Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Modifikasi Kitosan Dari Limbah Cangkang Kepiting Sebagai Sediaan Material Membran Filtrasi Air Krisman Umbu Henggu; Robinson Umbu Lapu; Petrus Takanjanji; Rambu Fretty Nganggu Djawa; Septiani Rambu Lingga; Sribidanti Abbas; Herman Hiwa Ngunju; Ivan Roberto Willy; Noven Tinggi Nalu
Jambura Fish Processing Journal Vol 4, No 2 (2022): VOLUME 4 NOMOR 2, JULY 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v4i2.13807

Abstract

Tingkat pencemaran air global saat ini telah mencapai 65%, yang terdiri atas pencemaran polutan organik 40% dan anorganik 25%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan solusi penyelesaian kasus pencemaran air dengan berbagai pendekatan polimer alami, salah satunya penggunaan membran kitosan. Penelitian ini dilakukan dengan menyiapkan material kitosan lau dimodifikasi menjadi membran filtrasi pada kolom filtrasi dan diujikan pada sampel air. Indikator pengukuran kualitas air setelah proses filtrasi dengan membran kitosan meliputi oksigen terlarut (DO), Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxigen Demand (BOD) dan derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan kondisi air bahan baku sebelum proses filtrasi memiliki karakteristik oksigen terlarut (DO), Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxigen Demand (BOD) dan derajat keasaman (pH) beradap pada kualitas kelas IV yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Sebaliknya, setelah proses filtrasi dengan membran kitosan yang diekstraksi dari limbah cangkang kepiting, karakteristik kualitas air tersebut telah tergolong dalam kualitas baku mutu air kelas II yakni kandungan DO 3,92 mg/l, TSS 42,64 mg/l, BOD 5,95 mg/l dan pH 8. Hal ini menunjukkan bahwa membran kitosan yang diekstraksi dari limbah cangkang kepiting memiliki potensi pengembangan sebagai sumber material filtrasi air
Review dari Metabolisme Karbohidrat, Lipid, Protein, dan Asam Nukleat Krisman Umbu Henggu; Yopi Nurdiansyah
JURNAL QUIMICA Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v3i2.5688

