Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Low Glycemic Index Taro Tuber (Colocasia esculenta L.) Flakes as Alternative Food Product for Diabetes Management Sultan, Asriana; Rinaldi, Rinaldi; Sulaiman, Sri Sulistiana; Aanisah, Nuur; Khumaidi, Akhmad; Bahar, Zulhaerana; Syamsidi, Armini
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flakes are a type of instant food product commonly consumed as a breakfast alternative, especially those labelled “low-glycaemic index” can be suitable for individuals with diabetes. Taro tubers (Colocasia esculenta L.) containing high fibre and low fat are among the raw materials that can be processed into instant food. Therefore, this study aimed to develop and determine the glycaemic index (GI) of Taro tuber flakes as an alternative processed food product for individuals with diabetes. Three distinct formulas, namely F1, F2, and F3, were developed with varying drying temperatures of 40 °C, 60 °C, and 80 °C. These were comprehensively evaluated through sensory testing (hedonic and scoring), followed by the analysis of moisture content, ash content, microbial examination, and glycaemic index. The results showed that all three developed formulas F1, F2, and F3 xhibited low glycaemic index values (below 55), along with acceptable moisture and ash content, and were free from Escherichia coli and Salmonella typhi contamination. Among them, F2, which was dried at 60 °C, showed the lowest glycaemic index value of 15.1, indicating its potential to produce a minimal postprandial blood glucose response. Furthermore, F2 received an average hedonic score of 6, which indicates favorable sensory acceptance in terms of taste, color, texture, and aroma. Therefore, F2 was selected as the most suitable formula that can be consumed as an alternative food product to help manage diabetes through low-GI dietary strategies.
Post-Education Assessment of Patient Knowledge and Attitudes Toward Beyond Use Date (BUD) at Primary Health Centers in Palu City Susanto, Yuliet; Patala, Recky; Diana, Khusnul; Tandah, Muhammad Rinaldhi; Witanti, Alun; Bawiling, Viorenita Giovany; Nurfajar, Rifda; Jannah, Miftahul; Nurwalyani, Nurwalyani; Sultan, Asriana
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.645

Abstract

Promosi kesehatan di Puskesmas merupakan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan secara mandiri. Salah satu topik penting yang diangkat adalah pemahaman tentang Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu penggunaan obat yang telah diracik atau setelah kemasan primernya dibuka. Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara BUD dan expired date, sehingga edukasi diperlukan. Kegiatan promosi dilakukan di ruang tunggu Apotek tiga Puskesmas di kota Palu yaitu: Puskesmas Bulili, Kamonji dan Mabelopura melalui penyuluhan menggunakan media leaflet, dengan peserta sebanyak 100 orang. Penyuluhan dipandu oleh mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Tadulako bersama Apoteker Puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pasca-edukasi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien meningkat secara signifikan, dengan persentase jawaban benar mencapai 84,5%. Nilai rata-rata sikap yang diperoleh adalah 8,2, yang mengindikasikan kecenderungan positif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai BUD dan pentingnya memperhatikan batas penggunaan obat secara aman dan rasional. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai sarana edukatif di layanan kesehatan primer