Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POLA SEBARAN AIR LINDI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) NOENBILA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTROMAGNETIK KONDUTIVITAS Harison Nubatonis; Hadi Imam Sutaji; Ali Warsito; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i1.2489

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pola sebaran air lindi sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Noenbila Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan metode elektromagnetik konduktivitas. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai konduktivitas dan suseptibilitas, keterkaitan antara keduanya serta pola sebaran lindi bawah permukaan pada TPA Noenbila. Akuisisi data menggunakan GF Instrument CMD-4 dan GPS (Global Positioning System) di lima lokasi yaitu A/1, B/2, C/3, D/4 dan E/5. Hasil pengukurannya berupa konduktivitas, suseptibilitas serta titik koordinat dalam lintang dan bujur. Data tersebut kemudian diinterpretasikan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil interpretasi kuantitatif menunjukkan bahwa lokasi yang tercemar lindi hanya di C/3 dan E/5 yang memiliki konduktivitas dan suseptibilitas yaitu 3,11-137,37 mS/m dan 4,02-44,27 ppt serta 3,86-110,11 mS/m dan 3,93-12,02 ppt. Interpretasi kualitatif menunjukkan pola sebaran lindi yang berada di lokasi C/3 dan E/5 berpotensi mengalir atau merembes dari arah utara TPA menuju sungai yang berada di bagian selatan. Potensi ini, akan lebih besar terjadi karena geologi bawah permukaan TPA Noenbila berupa batugamping koral yang relatif mudah dialiri air karena memiliki ukuran porous yang besar dan adanya faktor luar seperti turunnya air hujan serta meningkatnya tumpukan sampah penyebab terbentuknya lindi.
PEMULIAAN TANAMAN KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUILATA) LOKAL MALAKA DENGAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA Adelina Bete; Jehunias Leonidas Tanesib; Bartholomeus Pasangka
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kacang tunggak (vigna unguilata) merupakan tanaman palawija berpolong yang telah lama dikenal oleh masyarakat NTT sebagai bahan makanan bergizi yang biasanya dimasak bersama nasi. Tingkat produktivitas kacang tunggak sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain penggunaan varietas unggul, kesuburan tanah serta teknik budidayanya. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas kacang tunggak pada lahan kering dilakukan penelitian untuk mengetahui dan untuk mendapat varietas unggul, dengan menggunakan teknik radiasi multigamma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan radiasi multigaamma dengan dosis 1000 rads, 2000 Rads, 3000 Rads, 4000 Rads. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dosis radiasi terbaik terdapat pada dosis 2000 Rads. Katakteristik fisis unggul yang diperoleh meliputi tumbuh lebih cepat, tinggi tanaman 205,5 cm, umur panen lebih singkat yaitu 80 hari setelah tanam, jumlah produksi lebih tinggi yaitu 43, 67 gram/ 100 biji dan kandungan protein 19, 679%. Kata kunci: Pemuliaan; kacang tungga; irradias; multigamma. Abstract The cowpea (vigna unguilata) is a sprouted palawija plant that has long been known by the people of NTT as a nutritious food ingredient that is usually cooked with rice. The productivity level of cowpea is strongly influenced by many factors including the use of improved varieties, soil fertility and cultivation techniques. Therefore, to increase the productivity of cowpea on dry land, a research was conducted to find out and to get superior varieties, using multigamma radiation techniques. The method used in this research is to use multigaamma radiation at a dose of 1000 rads, 2000 Rads, 3000 Rads, 4000 Rads. The results showed that the use of the best radiation dose was found at a dose of 2000 Rads. The superior physical catabolism obtained includes growing faster, plant height 205.5 cm, shorter harvest life, 80 days after planting, the number of production is higher, 43.67 gram / 100 seeds and protein content 19, 679%. Keywords: Breeding; cowpea; irradiation; multigamma.
PEMETAAN DAERAH RAWAN EROSI DENGAN MENNGUNAKAN METODE UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) DI KOTA KUPANG Elsa Yovanka Neolaka; J. L. Tanesib; Bernandus Bernandus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.6081

