Claim Missing Document
Check
Articles

Interpretasi Data Anomali Magnetik Bawah Permukaan Area Penambangan Batuan Gamping PT Sarana Arga Gemilang KSO PT Semen Kupang Yantilinena Mauribu; Jehunias L. Tanesib
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 1 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i1.66

Abstract

Telah dilakukan penelitian di area penambangan batuan gamping PT Sarana Arga Gemilang KSO PT Semen Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi batuan gamping yang ada di area penambangan batuan gamping menggunakan metode geomagnetik. Akuisisi data magnetik dilakukan dengan menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T dan diperoleh 205 titik ukur yang tersebar di lokasi penelitian. Proses pengolahan data magnetik meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF, upward continuation, dan pemodelan 2D. Hasil penelitiaan menunjukkan pola penyebaran anomali magnetik secara kualitatif memiliki 3 (tiga) pola anomali, yaitu pola anomali tinggi yang nilainya > 100 nT, pola anomali sedang (medium) dengan rentang nilai antara 0 – 100 nT, dan pola anomali rendah memilikiilai < 0 nT. Interpretasi kuantitatif melalui pemodelan 2D memberikan tampilan benda-benda atau batuan penyebab anomali di bawah permukaan area penambangan batuan gamping PT Sarana Agra Gemilang KSO PT Semen Kupang. Beberapa jenis batuan di lokasi penelitian didominasi oleh batuan gamping (limestone) dengan kontras suseptibilitas 0.00021 cgs unit, 0.00022 cgs unit, 0.00026 cgs unit, 0.00027 cgs unit dan 0.00028 cgs unit yang tersebar secara tidak merata hingga kedalaman 100 m. Selain itu terdapat batuan lempung dengan kontras suseptibilitas 0.0005 cgs unit, batuan metamorf jenis schist dengan kontras suseptibilitas 0.027 cgs unit dan batuan/benda diamagnetik dengan kontras suseptibilitas -0.0006 cgs unit, -0.008 cgs unit, -0.001 cgs unit, dan -0.01 cgs unit.
Interpretasi Bawah Permukaan Pulau Timor dengan Pemodelan 3D Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Selciana Ginya; Jehunias L. Tanesib; H. L Sianturi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 1 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i1.75

Abstract

Telah dilakukan interpretasi anomali medan gravitasi pulau Timor dengan pemodelan 3D untuk mengetahui batuan dasar pulau Timor. Data yang digunakan adalah anomali medan gravitasi udara bebas dan topografi Sandwell dan Smith yang telah direduksi terhadap model geopotensial bumi EGM2008. Koreksi data meliputi koreksi udara bebas, koreksi atmosfer, koreksi bouguer sederhana dan koreksi curvature. Data anomali bouguer lengkap dibawah ke atas bidang topografi dengan metode kontinuasi ke atas dengan ketinggian 25,9 km. Selanjutnya dilakukan pemodelan 3D dengan menggunakan program Grablox dan Bloxer. Hasil interpretasi kualitatif, diperoleh variasi anomali bouguer lengkap dari -160 mgal sampai 300 mgal. Nilai anomali positif lebih dari 0 mgal hingga sekitar 300 mgal. Anomali bernilai positif berada di hampir seluruh daratan pulau Timor dan sebagian di perairan laut Savu dan pulau-pulau di bagian utara pulau Timor serta di selatan perairan laut Timor yaitu setelah palung Timor, sedangkan anomali negatif kurang dari 0 mgal hingga sekitar -160 mgal berada di bagian selatan daratan Timor hingga perairan laut Timor dan sebagian besar laut Savu. Hasil interpretasi kuantitatif pada model 3D, tiap perlapisan didapatkan beberapa lapisan batuan di bawah permukaan yaitu batuan dolomit, granulit, sienit, dan batu sabak. Interpretasi data anomali gravitasi regional dan pemodelan 3D, diduga bahwa batuan dasar pulau Timor adalah batu sabak (slate) yaitu batuan metamorf yang terdapat pada kedalaman sekitar 3 km sampai 30 km.
Pemodelan 3D Bawah Permukaan Pulau Timor Barat Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Maria Bria; Jehunias L. Tanesib; Jonshon Tarigan
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 1 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i1.147

