Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potensi Interaksi Obat-Obat yang Dimediasi Sitokrom P450 pada Pasien Geriatri di Rawat Inap Rumah Sakit X Sari, Nindi Eka; Yusuf, Eddy; Sabila, Ahda; Nugroho, Dedy; Farmasita, Rizky; Nopratilova, Nopratilova
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug-related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Peningkatan kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam pengobatan saat ini dan kecenderungan terjadinya praktik farmasi, menyebabkan terjadinya interaksi obat yang semakin besar. Sitokrom P450 merupakan enzim utama yang 75% berperan dalam metabolisme obat di hati. Proses metabolisme obat oleh enzim CYP secara inhibisi menyebabkan metabolisme berkurang, sehingga obat terakumulasi di dalam tubuh, sedangkan induksi enzim CYP dapat menurunkan konsentrasi dan efek obat pada plasma. Hal ini menjadikan enzim sitokrom P450 banyak terlibat dalam interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi obat- obat yang dimediasi sitokrom P450 dan juga untuk mengetahui hubungan jumlah item obat terhadap tingkat keparahan interaksi obat yang dimediasi sitokrom P450. Penelitian ini menggunakan sampel pada pasien geriatri di instalasi farmasi rawat inap Rumah Sakit X periode Januari 2022– Januari 2023, dengan jumlah 101 pasien. Penelitian ini menggunakan Pearson Chi-Square Test sebagai alat uji dalam menganalisa hubungan antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Item Obat memiliki hubungan dengan Risk Rating (p=0,000) namun tidak memiliki hubungan dengan Severity (p=0,541) dan Reability (p=0,880).
Evaluasi Kualitas Informasi Obat Pada Brosur Obat Nopratilova; Eksanti Indriani Sabila; Dedi Nugroho; Rizky Farmasita Budiastuti; Alhara Yuwanda; Anugerah Budipratama Adina
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i1.1527

Abstract

The research aims to describe the information in drug brochures. Classification of drug brochures: categorization of drugs based on labeling, name, product origin and therapeutic class. The study also assesses the completeness of information in drug brochures, following Indonesian Ministry of Health regulations (Number: 386/MENKES/SK/IV/1994), Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM) regulations (Number 2 of 2021) and WHO Ethical Criteria for Medicinal Drug Promotion in 1988. This descriptive study uses simple random sampling with a sample size of 30 drug brochures. Research findings for drug brochures: Classification of drugs based on labeling shows that 33.3% are over-the-counter drugs, 46.7% are prescription-only drugs and 20.0% are classified as hard drugs. Based on the name, 100.0% are branded drugs. The product origin reveals that 100.0% are domestically manufactured drugs. The most common therapeutic class is Analgesics & Antipyretics is 20.0%. The completeness of information in drug brochures according to the criteria specified in Indonesian Ministry of Health regulations (Number: 386/MENKES/SK/IV/1994) is 50.0%, for BPOM regulations (Number 2 of 2021) is 20.0% and for WHO Ethical Criteria for Medicinal Drug Promotion in 1988 is 20.0%.
Analisis Gaya Hidup Masyarakat Depok Yang Mengikuti Cfd Dalam Penyuluhan Penyakit Kolesterol Farmasita, Rizky; Putra, Rizky Pramana; Nomiansa, Yuda
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i2.26019

