Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Identifikasi Determinan Kejadian Stunting Balita Usia 24–59 Bulan di Puskesmas Ilangata Kabupaten Gorontalo Utara Hatta, Herman; Franning Deisi Badu; Maesarah; Marselia Sandalayuk
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.93

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada balita. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 274 balita berusia 24–49 bulan yang dipilih menggunakan metode Simple Random Sampilng. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup riwayat berat badan lahir rendah BBLR, Riwayat Pemberian ASI Eksklusif. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total sampel 43 balita 16% mengalami stunting, sedangkan 231 balita, 84% tidak mengalami stunting. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara panjang badan lahir rendah PBLR dengan kejadian stunting p = 0.002 serta antara asupan protein dengan stunting p = 0.000. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara riwayat berat badan lahir rendah BBLR. p = 0.426 maupun riwayat pemberian ASI eksklusif p = 0.490 dengan kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor BBLR maupun pemberian ASI eksklusif bukan merupakan determinan utama yang memengaruhi kejadian stunting. Meskipun demikian, kedua faktor tersebut tetap penting untuk diperhatikan dalam upaya peningkatan status gizi anak secara umum, mengingat bukti-bukti dari studi lain yang menunjukkan pengaruhnya dalam jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Behavioral, environmental, and climatic factors associated with dengue hemorrhagic fever incidence in Limboto District, Gorontalo, Indonesia Sandalayuk, Marselia; Arda, Zul Adhayani; Hanapi, Sunarti; Hafid, Wahyuni; Pakaya, Ririn; Badu, Franning Deisi; Kanan, Maria; Sandalayuk, Daud; Baba, Julfa
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i5.119

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains endemic in Southeast Asia, with Indonesia reporting more than 131,000 cases and 1,135 deaths in 2022. In 2019, Gorontalo Province ranked fourth nationally in terms of incidence rate (101.53 per 100,000 population), with Gorontalo Regency accounting for 31.4% of the provincial cases in 2021. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of dengue fever in the Limboto Health Center Working Area, Gorontalo Regency, in 2022. A cross-sectional research design was used. The research was conducted from April to July 2022 in the working area of the Limboto Health Center. The population and sample were people who lived in Limboto District, with 124 respondents. Simple random sampling was used. The independent variables were knowledge, attitude, action, water reservoir, air temperature, air humidity, and occupancy density. The dependent variable was the incidence of dengue hemorrhagic fever. The research instruments used were questionnaires, observation sheets, and hygrometers. The data were processed using univariate and bivariate analyses with SPSS at the 95% confidence level (p<0.05). Among the 124 participants, 33.1% (n=41) reported DHF infection during the study period. Chi-square analyses revealed no statistically significant associations between DHF incidence and knowledge (p=0.499, χ²=0.456), attitudes (p=0.526, χ²=0.401), preventive actions (p=1.000, χ²=0.000), water storage practices (p=0.763, χ²=0.091), ambient temperature (p=0.688, χ²=0.161), humidity (p=1.000, χ²=0.000), or household density (p=0.788, χ²=0.072). All p-values exceeded the 0.05 significance threshold, indicating insufficient evidence to reject the null hypotheses. No factors were significantly associated with DHF incidence in this cross-sectional analysis.
Determinan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada Balita Hafid, Wahyuni; Sandalayuk, Marselia; Zees, Dwi Chantika
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3789

Abstract

Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 mencatat 5,2 juta kematian yang terjadi akibat penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Gorontalo paling rendah terdapat di Kota Gorontalo dengan imunisasi terendah terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sipatana yaitu 56,2%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor determinan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita di Awilayah kerja Puskesmas Sipatana. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross secsional, sampel pada penelitian ini adalah ibu balita yang melakukan imunisasi dengan jumlah 110 responden menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sipatana dari tanggal 5-24 Februari tahun 2024. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan datanya dianalisis menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini didapatkan imunisasi lengkap sebanyak 70 (63,6%) responden. Hasil analisis didapatkan bahwa variabel sikap ibu (p=0,025) dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0,044) memiliki hubungan dengan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita diwilayah kerja Puskesmas Sipatana. Sedangkan variabel sosial budaya (p=0,906), sosial ekonomi (p=0,809), pengetahuan ibu (p=1,000), serta dukungan keluarga (p=0,886) tidak memiliki hubungan dengan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita diwilayah kerja Puskesmas Sipatana. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang baik bagi ibu untuk kelengkapan imunisasi dasar pada balita, agar dapat mencegah dan mengurangi terjadinya penyakit akibat ketidaklengkapan imunisasi dasar.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKERANGAN DI DESA DILONIYOHU KABUPATEN GORONTALO nuryani, nuryani; Sandalayuk, Marselia; Hatta, Herman
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Februari 2021- Insan Cita: JurnaL Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.181 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i1.1391

