Claim Missing Document
Check
Articles

An Overview of Sky Brightness Surrounding Timau National Observatory (TNO), Indonesia Yatini, Clara Yono; Tanesib, Jehunias L.; Maryam, Siti; Admiranto, A. Gunawan; Noor, M. Ferdhiansyah
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 2 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.90436

Abstract

This study aims to analyze skylight conditions surrounding the newly constructed Timau National Observatory (TNO) in Kupang, Indonesia. The analysis was carried out with the primary reason of determining the initial conditions and surroundings of the area, thereby providing valuable information for future observers who will be using the facility. To achieve the stated aim, the sky brightness in the study area was measured in units of magnitudes per square arcsecond (mpsas) at a 20-kilometer radius. Furthermore, numerous observations were conducted at 32 distinct observation points using Sky Quality Meter (SQM) LU-DL (SQM-LU-DL), which was directed towards the zenith. The results obtained from these observations were subsequently analyzed using Surfer software with the primary aim of determining sky brightness in the study area. The analysis showed variations in sky quality in a 20 km radius, ranging from 21.64 to 20.37 magnitudes per square arcsecond (mpsas). The measurements showed that sky quality fell between the categories of great dark and semi-suburban transitional skies. However, it was important to comprehend that recent investigations had identified bright areas surrounding the observatory area, capable of diminishing the visual quality of sky if left unaddressed.
PERBANDINGAN METODE MC.GUIRRE.R.K, ESTEVA DAN DONOVAN UNTUK DAERAH RAWAN GEMPA BUMI DI FLORES Dinas, Natalia Ciciani; Tanesib, Jehunias Leonidas; Bernandus, Bernandus; Sianturi, H. L.
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan daerah rawan bencana gempa bumi di Flores berdasarkan percepatan tanah maksimum untuk mengetahui nilai percepatan tanah maksimum, pola penyebaran percepatan tanah maksimum, dan daerah rawan bencana gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Mc.Guirre.R.K, Esteva dan Donovan dengan data yang digunakan adalah data sekunder dari USGS. Hasil analisa data diperoleh yaitu nilai percepatan tanah maksimum berdasarkan metode Mc.Guirre.R.K berkisar dari 7,0-149,5 gal, dengan metode Esteva berkisar dari 1,9- 34,9 gal, dan dengan metode donovan berkisar dari 10,6-153,4 gal. Hasil pemetaan menunjukan pola percepatan tanah maksimum tertinggi di Flores berada di perairan utara Pulau Flores, dimana daerah dengan kerawanan bencana gempa bumi berada di daerah Labuan Bajo, Ruteng dan Borong
PEMETAAN PERUBAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) NOELMINA DENGAN MEMANFAATKAN DATA CITRA SATELIT Tanesib, Jehunias L.; Sianturi, Hery Leo; Mbiliyora, Christine
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i1.15738

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Noelmina merupakan salah satu sungai besar di pulau Timor yang sangat penting bagi warga masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Kupang yang menghidupi sebagian warga kedua kabupaten tersebut. Pola aliran DAS berbentuk dentritik dengan panjang sungai utama (sungai Noelmina) adalah 37,40 kilometer. DAS Noelmina mangalami perubahan terus menerus secara alami maupun oleh aktifitas manusia dalam memanfaatkan kawasan DAS ini. Pada penelitian ini digunakan data citra Landsat dalam 20 tahun terakhir mulai tahun 2003 hingga tahun 2023. Kawasan DAS Noelmina terbagi menjadi aliran sungai, hutan, lahan kosong, padang rumput, sawah dan semak belukar, Perubahan yang terjadi sangat bervariasi sebagai berikut, luas aliran sungai pada tahun 2003 adalah 5250,82 ha lalu bertambah pada tahun 2008 menjadi 6528,52 ha, tahun 2013 bertambah menjadi 7522,04 ha, selanjutnya berkurang menjadi 6471,77 ha pada tahun 2018 dan pada akhirnya bertambah luas menjadi 7673,52 ha. Aliran sungai Noelmina berubah secara signifikan diakibatkan karena perubahan penggunaan lahan yang semula sawah, lahan kosong, hutan atau semak belukar. DAS Noelmina didominasi oleh semak belukar dan padang rumput sekitar 73,8% pada tahun 2023.
DFT Insights into the Structural, Mechanical, Electronic and Optical Properties of Novel InZnCl3 and InCdCl3 Chloro-Perovskites Pingak, Redi Kristian; Ngara, Zakarias Seba; Johannes, Albert Zicko; Bukit, Minsyahril; Tanesib, Jehunias Leonidas; Nitti, Fidelis; Sianturi, Hery Leo; Pasangka, Bartholomeus
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.94870