Abstract

Artikel review ini mengulas tentang prinsip dan proses metabolisme karbohidrat, lipid, protein dan asam nukeat pada organisme. Telaah pustaka yang disajikan dalam review ini bersumber pada jurnal ilmiah maupun buku terakreditasi yang relevan. Lintasan metabolisme karbohidrat, lipid, protein, asam nukleat terdiri atas tiga bentuk lintasan yakni katabolik, anabolik dan amfibolik. Lintasan tersebut umumnya terjadi pada mitokondria melalui siklus Krebs. Katabolisme protein, karbohidrat dan lemak dapat menjadi derivat asam amino, glukosa, gliserol dan asam lemak yang mampu dikonversi menjadi energi maupun cadangan energi untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sel. Demikian sebaliknya proses anabolisme dapat memanfaatkan derivat makro molekul (asam amino, glukosa, fruktosa, asam lemak) menjadi makro molekul (protein, karbohidrat dan lipid). Proses metabolisme karbohidrat secara khusus melalui glikolisis, glikogenesis dan glukoneogenesis. Sedangkan metabolisme lemak melalui proses asetil-KoA terkarboksilase dan menghasilkan malonil-KoA hingga berlanjut pada proses pembentukan asam lemak melalui proses enzimatis (elongase dan desaturase). Demikian pula pada metabolisme protein yang diawali dengan pemecahan makro molekul dalam bentuk peptida menjadi monomer terkecil (asam amino) secara enzimatis (melibatkan enzim protease) dan menjadi salah satu sumber energi dalam pembentukan ATP untuk perkembangan sel. Sebaliknya anabolisme protein tersebut didasari oleh proses transmisi dan aminasi. Metabolisme asam nukleat melibatkan proses sintesis purin dan pirimidin sebagai nukleotida secara de novo. Proses metabolisme asam nukleat melaui proses enzimatik (housekeeping) yang sangat bertanggungjawab terhadap fungsi katabolisme dan anabolisme. Referensi: [1] Wali, J. A., Milner, A. J., Luk, A. W., Pulpitel, T. J., Dodgson, T., Facey, H. J., ... & Simpson, S. J. (2021). Impact of dietary carbohydrate type and protein–carbohydrate interaction on metabolic health. Nature Metabolism, 3(6), 810-828. [2] Staples, J. F. (2016). Metabolic flexibility: hibernation, torpor, and estivation. Compr. Physiol, 6(2), 737-71. [3] O’Neill, L. A. (2015). A broken krebs cycle in macrophages. Immunity, 42(3), 393-394. [4] Rajendran, M., Dane, E., Conley, J., & Tantama, M. (2016). Imaging adenosine triphosphate (ATP). The Biological Bulletin, 231(1), 73-84. [5] Luo, L., & Liu, M. (2016). Adipose tissue in control of metabolism. Journal of endocrinology, 231(3), R77-R99. [6] Poggiogalle, E., Jamshed, H., & Peterson, C. M. (2018). Circadian regulation of glucose, lipid, and energy metabolism in humans. Metabolism, 84, 11-27. [7] Purba, D. H., Marzuki, I., Dailami, M., Saputra, H. A., Mawarti, H., Gurning, K., ... & Purba, A. M. V. (2021). Biokimia. . Bandung (ID): Yayasan Kita Menulis Press [8] Park, S., Jeon, J. H., Min, B. K., Ha, C. M., Thoudam, T., Park, B. Y., & Lee, I. K. (2018). Role of the pyruvate dehydrogenase complex in metabolic remodeling: differential pyruvate dehydrogenase complex functions in metabolism. Diabetes & metabolism journal, 42(4), 270-281. [9] Adeva-Andany, M. M., Pérez-Felpete, N., Fernández-Fernández, C., Donapetry-García, C., & Pazos-García, C. (2016). Liver glucose metabolism in humans. Bioscience reports, 36(6). [10] Murray, Robert K. Daryl K. Granner; Victor W. Rodwell. Biokimia Harper Ed.27. Jakarta. EGC;2009 : 152-94 [11] Jones, J. G. (2016). Hepatic glucose and lipid metabolism. Diabetologia, 59(6), 1098-1103. [12] Chen, L., Zhang, Z., Hoshino, A., Zheng, H. D., Morley, M., Arany, Z., & Rabinowitz, J. D. (2019). NADPH production by the oxidative pentose-phosphate pathway supports folate metabolism. Nature metabolism, 1(3), 404-415. [13] Shi, L., & Tu, B. P. (2015). Acetyl-CoA and the regulation of metabolism: mechanisms and consequences. Current opinion in cell biology, 33, 125-131. [14] Chandel, N. S. (2021). Lipid metabolism. Cold Spring Harbor Perspectives in Biology, 13(9), a040576. [15] Tsikas, D. (2017). Assessment of lipid peroxidation by measuring malondialdehyde (MDA) and relatives in biological samples: Analytical and biological challenges. Analytical biochemistry, 524, 13-30. [16] Merino-Ramos, T., Vázquez-Calvo, Á., Casas, J., Sobrino, F., Saiz, J. C., & Martín-Acebes, M. A. (2016). Modification of the host cell lipid metabolism induced by hypolipidemic drugs targeting the acetyl coenzyme A carboxylase impairs West Nile virus replication. Antimicrobial agents and chemotherapy, 60(1), 307-315. [17] Schmitt, S., Castelvetri, L. C., & Simons, M. (2015). Metabolism and functions of lipids in myelin. Biochimica et Biophysica Acta (BBA)-Molecular and Cell Biology of Lipids, 1851(8), 999-1005. [18] Cerk, I. K., Wechselberger, L., & Oberer, M. (2018). Adipose triglyceride lipase regulation: an overview. Current Protein and Peptide Science, 19(2), 221-233. [19] Whitford, D. (2013). Proteins: Structure And Function. John Wiley & Sons. [20] Gropper, S. S., & Smith, J. L. (2012). Advanced Nutrition And Human Metabolism. Cengage Learning. [21] Bender, D. A. (2012). Amino acid metabolism. John Wiley & Sons. [22] Chargaff, E. (Ed.). (2012). The nucleic acids. Elsevier. [23] Kochetkov, N. (Ed.). (2012). Organic Chemistry of Nucleic Acids: Part B. Springer Science & Business Media. [24] Wang, L. (2016). Mitochondrial purine and pyrimidine metabolism and beyond. Nucleosides, Nucleotides and Nucleic Acids, 35(10-12), 578-594.
Ekstraksi Garam Dari Rumput Laut Caulerpa Lentilifera Dengan Kombinasi Perlakuan Agitasi dan Non Agitasi Pada Suhu Yang Berbeda Ester Ruly Nomleni; Krisman Umbu Henggu; Firat Meiyasa
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35084