Abstract

The research has done about mapping of erosion-prone areas using the USLE method in Kupang city. The purpose of this research is to map erosion-prone areas and determine the potential level of erosion hazard in Kupang city. The parameters used are rain erosivity (R), soil erodibility (K), slope (LS), and land cover (CP). The process of overlaying erosion parameters and calculating the rate of erosion produces erosion hazard map which are categorized into five class, namely very light, light, medium, heavy and very heavy. Very light erosion (<15 tons/ha/year) has the largest area of 104.92 km², light erosion class (15-60 tons/ha/year) with an area of 28.32 km², medium erosion class (60-180 tons/ha/year) with an area of 13.37 km², heavy erosion class (180-480 tons/ha/year) with an area of 2.37 km², and very heavy erosion class (>480 tons/ha/year) has the smallest area of 0.526 km². The level of erosion hazard is very light and light spread throughout the city of Kupang. While the level of medium to very heavy erosion hazard is widely spread in Alak sub-district, especially the villages of Alak, Manutapen, Nunbaun Sabu, Batuplat, Manulai II. In the Maulafa sub-district spread in the villages of Sikumana and Belo. And several points in the villages of Tuak Daun Merah and Liliba, especially in the river area.
KARAKTERISTIK PERISTIWA PETIR TERKAIT CURAH HUJAN DI WILAYAH MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR Riski Basrin; Hadi Imam Sutaji; Apolinaris S. Geru; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6836

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik peristiwa petir, khususnya jenis Cloud to Gground (CG) terkait curah hujan (CH) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sambaran petir CG yang terjadi di wilayah Maumere pada periode bulan Desember 2014 sampai November 2019 sebesar 18.194 sambaran dengan sambaran maksimum terjadi pada bulan Nopember sampai April dan sambaran minimum terjadi di bulan Juli sampai Oktober. Untuk curah hujan yang terjadi pada daerah Maumere dan periode tersebut sebesar 4.201 mm dengan pola hujan bertipe monsunal, dimana curah hujan maksimum terjadi di bulan Desember sampai Februari, sedangkan curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli sampai Oktober. Peristiwa sambaran petir CG dan curah hujan di wilayah tersebut, umumnya memiliki hubungan yang tidak searah atau tidak kuat namun tergolong pada korelasi sedang. Selain itu, jumlah peristiwa sambaran petir untuk jumlah curah hujan pada setiap tahunnya berbeda yang ditunjukkan dengan nilai perhitungan Rain-Yield per Flash (RPF). Hal ini diduga karena adanya beberapa faktor, seperti perubahan cuaca yang begitu cepat, pergerakan angin yang kencang serta adanya faktor lama penyinaran matahari yang terjadi di wilayah tersebut. Abstract Research on the characteristics of lightning events has been carried out, especially the type of cloud to ground (CG) related to rainfall (CH) in the East Nusa Tenggara (NTT) region. The result showed that the total CG lightning strikes that occurred in the Maumere area in the period December 2014 to November 2019 were 18.194 strikes with the maximum strikes occurring from November to April and the minimum incidents occurring from July to October. The rainfall that occurs in these Maumere regions and periods is 4.201 mm with a monsoon-type rain pattern, where the maximum rainfall occurs in December to February, while the minimum rainfall occurs from July to October. The CG lightning strikes events and rainfall in the area, generally have a unidirectional or not strong relationship but are classified as moderate correlation. Also In addition, the number of lightning strikes events for the amount of rainfall in each year is different as indicated by the Rain-Yield per Flash (RPF) calculation value. This is presumably due to several factors, such as rapid weather changes, strong wind movements, and the long time factor of sun exposure in the area.
Modeling Accessibility to Emergency Obstetric Care in Mountain Region on Adonara Island, Eastern Indonesia Kalista Ina Dai Nimun; Frederika Rambu Ngana; Ali Warsito; Jehunias Leonidas Tanesib
Journal of Applied Geospatial Information Vol 6 No 2 (2022): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v6i2.4522