Abstract

Telah dilakukan pemodelan tiga dimensi (3D) bawah permukaan pulau Timor Barat menggunakan metode gravitasi yang bertujuan untuk mengetahui jenis batuan dasar dibawah permukaan pulau Timor Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari www.bandaarcgeophysics.co.uk yang diukur langsung atau yang disurvei oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung antara 1977-1979. Data tersebut sudah dikenakan koreksi. Interpretasi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif dilakukan berdasarkan model kontur anomali gravitasi bouguer lengkap pulau Timor Barat, sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan berdasarkan hasil pemodelan tiga dimensi (3D) pulau Timor Barat. Berdasarkan hasil interpretasi kualitatif, diperoleh variasi anomali bouguer lengkap dari -70mGal sampai 220 mGal. Nilai anomali bouguer lengkap dikelompokkanmenjadi dua yaitu anomali negatif dan anomali positif. Anomali negatif dengan nilai 0 sampai 220 mGal berada di bagian utara pulau Timor Barat. Hasil interpretasi kuantitatif pemodelan tiga dimensi (3D) tiap lapisan didapatkan beberapa jenis batuan dibawah permukaan Pulau Timor Barat yaitu batuan pasir, gamping, dolomit, sekis, kuarsa, granulit, genis, marmer, sabak, dan amfibolit. Dari keseluruhan lapisan pemodelan tiga dimensi (3D) diduga bahwa batuan dasar Pulau Timor Barat adalah batuan amfibolit yaitu batuan metamorf yang terdapat pada kedalaman 11,1 km sampai 30 km.
Penerapan Metode Geomagnetik Untuk Mengetahui Pola Perlapisan Batuan Bawah Permukaan Gunung Timau Aidy Liukae; Jehunias L. Tanesib; Yanti Boimau
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 1 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i1.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan pemodelan dua dimensi metode geomagnet pada wilayah Timau, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis batuan bawah permukaan untuk mengetahui struktur perlapisan batuan dalam mendirikan bangunan observatorium di lokasi penelitian. Daerah penelitian dengan 40 titik ukur. Proses akusisi data dengan sistem looping menggunakan alat Proton Prosission Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Data yang diperoleh di lapangan berupa nilai medan magnet total. Penentuan posisi titik ukur menggunakan Global Positioning Sistem (GPS). Pengolahan data diawali dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali magnetik. Reduksi kontinuasi ke atas pada ketinggian 10 meter bertujuan untuk memisahkan anomali lokal dan anomali regional. Pemodelan dengan metode forward modeling menggunakan software Mag2DC for windows. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh dua pola anomali, yaitu anomali sedang dengan rentang nilai 1 nT - 32 nT, dan anomali rendah dengan rentang nilai -60 nT-0 nT. Interpretasi kuantitatif menunjukan bahwa di lokasi terdapat dua jenis batuan, seperti batu pasir dengan suseptibilitas dimulai dari 0,000021-0,000993 cgs unit; batu gamping dengan suseptibilitas dimulai dari 0,000698-0,001161 cgs unit.
Identifikasi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geomagnet di Daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor Novita Ester Mautorin; Jehunias L. Tanesib; Wenti Marlensi Maubana
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.436