Abstract

Rumput laut Caulerpa lentilifera merupakan salah satu tumbuhan air yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Hal ini karena rumput laut memiliki kandungan gizi terutama serat pangan hingga kandungan mineral makro dan mikro yang cukup tinggi. Kandungan mineral makro dan mikro tersebut dapat dimanfaatkan sebagai garam fungsional. Metode ekstraksi garam rumput laut Caulerpa lentilifera yang digunakan dalam penelitian ini adalah perlakuan agitasi dan non agitasi pada suhu ekstraksi 70°C, 90°C dan 120°C. Ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan lalu dianalisis kandungan natrium, kalium, rasio natrium-kalium (Na/K), Natrium-Klorida (NaCl), organoleptik dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi (agitasi dan non agitasi) pada suhu ekstraksi yang berbeda (70°C, 90°C, 120°C) memberikan pengaruh terhadap kandungan kalium. Namun metode tersebut tidak turut memberikan pengaruh signifikan terhadap kandungan natrium. Kandungan natrium, kalium, dan Na:K terpilih berada pada perlakuan agitasi pada 120°C dengan rata-rata kandungan natrium sebesar 16,37 mg/kg, kalium 18,45 mg/kg, rasio Na:K 1,53 mg/kg. Sedangkan kandungan NaCl yang terkandung dalam ekstrak garam rumput laut berkisar antara 42,32-55,90 mg/kg. Penerimaan panelis (rasa, warna, aroma, tekstur) terhadap produk ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan ialah memberikan kesan agak suka hingga sangat suka terutama pada rasa, aroma dan warna. Tingkat kesukaan tersebut terletak pada rasa asin (spesifik garam) dan terdapat sedikit rasa umami. Total rendemen ekstrak garam rumput laut Caulerpa lentilifera tertinggi diperoleh pada perlakuan agitasi dengan rata-rata rendemen mencapai 2,97%, sedangkan non agitasi hanya berkisar 1,41%.  Caulerpa lentilifera seaweed is one of the aquatic plants that is useful for human life. This is because seaweed has a high nutritional content, especially dietary fiber, due to the high content of macro and micro minerals. The macro and micro-mineral content can be used as functional salts. The salt extraction method of Caulerpa lentilifera seaweed used in this study was agitated and non-agitated at extraction temperatures of 70 °C, 90 °C, and 120 °C. The resulting seaweed salt extract was then analyzed for the content of sodium, potassium, sodium-potassium ratio (Na/K), sodium-chloride (NaCl), organoleptic and yield. The results showed that the different extraction methods (agitated and non-agitated) at different extraction temperatures (70 °C, 90 °C, and 120 °C) had an effect on the potassium content. However, this method did not have a significant effect on the sodium content. The selected sodium, potassium, and Na:K content were in agitation treatment at 120°C with an average sodium content of 16.37 mg/kg, potassium 18.45 mg/kg, Na:K ratio 1.53 mg/kg . While the NaCl content contained in the seaweed salt extract ranged from 42.32-55.90 mg/kg. The panelists' acceptance (taste, color, flavour, texture) of the resulting seaweed salt extract product was to give the impression of being somewhat like to really liking it, especially on taste, flavor, and color. The level of preference lies in the salty taste (specifically salt), and there is a slight umami taste. The highest total yield of Caulerpa lentilifera seaweed salt extract was obtained in the agitation treatment, with the average yield reaching 2.97%, while the non-agitated was only 1.41%.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT MERAH (Laurencia papillosa) SEBAGAI PUPUK CAIR MELALUI PERBEDAAN METODE FERMENTASI Krisman Umbu Henggu; Rambu Fretty Clarita Ng. Djawa; Septiani Rambu Lingga; Robinson Umbu Lapu; Ferlinus Rawa Ndihi; Eman N Bureni; Yopi Nurdiasyah
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v4i2.11511

