Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI PERASAAN KESEPIAN EMOSIONAL MELALUI KARYA SENI DRAWING Nurdin, Nabila Octaviani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasakan kurangnyakoneksi emosional dengan orang lain. Perasaan ini sering muncul ketika perhatianatau kepedulian yang diterima dirasa tidak mencukupi, sehingga seseorang merasatidak memiliki ruang yang aman untuk mengungkapkan pikiran dan emosinya. Karyaini mengeksplorasi kesepian dan berbagai bentuk kesedihan melalui bahasa visualyang ekspresif. Charcoal dipilih sebagai media utama karena karakteristiknya yangkasar dan bertekstur, yang secara simbolis mencerminkan kekosongan, beratnyaperasaan, dan intensitas dramatis dari keterasingan emosional. Melalui karya “KraosSepi Wonten ing Manah” penulis ingin menyampaikan bahwa dampak dari kesepianyang terjadi pada diri sendiri dapat berpengaruh pada orang-orang terdekat tanpadisadari. Melalui karya ini, seniman ingin menciptakan ruang bagi perasaan-perasaanyang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pada saat yang sama, karya ini jugamengajak para penonton untuk lebih peduli terhadap perjuangan diam-diam yangmungkin dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka dan menyadari bahwakesepian emosional jauh lebih umum daripada yang tampak di permukaan.Kata Kunci: ekspresionisme, emosional, kesepian, seni drawing.
VISUALISASI PROSES PENERIMAAN DIRI DALAM KARYA EMBROIDERY PAINTING Widyantoro, Della Nurdwiani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjalani kehidupan, insecurity bukanlah perasaan yang asing. Rasainsecure dapat memengaruhi kualitas hidup secara negatif. Jika tidak diatasi denganbaik, rasa insecurity yang mendalam dapat memecahkan keutuhan identitas individu.Untuk mencegah atau memperbaiki dampaknya, seseorang perlu sadar akaninsecurity yang dirasakannya dan menggali lebih dalam untuk mengetahui penyebabperasaan itu muncul. Dari situ, individu terus melakukan eksplorasi diri hingga dapatpencerahan terhadap identitasnya dan menemukan kekurangan serta kelebihanyang dimilikinya. Dengan menerima semua aspek dirinya yang autentik,seseorangdapat meraih self-acceptance. Proses penerimaan diri ini menjadi gagasan yang akandituangkan pada karya tugas akhir, dengan pengalaman pribadi sebagai acuanutama. Metode embroidery painting digunakan dengan bantuan visual surealis danpenggunaan benang sebagai simbol hubungan seseorang dengan dirinya yang palingautentik. Karya tugas akhir ini dibuat untuk berbagi perspektif mengenai bagaimanaindividu tertentu menjalani proses penerimaan diri dan juga dengan harapan bagiaudiens yang melihatnya dapat termotivasi untuk terbuka dengan dirinya.Kata kunci: Insecurity, Eksplorasi Diri, Penerimaan Diri, Embroidery Painting
Visualisasi Sifat Ambivalensi Sebagai Dorongan Pengembangan Diri Melalui Karya Seni Lukis Ismail, Khuzaimah Nur Faizah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambivalensi dipahami sebagai kondisi psikologis di mana seseorang merasakan dua emosiatau nilai yang saling bertentangan secara bersamaan. Kondisi ini sering memicu konŇik baƟn,kebingungan, serta menyebabkan keƟdakkonsisten dalam pengambilan keputusan, terutama keƟkanilai pribadi bertentangan dengan ekspektasi. Dengan melalui pendekatan seni kontemporer, penulismenciptakan karya seni lukis yang dapat memvisualisasikan ketegangan antara aspek kogniƟf danemosional dalam diri manusia. Visualisasi ini diwujudkan dengan penggunaan simbol visual seperƟotak, haƟ, buku, bunga, air, lilin, dengan bentuk kanvas lingkaran sebagai medium kanvasnya,metafora dari dinamika baƟn yang terus berkesinambungan dan akan terus berubah. Warna merahdan biru digunakan sebagai penanda sisi emosional dan kogniƟf. Karya ini bertujuan sebagai mediumreŇekƟf sekaligus komunikaƟf dalam memahami sifat ambivalensi sebagai bagian dari prosesberpikir dan bertumbuh. Dengan menggunakan teknik cat aklirik di atas kanvas dengan pendekatanvisual metaforis dan simbolis. Diharapkan karya ini mampu membuka ruang pemaknaan baruterhadap emosi dan logika dalam diri manusia .Kata kunci : Ambivalensi, KogniƟf , Emosional, simbol, pengembangan diri
Katarsis Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Surealis Dengan Menggunakan Teknik Otomatisme Abdul Muhid Nugroho; Yuningsih, Cucu Retno; Iqbal Prabawa Wiguna
KalaTanda Vol 7 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v7i2.9971

