Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA MAKNA POLA ASUH ORANG TUA DALAM MASYARAKAT SUKU BATAK PADA FILM NGERI-NGERI SEDAP Bancin, Zikry Satria Makmur; Trihanondo, Donny; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan sebuah media komunikasi visual yang mengungkapkan realitasosial, terutama pada film Ngeri-Ngeri Sedap yang berangkat dari persoalan orang tuasuku Batak yang masih kolot dalam penerapan nilai-nilai adat istiadat sehinggamempengaruhi bentuk pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbentuk pola asuh orang tua masyarakat suku Batak pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Penulismenggunakan metode penelitian deskriptif analisis dan bantuan teori semiotika modelRoland Barthes untuk melihat, meneliti, dan mengungkapkan aspek makna sign (tanda),denotasi, konotasi, dan mitos yang tersembunyi dari adegan yang berkaitan dengan polaasuh orang tua, oleh karena itu dibutuhkan banyak data berupa hasil observasi,wawancara, dan studi pustaka yang diolah dan dianalisis pada bagian pembahasan. Hasilpenelitian ini mengungkapkan bahwa pola asuh orang tua pada film Ngeri-Ngeri Sedapberupa pola asuh bersifat authoritarian (otoriter), dengan penerapan makna falsafahBatak sebagai acuan dalam berkehidupan yaitu mardebata (punya Tuhan), maradat(punya adat istiadat), marpatik (punya aturan dan undang-undang), marpinompar (punyaketurunan), martutur (punya kekerabatan), marpangkirimon (punya pengharapan), danmaruhum (punya hukum). Oleh karena itu, bentuk makna yang terkandung dalam polaasuh orang tua merupakan landasan dan tujuan hidup bagi masyarakat suku Batak yangharus dicapai. Kata kunci: Ngeri-Ngeri Sedap, Pola Asuh, Semiotika, Suku Batak.
PEMBUATAN KARYA FILM EKSPERIMENTAL NAHA LEMBUR KURING Nugraha, Farhan Sayyidan; Maulana, Teddy Ageng; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah sumber kehidupan terbesar bagi manusia dan makhluk hiduplainnya, dan alam adalah penopang dari apa yang ada di muka bumi ini. Rasa cinta yangdiciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada manusia mestilah diterapkan kepadaalam semesta ini. Jika tidak, maka kondisi alam tidak akan terawat danketidakseimbangan akan terjadi. Alam terkadang meluapkan apa yang membuatnyaterancam dengan suatu bencana. Bencana alam yang berkaitan dengan air pambahasankali ini lebih tertuju kepada Banjir bandang. Banjir bandang merupakan salah satufenomena bencana alam yang bisa diakibatkan oleh tingkah laku manusia yang tidakpeduli terhadap keseimbangan alam. Keserakahan dan kondisi keterbatasan ekonomimengakibatkan manusia tidak lagi memikirkan dampak buruk dari apa yangdiperbuatnya. Dalam pengkaryaan ini, penulis akan memvisualkan suatu kejadian nyatayang mengupas sebab dan akbit bencana alam banjir bandang yang terjadi di salah satuwilayah Indonesia demi mengangkat kesadaran akan pentingnya menjaga danmemelihara alam yang ada disekitar kita khususnya kepada sebuah karya filmeksperimental. Dengan menggunakan metode pembuatan film yang bereksperimenmelalui data yang didapatkan menjadi sebuah konsep skenario yang dikemas tanpamenggunakan narasi maupun dialog, namun di presentasikan kedalam sebuah simbolvisual melalui gerakan teatrikal sebagai penyampaian elemen semiotika atau pesantersirat. Kata kunci: Bencana Alam, Film Eksperimental, Teatrikal, Semiotika
PENGARUH MEDIA REFLEKSI KACA DAN FILM PENDEK DALAM MEMBANTU INDIVIDU MENGATASI RENDAH DIRI Amal, Hanif Hasanul; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir berjudul "Pengaruh Media Refleksi Kaca dan Film Pendek dalam Mengatasi Rendah Diri" bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri individu dalam menghadapi situasi yang tidak nyaman. Konsepnya mengisahkan seorang pria yang merasa rendah diri terhadap penampilannya, kemudian dia ditempatkan di lingkungan dengan cermin yang mencerminkan sosok wanita penyemangat dan motivator. Pesan utamanya adalah pentingnya berpikir positif agar percaya diri tumbuh dari dalam. Dalam pembuatan karya ini, medium yang digunakan adalah film pendek dengan fokus pada penggunaan cermin sebagai elemen utama. Cerita menggambarkan interaksi manusia dengan cermin yang menampilkan sosok wanita penyemangat. Penggunaan introspeksi diri menggambarkan pentingnya memahami pandangan diri dan dampak penampilan fisik terhadap persepsi diri. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Introspeksi Diri