Abstract

Rumput laut Laurencia pappilosa merupakan salah satu jenis rumput laut liar yang tumbuh dipesisir. Namun, rumput laut tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan komposisi kimia, rumput laut Laurencia pappilosa memiliki kandungan makro dan mikromolekul yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair. Penelitian ini mengkaji pengaruh perbedaan fermentasi aerob dan anaerob terhadap total asam laktat pupuk cair rumput laut Laurencia papillosa serta aplikasinya pada sayuran. Fermentasi rumput laut Laurencia papillosa dilakukan selama 12 hari, lalu diaplikasikan pada sayuran Sawi (Brassica chinensis var. parachinensis) pada 28 hari pemeliharaan. Perlakuan fermentasi aerob dan anaerob memberikan perbedaan nyata (P<0,05) pada total nitrogen pupuk cair rumput laut. Rerata total nitrogen pada fermentasi aerob yakni 4,41±0,36%, sedangkan anerob 3,47±0,93%. Aplikasi pupuk cair memiliki pengaruh yang nyata (P>0,5) terhadap rata-rata tinggi sayuran Sawi. Rasio tinggi akhir sayuran tersebut secara berturut-turut yakni tanpa perlakuan 22,45±5,23 cm, pupuk cair komersil 25,31±0,88, fermentasi Laurencia papillosa secara aerob 22,69±0,92 cm dan anerob 29,78 ±0,92 cm
CHITOSAN PRODUCTION FROM SQUID BONE Loligo. Sp WITH DIFFERENT CONCENTRATIONS OF SODIUM HYDROXIDE Samsiana Arsyad; Krisman Umbu Henggu; Yatris Rambu Tega
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.11538

Abstract

This study aims to examine the effect of different concentrations of NaOH (60%, 70%, and 80%) on the isolation process of chitosan from by-products of squid bone (Loligo sp). The resulting chitosan was then tested for water content, solubility, yield, degree of deacetylation, and functional groups. The results showed that the physical appearance of chitosan tends to be white, specific to the characteristics of commercial chitosan. The use of different NaOH concentrations only affects the water content. The water content of chitosan in the 70% and 80% NaOH treatments has met the maximum chitosan quality standard of 12%. The highest chitosan solubility was obtained in the 70% NaOH treatment, namely 97.76%. Likewise, the best degree of chitosan deacetylation reached 95% (70% NaOH treatment), while the average yield of chitosan obtained reached 25.55%. In general, the absorption values of functional groups in the NaOH treatment (60%, 70%, 80%) showed that there were characteristics of chitosan, namely carbonyl (C=O) and amino (N-H2) vibrations in the fingerprint area (~1500–3000 cm-1). and a widening of the absorption band ~1600-3500 cm-1 caused by O-H stretching and N-H vibrations due to deacetylation. Other characteristics are aliphatic C-H vibrations, –NH bond deformation, and glycosidic chitosan (C-O-C) vibrations at a wavelength of ~664–1600 cm-1.
PENGARUH KOMBINASI MADU DAN VITAMIN C DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Pebry Aisyah Putri Batubara; Krisman Umbu Henggu; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi madu dan vitamin C dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei sampai dengan 3 juni 2023 bertempat di Laboratorium Basah Fakulatas Perikanan Program Studi Akuakultur Universitas Dharmawangasa. Ikan nila ukuran 3–5 cm dipelihara pada ember berukuran 20 L dengan padat penebaran 15 individu ember selama 56 hari. Pakan yang diberikan adalah pellet yang di campur madu dan Vitamin C dengan dosis: A Kontrol pakan ikan komersial, B Vit C 200 mg + madu 200 ml/kg, C Vit C 200 mg + madu 400 ml/kg dan D Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg. Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian madu dan vitamin C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila. rerata pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg sebesar 8,06 gr dan kelulushidupan benih ikan nila pada perlakuan D menunjukkan hasil 100%.
PENGARUH KOMBINASI MADU DAN VITAMIN C DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Pebry Aisyah Putri Batubara; Krisman Umbu Henggu; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi madu dan vitamin C dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei sampai dengan 3 juni 2023 bertempat di Laboratorium Basah Fakulatas Perikanan Program Studi Akuakultur Universitas Dharmawangasa. Ikan nila ukuran 3–5 cm dipelihara pada ember berukuran 20 L dengan padat penebaran 15 individu ember selama 56 hari. Pakan yang diberikan adalah pellet yang di campur madu dan Vitamin C dengan dosis: A Kontrol pakan ikan komersial, B Vit C 200 mg + madu 200 ml/kg, C Vit C 200 mg + madu 400 ml/kg dan D Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg. Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian madu dan vitamin C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila. rerata pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg sebesar 8,06 gr dan kelulushidupan benih ikan nila pada perlakuan D menunjukkan hasil 100%.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Perempuan Nelayan “Dapur Madeps” Melalui Diversifkasi Produk Perikanan Berbasis Zero Waste: (Empowering the Fisherwomen Business Group "Dapur Madeps" through Diversification of Zero Waste-Based Fishery Products) Krisman Umbu Henggu; Elvis Umbu Katongu Retang; Fajar Hariadi; Yudianto Ngaba Hamba Banju; Yunita Tamu Ina; Elsania Pandahuki; Dingse Pandiangan
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.5.2.2023.53303

