Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Frekuensi Penyiangan terhadap Bobot Kering Gulma Teki serta Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Sistem TOT Tasya Nazwa Diniah; Jenal Mutakin; Siti Syarah Maesyaroh; Ardli Swardana; Ai Yanti Rismayanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6895

Abstract

Keberadaan gulma teki pada budidaya padi sawah sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan penurunan hasil tanaman akibat persaingan unsur hara, air, dan cahaya. Pengendalian gulma melalui frekuensi penyiangan yang tepat diperlukan untuk menekan dominasi gulma teki dan meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan terhadap bobot kering gulma teki serta hubungannya dengan pertumbuhan dan hasil padi sawah sistem TOT. Percobaan dilakukan di Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor enam taraf yaitu f0 : tanpa penyiangan, f1 : 20 Hari Setelah Tanam (HST), f2 : 40 HST, f3 : 40 & 60 HST, f4 : 20 & 40 HST dan f5 : 20, 40 & 60 HST. Hasil menunjukan bahwa frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap jumlah malai, bobot Gabah Kering Panen (GKP), dan Gabah Kering Giling (GKG), namun tidak signifikan pada tinggi tanaman serta jumlah anakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada f4 dengan bobot GKG 77,36 g per rumpun sekaligus menekan dominasi gulma. Penyiangan dua kali fase awal direkomendasikan sebagai strategi efisien untuk meningkatkan hasil padi pada sistem TOT.
Komposisi Gulma Dan Pertumbuhan Padi Sawah Pada Aplikasi Teknologi Budidaya Tanpa Olah Tanah Dan Frekuensi Penyiangan Rahmat Muhidin; Jenal Mutakin; Ardli Swardana; Rahmi Fatimah; Maryati Puspitasari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i4.3895

Abstract

The purpose of this study is to analyze the composition of weeds and the growth of lowland rice influenced by the use of TOT cultivation technology and varying weeding frequencies. The study was carried out between June and November 2024. The approach employed in this research was an experimental method utilizing a split plot design, with two primary factors: the application of cultivation technology (B), featuring two treatment conditions, and the frequency of weeding (F), with six different levels of treatment. A combination of treatment plots was established for each block. Weed samples were taken at 7 points in each combination plot diagonally, using a square freem of 50cm x 50cm. Weed identification results were analyzed for dominance values (S.D.R) and Diversity Index (H') based on Shannon-Wiener. Data on weed dry weight and paddy growth obtained were analyzed using ANOVA, with a further DRMT (Duncan) test at the 5% level.Result of the research show that TOT cultivation technology and weeding frequency have a significant effect on weeds and rice growth. The most weeds were found in the conventional system with 37 species with the dominant weed being Cynodon dactylon for those that were not weeded and Pistia stratiotes for those that were weeded. In the TOT system, 24 species were found with the dominant weed Pistia stratiotes in both weeded and unlit fields, with the diversity index in each treatment being moderate. A weeding frequency of 3 times provides the lowest dry weight of weeds. on the number of tillers at the age of 40 DAP and the frequency of competition had the best effect on weed suppression and the number of leaves per hil
Pencegahan Bullying Melalui Literasi Media Di Kalangan Gen Z Chotijah Fanaqi; Ardli Swardana; Nur Asifa; Dhea Nasywa Haura
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v6i1.1359