Abstract

The ABX3 perovskite materials have recently emerged as one of the most promising materials for optoelectronic applications. In the present study, novel perovskites in the form of InZnCl3 and InCdCl3 are computationally investigated to determine their key characteristics, including structural, mechanical, electronic, and optical characteristics. These characteristics were evaluated using the density functional theory (DFT) implemented in the quantum espresso code. The results indicated that both materials exhibit chemical, dynamic, and mechanical stability. Moreover, these perovskites are predicted to be ductile, rendering them suitable for a broad array of optoelectronic applications, including solar cells. The electronic band structure and the density of states of the materials revealed their characteristics as indirect semiconductors with band gap energy values of 0.96 eV for InZnCl3 and 1.83 eV for InCdCl3 perovskites. The optical properties calculations also unveiled that these perovskites possess strong absorption in the visible-ultraviolet spectrum (up to 106 cm−1) and low reflectivity. The calculated refractive index and extinction coefficient of the compounds were also predicted in this study. These collective findings strongly suggest the potential applications of these novel materials in optoelectronic devices.
PELATIHAN BUDI DAYA TANAMAN MEMANFAATKAN ALAT UKUR FISIKA BAGI ALUMNI DAN MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA Tarigan, Jonshon; Sianturi, Hery Leo; Johannes, Albert Zicko; Wahid, Abdul; Lapono, Laura A. S.; Ngara, Zakarias Seba; Pasangka, Bartholomeus; Tanesib, Jehunias L.; Pingak, Redi Kristian; Warsito, Ali; Sutaji, Hadi Imam; Bernandus, Bernandus; Mbiliyora, Christine
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kemampuan berwirausaha untuk alumni dan mahasiswa dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan alat pengukuran fisika. Masa tunggu yang lama untuk mendapatkan pekerjaan bisa menjadi beban psikologis bagi lulusan baru. Oleh karena itu, Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (FST Undana) menawarkan pelatihan budidaya tanaman untuk alumni dan mahasiswa. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan alat ukur fisika untuk mengukur sifat fisis tanah guna mengoptimalkan potensi budidaya tanaman. Pelatihan mencakup presentasi materi, diskusi, dan praktek langsung terkait budidaya tanaman menggunakan alat pengukuran fisika. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi melalui pertanyaan survei yang diberikan kepada peserta. Jawaban dari hasil survei menunjukkan pelatihan ini berhasil dijalankan dengan sangat baik. Selain itu, umpan balik dari peserta menunjukkan peningkatan motivasi untuk terlibat dalam budidaya tanaman dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha.
PENYELIDIKAN FENOMENA INTRUSI AIR ASIN DI BOLOK, KUPANG, DENGAN PEMODELAN DATA ANOMALI GRAVITASI Tanesib, Jehunias L.; Bernandus, Bernandus; Nenotek, Epriadi
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i2.19470