REPRESENTASI BENANG SEBAGAI BENTUK IKATAN DALAM MENGENAL DIRI MELALUI KARYA SENI INSTALASI Salimah, Hamidah; Maulana, Teddy Ageng; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyesalan menjadi bagian penting dari tumbuhnya kecemasan, overthinking, dan ketidakpercaya dirian yang akhirnya menghasilkan pola pikir negatif, dimana faktor utama dari penyesalan ialah kesalahan masa lalu yang dibuat serta trauma masa lalu yang dihasilkan dari pola asuh orang tua hingga membuatnya menjadi pribadi yang memiliki kesadaran diri rendah terhadap nilai, keberadaan, dan kepercayaan diri yang dimiliki. Bentuk penyesalan ini menjadi bagian dari tekanan dan kerumitan pada pikiran yang tidak dapat diutarakan dan akhirnya memberikan dampak tersendiri terhadap apa yang dimiliki dalam diri penulis. Pada pengkaryaan ini, penulis membuat karya seni instalasi sebagai bentuk dari pengalaman akan pencarian ikatan dalam menemukan keberadaan cahaya yang dimiliki hingga memunculkan bentuk alasan tersendiri dari respon-respon yang diterima oleh diri yang direpresentasikan kedalam bentuk Sound, Cermin, dan Sensor. Tujuan dalam karya seni ini untuk dapat mengenal diri dan menemukan sisi positif serta sebagai bentuk dari pelepasan emosi yang diutarakan melalui bentuk katarsis yang direpresentasikan kedalam karya seni instalasi berbasis 8Benang9. Kata kunci: Penyesalan, Kecemasan, Mengenal Diri, Katarsis, Seni Instalasi.
TRAUMA MASA KECIL YANG DIVISUALISASIKAN MELALUI SENI LUKIS POP SUREALIS Riady, Olivia Ruscha; Maulana, Teddy Ageng; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat kecil, penulis mengalami peristiwa traumatis yang disebabkan oleh physical dan verbal abuse yang dilakukan oleh pengasuh dan orang terdekat. Orang terdekat dan pengasuh yang seharusnya menjadi orang yang paling dipercaya, justru menjadi pelaku dalam aksi kekerasan ini. Peristiwa traumatis itu menciptakan trauma yang penulis percaya memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang dan kepribadian penulis. Oleh karena itu, penulis ingin menciptakan tiga buah karya lukis yang memuat visualisasi trauma masa kecil dengan gaya Pop Surealis. Berdasarkan gagasan karya tersebut, guna diangkatnya permasalahan ini bagi penulis adalah peristiwa traumatis ini tidak untuk dilupakan dan diabaikan. Namun, sebagai pengingat untuk tidak menjadi orang yang menurunkan aksi kekerasan tersebut. Lalu, guna karya ini bagi audiens adalah agar sebagai pengingat bahwa kekerasan dapat datang dari mana saja dan itu dapat datang dari orang yang dipercaya. Kata kunci: trauma, masa kecil, lukis, pop surealis
VISUALISASI TENTANG EGOISME MANUSIA DALAM BERPENDAPAT DI SOSIAL MEDIA MELALUI FILM EKSPERIMENTAL Risky, Muhammad Firman; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah ciptaan tuhan yang memiliki kecerdasaan yang lebih baik dari pada makhluk hidup yang ada di bumi, memiliki pola pikir yang beragam dan sudut pandang yang berbeda, membuat manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Hidup sebagai makhluk sosial yang berketergantungan terhadap satu sama lain tentu membuat mereka harus menjalin hubungan sosial yang baik agar kehidupan yang terbentuk disekitarnya terjalin dengan bai. Proses interaksi antar individu sebagai kunci dalam melaksanakan peran sebagai makhluk sosial, memiliki perbedaan dalam berpikir tentu sangat mempengaruhi bagaimana setiap individu memandang setiap masalah sosial yang terjadi. Pendapat masing-masing individu sangatlah berpengaruh dalam mencapai tujuan bersama, namun terkadang sifat manusia yang tidak mau mengalah dan memiliki ego yang tinggi membuat interaksi antar manusia tidak terjalin dengan baik. Salah satu sifat egoisme manusia yang dimana manusia selalu merasa dirinya paling benar terkadang menghalangi hubungan yang baik antar manusia, bahkan setelah ada sosial media yang awalnya untuk mempermudah manusia yang lokasinya berjauhan dapat saling terhubung satu sama lain dan menjalin hubungan yang baik, namun justru membuat konflik sosial mudah terjadi. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk memvisualisasikan masalah ini melalui film eksperimental yang berupaya untuk menyadarkan setiap individu yang menonton film eksperimental ini tersadarkan, bahwa menghargai pendapat masing-masing individu tentu dapat menjamin hubungan sosial kita lebih baik dan lebih mudah menyelesaikan masalah yang suatu saat bermunculan. Kata kunci : Manusia, Egoisme, Sosial Media, Film Eksperimental.
