Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Komparatif Karakteristik Dan Indeks Morfometrik Sebagai Prediktor Bobot Badan Pada Sapi Bali (Bos Javanicus), Simmental Dan Limousin (Bos Taurus) Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Prayoga Setiawan; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1057

Abstract

Perbedaan karakteristik genetik antar bangsa sapi menyebabkan variasi ukuran tubuh dan performans. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi performans ternak adalah melalui pengukuran karakteristik morfometrik, yang dapat menggambarkan pertumbuhan, perkembangan kerangka tubuh serta kapasitas produksi ternak. Karakteristik morfometrik berhubungan erat dengan bobot badan ternak yang merupakan salah satu indikator utama produktivitas sapi potong karena berkaitan langsung dengan potensi produksi daging dan nilai ekonomi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan indeks morfometrik sebagai prediktor estimasi bobot badan pada sapi Bali (Bos javanicus), sapi Simmental dan sapi Limousin (Bos taurus) di Kecamatan Wonosari. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 60 ekor sapi jantan umur 2–3 tahun untuk setiap bangsa sapi. Variabel yang diamati meliputi karakteristik morfometrik berupa tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada dan lebar pinggul. Indeks morfometrik yang dihitung meliputi Body Index (BI), Thoracic Index (TI) dan Pelvic Index (PI). Estimasi bobot badan dihitung menggunakan rumus Winter. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rerata, standar deviasi dan koefisien varians, dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Simmental dan sapi Limousin memiliki karakteristik morfometrik dan estimasi bobot badan lebih tinggi dibandingkan sapi Bali. Nilai Body Index tertinggi terdapat pada sapi Bali, sedangkan Thoracic Index dan Pelvic Index tertinggi terdapat pada sapi Limousin. Karakteristik morfometrik menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot badan, dimana sebagian besar variabel memiliki hubungan signifikan (Sig.<0,05). Pada sapi Limousin, variabel lebar dada dan lebar pinggul menunjukkan hubungan yang relatif lebih rendah terhadap bobot badan dibandingkan variabel morfometrik lainnya. Hasil regresi menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh pada sapi Simmental dengan nilai R² sebesar 0,666, diikuti sapi Limousin sebesar 0,580 dan sapi Bali sebesar 0,283. Variabel dominan yang berpengaruh terhadap bobot badan adalah Body Index pada sapi Bali dan sapi Limousin, sedangkan pada sapi Simmental terdiri atas Body Index dan Pelvic Index. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik morfometrik memiliki kemampuan lebih baik dalam memprediksi bobot badan dibandingkan indeks morfometrik. Ukuran tubuh seperti lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan sebagai indikator praktis dalam pendugaan bobot badan dan evaluasi performa fenotipik sapi potong pada sistem peternakan rakyat.
Evaluasi Kinerja Reproduksi Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat Pasca Inseminasi Buatan Di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Syamsuri Muntalip; Mohammad Ervandi; Widiastuti Ardiansyah; Wahyu Sulistyo; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong betina di peternakan rakyat Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo berdasarkan indikator kinerja reproduksi yang meliputi service per conception (S/C), conception rate (CR), calving interval (CI), dan non return rate (NRR). Penelitian dilaksanakan selama periode satu tahun dengan menggunakan metode survei dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari kartu inseminasi buatan dan wawancara terhadap 41 peternak responden dengan jumlah sapi yang diamati sebanyak 220 ekor induk betina. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan S/C, CR, CI, dan NRR kemudian dibandingkan dengan standar ideal kinerja reproduksi sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai service per conception sebesar 2,66 termasuk kategori kurang efisien, conception rate sebesar 85,37% termasuk kategori sangat baik, calving interval sebesar 429,68 hari termasuk kategori kurang efisien, dan non return rate sebesar 74,55% termasuk kategori baik. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula tergolong berhasil tetapi belum optimal karena tingkat kebuntingan tinggi namun efisiensi reproduksi masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator S/C dan CI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program inseminasi buatan di Kecamatan Tolangohula telah berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kebuntingan sapi potong betina, namun masih diperlukan perbaikan manajemen pakan, deteksi birahi, dan pelayanan inseminasi untuk meningkatkan efisiensi reproduksi ternak.