Abstract

Telah dilakukan penelitian geofisika dengan menggunakan metode gravitasi di Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan daerah penelitian dengan menggunakan data gravitasi Topex dan kaitan antara jenis batuan berdasarkan pemodelan 2D terhadap fenomena intrusi air asin pada daerah penelitian. Data tersebut direduksi dengan koreksi udara bebas, koreksi bouger sederhana dan koreksi kurvatur untuk menghasilkan nilai anomali bouger lengkap. Setelah dilakukan koreksi, selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali lokal. Selanjutnya dilakukan pemodelan 2D menggunakan pemodelan forward dan invers. Hasil penelitian menunjukan kondisi struktur geologi bawah permukaan didominasi oleh batuan gamping koral dan pasir. Intrusi air asin yang mencemari air sumur pada daerah penelitian dikarenakan batuan berpori yang menerus hingga ke laut, sehingga dapat meloloskan air asin. Penyebab lain adalah kedalaman sumur yang di bawah garis pantai.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR KECERAHAN LANGIT MENGGUNAKAN SENSOR CAHAYA TSL237S-LF DAN NODEMCU ESP8266 Olin, Fransisco Rokirianto; Warsito, Ali; Tanesib, Jehunias L.; Umbu, Ari Bangkit Sanjaya
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i2.19471

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun sistem pengukur kecerahan langit menggunakan sensor cahaya TSL237s-LF dan NodeMCU ESP8266 dengan tujuan untuk merancang sebuah alat ukur kecerahan langit berbasis ESP8266, mengukur tingkat kecerahan langit malam dan polusi cahaya didaerah Penfui, Kupang serta menerapkan protokol MQTT pada alat ukur kecerahan langit. Kecerahan langit diukur selama 12 jam dari pukul 18.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA pada tanggal 19 Mei 2024 sampai 20 Mei 20204 dengan alat ukur yang sudah dikalibrasi menggunakan alat ukur standar, SQM LU-DL. Hasil pengukuran menunjukkan nilai kecerahan langit tertinggi yaitu 20,19 mag/arsec2 . Tanggal 25 Mei pengukuran kecerahan langit kembali dilakukan yang berlokasi disekitar Laboratorium Fisika FST UNDANA dari pukul 18.00 WITA sampai 22.00 WITA, untuk memvalidasi keakuratan data pengukuran sebelumnya, nilai kecerahan tertinggi yang di dapatkan berada pada nilai 17.55 mag/arsec2. Semakin rendah nilai kecerahan langit artinya langit semakin terang, begitu pun sebaliknya. Pada penelitian ini diketahui bahwa kecerahan langit berada pada kondisi terang.
Pemetaan Daerah Potensi Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur Djima, Umbu; Tanesib, Jehunias Leonidas
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15, No 4 (2024): Technologia (Oktober)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i4.16087

Abstract

Telah dilakukan pemetaan daerah potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan memetakan daerah potensi rawan kebakaran hutan dan lahan serta mengklasifikasikan tingkat kerawanan di Kecamatan Kota Waingapu. Diperoleh parameter curah hujan memiliki nilai 963 mm/tahun (rendah), tutupan lahan yang didominasi oleh padang rumput dengan luas 8586,09 Ha; jenis tanah yang didominasi oleh Kambisol Eutrik dengan luas 10609,83 Ha; dan titik api didominasi oleh titik api dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 53 titik. Proses analisis menggunakan metode overlay dari nilai skoring dan bobot untuk setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kota Waingapu memiliki tingkat potensi rawan yang tinggi dengan luas 10002,37 Ha; sedang dengan luas 5133,39 Ha; dan rendah dengan luas 4610,55 Ha. Selanjutnya diketahui untuk perbandingan kesesuaian titik api berdasarkan tingkat kepercayaan terhadap tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan, diperoleh 23 titik api yang sesuai dan 50 titik api yang tidak sesuai. Untuk titik area yang terbakar dan jika didasarkan pada peta potensi rawan kebakaran hutan dan lahan yang dianalisis dapat diketahui bahwa terdapat 7 titik area yang telah terbakar merupakan daerah dengan potensi rawan yang tinggi.
Pemetaan Potensi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Lima, Joshua; Tanesib, Jehunias L.; Wahid, Abdul
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.467