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bentuk aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok organisasi untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyrakat. Pengabdian masyarakat dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup masyarakat kota Depok dalam pencegahan kolesterol dan memberikan edukasi tentang penyakit kolesterol. Penelitian ini dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Jakarta Global University. Target dari penelitian ini adalah Masyarakat Depok yang sedang mengikuti Car Free Day (CFD). Metode penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan kuesioner, yaitu dengan melakukan tes kolesterol gratis kepada orang-orang yang mengikuti Car Free Day. Populasi dan sampel pada pengabdian masyarakat ini melibatkan 29 responden yang menerima pemeriksaan kolesterol dan edukasi dari Apoteker dan mahasiswa farmasi, data yang diperoleh dari kuesioner digunakan untuk menganalisis gaya hidup masyarakat Depok yang mengikuti CFD dalam upaya pencegahan kolesterol. Hasil dari kegiatan ini berdasarkan dari pemeriksaan kadar kolesterol yang dilakukan kepada masyarakat Depok yang mengikuti Car Free Day (CFD), dimana sebanyak 18 orang memiliki kadar kolesterol normal, dan 11 orang memiliki kadar kolesterol tinggi. Mayoritas responden dengan kadar kolesterol normal menyatakan mengkonsumsi makanan rendah lemak, tinggi serat, dan rendah kolesterol. Selain itu, mereka juga aktif menjalankan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh. Berdasarkan evaluasi, kegiatan penyuluhan penyakit kolesterol melalui CFD memberikan dampak berupa peningkatan pengetahuan masyarakat Depok tentang pentingnya pola makan sehat dalam pencegahan kolesterol. Selain itu, hasil kuesioner juga menjadi sumber informasi yang berharga bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih efektif. Kesimpulan dari kegiatan abdimas ini adalah sebagai melalui pertanyaan pola makan sehat dalam pencegahan kolesterol yang dibagikan kepada pasien, sebanyak 90,34% dapat menjawab pertanyaan dengan benar setelah diberikan edukasi oleh apoteker. Diharapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk mensosialisasikan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit kolesterol pada masyarakat.
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees and T. Nees) Blume): Review tentang Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi Alhara Yuwanda; Anugrah Budipratama Adina; Rizky Farmasita Budiastuti
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/3mk0s904

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sumatera Barat di Indonesia. Daerah ini telah menjadi pusat ekspor kayu manis sejak abad ke-18, dengan pusat produksi utamanya berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Proses budidaya yang telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama telah menghasilkan variasi yang tinggi dalam adaptasi kayu manis terhadap lingkungan di wilayah budidaya tersebut. Kayu manis telah memberikan kontribusi penting dalam dunia kuliner sebagai rempah-rempah yang memberikan cita rasa khas dan aroma dalam berbagai hidangan makanan. Bidang fitokimia mempelajari senyawa-senyawa kimia dalam tanaman, dan kayu manis memiliki kandungan senyawa-senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa seperti kumarin, eugenol, dan katekin memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi, antidiabetik, dan antimikroba, serta berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dalam bidang farmakologi, kayu manis telah menjadi subjek penelitian yang menarik. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis, terutama kumarin dan eugenol, telah menarik perhatian dalam pengembangan obat-obatan untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit diabetes tipe 2 dan infeksi bakteri. Sementara kayu manis memberikan berbagai manfaat, perlu diperhatikan juga nilai toksikologi dari penggunaannya. Beberapa senyawa dalam kayu manis, seperti kumarin dalam jumlah besar, dapat menjadi beracun bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kesimpulannya, kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) adalah tanaman botani yang memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional, kuliner, fitokimia, dan farmakologi. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi efek toksik dan dosis yang aman untuk penggunaan yang optimal.
Evaluasi Kedisiplinan Pengambilan Resep Ulang Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Jakarta Utara: Studi Metode Campuran Marintan Simanullang; Benny Efendie; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Nopratilova Nopratilova; Rizky Farmasita
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/bd16jx10

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Pengobatan tuberkulosis diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dengan jumlah yang cukup dan dosis yang tepat selama 6-8 bulan agar semua bakteri dapat dibunuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang disiplin adalah mereka yang rutin mengambil obat setiap bulannya tanpa melewatkan jadwal pengambilan obat. Sebaliknya, ketidakdisiplinan pasien terlihat pada mereka yang tidak rutin mengambil obat setiap bulan. Berdasarkan uji Spearman, disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel kedisiplinan dan kepatuhan. Disiplin dalam pengambilan resep ulang masih rendah, yaitu 31 pasien tidak disiplin dan 26 pasien disiplin. Kepatuhan pasien diukur menggunakan MMAS, dengan hasil rendah pada 47 pasien, sedang pada 9 pasien, dan tinggi hanya pada 1 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan pasien masih sangat minim.
Evaluasi Kepatuhan dan Kedisiplinan Pengambilan Ulang Obat Antiretroviral (ARV) oleh Pasien HIV/AIDS di Sebuah Rumah Sakit Swasta Jakarta Utara Periode Tahun 2023 Sri Wahyuni Damanik; Benny Efendie; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Anugerah Budiatama A; Rizky Farmasita
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/kts50n27

