Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Anesthetic Management Of Peritonitis And Septic Shock In Colorectal Cancer: A Case Report Rusli, Joseph; Sugiaman, Angela Mulyana; Gunadi, Julia Windi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.22461

Abstract

A 64-year-old male presented with signs of peritonitis, including severe abdominal pain, distension, and dehydration. Laboratory findings showed elevated inflammatory markers (leukocyte count: 19,500/mm³, C-reactive protein: 25 mg/dL), impaired renal function (serum creatinine: 2.1 mg/dL), and metabolic acidosis (pH: 7.25, lactate: 4.5 mmol/L). Imaging revealed a perforated rectal tumor with extensive peritoneal contamination. Emergency exploratory laparotomy was performed, involving tumor resection, colostomy formation, and peritoneal lavage. Hemodynamic instability due to septic shock was managed with norepinephrine to maintain blood pressure. Dobutamine was used to enhance cardiac output, while nitroglycerin supported coronary perfusion to prevent ischemic complications. Postoperatively, the patient required intensive care, including ventilatory support, fluid resuscitation, and tailored antibiotic therapy. Despite complications such as transient paralytic ileus, the patient was extubated on day five and discharged to the general ward by day ten. This case emphasizes the importance of early diagnosis, prompt surgical intervention, and personalized hemodynamic management in malignant-associated peritonitis. Multidisciplinary collaboration is critical to optimizing outcomes. Limitations of this case include its single-patient design. Further research should focus on advanced diagnostic tools and tailored resuscitation protocols to improve the management of similar cases.
The Differential Gene Expression of Squamous Cell Carcinoma Versus Basal Cell Carcinoma Highlights Oxidative Phosphorylation As A Potential Factor in Metastasis: A Single-Cell Gene Expression Analysis Study Soekmadji, Peter Nugraha; Sanjaya, Ardo; Tangano, Justin Javier; Gunadi, Julia Windi
Indonesian Journal of Cancer Vol 19, No 2 (2025): June
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v19i2.1264

Abstract

Background: Nonmelanoma skin cancer (NMSC) can be classified into basal (BCC) and squamous cell carcinoma (SCC). Combined, they rank 5th among the highest incidences of cancer in the world. Despite their low mortality rate, metastasis remains a significant concern. Basal cell carcinoma grows slowly and rarely metastasizes, unlike squamous cell carcinoma, which usually metastasizes when left untreated. However, it is currently unknown what influences their metastatic potential.Method: This research uses single-cell RNA expression data from the Gene Expression Omnibus database. The data will be preprocessed, normalized, and integrated before differential expression and enrichment analyses. Additionally, the 5 most upregulated genes in basal cell carcinoma compared to squamous cell carcinoma and vice versa will be discussed.Results: 165 genes highly expressed in BCC were identified and enriched, with the most significant enrichment for genes promoting apoptosis. We also identified 143 genes highly expressed in SCC, which had the most significant enrichment for genes involved in oxidative phosphorylation. The top 5 upregulated genes in BCC were KRT17, CXCL8, RPS17, CCL20, and IER3, and in SCC were KRT1, LY6D, FABP5, S100A8, and KRT10.Conclusion: We identified differentially expressed genes, including those related to oxidative phosphorylation and cell multiplication, which may help explain the varying behaviors of these cancers, particularly the higher metastatic potential of SCC. However, further research is needed to examine the effects of oxidative phosphorylation on these cancer cells.
Comparison of Global Rating Assessment Between Examiners and Simulated Patients on Communication Skills with OSCE Scores: Perbandingan Penilaian Global Rating Antara Penguji dan Pasien Simulasi Pada Keterampilan Komunikasi Dengan Nilai OSCE Waty, Wenny; Hutagalung, Albert Rodney; Tih, Fen; Sanjaya, Ardo; Gunadi, Julia Windi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2303