Abstract

Telah dilakukan pemetaan daerah potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Rote Ndao menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat kerawanan dan mengetahui faktor penyebab terjadinya potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao. Diperoleh parameter curah hujan memiliki nilai 8,8 mm/bulan (tinggi), tutupan lahan yang didominasi oleh semak belukar dengan luas 46.670,96 Ha, jenis tanah yang didominasi oleh Molisol Haplik dengan luas 43.343,19 Ha, dan titik api yang didominasi oleh titik api dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 34 titik. Parameter tersebut dianalisis menggunakan overlay dari nilai skoring dan bobot untuk setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao memiliki tingkat potensi rawan yang tinggi dengan luas 69.393,42 Ha, sedang dengan luas 12.521,57 Ha, dan rendah dengan luas 45.920 Ha. selanjutnya diketahui untuk perbandingan kesesuaian titik api berdasarkan tingkat kepercayaan terhadap tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan, diperoleh 7 titik api yang sesuai dan 33 titik api yang tidak sesuai.  
IDENTIFIKASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI SEKITAR REMBESAN LUMPUR DI DESA BAKUSTULAMA, KECAMATAN TASIFETO BARAT, KABUPATEN BELU Sianturi, Hery Leo; Lau, Claudya Hendrika Putri; Johannes, Albert Zicko; Tanesib, Jehunias L.
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v10i1.20811

Abstract

The study has been conducted to identify subsurface layers using the Wenner-Schlumberger geoelectric method. This research aims to understand the rock layering and hydrogeology at the research site. The research was conducted with a field survey on four 480-meter-long tracks in Bakustulama Village. Rock resistivity data was measured using a resistivity meter and analyzed using Res2DinV software to produce a 2D cross-sectional model. This method utilizes rock resistivity to determine the nature and layering of rocks in the subsurface, focusing on potentially water-saturated zones and fractures. The results show that the subsurface layer in Bakustulama Village consists of sandstone in the upper layer (0-20 meters) with medium resistivity (100-700 Ωm), followed by a highly water-saturated clay layer with low resistivity (0-100 Ωm), and a limestone layer with high resistivity (700-1000). The subsoil in the Bakustulama Area is diversely arranged, with sandstone layers at the surface to a depth of about 20 meters that suspected to have high porosity and are easily drained by water. Underneath, water-saturated clay layers are dominant and difficult for fluids to pass through.
Co-Authors Abdul Wahid Abdul Wahid Abdul Wahid Adelina Bete Admiranto, A. Gunawan Adrianus Marselus Seran Adu, Hari Kornelius Aidy Liukae Albert Z. Johannes Ali Warsito Andreas Christian Louk Andreas Christian Louk Apolinaris S. Geru Ari Bangkit Sanjaya Umbu Artini Waluwanja Aryanti Irnawati Pellokila Bartholomeus Pasangka Bartholomeus Pasangka Bergita Linong Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus, Bernandus Bethan, Agustinus Deka Bukit, Minsyahril Celiana F. J. P. Soares Christine Mbiliyora Christine Mbiliyora Debi Lodo Ratu Devy K. Syahbana Dinas, Natalia Ciciani Djima, Umbu Elsa Yovanka Neolaka Fidelis Nitti Frederika Rambu Ngana Godensius Tematur Harison Nubatonis Hery L. Sianturi Johannes, Albert Zicko Jonshon Tarigan K. K. Lesu Kalista Ina Dai Nimun Lapono, Laura A. S. Lau, Claudya Hendrika Putri Laura A. S. Lapono Lidia Agustina Rumaal Lima, Joshua M. Leng Maria Bria Maria S. Mali Martins, Manuela Maubana, Wenti Marlensi Mautorin, Novita Ester Melkianus Dona Minsyharil Bukit Nenotek, Epriadi Noor, M. Ferdhiansyah Novita Ester Mautorin Nuryanti Nuryanti Olin, Fransisco Rokirianto Pasangka, Bartholomeus Pingak, Redi Kristian Raja, Aprianus Ramli Seravianus Richard Lewerissa Riski Basrin Selciana Ginya Sevarianus Ramli Sianturi, H. L. Sianturi, Hery Leo SITI MARYAM Stefanus Spulo Sogen Sutaji, Hadi Imam Tarigan, Jonshon Wenti Marlensi Maubana Widiawati, Yosepha Yanti Boimau Yantilinena Mauribu Yatini, Clara Yono Yohanes Jean Del Rosario Lake Yosefina Molo Zakarias Seba Ngara