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang dapat menyerang atau menginfeksi sel darah putih, yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Jakarta berada dalam posisi pertama dengan jumlah kasus infeksi HIV terbanyak di Indonesia. Penderita HIV memerlukan terapi Antiretroviral (ARV) agar perkembangan penyakit, komplikasi, dan penularannya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kedisiplinan serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi Antiretroviral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada Januari-Maret 2023. Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi desain kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang disiplin dalam mengambil obat setiap bulan mencapai 32 orang (16%), sedangkan yang tidak disiplin 168 orang (84%). Kepatuhan pasien dalam menggunakan MMAIS adalah 164 orang (82%), sedangkan yang tidak patuh 36 orang (18%). Pasien dengan kepatuhan rendah cenderung memiliki kepatuhan yang minim.
Knowledge, Attitudes and Practices Regarding Smoking Prevention Among Students of Jakarta Global University Sabila, Ahda; Budiastuti, Rizky Farmasita; Adina, Anugerah Budipratama; Zhafira, Bilqis; Indriani, Melis
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan (April 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i1.774

Abstract

Students need good knowledge, attitudes, and behavior in maintaining a healthy lifestyle, especially in avoiding smoking and understanding its dangers, to set a good example for the public and younger generations. This study aims to examine the knowledge, attitudes, and practices (KAP) of students regarding smoking habits at Jakarta Global University (JGU). The research uses a descriptive quantitative method with an online questionnaire involving 105 respondents. The results show that most students are aged 18 to 22 years (86.7%), with the majority from the pharmacy department (43.8%). Students' knowledge about the dangers of smoking is quite good, although challenges remain in improving their understanding of the serious health risks. Their attitudes demonstrate strong belief in the effectiveness of anti-smoking campaigns, with 67.6% of respondents agreeing that smoking has a severe negative impact on health. The practice of smoking prevention is also relatively high, with 64.8% of students supporting smoking cessation programs and replacing smoking habits with healthy activities. The study concludes that students' knowledge, attitudes, and behavior regarding smoking habits are generally good. However, further education is needed to ensure effective smoking prevention and reduce the associated health risks.
Efektivitas intervensi apoteker terhadap optimalisasi terapi opioid dan manajemen nyeri pada pasien kanker: A literature review Budiastuti, Rizky Farmasita; Sari, Santi Purna; Andrajati, Retnosari; Syafhan, Nadia Farhanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.872

Abstract

Background: Cancer pain remains a significant clinical challenge, with a high prevalence across various disease stages. Opioids are the mainstay for moderate to severe pain management but carry risks of dependence, tolerance, and serious side effects, necessitating careful supervision. Purpose: To review the effectiveness of pharmacist interventions in managing opioid use among cancer pain patients. Method: A literature search was conducted using two approaches: keyword-based searches through electronic databases (Google Scholar and Scopus) and the snowballing technique. Keywords included "cancer pain," "opioid," "pharmacist intervention," and "breakthrough pain," combined with Boolean operators. After identifying primary articles, backward and forward snowballing was performed to find additional relevant studies. All articles were screened based on predefined inclusion and exclusion criteria. Results: The review demonstrates that pharmacist interventions can improve pain control by up to 40%, reduce opioid-related side effects such as constipation by up to 50%, and enhance patient adherence to therapy. In Indonesia, however, barriers such as limited access to strong opioids, low patient education levels, and minimal pharmacist involvement in multidisciplinary teams remain significant challenges. Conclusion: Pharmacists play a strategic role in cancer pain management, particularly in optimizing pain control, minimizing opioid dependence, and managing adverse effects. Their active involvement in multidisciplinary teams enhances patients' quality of life and reduces inappropriate opioid use. Strengthening policies, providing continuous professional development, and conducting context-specific research are essential to optimize pharmacist contributions in Indonesia.   Keywords: Cancer Pain; Opioids; Pain Management; Pharmacist Intervention.   Pendahuluan: Nyeri kanker merupakan tantangan klinis utama dengan prevalensi tinggi pada berbagai tahap penyakit kanker, dan opioid menjadi terapi lini utama untuk nyeri sedang hingga berat. Namun, penggunaannya memiliki risiko ketergantungan, toleransi, serta efek samping serius, sehingga diperlukan pengawasan ketat. Tujuan: Untuk meninjau literatur terkait efektivitas intervensi apoteker dalam pengelolaan penggunaan opioid pada pasien nyeri kanker. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pencarian menggunakan kata kunci melalui basis data elektronik (Google scholar dan Scopus) serta teknik snowballing. Kata kunci yang digunakan meliputi: "cancer pain", "opioid", "pharmacist intervention", dan "breakthrough pain", yang dikombinasikan menggunakan operator Boolean. Setelah diperoleh artikel utama, dilakukan teknik snowballing secara backward dan forward untuk menemukan studi relevan. Semua artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tinjauan menunjukkan bahwa intervensi apoteker dapat meningkatkan efektivitas terapi nyeri hingga 40%, menurunkan kejadian konstipasi sebagai efek samping hingga 50%, serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap regimen terapi. Namun, di Indonesia, implementasi peran apoteker masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan akses opioid kuat, kurangnya edukasi pasien, dan rendahnya keterlibatan apoteker dalam tim multidisiplin. Simpulan: Dari tinjauan ini menunjukan bahwa intervensi apoteker terbukti memiliki kontribusi strategis dalam pengelolaan nyeri kanker, khususnya melalui pengendalian nyeri yang lebih efektif, pencegahan ketergantungan opioid, dan manajemen efek samping yang lebih terstruktur. Keterlibatan apoteker dalam tim multidisiplin dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan risiko penggunaan opioid yang tidak tepat. Namun, untuk mengoptimalkan peran ini, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, serta riset lebih lanjut dalam konteks lokal untuk menjawab tantangan implementasi di Indonesia.   Kata Kunci: Intervensi Apoteker; Nyeri Kanker; Opioid; Pengelolaan Nyeri.
HYPERTENSION AWARENESS FOR A HEALTHIER FUTURE: COMMUNITY SCREENING AND EDUCATION IN TIRTAJAYA, DEPOK CITY Budiastuti, Rizky Farmasita
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 1 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i1.8424