VISUALISASI HIDUP SETELAH KEMATIAN DALAM KARYA SENI PATUNG BERJUDUL "BLOOMING" Ayuningtyas, Ester Dyah; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian merupakan hal yang pasti akan terjadi dan tidak dapat untuk dihindari. Dalam pembahasan tentang kematian ini memiliki cangkupan yang luas dimana salah satunya ialah mengenai tentang apa yang akan terjadi setelah kematian itu terjadi. Banyak orang yang menganggap bahwa kematian merupakan akhir dari kehidupan, tetapi dibeberapa kepercayaan dan budaya yang percaya bahwa setelah terjadinya kematian ini terdapat kehidupan baru yang akan mereka tempuh. Dari adanya kepercayaan hidup setelah kematian akan dapat kehidupan baru yang indah, maka penulis membuat karya tugas akhir yang berdasar pada kepercayaan tersebut. Dalam pengerjaan ini metodologi yang digunakan ialah studi Pustaka dan eksplorasi medium karya. Dengan kepercayaan penulis bahwa kita akan mendapat hidup yang kekal setelah kita mengalami kematian, penulis berharap karya ini dapat memperlihatkan bahwa kita sebagai manusia tidak perlu takut akan kematian karena kita telah berada didalam perlindungan Tuhan. Kata kunci: Kematian, Kehidupan setelah Kematian, kepercayaan.
VISUALISASI JEJAK – JEJAK PERISTIWA RELOKASI KAWASAN TAMANSARI KOTA BANDUNG Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proposal Tugas Akhir ini di latar belakangi oleh fenomena kesenjangan sosial yang merujuk ke peristiwa relokasi Kawasan Tamansari. Rumah deret Tamansari adalah program yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bandung yang disebut kota tanpa kumuh (Kotaku) Kampung Tamansari yang dianggap menjadi Kawasan kumuh. Warga memiliki dasar argumen yang beranggapan bahwa kawasan Tamansari tidak kumuh dan memiliki hak sebagai masyarakat untuk menempati Kawasan tersebut. Tugas akhir ini mengadopsi pendekatan studi kasus, suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis fenomena kesenjangan sosial secara menyeluruh dan komprehensif, sesuai dengan realitas yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini melibatkan berbagai sumber informasi sebagai cara untuk memastikan validitas (kredibilitas) dan reliabilitas (konsistensi) penelitian. Menggunakan studi kualitatif yang akan terjun langsung ke lokasi dan melihat keadaan yang sebenarnya terjadi. Tokoh masyarakat dari Kampung Tamansari yang terdampak relokasi menjadi narasumber agar data ini dapat dikumpulkan menjadi sebuah informasi. Hasil akhir karya ini adalah Video dokumenter yang dikombinasikan dengan seni performans. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada tugas akhir ini adalah wawancara (Interview), dalam tekhnik ini penulis wawancara langsung terhadap tokoh masyarakat yang tinggal di Kampung Tamansari, mendokumentasikan pada saat wawancara berlangsung berupa video. Konsep dari karya ini adalah menyajikan peristiwa apa yang terjadi sesuai kondisi di lapangan. Kata kunci : kesenjangan sosial, relokasi, tamansari, video dokumenter.