Hybrid Deep Learning–Machine Learning for Bird’s Eye Chili Quality Classification Tri Raharjo Yudantoro; Zulfa Nurma Novita Sari; Tulus Pramuji; Eko Supriyanto; Wahyu Sulistyo; Agus Suwondo; Sindi; Ilham Rizky Harijanto
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The manual inspection of dried bird’s eye chili (Capsicum frutescens L.) is prevalent yet susceptible to subjectivity, inter-rater variability, and low efficiency. This research introduces a hybrid deep learning and machine learning pipeline for the classification of images into three categories: fresh, medium, and dried. The method encompasses staged image acquisition throughout the drying process, preprocessing (including HEIC to PNG conversion, background elimination, scaling, and normalizing), and real-time augmentation to enhance robustness. Feature embeddings are obtained from MobileNetV2 by transfer learning utilizing a Global Average Pooling head and are evaluated against EfficientNetB0, NASNetMobile, ResNet50, and DenseNet121. The embeddings are categorized using various algorithms: Random Forest (RF), Support Vector Machine, and a shallow Artificial Neural Network, with RF selected for its consistent performance. Evaluation employs an 80/20 split, focusing on accuracy, precision, recall, F1-score, and confusion matrix analysis. Results indicate that MobileNetV2 produces the most distinctive features, whereas RF provides the most reliable downstream predictions: the system achieves 94% validation accuracy during feature extraction and 91% at the final classification stage, alongside high precision-recall and minimal misclassification. The chosen MobileNetV2+RF model is implemented in an Android application for real-time inference from smartphone photos, providing class labels and a moisture-level signal based on mass-loss measurements to aid postharvest decisions. The contributions consist of an objective and efficient quality-assessment pipeline, an empirical model comparison, and a deployable mobile implementation. Future endeavors will focus on extensive datasets, multimodal signals, and cross-variety generalization. 
EFEKTIVITAS EKSTRAK TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP SIFAT FISIK DAN HEDONIK DAGING SAPI Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Widyawati H Umar; Susan Mokoolang; Widiyastuti Ardiansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah tomat sebagai terhadap sifat fisik dan hedonik daging sapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 selama satu minggu di Laboratorium Dasar Jurusan Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Materi penelitian menggunakan daging sapi yang dipotong kecil dengan berat 100 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (termasuk perlakuan kontrol tanpa perendaman) dan 5 ulangan dimana setiap perlakuan dan ulangan terdapat lima potong (irisan) daging sapi. Perlakuan yang diberikan yaitu lama perendaman terhadap daging sapi selama 0 jam atau tanpa perendaman (P0), perendaman selama 1 jam (P1), perendaman selama 3 jam (P2) dan perendaman selama 5 jam (P3) dan perendaman selama 7 jam (P4). Sifat fisik daging yang diamati yaitu pH daging, sedangkan kualitas hedonik yang diamati yaitu warna, rasa, aroma dan keempukan (tekstur) daging. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test - DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kualitas fisik dalam hal ini pH daging dan sifat hedonik yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur daging menunjukkan pengaruh yang berbeda yang sangat nyata setelah direndam dengan ekstrak buah tomat. Hasil pengujian lanjutan menggunakan uji jarak berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test atau DMRT) menunjukkan bahwa daging sapi dengan perlakuan setelah mengalami perendaman selama 3 jam dan 5 jam menghasilkan nilai pH yang ideal. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam menghasilkan warna daging yang berbeda nyata dan memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging yang mengalami perlakuan perendaman selama 3 jam menghasilkan rasa dan aroma yang paling baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam tidak berbeda nyata dan secara bersama-sama menghasilkan tekstur yang paling disukai oleh panelis.
MODEL PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO (Studi Kasus Pendekatan R-O-N) Wahyu Sulistyo; Indah Mustika Sari; Susan Mokoolang; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2533