Abstract

Hypertension is a global health concern that can lead to serious complications such as stroke and heart failure. According to the WHO, 1.28 billion adults worldwide suffer from hypertension, with two-thirds living in low- and middle-income countries. Many remain unaware of their condition due to its asymptomatic nature. This study aimed to conduct blood pressure screening and assess risk factors for hypertension to increase community awareness of early detection. The community service activity was held in Tirtajaya Urban Village, Sukmajaya Subdistrict, Depok City, involving 54 participants. Data were collected through blood pressure measurements and structured questionnaires covering lifestyle, diet, and knowledge about hypertension. The program also included health education provided by pharmacists and pharmacy students, focusing on lifestyle-based prevention and management of hypertension. Results showed that more than 50% of participants had elevated blood pressure: 39% were categorized as pre-hypertensive, 28% with stage 1 hypertension, and 15% with stage 2 hypertension. About 57% of participants were physically inactive, 65% had unhealthy eating habits, and 26% were smokers. Knowledge of causes and prevention of hypertension was relatively good, though understanding of early symptoms was still limited. These findings underscore the importance of routine screening and the pharmacist’s role in community health education to help reduce hypertension prevalence.
A Pre-Post Survey Analysis on Pharmacy Students' Perceptions of Pharmacist Roles in the Pharmaceutical Industry Adina, Anugerah Budipratama; Yuwanda, Alhara; Budiastuti, Rizky Farmasita; Nopratilova, Nopratilova; Yusuf, Eddy; Tan, Suk Fei; Mawazi, Saeid Mezail; Herli, Amelia
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.6791

Abstract

The pharmaceutical industry is undergoing rapid evolution, characterized by a complex regulatory landscape and the need for diverse skill sets. This study aimed to assess pharmacy students’ perceptions of the pharmaceutical industry and the impact of a dedicated seminar on their career aspirations and knowledge. A pre-post online survey was administered to 55 undergraduate pharmacy students at the National Pharmacy Seminar 2024, hosted by Jakarta Global University. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test (p ≤0.05). Results indicate a strong preference for careers in state-owned pharmaceutical companies (63.6%) and research and development departments (34%). The seminar significantly enhanced participants’ understanding of pharmacists’ roles, industry complexities, drug development challenges, and regulatory requirements. Notably, 93% of participants reported that the seminar met their expectations and provided valuable insights for future career exploration. These findings underscore the importance of educational interventions in shaping pharmacy students’ career trajectories and aligning their knowledge with the dynamic pharmaceutical industry.