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga  sebagai salah satu aspek penting dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan diselenggarakan dengan dengan desa mitra yakni Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni survey lokasi, kegiatan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan, pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan pelatihan dilakukan pengukuran pengetahuan dan diperoleh gambaran pengetahuan masyarakat terkait manfaat pemanfaatan lahan pekarangan 20% untuk peningkatan nilai ekonomi, 50% untuk peningkatan nilai kerjasama, 10% peningkatan nilai konservasi dan 20% peningkatan nilai ketahanan pangan. Kegiatan evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan pada masyarakat yang berdampak pada peningkatan ketersediaan sayuran tingkat rumah tangga serta peningkatan perekonomian masyarakat setempat.  Food is a primary human need, so it is an important aspect in ensuring the welfare of society. Community service activities in the form of community empowerment through optimizing the use of yards were held with partner villages, namely Diloniyohu Village, Boliyohuto District, Gorontalo Regency. This community empowerment activity was carried out in several stages, namely survey location, training about yard land use, mentoring on yard land use and evaluation of community service activities. In the training activities, knowledge measurement was carried out and an overview of the community's knowledge regarding the benefits of using yard land was carried out by 20% for increasing economic value, 50% for increasing the value of cooperation, 10% for increasing the value of conservation and 20% for increasing the value of food security. Evaluation activities show that there has been an increase in the use of yard land in the community which has an impact on increasing the availability of vegetables at the household level and increasing the economy of the local community. 
Peningkatan Perilaku Sehat Khususnya Cara Mencuci Tangan Pakai Sabun Dan Menggosok Gigi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Limboto Kelurahan Tilihuwa Kecamatan Limboto Pakaya, Ririn; Djafar, Lisa; Sandalayuk, Marselia; Paramata, Yeni; Hano, Yanti Hz
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Agustus 2020 - Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.423 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v2i2.1139

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering timbul pada usia anak sekolah yaitu gangguan perilaku, gangguan perkembangan fisiologis hingga gangguan dalam belajar dan juga masalah kesehatan umum. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat anak siswa SDN 21 Limboto Kelurahan Tilihuwa Kecamata Limboto Kabupaten Gorontalo, dalam penerapan personal hygiene yang baik dari mulai mencuci tangan sampai dengan menggosok gigi. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan tentang mencuci tangan serta menggosok gigi, setelah itu dilakukan praktek mencuci tangan dan menggosok gigi. Hasil yang diperoleh yaitu berupa peningkatan pemahaman, pengetahuan serta penerapan anak siswa SDN 21 Limboto cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar, sehingga dapat mengurangi angka kesakitan pada anak yang disebabkan tidak terlaksananya personal hygiene dengan baik. Kata kunci : Perilaku sehat,Mencuci Tangan, Menggosok Gigi
PEMANFAATAN DAUN KANGKUNG MENJADI KERUPUK KANGKUNG DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA ILOMANGGA, KECAMATAN TABONGO, KABUPATEN GORONTALO Sandalayuk, Marselia; Ernikawati, Ernikawati; Sandalayuk, Daud; Pakai, Algifar; Napu, Wahyu H.; Yunus, Reinaldi; Irni, Julaili; Junaidi, Koko
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v7i1.3913