Abstract

The geographical conditions of an area influence accessibility problems. The difficult geographical conditions caused travel time to the location of the obstetric emergency center to be very long. One of the causes of the high maternal mortality rate in Eastern Indonesia is the long time to travel to Basic Emergency Obstetrics Cares. This study aims to model the travel time to the PONED-Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care-BEmONC) in a mountain region. The difficulties in access to obstetric care could cause maternal mortality in mountain regions. This study was done on the island of Adonara in the Flores Timur district. Adonara Island has a high maternal mortality rate. Modeling accessibility used a raster-based model to model travel time. The data used Landsat 8 imagery, Digital Elevation Model (DEM), and road network data to obtain a land cover layer. The Saga GIS travel time calculation tool is used to calculate the accumulated cost of travel time. The cost is based on the speed of travel through each land cover pixel to the location of the Puskesmas Waiwerang (PONED 1) and Puskesmas Waiwadan (PONED 2). The results of the travel time modeling show that people living in five sub-districts reach the two PONED locations in ≥ 1 hour. The longest time for people to travel to PONED is ≥ 6 hours from Ile Boleng sub-district because there is a mountain in the Ile Boleng sub-district. The scenario of adding one PONED shows that only people living in two sub-districts reach the PONED ≥ 1 hour. This spatial modeling of travel time to the location of the PONED (emergency obstetric care) can be used by local governments in eastern Indonesia to improve access to the location of basic obstetric emergency health centers in mountain areas.
POTENSI ARANG AKTIF DARI KAYU POHON GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM) SEBAGAI MEDIA FILTRASI AIR Debi Lodo Ratu; Redi Kristian Pingak; Andreas Christian Louk; Jehunias Leonidas Tanesib; Minsyharil Bukit
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i2.9339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat salinitas air payau asal Lobohede Kabupaten Sabu Raijua dengan menggunakan arang aktif dari kayu pohon gamal sebagai media filtrasi. Kayu pohon gamal dikarbonisasi, kemudian aktivasi secara fisika dengan variasi waktu 1,1.5, dan 2 Jam dengan suhu tetap 8500C dan aktivasi secara kimia dengan variasi waktu perendaman 4,5, dan 6 jam dengan aktivator ZnCl2 kadar 25%. Pengujian arang aktif meliputi daya serap air, kadar abu, kadar air, kadar zat mudah menguap, dan kadar karbon terikat bertujuan untuk mengetahui potensi arang aktif sebagai media filtrasi air sesuai SNI 06-3730- 1995. Filtrasi air payau yang dilakukan dengan tiga variasi media filtrasi dengan susunan media tanpa arang aktif yakni (kerikil,pasir,dan kain kasa), penambahan arang aktif kayu gamal, penambahan arang aktif komersil. Salinitas awal air 0,7 ‰, salinitas air aktivasi secara kimia untuk ketiga sampel 0,6 ‰, aktivasi secara fisika( 1 jam 0,6 ‰, 1,5 dan 2 jam 0,5 ‰), sedangkan dengan penambahan arang aktif komersil 0,7 ‰. Berdasarakan perbandingan aktivasi secara fisika dan kimia dengan arang aktif komersil nilai salinitas terbaik terdapat pada aktivasi secara fisika waktu 1,5 dan 2 jam sebesar 0,5 ‰ karena pada pengujian kadar zat mudah menguap 25% dan kadar abu 10% sesuai dengan SNI 06-3730-1995.
PEMODELAN DUA DIMENSI (2D) BAWAH PERMUKAAN PULAU ADONARA DENGAN DATA ANOMALI GRAVITASI K. K. Lesu; Jehunias L. Tanesib; Bernandus Bernandus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11819

Abstract

Geophysical research has been carried out using the gravity method on Adonara island in east Flores Regency, East Nusa Tenggara. This study aims to determine the subsurface rock geological conditions of the research area using free air gravity anomaly data from GGMplus and ERTM2160. The data is reduced by atmospheric correction, simple bouguer correction, curvature correction to produce a complete bouguer anomaly. After correction, regional anomalies and residual anomalies are separated. Then 2-dimensional (2D) modeling is carried out using forward modeling and inversion modeling with Grav2DC software. The results of the study show that the subsurface geological conditions of Adonara island are dominated rock by andesite, granite, diorite, dolomite, gravel, sandstone, basalt, sekis, metamorphic, shale and lavas.
Pemodelan Dua Dimensi Menggunakan Residual Anomali Magnetik Lokasi Sains Center Ramli Seravianus; Jehunias L. Tanesib; Albert Z. Johannes
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 2 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnet pada lokasi Sains Center di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi kondisi bawah permukaan lokasi pembangunan gedung Sains Center dan memetakan pola perlapisan batuan bawah permukaan di lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada 192 titik ukur dengan luas lokasi ± 50 Ha. Proses akusisi data dengan sistem looping menggunakan alat Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Hasil penelitian menunjukkan sebaran nilai intensitas medan magnetik total dari 45255.85 nT sampai 45517.70 nT. Untuk anomali hasil pengolahan data diperoleh pada kisaran -90 nT sampai 190 nT. Hasil pemodelan 2 dimensi menunjukkan bahwa lokasi penelitian didominasi oleh batuan gamping dengan kisaran nilai suseptibilitas 0,000002 cgs unit sampai 0,002778 cgs unit dan berada pada kedalaman ±0 meter – 20 meter dan batuan diamagnetik dengan kisaran nilai suseptibilitas -0,000013 cgs unit sampai -0,000840 cgs unit pada kedalaman ± 5 meter – 20 meter.
Identifikasi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geomagnet di Daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor Novita Ester Mautorin; Jehunias L. Tanesib; Wenti Marlensi Maubana
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.436