Abstract

The fisherwomen business group "Dapur Madeps" is a fishery business community consisting of fisherwomen who are housewives. This business group community has business activities, namely the sale of fresh fish in the form of units of weight (kilogrammes) and fish meat fillets. The problem with partners is that there are no inputs for science and technology, diversification of processed fishery products, zero-waste rice, or business and institutional strategies. The purpose of the activity is to empower partners to diversify zero-waste-based fishery products that support the blue economy concept. The stages of the service method include preparation, training, product implementation, and evaluation. The results of this devotion show a significant positive impact. Zero-waste-based product training has succeeded in improving the ability of group members to process fishery organic waste into compost, increasing the added value of their fishery products. In addition, effective mentoring ensures the successful implementation of new practises. The group successfully developed zero-waste-based products that not only supported their income but also reduced negative environmental impacts. The evaluation stated that the income of group members increased significantly after the implementation of zero-waste product diversification. Zero-waste practises have also succeeded in reducing organic waste and negative environmental impacts. Group members reported high levels of satisfaction with the results of the programme. The evaluation results also provide recommendations to increase production capacity and continue this programme. This dedication has significant implications for empowering women fishermen and the sustainable management of fisheries resources. With its contribution to income generation and zero-waste practises, the method has the potential to be applied more widely in similar coastal communities. The socialization material presented was related to business group development and institutional legality. PKM activities involve MBKM students who will conduct group mentoring. ABSTRAK Kelompok usaha perempuan nelayan “Dapur Madeps” merupakan komunitas usaha perikanan yang beranggotakan perempuan nelayan yang berstatus sebagai ibu rumah tangga. Komunitas kelompok usaha tersebut ini memiliki aktivitas usaha yakni penjualan ikan segar dalam bentuk satuan berat (kilogram) maupun dalam bentuk filet daging ikan. Permasalahan mitra yakni belum terdapat input IPTEK diversifikasi produk olahan hasil perikanan berasis zero waste dan strategi bisnis dan kelembagaan. Tujuan kegiatan ialah perbedayaan mitra dalam diversifikasi produk hasil perikanan berbasis zero waste yang mendukung konsep blue economy. Tahapan metode pengabdian mencakup persiapan, pelatihan, implementasi produk, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Pelatihan produk berbasis Zero Waste berhasil meningkatkan kemampuan anggota kelompok dalam mengolah limbah organik perikanan menjadi kompos, meningkatkan nilai tambah produk perikanan mereka. Selain itu, pendampingan efektif memastikan implementasi praktik-praktik baru dengan sukses. Kelompok berhasil mengembangkan produk-produk berbasis Zero Waste, yang tidak hanya mendukung pendapatan mereka, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan negatif. Evaluasi menyatakan bahwa pendapatan anggota kelompok meningkat secara signifikan setelah implementasi diversifikasi produk Zero Waste. Praktik Zero Waste juga berhasil mengurangi limbah organik dan dampak lingkungan negatif. Anggota kelompok melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap hasil program ini. Hasil evaluasi juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kelanjutan program ini. Pengabdian ini memiliki implikasi yang signifikan dalam pemberdayaan perempuan nelayan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Dengan kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan dan praktik Zero Waste, metode ini memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dalam komunitas pesisir yang serupa. Materi sosialisasi yang disampaikan berkaitan dengan pengembangan kelompok usaha dan legalitas kelembagaan. Kegiatan PKM melibatkan mahasiswa MBKM yang akan melakukan pendampingan kelompok.
PENDAMPINGAN KELOMPOK “BERKAT USAHA” DALAM PRODUKSI KAMBAMBANG BERBAHAN RUMPUT LAUT EUCHEMA SPINOSUM SEBAGAI COOKIES HIGH FIBER RENDAH GLUTEN Henggu, Krisman Umbu; Katongu Retang, Elfis Umbu; Indah, Rambu Hada; Kolo, Yuliana; Wadu, Lenian Gede; Lapu, Robinson Umbu; Kalaway, Rambu Yetti; Bureni, Eman N
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi Wina Edisi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v3i1.442

