Articles
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA PREMENOPAUSE DI RW 012 KELURAHAN JATIBENING
Lilik Susilowati;
Feva Tridiyawati;
Nofa Anggraini
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.669 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.415
Pendahuluan: Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, antara lain meningkatnya umur harapan hidup di Indonesia dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007. Meningkatnya umur harapan hidup dapat meningkatkan populasi perempuan menopause di Indonesia. Menopause merupakan berakhirnya masa reproduksi seorang perempuan dimana selama 12 bulan perempuan tersebut mengalami amenore, umumnya menopause terjadi pada usia antara 45 hingga 58 tahun (Shimp & Smith dalam Abernethy, 2011). Metode: Pengabdian masyarakat ini adalah dengan edukasi peningkatan pengetahuan tentang premenopause. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang premenopause dan diharapkan mampu menghadapinya dengan sehat Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan tentang premnopause
PEMBINAAN MASYARAKAT USIA LANJUT MELALUI PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN, SERTA MENGAJARKAN SENAM ANTIHIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONDOK MELATI
Feva Tridiyawati;
Ita Herawati;
Resi Galaupa;
Anis Aghisty;
Eva Nurlaela
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.417 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v3i2.447
Pendahuluan: Di Asia beban hipertensi sangat tinggi, hal itu terbukti dengan meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di beberapa negara, bersamaan dengan rendahnya tingkat pengendalian dan kesadaran penyakit. Data di Puskesmas P cakupan penderita hipertensi khususnya di kelurahan Jawa sebesar 3.413 penderita, namun capaian penderita hipertensi periode bulan Januari sampai dengan Apri 2018 adalah 426 penderita (12,48%). Metode: Kegiatan pembinaan Lansia meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan dan mengajarkan kepada para Lansia senam Antihipertensi. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan Tekanan darah diperoleh hasil bahwa: Tekanan darah Normal 32%, Prehipertensi 29%, Hipertansi Tahap satu 29% dan Hipertensi tahap dua sebesar 10%, sedangkan untuk pemeriksaan gula darah (>200mg/dl) sebanyak 71%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit tidak menular, tetapi merupakan penyakit sebagai akibat dari proses degenerative dan pola hidup yang tidak sehat, semakin tahun meningkat dengan resiko komplikasi yang bervariasi dari ringan sampai berat. Kesimpulan: Meningkatkan upaya Promotif dan Preventif sehingga para Lansia memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah terjadinya komplikasi.
EDUKASI KESEHATAN PHBS DAN PELATIHAN DOKTER KECIL PADA SISWA SEKOLAH DI SD MUSTIKAJAYA
Mariyani;
Resi Galaupa;
Feva Tridiyawati;
Lucy Amelia
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.774 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.476
Pendahuluan: Program kesehatan bagi anak sekolah dilakukan melalui Upaya Kesehatan Sekolah (UKS).Melalui Program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) diharapkan terbentuknya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa, terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, terhindarnya siswa dari gangguan ataupun masalah kesehatan. Metode: Metode kegiatan yang dilakukan adalah untuk dokter kecil adalah pelatihan dengan 5 sesi pertemuan ( 4 kali ceramah dan 1kali demonstrasi P3K ) dan untuk seluruh siswa sebanyak 60 orang dilakukan 2 kali penyuluhan kesehatan tentang PHBS sekolah (1kali ceramah dan 1 kali demonstrasi gosok gigi dan cucitangan). Hasil: setelah kegiatan pelatihan dan penyuluhan di SDN di Mustikajaya ini adalah pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, adanya dukungan yang besar dari pihak SDN di Mustikajaya, adanya antusiasme dan siswa dan dokter kecil dalam kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dokter kecil tentang UKS dan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan seluruh siswa tentang PHBS khusunsya mencuci tangan dan mengosok gigi. Kesimpulan: Program pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar dan dapat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi siswa di SDN di Mustikajaya.
PENYULUHAN ASUPAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU PONDOK MELATI
Resi Galaupa;
Feva Tridiyawati;
Mariyani
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.453 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.483
Pendahuluan: Peningkatan Status gizi pada balita di Posyandu Pondok Melati menjadi target program kerja PKK untuk mengurangi gizi buruk hingga 20% sesuai penetapan WHO. PKK merupakan salah satu wadah organisasi perempuan dengan latar belakang pendidikan ibu-ibu PKK tersebut beragam yaitu SMP, SMA, perguruan tinggi sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi Pengukuran Berat Badan, Penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dan hal-hal yang meningkatkan status gizi, Evaluasi hasil kegiatan. Hasil: Hasil analisis kuesioner pengetahuan responden dari balita menunjukkan bahwa rata-rata hasil pengetahuan sebelum penyuluhan menunjukkan hasil sebesar 42,7% dan termasuk kategori kurang. Setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 98,6 % dengan kategori baik, Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pemberian penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dengan peningkatan status gizi pada balita dilihat dari hasil kenaikan berat badan balita.