Abstract

Abstract Bullying remains a serious issue in Indonesia’s educational environment, including among Generation Z adolescents who are deeply immersed in digital technology. Data from the National Survey on the Life Experiences of Children and Adolescents (SNPHAR) conducted by the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (2018) shows that two out of three children aged 13–17 have experienced at least one form of violence. This situation underscores the urgency of bullying prevention efforts, particularly through a digital media literacy approach tailored to the characteristics of Gen Z. This Community Service (PKM) activity aims to raise awareness among students at MTs Persis 101 Sukarendah, Pangatikan Subdistrict, Garut, regarding the dangers of bullying and to equip them with digital media literacy skills. The activity’s methodology comprised three stages: preparation (identifying partner needs, developing materials, and coordinating with the school); implementation (screening an educational film, presenting materials by guest speakers, and conducting interactive discussions); and evaluation (reflections by students and the PKM team). The results of the activity showed that students gained a better understanding of the types, impacts, and causes of bullying. The film screening successfully fostered empathy, the materials reinforced cognitive knowledge, and the interactive discussions encouraged active student participation. Some students expressed a commitment to not engage in bullying and to courageously report any incidents that occur. The film screening successfully fostered empathy, the educational materials reinforced cognitive knowledge, and the interactive discussions encouraged active student participation. Some students expressed a commitment to refrain from bullying and to courageously report any incidents that occur. The evaluation also confirmed that the combined approach of film, educational materials, and discussion is effective in raising awareness and changing students’ attitudes. The main contribution of this PKM lies in strengthening digital media literacy as a strategy for preventing bullying among Gen Z, as well as fostering a commitment on the part of schools to create a safe, inclusive, and bullying-free environment. Keywords: Bullying prevention; digital media literacy; Generation Z; inclusive education.J Abstrak Bullying masih menjadi salah satu persoalan serius di lingkungan pendidikan Indonesia, termasuk di kalangan remaja Generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi digital. Data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2018) menunjukkan bahwa dua dari tiga anak berusia 13–17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan. Kondisi ini menunjukkan urgensi upaya pencegahan bullying, khususnya dengan pendekatan literasi media digital yang relevan bagi karakteristik Gen Z. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa MTs Persis 101 Sukarendah, Kecamatan Pangatikan, Garut, mengenai bahaya bullying serta membekali mereka dengan keterampilan literasi media digital. Metodologi kegiatan mencakup tiga tahap, yaitu persiapan (identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, dan koordinasi sekolah), pelaksanaan (pemutaran film edukatif, penyampaian materi oleh narasumber, dan diskusi interaktif), serta evaluasi (refleksi siswa dan tim PKM). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang jenis, dampak, dan faktor penyebab bullying. Pemutaran film berhasil membangun empati, materi memperkuat pengetahuan kognitif, dan diskusi interaktif mendorong partisipasi aktif siswa. Sebagian siswa menyatakan komitmen untuk tidak melakukan perundungan dan berani melaporkan kasus yang terjadi. Evaluasi juga menegaskan bahwa metode kombinasi film, materi, dan diskusi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perubahan sikap siswa. Kontribusi utama PKM ini terletak pada penguatan literasi media digital sebagai strategi pencegahan bullying di kalangan Gen Z serta pembentukan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. Kata-kata kunci: Pencegahan bullying; literasi media digital; generasi z; pendidikan inklusif.
Peningkatan Kepedulian Lingkungan Siswa SMKN 4 Garut melalui Praktik Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Tanah dan Air Ardli Swardana; Alya Zahira Almaudina; Anisya Laura; Cahyadi Fadlur Rahman; Fahmi Saepul Ulum; Tino Fauzi Rahmat
Khidmat: Journal of Community Service Vol 2 No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v2i3.7400

Abstract

Perubahan iklim, meningkatnya genangan air, dan belum optimalnya pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah menjadikan upaya konservasi tanah dan air sekaligus pendidikan lingkungan bagi siswa semakin mendesak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 4 Garut dengan tujuan meningkatkan kepedulian lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan siswa melalui praktik pembuatan lubang resapan biopori sebagai salah satu teknologi konservasi sederhana. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa, guru, dan tim pengabdi dalam tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Rangkaian kegiatan meliputi observasi awal kondisi sekolah, edukasi dan sosialisasi konsep biopori serta konservasi tanah dan air, pelatihan teknis, praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori di titik-titik strategis halaman sekolah, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest–posttest, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang biopori dan konservasi lingkungan yang tercermin dari kenaikan skor dan pergeseran kategori pengetahuan ke arah lebih tinggi, diikuti tumbuhnya sikap lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan kondisi lingkungan sekolah. Selain itu, terbentuk sejumlah lubang resapan biopori yang berfungsi sebagai sarana resapan air dan media pembelajaran berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa integrasi PAR dan pembelajaran berbasis pengalaman efektif.
Gulma dan Pertumbuhan Padi Sawah di Dataran Medium pada Sistem Budidaya dan Waktu Penyiangan yang Berbeda Muhammad Rafly Mahendra; Jenal Mutakin; Novriza Sativa; Ardli Swardana; Rahmi Fatimah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7jtbt531

Abstract

Gulma merupakan faktor pembatas utama dalam budidaya padi sawah karena menyebabkan persaingan sumber daya, terutama pada fase awal pertumbuhan. Perbedaan sistem budidaya dan waktu penyiangan diduga memengaruhi dinamika gulma serta pertumbuhan padi sawah di agroekosistem dataran medium. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh sistem budidaya dan waktu penyiangan yang berbeda terhadap komunitas gulma dan pertumbuhan padi sawah di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Juli sampai Oktober 2024. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Petak Tanpa Olah Tanah (TOT), sedangkan faktor anak petak adalah waktu penyiangan yang terdiri atas tanpa penyiangan, penyiangan umur 20 Hari Setelah Tanam(HST), dan penyiangan umur 40 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem TOT mampu menekan bobot kering gulma secara nyata pada fase awal pertumbuhan dibandingkan sistem konvensional. Penyiangan pada umur 20 HST menghasilkan bobot kering gulma terendah serta menurunkan indeks keanekaragaman gulma. Sistem TOT meningkatkan tinggi tanaman padi pada fase awal pertumbuhan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Secara umum, penyiangan dini lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan vegetatif padi sawah di dataran medium.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pada Tanaman Kesemek (Diospyros kaki L.) di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut menggunakan Sistem Informasi Geografis Tasya Nazwa Diniah; Ardli Swardana; Rahmi Fatimah; Syti Sarah Maesaroh
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 10 No 2 (2026): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v10i2.44332

