Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KETEPATAN PEMBERIAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PENAWAR MEDIKA PERIODE MARET – MEI 2021 Nugroh, Dedi; Farmasita, Rizky; Saepullah, Aep
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39662

Abstract

Pendahuluan: Karena hipertensi membunuh secara diam-diam, terapinya terlambat. Menurut data WHO, 25% pasien hipertensi mendapatkan terapi, tetapi hanya 12,5% yang mendapatkan pengobatan yang efektif. Hipertensi mempengaruhi 1 miliar orang di seluruh dunia, dua pertiganya tinggal di negara-negara miskin. Penelitian ini mengkaji ketepatan pemberian obat antihipertensi pada pasien rawat jalan berdasarkan Joint National Committee (JNC)8 dan proporsi pemberian obat hipertensi dengan dan tanpa penyakit penyerta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Cross Sectional. Hasil: Jumlah pasien hipertensi ialah 243 pasien diantaranya adalah hipertensi dengan DM tanpa CKD sebanyak 73 (30%) dan penelitian ini memperoleh persentase ketepatan dosis sebanyak 68% dan tidak tepat dosis 32%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukan adanya ketidaktepatan terhadap pemberian obat hipertensi.
Prevalensi Potensi Interaksi Obat Pada Resep Pasien Pediatri di Apotek X Periode Bulan Juli - Desember 2022 Alfiyatun Hasanah; Rizky Farmasita; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Nopratilova Nopratilova; Anugerah Budipratama
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33288

Abstract

Interaksi obat terjadi karena adanya kejadian dimana efek suatu obat diubah oleh adanya obat lain. Salah satu penyebab interaksi obat yaitu banyaknya jenis obat yang diterima oleh pasien, terutama pasien pediatri yang memiliki perbedaan fungsi fisiologis sehingga lebih rentan terhadap pemberian beberapa obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat, menganalisa efek dari interaksi obat dan mengetahui hubungan interaksi obat pada pasien pediatri di apotek X Periode bulan juli – desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif analitik dengan pengambilan data secara Retrospektif periode Juli - Desember 2022. Analisis interaksi obat menggunakan aplikasi Lexicomp. Tingkat keparahan interaksi ditentukan berdasarkan tingkat resiko, tingkat keparahan, dan tingkat reliabilitas. Hasil penelitian berjumlah 160 pasien dengan jumlah potensi interaksi obat 313 interaksi. Persentase penggunaan >5 obat sebanyak 53,8%. Berdasarkan tingkat resiko persentase tertinggi pada kategori C sebesar 79,9% sehingga diperlukan pemantauan terapi. Kategori X sebesar 4,2% kategori D sebesar 1,5%. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi obat moderate dengan persentase 84,7% kejadian, interaksi minor 10,3% kejadian, dan interaksi mayor 4,8% kejadian. Berdasarkan tingkat Reliabilitas persentase tertinggi pada kategori Good 59,1%, Fair 39,6%, Excellent 1,3%. Berdasarka uji Chi-Square SPSS ver 29 dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p yaitu 0,001 <0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan interaksi obat pada.
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume): Review tentang Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi Alhara Yuwanda; Anugerah Budipratama Adina; Rizky Farmasita Budiastuti
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/3mk0s904

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sumatera Barat di Indonesia. Daerah ini telah menjadi pusat ekspor kayu manis sejak abad ke-18, dengan pusat produksi utamanya berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Proses budidaya yang telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama telah menghasilkan variasi yang tinggi dalam adaptasi kayu manis terhadap lingkungan di wilayah budidaya tersebut. Kayu manis telah memberikan kontribusi penting dalam dunia kuliner sebagai rempah-rempah yang memberikan cita rasa khas dan aroma dalam berbagai hidangan makanan. Bidang fitokimia mempelajari senyawa-senyawa kimia dalam tanaman, dan kayu manis memiliki kandungan senyawa-senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa seperti kumarin, eugenol, dan katekin memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi, antidiabetik, dan antimikroba, serta berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dalam bidang farmakologi, kayu manis telah menjadi subjek penelitian yang menarik. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis, terutama kumarin dan eugenol, telah menarik perhatian dalam pengembangan obat-obatan untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit diabetes tipe 2 dan infeksi bakteri. Sementara kayu manis memberikan berbagai manfaat, perlu diperhatikan juga nilai toksikologi dari penggunaannya. Beberapa senyawa dalam kayu manis, seperti kumarin dalam jumlah besar, dapat menjadi beracun bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kesimpulannya, kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) adalah tanaman botani yang memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional, kuliner, fitokimia, dan farmakologi. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi efek toksik dan dosis yang aman untuk penggunaan yang optimal.
Evaluasi Kepatuhan dan Kedisiplinan Pengambilan Ulang Obat Antiretroviral (ARV) oleh Pasien HIV/AIDS di Sebuah Rumah Sakit Swasta Jakarta Utara Periode Tahun 2023 Sri Wahyuni Damanik; Benny Efendie; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Anugerah Budipratama Adina; Rizky Farmasita Budiastuti
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/kts50n27

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang dapat menyerang atau menginfeksi sel darah putih, yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Jakarta berada dalam posisi pertama dengan jumlah kasus infeksi HIV terbanyak di Indonesia. Penderita HIV memerlukan terapi Antiretroviral (ARV) agar perkembangan penyakit, komplikasi, dan penularannya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kedisiplinan serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi Antiretroviral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada Januari-Maret 2023. Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi desain kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang disiplin dalam mengambil obat setiap bulan mencapai 32 orang (16%), sedangkan yang tidak disiplin 168 orang (84%). Kepatuhan pasien dalam menggunakan MMAIS adalah 164 orang (82%), sedangkan yang tidak patuh 36 orang (18%). Pasien dengan kepatuhan rendah cenderung memiliki kepatuhan yang minim.