Abstract

Setiap hari penulis konsisten melakukan kegiatan melukis ataupun menggambar, dalam satu hari penulis membuat 1 karya pada media kertas, menggunakan pensil, spidol, cat, kuas, dan lainnya. Dimanapun dan kapanpun penulis tetap menggambar atau melukis yang ternyata dalam ilmu psikologi di sebut dengan katarsis yang merupakan sebuah teknik penyembuhan atau terapi dan proses pembersihan diri bagi seseorang dengan cara mengeluarkan emosi-emosi negatif yang sebelumnya terpendam. Setiap karya terkadang memiliki judul dan makna atau arti yang berbeda-beda dikarenakan penulis langsung menggoreskan cat dan spidol secara langsung dan spontan terkesan tidak beraturan dalam membuat sebuah karya, hal ini juga mempengaruhi teknik yang digunakan atau simbolik ekspreksi yang disebut Otomatisme atau proses kreatif sebagai aktivitas produksi mandiri yang melibatkan penggunaan tangan dan intuisi untuk menghasilkan sebuah karya. Dengan begitu bagaimana proses penciptaan dengan didasari katarsis tersebut sehingga menjadi suatu karya surealis yang tujuannya dapat mengetahui, mengggali dan mengekpresikan perasaan, emosi, keinginan dari diri dengan lebih mendalam.
Implementasi Teknologi 3D Pen dalam Pembuatan Karya Seni Rupa 3 Dimensi bagi Guru Seni Budaya di Kota Cimahi Ranti Rachmawanti; Cucu Retno Yuningsih; Iqbal Prabawa Wiguna
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8583

Abstract

Integrasi dalam pemanfaatan teknologi telah menjadi pilar utama dalam mengubah paradigma pendidikan di seluruh dunia. Revolusi teknologi ini telah membuka pintu baru untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pembelajaran, serta memberikan tantangan dan peluang baru bagi para pendidik, siswa, dan institusi pendidikan. Implementasi Teknologi 3D Pen dalam Pembuatan Karya Seni Rupa 3 Dimensi bagi Guru Seni Budaya Sekolah Menengah Atas di Kota Cimahi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan guru seni budaya dalam mengintegrasikan teknologi digital dan analog dalam membuat karya seni rupa. Metode yang digunakan adalah learning by doing dengan pendekatan eksperimentasi dalam pembuatan karya. Peserta mendapatkan modul den seperangkat alat 3D pen, dan langsung mempraktikkan penggunaan teknologi tersebut dengan membuat karya 3 dimensi dengan teknik beragam. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah bahwa teknologi 3D pen mampu menjadi alternatif media pembelajaran yang dapat diimplementasikan guru di sekolah.
Pembuatan Photobook untuk Preservasi Memori Kolektif Sekolah sebagai Instrumen Arsip di SMA Pribadi Bandung Adrian Permana Zen; Iqbal Prabawa Wiguna; Axel Ramadhan Ridzky
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.11851

Abstract

Di tengah arus deras disrupsi informasi, pengelolaan data dan dokumen telah menjadi penentu keberlanjutan sebuah organisasi. Dokumen dan arsip merupakan aset strategis yang memerlukan perhatian khusus. Namun, seringkali sistem pengarsipan tradisional tidak lagi memadai, mengakibatkan kesulitan dalam akses, keamanan, dan pemanfaatan data. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan implementasi sistem manajemen arsip digital yang efektif bagi Sekolah Pribadi Bandung. Tujuannya adalah mentransformasi pengelolaan arsip dari manual menjadi berbasis teknologi. Metode yang akan digunakan meliputi pelatihan dan workshop intensif mengenai prinsip-prinsip pengarsipan modern dan pendampingan dalam implementasi sistem arsip digital sederhana yang terjangkau. Luaran yang diharapkan adalah terciptanya sistem pengarsipan yang lebih tertata dalam bentuk photobook sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra, data yang aman dan mudah diakses, serta peningkatan efisiensi kerja mitra. Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.
MEREKAM SENTUHAN DAN BUNYI: FILM DOKUMENTER HAPTIC MEMORIES SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SENI RUPA KONTEMPORER BAGI SISWA TUNANETRA SLBN A CITEUREUP CIMAHI Wiguna, Iqbal Prabawa; Azhari, Irfan; Rohadiat, Vega Giri; Wijayanti, Sheila Nurfitri; Mufidah, Nafisah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.64922