Abstract

Kesemek (Diospyros kaki L.) merupakan komoditas hortikultura potensial di dataran tinggi yang memerlukan evaluasi lahan untuk menjamin produktivitas optimal dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengevaluasi tingkat dan distribusi kesesuaian lahan untuk tanaman kesemek secara spasial di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah analisis spasial parameter curah hujan, tekstur tanah, pH tanah, gradien lereng, dan kedalaman tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan di Kabupaten Bayongbong didominasi oleh kelas Cukup Sesuai (S2) yang meliputi area seluas 2.304,06 ha (52,12%), diikuti oleh kelas Sangat Sesuai (S1) yang meliputi area seluas 1.800,32 ha (40,72%). Sisanya adalah kelas Kurang Sesuai (S3) seluas 314,57 ha (7,12%) dan Tidak Sesuai (N) hanya seluas 2,00 ha (0,05%). Faktor pembatas utama pada kelas N adalah kedalaman tanah yang dangkal dan kelerengan yang sangat curam. Secara keseluruhan, Kecamatan Bayongbong sangat potensial untuk pengembangan kesemek, namun memerlukan manajemen lahan yang tepat pada area S2 dan S3 guna meningkatkan produktivitas.
Co-Authors Ade Riska Nuraeni Ai Yanti Rismayanti Akbariah, Salsa Noviana Al Ayubi, M Hilman Alya Zahira Almaudina Amaliah, Bayyinah Nur Aminudin, Arif Andre M Yahya Anisya Laura Aqil, Ibnu Ardini Rahayunisa Homsa Arif M Ridwan Arifin Mansyur Arifin Mansyur Asep Nuryadin Asfianti, Asti Bagus Irham Fathurohman Cahyadi Fadlur Rahman Chotijah Fanaqi Dea Pauziah Nandini Putri dede, sultan ahmad Dhea Nasywa Haura Fadila Nurul Iman Fahmi Saepul Ulum Fathurrohan, Bagus Irham Fauzi Ismail Fauzi, Aditia Hakiki, Nisa Herdiana, Oding Hidayanti, Nisrin Sumia Hidayati Nafi’ah, Hanny Hidayatulloh, Fajar Hilma, Ai Homsa, Ardini Rahayunisa Ibnu Aqil Isma Mustika Jamil, Tedi Kustiadi Jenal Mutakin Jenal Mutakin Jenal Mutakin Langkasani, Alfin Lestari, Indri Lubis, M. Haekal M Haekal Lubis Maesaroh, Syti Sarah Maesyaroh, Siti Syarah Mahendra, Rafly Maryati Puspitasari Moch Shakti Dwi Putra Mubaroq, Dzidan Muhamad Ramdhan Muhammad Rafly Mahendra Muhidin, Rahmat Mutakin, Jenal Mutmainah, Silma Hanifah Siti Nafi'ah, Hanny Hidayanti Nafi'ah, Hanny Hidayati Nasrulhaq, M. Ofi Nisrin Sumia Hidayanti Nulhakim, Yudhi Lukman Nulhakim Nur Asifa Nurdiana, Dadi Pratama, Delfis Yoga Rahmat Muhidin Rahmi Fatimah Rama Januar Resta Ginanjar Resti Fajarfika Resti Fajarfika, Resti Rifal Muhammad Sidiq Ringga Anugrah Risma Rahatuningtyas Rismayanti, Ai Yanti Rohman, Randi Saepul Santoso, Wirman Sativa, Novriza Sidiq, Rifal Muhammad Silma Hanifah Siti Mutmainah Siti Syarah Maesyaroh Susanti, Dwi Rahayu Syifa El Yanuar Tasya Nazwa Diniah Tasya Nazwa Diniah Tino Fauzi Rahmat Tintin Febrianti TRI SUTRISNO Trya S Sulistyaningrum Yahya, Andre M Yanuar, Syifa El yogi prasetyo Zulfah, Siti Nadiroh