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi bawah permukaan menggunakan metode geomagnet di daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi batuan bawah permukaan berdasarkan nilai anomali magnetik. Akusisi data menggunakan Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T dengan 41 titik ukur. Data yang diperoleh ialah nilai medan magnet total dan variasi harian. Pengolahan data meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF (International Geomagnetik Reference Field), dan kontinuasi ke atas. Interpretasi didasarkan pada pola kontur anomali medan magnetik. Interpretasi bertujuan untuk menentukan bentuk dan kedalaman benda anomali atau struktur geologi melalui pemodelan 2D. Hasil interpretasi menunjukkan tiga pola anomali. Anomali rendah memiliki rentang nilai -850 sampai -10 nT, anomali sedang dengan rentang nilai 50 sampai 100 nT, dan anomali tinggi dengan rentang nilai 110 sampai 590 nT. Sedangkan interpretasi kuantitatif diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa diduga terdapat 3 jenis batuan di daerah penelitian, antara lain: batuan pasir (sandstone) dengan nilai kontras suseptibilitas 1 × 10-4 SI, 5 × 10-4 SI, batuan basal dengan nilai kontras suseptibilitas 145× 10-4 SI, 28 × 10-4  SI, 41 × 10-4 SI dan batuan breksi vulkanik dengan nilai kontras suseptibilitas 251× 10-4  SI, 374× 10-4 SI, 317× 10-4 SI. 
Pemetaan Potensi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Joshua Lima; Jehunias L. Tanesib; Abdul Wahid
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.467

Abstract

Telah dilakukan pemetaan daerah potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Rote Ndao menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat kerawanan dan mengetahui faktor penyebab terjadinya potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao. Diperoleh parameter curah hujan memiliki nilai 8,8 mm/bulan (tinggi), tutupan lahan yang didominasi oleh semak belukar dengan luas 46.670,96 Ha, jenis tanah yang didominasi oleh Molisol Haplik dengan luas 43.343,19 Ha, dan titik api yang didominasi oleh titik api dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 34 titik. Parameter tersebut dianalisis menggunakan overlay dari nilai skoring dan bobot untuk setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao memiliki tingkat potensi rawan yang tinggi dengan luas 69.393,42 Ha, sedang dengan luas 12.521,57 Ha, dan rendah dengan luas 45.920 Ha. selanjutnya diketahui untuk perbandingan kesesuaian titik api berdasarkan tingkat kepercayaan terhadap tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan, diperoleh 7 titik api yang sesuai dan 33 titik api yang tidak sesuai.  
Identifikasi Penyebaran Intrusi Air Laut dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Dusun Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Manuela Martins; Abdul Wahid; Christine Mbiliyora; Jehunias L. Tanesib
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.498

Abstract

Kota Kupang sebagai pusat perputaran ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan persoalan air bersih, di mana kebutuhan air bersih sangat tinggi berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih. Hal ini dapat dilihat dari upaya eksplorasi air tanah melalui pengeboran yang dilakukan secara massal yang terus dilakukan tanpa melihat efek jangka panjang. Pengeboran air tanah yang berlebihan dan masif di Kota Kupang dapat memicu terjadinya masalah lingkungan khususnya intrusi air laut. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran litologi batuan bawah permukaan untuk menentukan lapisan akuifer yang terintrusi air laut di Dusun Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas 1D. Metode ini mampu mengukur variasi resistivitas batuan bawah permukaan dengan cara menginjeksikan arus listrik melalui elektroda ke dalam tanah. Salah satu keunggulan dari metode geolistrik resistivitas, khususnya dengan konfigurasi Schlumberger, adalah kemampuannya dalam mendeteksi lapisan bawah permukaan secara vertikal hingga kedalaman tertentu, serta efisien dalam pelaksanaannya di lapangan tanpa merusak lingkungan. Metode ini juga cukup sensitif dalam membedakan antara lapisan yang jenuh air tawar dan yang telah terintrusi air laut, karena adanya perbedaan nilai resistivitas yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai resistivitas berkisar antara 0,259 – 1465 ?m. Hasil interpretasi data pada masing-masing lintasan menunjukkan indikasi adanya intrusi air laut yang ditandai oleh nilai resistivitas 0,259 – 4,69 ?m. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa litologi akuifer di daerah penelitian didominasi pasir dan pasir lempungan. Lapisan diduga sebagai akuifer dangkal dengan litologi berupa Pasir lempungan telah terintrusi air laut.