Abstract

Introduction: In the field of medical education, the evaluation process of communication and clinical skills training is known as Objective Structured Clinical Examination (OSCE). OSCE can be assessed using the global rating method, which is a method of subjective evaluation by examiners and standardized patients of student performance. Objective: The study aims to examine the relationship between the subjectivity of examiners and standardized patients in OSCE scores using the global rating method. Methods: The study involved 985 students from the Faculty of Medicine at Maranatha Christian University who participated in the Local OSCE from December 2021 until January 2022. Secondary data were analyzed using logistic regression in SPSS software and presented in tables and multivariate analysis. Results: The global rating assessment by examiners showed a significant relationship with OSCE scores (p<0.001), while the global rating assessment by standardized patients did not show a significant relationship with OSCE scores (p>0.05). This indicates that the evaluation by examiners has a greater influence on OSCE results compared to the assessment by standardized patients. Recommendations: More comprehensive training is needed for standardized patients in conducting assessments using the global rating method to minimize bias. Furthermore, future research is recommended to explore other factors that may influence OSCE assessments to improve the validity and reliability of the evaluation.
EFEK TERAPI ADJUVAN METFORMIN PADA KANKER KOLOREKTAL Pratono, Dono; Fidelia, Catrinne; Sanjaya, Ardo; Jasaputra, Diana Krisanti; Gunadi, Julia Windi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolorektal adalah suatu keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, atau keduanya. Angka kejadian kanker kolorektal menempati posisi ketiga dan menjadi penyebab kematian tersering kedua pada semua jenis kelamin. Pengobatan kanker kolorektal dengan agen kemoterapi tunggal, yaitu 5-fluorourasil atau kombinasi dengan oksaliplatin dan avastin dapat memberikan perbaikan penyakit, namun memberikan beberapa efek samping. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui mekanisme kerja obat metformin sebagai terapi adjuvan dalam menghambat pertumbuhan sel pada pasien kanker kolorektal. Metode yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode telaah pustaka, dengan mengumpulkan beberapa sumber tertulis melalui pencarian data yang di akses melalui Google scholar, Pubmed, Mendeley, dan Science direct. Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa terdapat beberapa mekanisme kerja obat metformin dalam menghambat proliferasi dan pertumbuhan sel, antara lain dengan aktivasi jalur AMPK, menurunkan jumlah insulin dan IGF, serta menurunkan ekspresi Inhibin βA (INHBA) yang pada akhirnya dapat menghambat mitosis sel. Simpulan dari telaah pustaka ini adalah metformin dapat dipilih menjadi terapi adjuvan dalam pengobatan kanker kolorektal karena banyaknya efek yang ditimbulkan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Melalui telaah pustaka ini diharapkan metformin dapat dimanfaatkan sebagai terapi adjuvan pasien kanker kolorektal baik pada saat ini maupun di kemudian hari. Kata kunci : kanker kolorektal, metformin, proliferasi sel DOI : 10.35990/mk.v7n4.p410-419
EFEK COVID-19 TERHADAP LARING Mangape, Hiro Salomo; Sihotang, Sharon Kolose; Sanjaya, Ardo; Gunadi, Julia Windi; Edwin, Christian
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang memiliki selubung single stranded Ribonucleic Acid (ss-RNA) yang menjadi penyebab penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Laring merupakan perbatasan saluran pernapasan dan saluran pencernaan sehingga mudah terkena infeksi COVID-19. Gangguan pada laring juga dapat terjadi akibat tindakan intubasi atau trakeostomi pada kasus COVID-19 derajat berat. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah mempelajari mekanisme terjadinya infeksi COVID-19 pada laring baik infeksi secara langsung maupun akibat tindakan intubasi atau trakeostomi. Pencarian dilakukan melalui PubMed dan google scholar dengan kata kunci “COVID-19”, “laring”, “intubasi”, dan “komplikasi pada laring”. Hasil tinjauan Pustaka menunjukkan bahwa laring memiliki reseptor terhadap trans-membrane protease serine 2 (TMPRSS2) dan angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). Infeksi laring terjadi ketika ACE2 berikatan pada permukaan luminal epitel saluran napas sehingga dapat menyebabkan gejala edema laring, sesak napas, stridor, dan disfonia. Penatalaksanaan pada kasus laring disesuaikan dengan etiologi dan manifestasi yang dihasilkan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kasus COVID-19 memang jarang bermanifestasi pada laring, namun komplikasi pada laring dan setelah penggunaan post-intubasi sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, komplikasi COVID-19 terhadap laring tetap harus dipantau. Kata kunci : ACE2, COVID-19, laring, TMPRSS2 DOI : 10.35990/mk.v7n1.p101-111
Literature Review: Pengaruh Zinc Terhadap Diabetes Gestasional Saiman, Erik Dwikurnia; Kwan, Clarissa; Sanjaya, Ardo; Gunadi, Julia Windi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.18155

Abstract

Tingginya kadar gula darah merupakan ciri dari diabetes, suatu kondisi metabolik. Ketika diabetes muncul pertama kali saat kehamilan, maka tipe spesifik ini disebut diabetes gestasional. Diabetes gestasional berefek buruk baik pada ibu maupun janin yang sedang dikandung. Kadar zinc pada pasien diabetes gestasional menurun dibandingkan wanita hamil yang sehat. Pemberian suplementasi zinc dipercaya dapat memperbaiki kondisi pasien diabetes gestasional. Studi pustaka ini bertujuan untuk membahas mengenai efek suplementasi zinc terhadap pasien diabetes gestasional. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel dengan kata kunci diabetes gestasional, kehamilan dan zinc dengan kriteria inklusi meliputi artikel dalam 10 tahun terakhir, akses teks lengkap, dalam bahasa Inggris. Ditemukan 5 penelitian yang membahas mengenai suplementasi zinc pada pasien diabetes gestasional. Studi pustaka ini menyimpulkan bahwa pemberian suplementasi zinc 30mg/hari selama 6-8 minggu dapat memperbaiki kondisi pasien diabetes gestasional, meskipun tidak semua penelitian menunjukkan adanya penurunan glukosa darah.