Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN CONCEPT ART KARAKTER SEBAGAI ASET VISUAL ANIMASI 2D PADA KASUS PENTINGNYA MENJAGA JEJAK DIGITAL DALAM PERSONAL BRANDING BAGI MAHASISWA BANDUNG Mahdi, Raissa Calista Al; Fiandra, Yosa; Rezaldi, Muhammad Yudhi
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memiliki berbagai manfaat untuk mempermudah kegiatan sehari-hari, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini juga membawa dampak negatif jika tidak berhati-hati. Saat mengakses internet, kita meninggalkan sebuah arsip atau jejak yang biasa disebut dengan jejak digital. Jejak digital seseorang perlu diperhatikan dan dijaga karena jejak digital tidak bisa hilang dengan mudah. Oleh karena itu, perlu adanya media edukasi mengenai pentingnya menjaga jejak digital, khususnya untuk para mahasiswa yang sedang membuat personal branding dan akan segera lulus untuk mencari lowongan pekerjaan. Untuk itu, pembuatan animasi 2D sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan menjaga jejak digital sehingga diperlukan desain concept art karakter untuk mempermudah proses pembuatan karya animasi 2D dengan penentuan konsep dan artstyle yang sesuai agar pesan yang ingin disampaikan bisa ditangkap dengan baik oleh penonton. Pembuatan animasi 2D tersebut didasarkan oleh pencarian data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan analisis objek. Kata kunci: jejak digital, personal branding, animasi 2D, concept art karakter, mahasiswa
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER UNTUK VIDEO KLIP ANIMASI PADA LAGU Ramdan, Wildan Muhammad; Fiandra, Yosa; Pebriyanto, Pebriyanto
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aura Sumringah merupakan band asal Kota Sukabumi yang terbentuk pada 10 julitahun 2022, band dengan genre orkes moral dangdut kontemporer yang beranggotakan,Ayman Fawaz, Iwan, Agung Darisman, Ihsan Doyok, dan Sam. Perkembangan musik di KotaSukabumi pada pasca Covid-19 meningkat dras}s, banyak bermunculan band baru denganberagam genre salah satunya adalah Aura Sumringah. Musik video merupakan salah satumedia pemasaran yang cukup umum di gunakan oleh sebuah band untuk mempromosikanlagunya, namun di Kota Sukabumi jarang sekali band yang menggunakan medium tersebutsebagai media promosi sebuah lagu, di Kota Sukabumi itu sendiri }dak ada band yangmenggunakan animasi sebagai medium untuk mempromosikan lagunya. Tujuan daripeneli}an perancangan desain karakter untuk video klip animasi ini adalah menghasilkansebuah desain karakter yang menarik untuk video klip animasi pada lagu <Aura Sumringah=sehingga dapat meningkatkan daya tarik dan jumlah audiensi dari band Aura Sumringah.Peneli}an ini bersifat kualita}f dengan cara mengobservasi secara langsung pada band AuraSumringah, wawancara, dan juga melakukan kuesioner, baik terhadap pelaku industri musikmaupun pendengar. Kata kunci: Aura Sumringah, desain karakter,video klip.