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KOTA BEKASI
Feva Tridiyawati;
Ita Herawati;
Resi Galaupa;
Intan Sari;
Az Syifa D
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.875 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.550
Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Metode: Metode yang digunakan pembentukan kader remaja peduli kesehatan reproduksi, pemberian materi, pendampingan kader remaja, pendampingan unit kesehatan sekolah Hasil: Pada saat melaksanakan pertemuan dan anggota dapat menyampaikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan mendapat respon dari peserta serta peserta dapat memahami informasi yang disampaikan dengan dapat mengulang kembali informasi yang sudah disampaikan. Kesimpulan: Peningkatan Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa di Panti Pelayanan Sosial Anak Kota Bekasi dengan adanya kegiatan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi remaja di Unit Kesehatan Sekolah yang melibatkan siswa
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BIJAK MENYIKAPI COVID 19 DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA PADA SISWA SMA JATIASIH
Feva Tridiyawati;
Mariyani;
Resi Galaupa;
Septiana Lia;
Mia Nurlatipah
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.15 KB)
|
DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.572
Pendahuluan: Tingginya mobilitas penduduk antar daerah merupakan salah satu mata rantai penularan yang sulit diputus. Sampai saat ini vaksin untuk mencegah dan obat khusus untuk mengobati virus corona belum ditemukan. Maka satu-satunya cara paling efektif adalah dengan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan yang berisi tentang definisi Covid 19, gejala pasien terkena covid, cara tepat mencuci tangan, etika batuk yang tepat dan cara penggunaan masker yang tepat. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan ada perubahan secara signifikan tingkat pengetahuan tentang konsep covid 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan:. Pemberian pendidikan kesehatan tentang bijak menyikapi covid 19 dalam upaya pencegahan virus corona kepada siswa SMA Jatiasih telah memberikan peningkatan pengatahuan terhadap pencegahan penyebaran covid 19.
PENGUATAN INTERVENSI DALAM CAREGIVER SUPPORT PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI PANTI WERDHA KOTA BEKASI
Feva Tridiyawati;
Lia Idealistiana;
Mariyani;
Nurfadilah;
Melisa Fitria
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.356 KB)
|
DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i1.667
Pendahuluan: Meningkatnya populasi lanjut usia di Indonesia dapat membuat berbagai masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian oleh perawat maupun caregiver. Permasalahan ini memiliki multipatologi yang akan diatasi sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dasarnya. Permasalahan dialami lansia seperti menurunnya daya cadangan biologis, berubahnya gejala dan tanda penyakit dan gangguan nutrisi. Pola penyakit yang bergeser kearah penyakit-penyakit degeneratif seperti gangguan sendi, hipertensi, stroke dan diabetes. Kebutuhan Caregiver dalam merawat lansia perlu diberikan dukungan agar dapat mampu dengan baik memberikan bantuan dan penanganan kepada lansia yang membutuhkan. Pemenuhan bantuan kebutuhan hidup dasar ini membutuhkan ketrampilan yang baik oleh seorang Caregiver. Pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang benar dan diharapkan tidak berdampak menjadi bahaya maupun efek yang akan menimbulkan masalah lain yang terjadi pada lansia.Metode: Metode Pre dan Post test one grup sederhana menggunakan ceklist dan observasi lapanganHasil: Hasil survey kebutuhan dasar lansia yang dibutuhkan adalah kebutuhan perawatan diri 32%, kebutuhan istirahat tidur 43% dan kebutuhan nutrisi 25%. Hasil post tes pengetahuan petugas dalam pendidikan kesehatan; baik 80% dan cukup 20%. Penilaian efektifitas ketrampilan yakni; sangat mudah dilakukan sebanyak 80% dan mudah dilakukan 20%.Kesimpulan: Dari uraian hasil pengabdian kepada Masyarakat diatas, kemudian dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan perawatan diri, nutrisi, kebutuhan tidur dan istirahat.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA) PADA ANAK BALITA DI KLINIK JATI BENING RAYA
Novita;
Tuty Yanuarti;
Feva Tridiyawati;
Tatag;
Desvi Syam Wilis
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.66 KB)
|
DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i1.674
Pendahuluan: Imunisasi merupakan hal yang terpenting dalam usaha melindungi kesehatan anak. Imunisasi merupakan suatu cara yang efektif untuk memberikan kekebalan khusus terhadap seseorang yang sehat. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa terdapat 19,4 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi dan memperkirakan 30.000 anak akan meninggal akibat penyakit campak. Kejadian campak di kawasan Asia Tenggara tahun 2018 bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan presentase 20,1%. Berdasarkan kelompok umur, proporsi kasus campak terbesar pada kelompok umur 1- 4 tahun dan 5-9 tahun dengan proporsi masing-masing sebesar 25,4%. dan 31,6%. Rendahnya cakupan imunisasi tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi imunisasi yaitu perilaku kesehatan. Perilaku kesehatan Faktor predisposisi terdiri dari pengetahuan, pendidikan, sikap, pendapatan, pekerjaan, dan dukungan keluarga Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta pembagian leaflet. Pada pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan media leaflet serta audiovisual berupa video Hasil: Selama penyampaian materi ibu-ibu yang memilki bayi mendengar dengan penuh perhatian atau terfokus pada materi yang disampaikan. Usaha promotif untuk kegiatan dapat juga dilakukan dengan media audio-visual. Kesimpulan: menambah pengetahuan baik berupa informasi dan wawasan ibu yang memiliki bayi dalam berupaya mengikuti program pemerintah yang sudh digalakkan dipuskesma-puskesmas