Abstract

Rumput laut segar E. spinosum yang dipasarkan oleh ibu rumah tangga nelayan di Desa Tanamanang relatif murah yakni berkisar Rp.3.000-3500/kg. Namun, pemasaran tersebut mengalami keterbatasan peminat, cenderung musiman dan bergantung permintaan konsumen. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ialah keterbatasan sumber daya manusia dalam diversifikasi rumput laut E. Spinosum. Oleh sebab itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) berfokus pada pelatihan dan pendampingan kelompok ibu nelayan “Berkat Usaha” dalam diversifikasi rumput laut dan menghasilkan Kambambang sebagai Cookies High Fiber. Kegiatan PKMS telah dilakukan bulan Oktober 2022 dan menyasar kelompok Ibu Nelayan “Berkat Usaha” di Dusun Hanggaroru, Desa Tanamamang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dimulai dengan memberikan kuisioner, sosialisasi terkait upayah valorisasi rumput laut hingga dan pelatihan pembuatan Kambambang sebagai cookies high fiber. Pelatihan yang dilakukan ialah teknik pemilihan rumput laut, perendaman, perebusan, formulasi Kambambang, pemanggangan hingga pengemasan produk. Berdasarkan hasil PKMS, produksi Kambambang yang dilakukan saat pelatihan berlangsung memiliki kualitas baik (secara organoleptik) dan dapat dijual dalam skala UMKM. Kegiatan lain yang dilakukan ialah penyerahan alat dan bahan produksi Kambambang kepada kelompok sebagai bagian dari pendampingan dan pembinaan. Tingkat kepuasan mitra PKMS (kelompok berkat usaha) mencapai 80% atau sangat puas dan terbantu dengan pelatihan yang dilakukan.
PEMANFAATAN GARAM SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBUATAN PRODUK HALOTHERAPY DI SMKN 1 LAMBOYA SUMBA BARAT Meiyasa, Firat; Henggu, Krisman Umbu; Tega, Yatris Rambu; Ndahawali, Suryaningsih; Tarigan, Nurbety
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi Wina Edisi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v3i1.469