PERANCANGAN NASKAH DAN STORYBOARD DALAM VIDEO FEATURE TENTANG TRADISI NYIRAMKEUN PUSAKA KERAJAAN TALAGA MANGGUNG MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK Sinurat, Amelinda Desten Kerenhapukh; Fiandra, Yosa; Noor, Sri Dwi Al
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Nyiramkeun Pusaka Kerajaan Talaga Manggung adalah tradisi tahunan yang turun temurun dilakukan oleh masyarakat Talaga dengan memandikan pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung sebagai penghormatan terhadap warisan leluhur dan ajang silaturahmi keluarga keturunan Kerajaan Talaga Manggung. Kurangnya penjangkauan kepada generasi muda di media sosial TikTok menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana selaku pengelola tradisi Nyiramkeun. Melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi dokumen, didapati bahwa tradisi Nyiramkeun tidak terlalu dikenal oleh generasi muda serta Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana belum memaksimalkan pemanfaatan media sosial yang relevan pada generasi muda terutama Gen Z untuk mengenalkan tradisi Nyiramkeun. Oleh karena itu tujuan perancangan tugas akhir ini dilakukan untuk dapat menyebarluaskan tradisi Nyiramkeun dengan memaksimalkan pemanfaatan media sosial TikTok kepada Gen Z di Kabupaten Majalengka. Konsep perancangan menggunakan pendekatan visual storytelling bertutur tematik dengan tiga bagian yaitu pembuka, isi, dan penutup untuk dapat menyampaikan informasi dengan gambar dan alur cerita yang terstruktur dan terarah dalam waktu yang singkat. TikTok menjadi media sosial yang dipilih karena dengan format video feature dengan 10 video berdurasi singkat dapat memperkenalkan Nyiramkeun dengan lebih efektif pada Gen Z. Teknik perancangan naskah dan storyboard yang dapat mengemas cerita secara utuh dan informatif sangat dibutuhkan agar isi pesan dari rancangan video feature ini dapat tersampaikan dengan tepat sasaran. Kata kunci: Nyiramkeun, TikTok, naskah, storyboard, feature
PERANCANGAN STORYBOARD ANIMASI 2D Nadifa, Shafira; Fiandra, Yosa; Rezaldi, Muhammad Yudhi
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya unik dan dari Sabang sampai Merauke. Salah satu budaya unik yang dimiliki Indonesia adalah seni bela diri bernama Debus. Debus adalah seni bela diri yang berasal dari Banten, yang menampilkan kemampuan pelaku budaya untuk kebal terhadap senjata tajam, benda keras, dan benda berbahaya lainnya sambil diiringi alat musik dan do’a. Selain itu, Debusjuga digunakan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Banten. Namun, seiring berjalannya waktu, seni bela diri ini mulai menyebar ke daerah lain di Indonesia, termasuk Bandung. Meskipun demikian, dengan perkembangan zaman dan modernisasi, budaya ini perlahan-lahan mulai dilupakan oleh masyarakat. Perancangan storyboard animasi 2D tentang debus ini memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah promosi dan memberikan edukasi kepada para anak muda yang berumur 12-24 tahun di kota Bandung dengan berbasis animasi 2D mengenai seni bela diri debus. Setelah hasil produksi akhir dari storyboard berupa animasi 2D selesai, maka dilakukan penayangan kepada beberapa audiens untuk menghitung seberapa efektif animasi 2D debus ini dalam menyampaikan informasi dan edukasi mengenai seni bela diri debus desa Ciburial. Setelah data diambil dari audiens, dapat disimpulkan bahwa masih banyak anak muda yang masih belum mengetahui tentang seni bela diri Debus sehingga mereka tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai budaya tersebut setelah menonton hasil akhir animasi 2D Debus. Kata Kunci : agama, animasi 2D, bela diri, budaya, debus, seni, storyboard
PERANCANGAN STORYBOARD UNTUK MENDUKUNG PROSES PRODUKSI ANIMASI 2D MENGENAI PENTINGNYA MENJAGA JEJAK DIGITAL UNTUK PERSONAL BRANDING MAHASISWA Ramaputri, Anneta; Fiandra, Yosa; Rezaldi, Muhammad Yudhi
