for the display needs. With this work, I hope that it can provide the audiences a visual aesthetic experience with the irrational forms of dreams and unconscious minds. Keywords: automatism, dreams, unconscious, animation
Co-Authors Adrian Permana Zen Adystia, Sanaila Alghonyu, Dhara Al’Ghani, Syifa Roselani Amal, Hanif Hasanul Ananda, Ferlita Arfi Andrian Ayuningtyas, Ester Dyah Azahra, Qonita Rahima Bachtiar, Syahrani Rahma Bahri, Rizki Fahreza Bancin, Zikry Satria Makmur Baskara, Bayu Tri Basyarahil, M. Zulfian Buyung, Edwin Cucu Retno Yuningsih Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Dhanaufaira, Fabya Didit Endriawan Dike Nabila Trivinggar Djamas, Naja Aliffiyah Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Edwin Buyung Syarif Fadhil, Muhammad Irfan Fadhillah, Nazeeya Fatina Fikri, Irhamul Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Habibullah, Ahmad Abidzar Hafiz, Muhammad Al Herliana, Zhira Ananda Hernawan, Abbyzar Raffi Heryana, Zahra Dafani Husna, Syinsya Azizah Islami, Hilda Alhaque Ismail, Khuzaimah Nur Faizah Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi Kencana, Arya Sena Yudha Kurniawati Gautama Kusnadi, Safira Fadhilah Kusumanugraha, Sigit Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malik, Yuhendra Mentari, Adinda Bunga Montela, Erik Muhammad Firdaus Nafisah Mufidah Nastiti, Tiara Khaliza Nugraha, Farhan Sayyidan Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurdin, Nabila Octaviani Nuryana, Divana Hafizha Pamungkas, Ridho Putra Priambodo, Agiel Putra, Edwar Fernanda Dwi Qorinsyah Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rendy Pandita Bastari Rhamadan, Azis Maulani Riady, Olivia Ruscha Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rismawati, Nindya Alviona Rohadiyat, Vega Giri Rustandi, Aprilia Putri Salimah, Hamidah Salsabiella, Rayya Salsabila, Noviar Dhia Salsabila, Siela Salma Septarina, Ghina Ayu Shafani, Salsabila Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Supriadi, Ryan Aprizal Taqiyuddin, Sayyaf Teddy Ageng Maulana Usman, Ade Iswandi Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki Widyantoro, Della Nurdwiani Wijayanti, Sheila Nurfitri