VISUALISASI NILAI EMOSIONAL DARI HUBUNGAN PARASOSIAL KE DALAM FOTOGRAFI DENGAN PENDEKATAN SUREALIS Rustandi, Aprilia Putri; Sadono, Soni; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia komunikasi berpengaruh terhadap perubahan teori-teori komunikasi massa. Membuat karakteristik media yang selama ini dikenal melebur menjadi sebuah media baru yang menggabungkan komunikasi interpersonal dengan komunikasi massa. Hal tersebut telah membuka gerbang saluran komunikasi dan memperlancar proses pertukaran informasi di media sosial. Menghasilkan keberagaman konten dalam dunia hiburan dan mempengaruhi budaya pengidolaan terhadap suatu tokoh media. Sehingga memicu tumbuhnya sebuah perasaan keterikatan personal seorang individu terhadap seorang tokoh media, dikenal sebagai fenomena psikologi yang didasari dari perasaan alam bawah sadar, yaitu hubungan parasosial. Dengan menggunakan perasaan alam bawah sadar manusia sebagai pendekatan dalam proses pengkaryaannya, fotografi surealis digunakan sebagai medium dalam karya ini. Bertujuan untuk memvisualisasikan perasaan alam bawah sadar dari keterikatan personal, dalam sebuah hubungan parasosial bersifat semu yang cenderung dimulai dengan perasaan positif yang lambat laun memunculkan perasaan adiktif, hingga tanpa sadar mulai mengarah kepada perilaku obsesif dan fanatisme. Hal tersebut dibuktikan dalam proses pengkaryaan yang mengurutkan karya dari dampak positif yang muncul di awal, hingga dampak negatif yang muncul di akhir. Kata kunci: fotografi surealis, hubungan parasosial, media sosial
VISUALISASI PENGARUH AFEKSI ORANG TUA PADA PERTUMBUHAN ANAK DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL Firdaus, Muhammad; Endriawan, Didit; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryan tugas akhir ini menggambarkan pengaruh afeksi orang tua terhadap pertumbuhan anak melalui medium film eksperimental yang berjudul <Time Is Medicine=.Film eksperimental ini menelusuri kesulitan hubungan orang tua dengan anak dan mencoba berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya orang tua menunjukan afeksi dan perhatian kepada anak-anak mereka sejak usia dini. Dalam karya ini pentingnya orang tua disorot sebagai faktor penting dalam menentukan identitas dan stabilitas anak. Penggambaran ini dicapai melalui representasi visual yang orisinal dan eksperimental, dengan menggunakan tehnik sinematografi dan editing. Terdapat beberapa unsur semiotika baik metafora dan pesan tersirat yang disampaikan dengan simbol – simbol visual dalam pemaknaan di dalam film eksperimental. Afeksi dari orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional anak dalam jangka waktu yang panjang. Orang tua yang tidak menunjukan kasih sayang atau perhatian yang cukup kepada anak-anaknya dapat menjadi masalah besar yang berdampak pada masa depan anak. Afeksi memainkan peran yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Kurangnya afeksi sejak dini akan memiliki efek negatif. Kata kunci: Film Eksperimental, Afeksi, Waktu, Anak, Orang Tua
Co-Authors Adrian Permana Zen Adystia, Sanaila Alghonyu, Dhara Al’Ghani, Syifa Roselani Amal, Hanif Hasanul Ananda, Ferlita Arfi Andrian Ayuningtyas, Ester Dyah Azahra, Qonita Rahima Bachtiar, Syahrani Rahma Bahri, Rizki Fahreza Bancin, Zikry Satria Makmur Baskara, Bayu Tri Basyarahil, M. Zulfian Buyung, Edwin Cucu Retno Yuningsih Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Dhanaufaira, Fabya Didit Endriawan Dike Nabila Trivinggar Djamas, Naja Aliffiyah Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Edwin Buyung Syarif Fadhil, Muhammad Irfan Fadhillah, Nazeeya Fatina Fikri, Irhamul Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Habibullah, Ahmad Abidzar Hafiz, Muhammad Al Herliana, Zhira Ananda Hernawan, Abbyzar Raffi Heryana, Zahra Dafani Husna, Syinsya Azizah Islami, Hilda Alhaque Ismail, Khuzaimah Nur Faizah Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi Kencana, Arya Sena Yudha Kurniawati Gautama Kusnadi, Safira Fadhilah Kusumanugraha, Sigit Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malik, Yuhendra Mentari, Adinda Bunga Montela, Erik Muhammad Firdaus Nafisah Mufidah Nastiti, Tiara Khaliza Nugraha, Farhan Sayyidan Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurdin, Nabila Octaviani Nuryana, Divana Hafizha Pamungkas, Ridho Putra Priambodo, Agiel Putra, Edwar Fernanda Dwi Qorinsyah Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rendy Pandita Bastari Rhamadan, Azis Maulani Riady, Olivia Ruscha Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rismawati, Nindya Alviona Rohadiyat, Vega Giri Rustandi, Aprilia Putri Salimah, Hamidah Salsabiella, Rayya Salsabila, Noviar Dhia Salsabila, Siela Salma Septarina, Ghina Ayu Shafani, Salsabila Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Supriadi, Ryan Aprizal Taqiyuddin, Sayyaf Teddy Ageng Maulana Usman, Ade Iswandi Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki Widyantoro, Della Nurdwiani Wijayanti, Sheila Nurfitri