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jejak digital adalah rekaman dari semua kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu ketika menggunakan laman internet. Karena Indonesia sudah memasuki era digital, pembahasan akan hal tersebut menjadi topik hangat terutama jika hal tersebut dapat mempengaruhi akan penggunaan personal branding mereka dalam kesempatan untuk berkarir. Personal branding yang merupakan citra diri seorang untuk membantu dalam proses pengembangan karir rentan untuk tidak dimaksimalkan ketika jejak digital seorang individu tidak dijaga sehingga merusak citra diri yang sudah dikembangkan. Untuk itu, perancangan storyboard untuk animasi 2D ini bertujuan sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga jejak digital dan memaksimalkan penggunaan personal branding dalam prosesnya. Dengan memberikan narasi yang sesuai dan visualisasi akan cerita tersebut untuk menarik perhatian para mahasiswa yang berkuliah di Bandung untuk membangun karier dan keselamatan mereka dalam menjaga jejak digital. Pengumpulan data dilaksanakan secara mandiri melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil analisis pun menunjukkan adanya kesadaran umum yang dimiliki para mahasiswa mengenai jejak digital, walau pengetahuan mengenai pengelolaan tersebut belum sepenuhnya diketahui. Kata kunci: Jejak digital, personal branding, storyboard, animasi 2D, mahasiswa
PERANCANGAN MOTION GRAPHIC 3D TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT KATARAK BAGI REMAJA DI KABUPATEN BANDUNG Putri, Amalia; Fiandra, Yosa; Pebriyanto, Pebriyanto
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyebab kebutaan terbesar di Indonesia adalah penyakit katarak. Dikatakanpenyakit katarak di Indonesia pada tahun 2019 telah mencapai 81%. Katarak umumnyadiderita oleh lansia lebih dari 50 tahun, tetapi tidak dapat dipungkiri remaja juga bisaterkena katarak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi penyebab danpencegahan penyakit katarak yang bisa dilakukan remaja di Kabupaten Bandung. Metodeyang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukan bahwa 60% remaja diKabupaten Bandung mengetahui penyakit katarak dapat menyerang remaja tetapi tidakdengan pengetahuan akan penyebab dan pencegahanya. Media yang dapatmengakomodir informasi tentang penyakit mata katarak dapat melalui media audiovisual, salah satunya ada media motion graphic 3D, media motion graphic 3D dijadikansebagai media informasi bagi remaja agar bisa mengurangi kebiasaan yang bisa memicupenyebab penyakit katarak pada masyarakat dan pencegahannya. Motion graphic 3D inidirancang dengan berisikan informasi yang mudah dimengerti serta menggunakanprinsip-prinsip desain komunikasi visual yang efektif. Penelitian ini diharapkan bisamembantu masyarakat memahami penyebab serta pencegahan penyakit katarak danmengurangi kebiasaan buruk yang dapat memicu penyakit katarak. Kata kunci: katarak, penyebab, pencegahan, motion graphic 3D, Kabupaten Bandung
Penerapan Aerial Photography Berbasis Model Komunikasi Aisas untuk Promosi Desa Wisata Lebakmuncang, Ciwidey, Bandung Fiandra, Yosa; Budiman, Arief; Noor, Sri Dwi Astuti Al
Rekam Vol 21, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i1.13924

Abstract

Aerial Photography adalah teknik memotret permukaan bumi dari atas dengan menggunakan kamera yang dipasang di pesawat terbang, roket drone atau satelit yang mengorbit dari atas bumi, tehnik ini memungkinkan kita untuk mengambil gambar dari sudut pandang yang tidak biasa, yaitu dari atas, cara ini banyak digunakan dalam indsutri pariwisata. Foto udara dari tempat-tempat indah seperti pantai, gunung dan kota memberikan sudut pandang yang menarik dan dramatis, disini kita bisa melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan memahami lebih dalam tentang lingkungan di sekitar kita.Desa Wisata Lebak Muncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, promosi yang dilakukan selama ini belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model komunikasi AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) pada aerial photography sebagai media promosi Desa Wisata Lebak Muncang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model komunikasi AISAS pada aerial photography dapat dilakukan dengan baik.