PERTUMBUHAN OPTIMAL DENGAN PIJAT DAN SPA BAYI
Feva Tridiyawati;
Mariyani;
Maryati
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.777 KB)
|
DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i2.794
Pendahuluan: Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi merupakan masalah serius bagi negara maju maupun negara berkembang. Terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat ataupun mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi, sehingga bayi tidak dapat mencapai potensi genetik yang seharusnya, oleh karenanya baby spa menjadi alternatif stimulasi tumbuh kembang bayi. Baby spa dapat diartikan perawatan untuk bayi dengan menggunakan air.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dengan observasi lapangan dan melakukan terapi pemijatan dan baby spa yang berjumlah 20 bayi terdiri dari 10 bayi kelompok baby spa (spa bayi) dan 10 bayi kelompok baby massage (pijat bayi). Pengukuran pertumbuhan berdasarkan berat badan dan panjang badan.Hasil: Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa beda ratarata berat badan setelah baby massage didapatkan hasil 9.020 gram dan setelah baby spa didapatkan 10.580 gram, sedangkan beda rata-rata panjang badan setelah baby massage didapatkan hasil 74.90 cm.Kesimpulan: Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatan pengetahuan pada ibu tentang pentingnya Baby Spa untuk meningkatkan pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) bayi sehingga ibu dapat mempraktikkan pijat atau pun spa bayi pada anaknya.
Pengaruh Aroma Terapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Persalinan Primigravida Kala I Fase Aktif
Feva Tridiyawati;
Siti Nurhayati Hukuba
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30604/well.231422022
Labor is the process of opening and thinning of the cervix, as well as uterine contractions, and the fetus descends into the birth canal causing pain in labor. Labor pain is a physiological process caused by a contraction that causes a cervical opening. Pain can be prevented by pharmacological and non pharmacological. Non pharmacological use distractive method by giving the Aromatherapy Lavender. This study aims to know the Effect of Aromatherapy Lavender Towars Decreasing Intensity of Pain on Primary Labor in The Active First Stage of Labor at Tanjung Maternity RSIA Becasi. 2021-2022. This research use quasi experimentquasi experiment with non equivalent control group pretest posttest. This research was conducted from December 2021-2022. The type of data used in this research use primary and secondary data. The sample in this study were 20 respondents, using total sampling technique. The data of the research were analyzed by using the statistical nonparametric Wilcoxon and Mann-Whitney. The results of this study showed the intensity of pain in the intervention group mostly experienced severe pain controlled and after being given intervention experienced severe controlled pain. The control group mostly experienced moderate pain and after the intervention period became uncontrollable severe pain. Mann-Whitney test results showed that there was a significant difference in the level of pain intensity between the intervention group and the control p value (0.000) less than (0.05) so that Ho was rejected. Researcher suggestions for health services in order to be a facilitator in maternity who experience pain so that maternity mothers can run the process of childbirth to be comfortable. Abstrack: Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, serta kontraksi uterus, dan janin turun kedalam jalan lahir sehingga menyebabkan nyeri pada persalinan. Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis yang disebabkan oleh kontraksi yang menyebabkan adanya pembukaan serviks. Nyeri dapat dihilangkan secara farmakologis dan nonfarmakolohis. Cara non farmakologis dengan pemberian Aromaterapi Lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada persalinan primigravida kala I fase aktif di RSIA bekasi tahun 2021–2022. Penelitian ini menggunakan quasi experiment (eksperimen semu) dengan non equivalent control group pretest posttest. Penelitian ini dilaksanakan mulai Desember 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. Metode analisis data menggunakan teknik analisis statistik non parametrik Wilcoxon dan MannWhitney. Hasil penelitian didapatkan intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebagian besar mengalami nyeri berat terkontrol dan sesudah diberikan intervensi mengalami nyeri berat terkontrol. Kelompok kontrol sebagian besar mengalami nyeri sedang dan sesudah periode intervensi menjadi nyeri berat tidak terkontrol. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada tingkat intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol p valume (0,000) kurang dari (0,05) sehingga Ho ditolak. Bagi pelayanan kesehatan agar dapat menjadi fasilitator dalam ibu bersalin yang mengalami nyeri sehingga ibu bersalin dapat menjalankan proses persalinan menjadi nyaman.