Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : UMI Medical Journal

Identifikasi dan Isolasi Bakteri Penyebab Penderita Dengan Gejala Suspek Demam Typhoid Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2016 Yusriani Mangarengi
UMI Medical Journal Vol 1 No 1 (2016): December 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.707 KB) | DOI: 10.33096/umj.v1i1.7

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Salmonella sp. adalah bakteri bentuk batang, gram negatif, hidup dalam saluran pencernaan manusia maupun hewan.1 Salmonella sp. yang masuk bersama makanan dan minuman yang tercemar akan menyebabkan Demam enterik.2 Demam enterik dapat di kelompokan menjadi dua yaitu Demam typhoid atau tipus (typhus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (S. typhi), sedangkan Demam paratyphoid disebabkan oleh bakteri Salmonella paratyphi A, B, dan C (S. paratyphi A, B, dan C). Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi angka kejadian gejala suspek Demam Typhoid di RS. Ibnu Sina dan prevalensinya berdasarkan usia, jenis kelamin, serta mengisolasi dan mengidentifikasi kuman penyebab pasien gejala suspek Demam Typhoid di RS.Ibnu Sina Makassar Juli- Agustus tahun 2016. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian secara eksperimental deskriptif. Hasil Penelitian: Prevalensi angka kejadian Demam Tyfoid di RS. Ibnu Sina Juli-Agustus 2016 sebanyak 40 pasien dan menggunakan rumus Slovin jumlah besar sampel yang diperlukan sebanyak 29 pasien. Presentasi responden pasien dengan gejala suspek Demam Typhoid berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 17 dari 29 pasien (58,6%) dan perempuan sebanyak 12 pasien (41,4%). Presentasi responden pasien dengan gejala suspek Demam Typhoid berdasarkan umur yaitu berusia 1-9 tahun sebanyak 5 pasien (17,2 %), usia 10-18 tahun sebanyak 4 pasien (13,8 %), usia 19-27 tahun sebanyak 11 pasien (37,9 %), usia 28-37 tahun sebanyak 3 pasien (10,3 %), usia 38-47 tahun sebanyak 1 pasien (3,4 %) dan usia 48-58 sebanyak 5 pasien (17,2 %). Presentasi responden pasien dengan gejala suspek Demam Typhoid berdasarkan jenis bakteri yaitu bakteri Alkaligenes faecalis sebanyak 4 pasien (13,8 %), bukan bakteri sebanyak 16 pasien (55,2 %), Klebsiella aerogenes sebanyak 3 pasien (10,3 %), Klebsiella pneumonia sebanyak 1 pasien (3,4 %), Salmonella Paratyphi A sebanyak 1 pasien (3,4 %), dan Salmonella typhi sebanyak 4 pasien (13,8 %). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi angka kejadian Demam Typhoid di RS. Ibnu Sina Juli-Agustus 2016 sebanyak 40 pasien. Pada kasus 29 pasien bergejala suspek Demam Typhoid di Rumah Sakit Ibnu Sina Juli-Agustus 2016, laki-laki memiliki prevalensi lebih tinggi daripada perempuan, menurut usia, usia 19-27 tahun memiliki tingkat prevalensi tertinggi 37,9 %, dan menurut hasil isolasi dan identifikasi sampel, kuman penyebab tidak hanya ditemukan bakteri Salmonella typhi / Salmonella paratyphi , tetapi terdapat etiologi lain ( Salmonella typhi 13,8 %; Salmonella paratyphi A 3,4 %, Tidak Ada Pertumbuhan (TAP) 55,2 %; Alkaligenes faecalis sebanyak 13,8 %;Klebsiella aerogenes sebanyak 10,3 %; Klebsiella pneumonia sebanyak 3,4 %.
Efektifitas Ekstrak Buah Sawo Manila (Achras Zapota L.) terhadap Salmonella Typhi dengan Metode Agar Difus Hasta Handayani Idrus; Lisa Yuniati; Andi Muhammad Fadilah; Yusriani Mangarengi; Yani Sodiqah
UMI Medical Journal Vol 3 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.276 KB) | DOI: 10.33096/umj.v3i1.30

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid adalah infeksi sistemik akibat Salmonella enterica serotype typhi (S. typhi). Pada tahun 2004 S. typhi diperkirakan menginfeksi 21,7 juta orang dan menyebabkan 217.000 kematian di seluruh dunia. Insidensi tinggi demam tifoid (>100 kasus/100.000 populasi/tahun) ditemukan di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Selatan, sebanyak 80% kasus berasal dari area kumuh di Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Laos, Nepal, Pakistan, dan Vietnam. Tujuan: Untuk Mengetahui efektifitas ekstrak buah sawo manila (Achras zapota L.) terhadap Salmonella typhi dengan metode agar difus dengan mengetahui sensitivitas Salmonella typhi penyebab demam tifoid terhadap buah sawo manila dalam menekan pertumbuhan bakteri dan mengukur zona hambat ekstrak buah sawo manila terhadap Salmonella typhi dalam menekan pertumbuhan bakteri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian true experimental post test dengan menggunakan metode disc diffusion untuk melihat efektivitas ekstrak buah sawo manila (Achras zapota L.). Hasil: Dari konsentrasi 100%, 200% dan 400% di dapatkan dari sawo manila yang diencerkan menggunakan DMSO bahwa pada konsentrasi 100% didapatkan zona hambat yang terbentuk dengan interpretasi resisten, 200% didapatkan zona hambat yang terbentuk dengan interpretasi intermediet dan 400% didapatkan zona hambat yang terbentuk dengan interpretasi sensitif, terhadap bakteri Salmonella typhi.
Infeksi Saluran Kemih (Isk) Komplikata Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Yusriani Mangarengi
UMI Medical Journal Vol 4 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.251 KB) | DOI: 10.33096/umj.v4i1.58

Abstract

Infeksi Saluran Kemih merupakan istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin.Adanya bakteri dalam urin disebut baktteriuria.Bakteriuria bermakna menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme murni lebih dari105 colony forming units (CFU) pada biakan urin. ISK complicated (rumit) adalah infeksi saluran kemih yang terjadi pada pasien yang menderita kelainan anatomik/struktur saluran kemih, atau adanya penyakit sistemik. Kelainan ini akan menyulitkan pemberantasan kuman olehantibiotika.Pasien masuk UGD dengan keluhan sesak napas yang di alami sejak 3 bulan yang laludan dirasakan memberat saat itu juga. Pasien mempunyai riwayat penyakit DM dan Hipertensi dimana pasien tidak minum obat teratur, pasien juga mengatakan bahwa dirinya pernah dirawat di RS Soppeng dengan gagal ginjal.Pada Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak lemas dengan kesadaran baik. TD 150/100mmHg, Nadi 90x/menit, RR 18x/menit dan Suhu 36,8oC, kesan gizi cukup. konjungtiva mata anemis, Ekstremits superior dan inferior tampak udem. hasil uji laboratorium nilai Ureum=7g, kreatinin=166,Hb:7,4, WBC:8400, PLT:330.000, untuk hasil urinalisa didapatkan protein urin:+3, Blood:+3, Leukosit: 40-45uIU/mL dan diberikan Furosemide 40mg (2amp/8jam/iv) dan diberikan edukasi untuk dilakukan hemodialisis, pada pemeriksaan kultur urin dan didapatkan hasil pada hari ke 8 dari pemeriksaan kultur urin terdapat E.Coli