Abstract

Visual arts education for visually impaired students remains largely oriented toward visual abilities, while access to multisensory contemporary art practices is limited. This community service program aimed to introduce contemporary art through a participatory sound-and-touch workshop and to produce the documentary film Haptic Memories as a communication asset with potential advocacy use for the partner school. The program involved five visually impaired students with diverse visual profiles and two accompanying teachers at SLBN A Citeureup Cimahi. Conducted through six visits between 2 October and 6 November 2024, the program comprised needs mapping, introductions to contemporary and inclusive art, the creation of clay works based on memories evoked by three natural soundscapes, reflective interviews, film production, and a joint evaluation with the school. Evidence from the program was collected through field notes, audiovisual documentation, semi-structured interviews, and evaluation discussions. The evaluation indicated that students experienced creating artworks from their own memories and imagination; teachers identified the combination of sound and touch as a new and potentially applicable teaching strategy; and the school acquired a digital asset for public communication. In this context, the program suggests that shifting from visual dominance toward haptic and auditory experiences can make contemporary art practices more accessible to visually impaired students. Given its small scale and short duration, however, this initiative should be regarded as an initial, context-specific model requiring continued mentoring and greater student involvement in future program design.Pembelajaran seni rupa bagi siswa tunanetra masih kerap berorientasi pada kemampuan visual, sedangkan akses terhadap praktik seni rupa kontemporer berbasis multisensori masih terbatas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan seni rupa kontemporer melalui lokakarya partisipatoris berbasis bunyi dan sentuhan serta menghasilkan film dokumenter Haptic Memories sebagai aset komunikasi yang berpotensi mendukung advokasi sekolah mitra. Kegiatan melibatkan lima siswa tunanetra dengan profil penglihatan yang beragam dan dua guru pendamping di SLBN A Citeureup Cimahi. Program dilaksanakan melalui enam kunjungan antara 2 Oktober dan 6 November 2024 yang mencakup pemetaan kebutuhan, pengenalan seni kontemporer dan seni inklusif, penciptaan karya tanah liat berdasarkan ingatan yang dipicu oleh tiga lanskap bunyi alam, wawancara reflektif, produksi film, dan evaluasi bersama sekolah. Bukti pelaksanaan dihimpun melalui catatan lapangan, dokumentasi audiovisual, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi evaluatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa memperoleh pengalaman berkarya berdasarkan ingatan dan imajinasinya sendiri; guru mengenali perpaduan bunyi dan sentuhan sebagai strategi pengajaran yang baru dan berpotensi diterapkan; serta sekolah memperoleh aset digital untuk komunikasi publik. Dalam konteks program ini, peralihan dari dominasi visual menuju pengalaman haptik dan auditori berpotensi membuka akses siswa tunanetra terhadap praktik seni rupa kontemporer. Namun, skala kegiatan yang kecil dan durasi yang singkat menempatkan program ini sebagai model awal yang kontekstual serta memerlukan pendampingan berkelanjutan dan pelibatan siswa yang lebih jauh dalam perancangan kegiatan berikutnya.
Co-Authors Abdul Muhid Nugroho Adrian Permana Zen Adystia, Sanaila Alghonyu, Dhara Al’Ghani, Syifa Roselani Amal, Hanif Hasanul Ananda, Ferlita Arfi Andrian Axel Ramadhan Ridzky Ayuningtyas, Ester Dyah Azahra, Qonita Rahima Bachtiar, Syahrani Rahma Bahri, Rizki Fahreza Bancin, Zikry Satria Makmur Baskara, Bayu Tri Basyarahil, M. Zulfian Buyung, Edwin Cucu Retno Yuningsih Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Dhanaufaira, Fabya Didit Endriawan Dike Nabila Trivinggar Djamas, Naja Aliffiyah Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Edwin Buyung Syarif Fadhil, Muhammad Irfan Fadhillah, Nazeeya Fatina Fikri, Irhamul Firdaus Azwar Ersyad Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Habibullah, Ahmad Abidzar Hafiz, Muhammad Al Herliana, Zhira Ananda Hernawan, Abbyzar Raffi Heryana, Zahra Dafani Husna, Syinsya Azizah Irfan Azhari Islami, Hilda Alhaque Ismail, Khuzaimah Nur Faizah Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi Kencana, Arya Sena Yudha Kurniawati Gautama Kusnadi, Safira Fadhilah Kusumanugraha, Sigit Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malik, Yuhendra Mentari, Adinda Bunga Montela, Erik Mufidah, Nafisah Muhammad Firdaus Nafisah Mufidah Nastiti, Tiara Khaliza Nugraha, Farhan Sayyidan Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurdin, Nabila Octaviani Nuryana, Divana Hafizha Pamungkas, Ridho Putra Priambodo, Agiel Putra, Edwar Fernanda Dwi Qorinsyah Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rendy Pandita Bastari Rhamadan, Azis Maulani Riady, Olivia Ruscha Risky, Muhammad Firman Rismawati, Nindya Alviona Rohadiyat, Vega Giri Rustandi, Aprilia Putri Salimah, Hamidah Salsabiella, Rayya Salsabila, Noviar Dhia Salsabila, Siela Salma Septarina, Ghina Ayu Shafani, Salsabila Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Supriadi, Ryan Aprizal Taqiyuddin, Sayyaf Teddy Ageng Maulana Usman, Ade Iswandi Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki Vega Giri Rohadiat Widyantoro, Della Nurdwiani Wijayanti, Sheila Nurfitri