Abstract

Peternakan sapi potong merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian yang penting dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan masyarakat. Permintaan daging dalam negeri menunjukkan peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein asal hewani berupa daging. Berbagai kendala yang sering dihadapi oleh peternak sapi potong rakyat. Diperlukan suatu model perencanaan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat yang diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah sistematis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan untuk menganalisis potensi yang ada pada Resources-Organization-Norms (R-O-N) dan merumuskan model perencanaan strategis untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Desa yang terpilih menjadi lokasi penelitian sebanyak delapan desa yaitu Desa Saripi, Karya Murni, Tangkobu, Bongo IV, Rejonegoro, Bongo Tua, Girisa dan Wonggahu. Pemilihan desa-desa tersebut didasarkan pada luas wilayah yang jumlahnya mencapai setidaknya 50% dari luas Kecamatan Paguyaman. Pemilihan sampel penelitian (responden) dilakukan dengan metode purposive sampling (sengaja) dengan teknik snowball sampling yang didasarkan pada pertimbangan yang terkait dengan tujuan penelitian dan diperoleh sebanyak 96 responden. Pendekatan menggunakan potensi R-O-N atau Sumberdaya-Kelembagaan- Norma dilakukan untuk mengetahui komponen yang harus diperbaiki dan didukung demi optimalisasi dan penguatan kelembagaan atau entitas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman memiliki potensi yang ada pada komponen R-O-N sebagai berikut: (a) Komponen pada resources: kepemilikan lahan menurut luas belum ideal sebagai sumberdaya usaha peternakan sapi potong, lahan belum dimanfaatkan sebagai budidaya sumber hijauan pakan ternak dan manajemen dan fasilitas kandang belum memadai; (b) Komponen pada organization: peran dan keberadaan penyuluh peternakan belum optimal dan sulitnya akses ke lembaga keuangan; (c) Komponen pada norms: tingkat kesadaran berusaha (business awareness) untuk mengembangkan usaha peternakan masih perlu ditingkatkan; (2) Model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman berdasarkan komponen R-O-N adalah sebagai berikut: (a) Pelatihan dan akses pembiayaan. Kegiatan ini dapat meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, bahan pakan lokal dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; (b) Penguatan kelembagaan dan jejaring, melalui revitalisasi kelompok ternak, peningkatan peran penyuluh dan pembentukan jejaring mitra ekonomi; (c) Edukasi kewirausahaan yaitu peningkatan kesadaran berorientasi usaha dan pemberdayaan nilai-nilai gotong royong. Secara keseluruhan model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman adalan model berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini adalah bahwa model R-O-N dapat digunakan sebagai pendekatan konseptual dan praktis untuk membangun strategi pengembangan peternakan rakyat berbasis potensi lokal. Penerapan model ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi peternak dan meningkatkan kontribusi terhadap penyediaan daging sapi nasional.
TINGKAT KESUKAAN DAN KELAYAKAN EKONOMI SUSU KAMBING PASTEURISASI Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2622

Abstract

This study aimed to evaluate consumer acceptance and economic feasibility of pasteurized goat milk as a value-added dairy product. Fresh goat milk was processed using a standardized pasteurization procedure and subsequently evaluated through sensory hedonic testing and economic analysis. Sensory evaluation was conducted by untrained panelists using a five-point hedonic scale to assess aroma, taste, color, and texture. Sensory data were analyzed descriptively and inferentially using analysis of variance, while economic feasibility was evaluated based on production costs, revenue, and the R/C ratio. The results indicated that all sensory attributes were rated from moderately liked to liked. Taste and texture obtained the highest mean scores and showed significant differences (p < 0.05), indicating their dominant role in consumer acceptance. Aroma was also significantly affected, although its acceptance level remained moderate, while color showed no significant difference (p > 0.05) and functioned as a supporting attribute. Economically, production costs were dominated by fresh goat milk; however, total revenue exceeded total costs, resulting in an R/C ratio greater than one. These findings demonstrate that pasteurized goat milk is both sensorially acceptable and economically feasible for small-scale development.