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi bawah permukaan menggunakan metode geomagnet di daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi batuan bawah permukaan berdasarkan nilai anomali magnetik. Akusisi data menggunakan Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T dengan 41 titik ukur. Data yang diperoleh ialah nilai medan magnet total dan variasi harian. Pengolahan data meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF (International Geomagnetik Reference Field), dan kontinuasi ke atas. Interpretasi didasarkan pada pola kontur anomali medan magnetik. Interpretasi bertujuan untuk menentukan bentuk dan kedalaman benda anomali atau struktur geologi melalui pemodelan 2D. Hasil interpretasi menunjukkan tiga pola anomali. Anomali rendah memiliki rentang nilai -850 sampai -10 nT, anomali sedang dengan rentang nilai 50 sampai 100 nT, dan anomali tinggi dengan rentang nilai 110 sampai 590 nT. Sedangkan interpretasi kuantitatif diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa diduga terdapat 3 jenis batuan di daerah penelitian, antara lain: batuan pasir (sandstone) dengan nilai kontras suseptibilitas 1 × 10-4 SI, 5 × 10-4 SI, batuan basal dengan nilai kontras suseptibilitas 145× 10-4 SI, 28 × 10-4  SI, 41 × 10-4 SI dan batuan breksi vulkanik dengan nilai kontras suseptibilitas 251× 10-4  SI, 374× 10-4 SI, 317× 10-4 SI. 
SIMULASI POLA XRD DAN VISUALISASI STRUKTUR KRISTAL MATERIAL LARUTAN PADAT CaXMg1-XO Johannes, Albert Zicko; Tarigan, Jonshon; Tanesib, Jehunias Leonidas; Bukit, Minsyahril; Bethan, Agustinus Deka
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/jtm.v5i1.862

Abstract

Larutan padat adalah suatu campuran dua atau lebih material dalam keadaan padat yang memiliki fase kristal yang sama. Pada penelitian ini larutan padat CaO/MgO (CaxMg1-xO) disimulasikan dengan perangkat lunak VESTA untuk mendapatkan model visualisasi struktur kristal dan hasil simulasi pola XRD. Larutan padat CaxMg1-xO divariasikan sesuai dengan nilai faktor x dari 0.1 sampai dengan 0.9. Penelitian ini berhasil menvisualisasikan model struktur kristal CaxMg1-xO dengan menunjukkan probabilitas keberadaan atom Ca dan atom Mg berada pada posisi yang sama. Simulasi pola XRD juga berhasil dilakukan dan menunjukkan pola perubahan yang sesuai dengan hasil eksperimen penelitian sebelumnya.
Co-Authors Abdul Wahid Abdul Wahid Abdul Wahid Adelina Bete Admiranto, A. Gunawan Adrianus Marselus Seran Adu, Hari Kornelius Aidy Liukae Albert Z. Johannes Ali Warsito Andreas Christian Louk Andreas Christian Louk Apolinaris S. Geru Ari Bangkit Sanjaya Umbu Artini Waluwanja Aryanti Irnawati Pellokila Bartholomeus Pasangka Bartholomeus Pasangka Bergita Linong Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus Bernandus, Bernandus Bethan, Agustinus Deka Bukit, Minsyahril Celiana F. J. P. Soares Christine Mbiliyora Christine Mbiliyora Debi Lodo Ratu Devy K. Syahbana Dinas, Natalia Ciciani Djima, Umbu Elsa Yovanka Neolaka Fidelis Nitti Frederika Rambu Ngana Godensius Tematur Harison Nubatonis Hery L. Sianturi Johannes, Albert Zicko Jonshon Tarigan K. K. Lesu Kalista Ina Dai Nimun Lapono, Laura A. S. Lau, Claudya Hendrika Putri Laura A. S. Lapono Lidia Agustina Rumaal Lima, Joshua M. Leng Maria Bria Maria S. Mali Martins, Manuela Maubana, Wenti Marlensi Mautorin, Novita Ester Melkianus Dona Minsyharil Bukit Nenotek, Epriadi Noor, M. Ferdhiansyah Novita Ester Mautorin Nuryanti Nuryanti Olin, Fransisco Rokirianto Pasangka, Bartholomeus Pingak, Redi Kristian Raja, Aprianus Ramli Seravianus Richard Lewerissa Riski Basrin Selciana Ginya Sevarianus Ramli Sianturi, H. L. Sianturi, Hery Leo SITI MARYAM Stefanus Spulo Sogen Sutaji, Hadi Imam Tarigan, Jonshon Wenti Marlensi Maubana Widiawati, Yosepha Yanti Boimau Yantilinena Mauribu Yatini, Clara Yono Yohanes Jean Del Rosario Lake Yosefina Molo Zakarias Seba Ngara