Window Lighting sebagai Pembentuk Dimensi dan Karakter Objek Model dalam Fotografi Potret Hitam Putih Fiandra, yosa; Sudaryat, Yayat
Waca Cipta Ruang Vol. 5 No. 1 (2019): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1646

Abstract

ABSTRACT This article describes the role of window lighting in shaping the dimensions and character of object models, especially in black and white portrait photography. The method used in this study is descriptive analysis with a qualitative data approach. Data was collected from field observations and practices directly, with several model objects as samples from the study. Literature studies are also used to support and strengthen existing data. Analyzed data is verified with elements of embodiment of the form of the tangible aesthetic element. The results of this study indicate that window lighting can form the dimensions and character of objects in the black and white portrait model by emphasizing the visual elements in the object in the form, structure and expression that exist in the object model as a tangible form perceived by the eye. The contribution that can be given to this research is to broaden the knowledge of the basic lighting in photography. Key words : Light, Windows, Photography, Potrait, Human,
Efektivitas Visual Storytelling di Instagram sebagai Strategi Pemulihan Citra Merek Pasca Boikot pada Starbucks Indonesia Manar, ada Faris; Fiandra, Yosa; Anwar, Ardy Aprilian
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas visual storytelling di Instagram sebagai strategi pemulihan citra merek setelah terjadinya aksi boikot publik akibat isu geopolitik antara Israel dan Palestina, dengan fokus khusus pada kasus Starbucks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggabungkan pendekatan analisis naratif dan teknik analisis Multimodal Discourse Analysis (MDA) untuk mengamati unggahan pada akus resmi Instagram Starbucks Indonesia setelah masa puncak boikot pada awal tahun 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Starbucks Indonesia secara konsisten menggunakan tema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), aksi sosial, dan narasi kehidupan masyarakat urban untuk mengalihkan fokus audiens dari isu boikot. Konten naratif pendek ini, yang disampaikan melalui Reels menampilkan situasi yang mudah diasosiasikan oleh audiens dan membangun resonansi emosional. Starbucks Indonesia membentuk narasi alternatif yang berfokus pada hal-hal positif, keterlibatan komunitas, dan koneksi emosional yang dikemas untuk penyampaian pesan secara implisit. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun kembali kepercayaan, meredam kerusakan reputasi, dan meningkatkan keterlibatan di platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visual storytelling di Instagram dapat menjadi alat yang halus namun kuat dalam mengelola krisis merek di era digital. Kata kunci: visual storytelling, Instagram, Starbucks Indonesia, pemulihan citra merek, CSR
Cinematography Strategies in Promoting Local Culture: A Study of the Documentary ‘It’s More than Candlenut Indudur. Sri Dwi Astuti Al Noor; Stefvany; Yosa Fiandra; Arief Budiman; Mohammad Firdaus Azman
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 10 No 2 (2025): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v10i2.9512

Abstract

Nagari Indudur, located in IX Koto Sungai Lasi District, Solok Regency, West Sumatra, is a major producer of candlenut oil. With an annual contribution of Rp. 147,350,000, candlenut oil plays a crucial role in the local economy. However, limited accessibility and promotion remain major challenges for farmers.To support the introduction of candlenut oil products, the Indonesian Conservation Community (KKI) WARSI produced a short documentary titled "It’s More Than Candlenut Indudur." This film aims to promote Indudur’s traditional candlenut oil to national and international audiences. This research employs a qualitative descriptive method to analyse the cinematographic techniques used in the film, including aerial cinematography, the application of the rule of thirds composition, as well as drone shots and other cinematic techniques. The study findings indicate that visual techniques such as eagle-eye angle, high angle, composition in framing, and camera movements like dolly-in-out and following shots effectively showcase the topographical beauty and the activities of candlenut oil farmers in an aesthetic and informative manner. With a duration of 6 minutes and 27 seconds, this film delivers a strong visual narrative, supported by Minang-language audio and subtitles, to highlight Indudur’s potential as a producer of high-quality candlenut oil. The results of this study provide insights into the importance of a cinematic approach, referring to how visuals are used to convey narratives emotionally and immersivity in documentary films aimed at promoting local products while also supporting the economic sustainability of rural communities in remote areas.