Abstract

Garam adalah salah satu komoditas perdagangan yang cukup penting dan Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah penghasil garam. Tingginya produksi garam di NTT tidak sejalan dengan mutu yang sesuai dengan SNI dan harga garam relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan di SMKN 1 Lamboya Sumba Barat. Adapun yang menjadi alasan pengabdian di lokasi ini adalah sekolah tersebut merupakan sekolah kejuruan yang berorientasi pada perikanan. Dengan demikian, tujuan dari kegiatan PkM ini adalah diharapkan siswa dan guru memiliki kompetensi terkait dengan pembuatan produk halotherapy dan mengetahui fungsi dan desain kemasan produk. Berdasarkan hasil dari kegiatan PkM di SMKN 1 Lamboya maka siswa dan guru mampu menerima materi yang diberikan oleh Tim PkM dengan dihasilkannya produk halotherapy dan juga desain kemasan untuk produk tersebut. Terlihat bahwa siswa dan guru sangat antusias dan berparisipasi dalam kegiatan PkM yang dilakukan oleh Tim dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Dengan demikian, dari hasil PkM ini memberikan pengaruh positif untuk siswa dan guru SMK Negeri 1 Lamboya.
Co-Authors Adung, Yules Retang Hugu Aldi Babu Taraparengu Alvia, Chintya Giba Amah, Astuti Bomba Amah, Emilia Ana Astuti Bomba Amah Ata Humba, Sarce Rambu Ayub U.I. Meko Banja Uru, Kristanti Rambu Banju, R. Adinda Hamba Behar, Ronaldus Putra Nggau Benu, Marlo J.R Benu, Marlon Jusak Rinaldy Berlian, Verlin Bureni, Eman N Bustami Ibrahim Dairu, Elmiana R. Sedu Danga, Neplin Yaku Dawa, Umbu P. L. Dingse Pandiangan Efran Yohanes Elfis Umbu Katongu Retang Elieser Irno Bulu Elsania Pandahuki Elvis Umbu Katongu Retang Eman N Bureni Eman N Bureni Emmy Syafitri Ester Ruly Nomleni Fajar Hariadi Ferlinus Rawa Ndihi Firat Meiyasa Hara, Yustina Kareri Hawur, Bertha Karanja Here, Adisthy Bunga Herman Hiwa Ngunju Idanti, Sri Indah, Rambu Hada Ivan Roberto Willy Jawang, Uska Peku Jodi, Jasin Umbu Kalaway, Rambu Yetti Kaleka, Legendaris Van Kapenga Tanahomba, Aprito Katongu Retang, Elfis Umbu Katonguretang, Elfis Umbu Laganguru, Shyren NM Lakawa, Oskar Landukura, Stevin Eben Haezer Lapu, Robinson Umbu Lede, Floris Irnanda Lenian Gede Wadu Loda Babang Amah, Serlia Louise Makatita, Audrey Luik, Renfred Lunga, Jesi Tenga Lusianus Heronimus Sinyo Kelen Marlon Jusak Rinaldy Benu Mbabu, Nikson Mehakati, Imanuel Umbu Taralandu Meissy Matulessy, Yoin Mesang, Selni Muri, Yanto Umbu Nahu, Yovinis Hungu Nalu, Noven Tinggi Nasution, Nur Azizah Nau, Rinto Tay Ratu Ndai Ngana, Desi Ratnasari Ndilu, Andreas Kahora Ngabi, Ronaldo Umbu Nggaba, Mayun Erawati Njanji, Askar Unha Nonci Lewi, Chening Noven Tinggi Nalu Noven Tinggi Nalu Nurbety Tarigan Nurdiansyah, Yopi Ovie Ningsih Pa, Meiling Sunoni Enjel Patimara, Yulius Domu Pebry Aisyah Putri Batubara Petrus Takanjanji Petrus Takanjanji Pipih Suptijah Pura, Fader Umbu Puti, Runia Madja Radjah, Yudha Gustial Rambu Fretty Clarita Ng. Djawa Rambu Fretty Nganggu Djawa Rambu Hada Indah Rambu Yetti Kalaway Ratu, Oksin Hama Retang, Elvis Umbu Katongu Retang, Gurun Kalinja riha, Yustina djati ana Rihi, Frisky Raja Robinson Umbu Lapu Robinson Umbu Lapu Robinson Umbu Lapu Samsiana Arsyad Septiani Rambu Lingga Septiani Rambu Lingga Shindy Hamidah Manteu Sihono Sihono Sribidanti Abbas Suryaningsih Ndahawali Takanjanji, Petrus Tamu Ina, Anita Umbu Domu Wora Wadu, Lenian Gede Welma Pesulima Wora, Umbu Domu Yaku Danga, Fetlines Rambu Yatris Rambu Tega Yatris Rambu Tega Yetris Rambu Tega Yewangu, Rivandi Yohanes, Efran Yopi Nurdiansyah Yopi Nurdiansyah Yopi Nurdiasyah Yudianto Ngaba Hamba Banju Yuliana Kolo Yunita Tamu Ina