Abstract

Water spinach is a plant that is a type of vegetable and is grown as food. Water spinach is widely sold in markets. Based on observations made, it shows that the local potential in llomangga Village is Sayur Kangkung. Most commonly found are kale vegetable farmers and kale vegetables have become the daily food of the llomangga community. Water spinach has become a consumer ingredient but its utilization is still lacking. For this reason, as a means of utilizing water spinach, Community Service College students process water spinach leaves into a material that is useful and has economic value. Like Kangkung Crackers. Keywords : Water spinach leaves, Community empowerment, Ilomangga
PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP BAGI UMKM KAWASAN AGROPOLITAN MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN PRODUK OLAHAN BERBASIS JAGUNG PULUT DI DESA MULYONEGORO, KECAMATAN PULUBALA, KABUPATEN GORONTALO Sandalayuk, Marselia; Junus, Dikson; Puspaningrum, Dian; Ernikawati, Ernikawati; Hatta, Herman; Hidayat, Andi Sahrul; Marada, Nurhayati; Ishak, Olfin; Ngabito, Meriyanti; Sandalayuk, Daud; Dumbela, Adam Muhajrin; Mamula, Aldi Irfan; Talib, Ahmad Julianto; Pulukadang, Ariani; Bango, Dea; Mako, Sri Rahayu; Anggriani, Dwi; Tondako, Inka Noverita; Lapapang, Nurlita; Bina, Siti Nur Fadillah T.
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v8i1.4544

Abstract

Glut corn is a local commodity with significant potential for development as a value-added food ingredient. However, limited product innovation, technical skills, and marketing strategies remain major challenges for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Mulonegoro Village, Pulubala District, Gorontalo Regency. This community service activity aims to describe the implementation of training in the production of glutinous corn-based processed products and assess its impact on increasing the capacity of MSMEs. The method used was a qualitative participatory approach through preparation, entrepreneurship training, and practice. Participants produced product innovations in the form of glutinous corn sticks, and demonstrated readiness to market their products independently. These findings confirm that local potential-based training can strengthen MSME motivation, increase product competitiveness, and open opportunities for village economic development. In conclusion, utilizing glutinous corn through diversified processed products not only supports the sustainability of MSMEs but can also be a strategy for economic empowerment based on local wisdom. Further research is recommended to explore digital marketing strategies and partnership models that can expand the reach of glutinous corn-based MSME products. Keywords : glutinous corn, msmes, training, processed products
Status Gizi dan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo Tahun 2020: Nutritional Status and Quality Life of the Elderly in the Work Area of Dungaliyo Puskesmas, Gorontalo Regency Sunarti Hanapi; Marselia Sandalayuk; Wahyuni Hafid; Fahira Dilapanga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.819 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1883

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada orang lanjut usia. Perubahan pada lansia terkait dengan penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, permasalahan kesehatan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup secara bermakna. Data Badan pusat statistika (BPS) Provinsi Gorontalo tahun 2017 jumlah lansia di Provinsi Gorontalo sebanyak 88,256 orang (7,55%) dari total jumlah penduduk. Data tahun 2020 lansia di Kecamatan Dungaliyo berjumlah 1.967 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi dan kualitas hidup lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Dungalio Kecamatan Dungaliyo, waktu penelitian bulan juni-juli 2021. Jumlah populasi 1.967 lansia dan menjadi sampel pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 322 menggunakan tehnik purposive random sampling, dengan menggunakan instrumen penelitian ini yaitu kuesioner dan menggunakan analisis penelitian univariat. Hasil: Untuk Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada satatus gizi normal berjumlah 158 orang (49%) dan terendah yang terendah status gizi kurang berjumlah 35 orang (10%). Kualitas hidup lansia paling tinggi terdistribusi pada kategori sedang yaitu berjumlah 313 orang (96,9%) sedangkan yang terendah ada pada kualitas hidup rendah yaitu berjumlah 0 orang (0%). Kesimpulan: Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada status gizi normal sedangkan kualitas hidup lansia paling tinggi terdistruibusi pada kualitas hidup sedang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA HUNTU SELATAN MELALUI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN EDUKASI SOSIAL Marada, Nurhayati; Junus, Onong; Rivandi Dengo, Moh.; Sandalayuk, Marselia; Tahir, Antika; Otaya, Yunita; Rahma Kadir, Siti; Marupa, Isra; Yulianti Wando, Nadya; Usman, Verdiansyah; Juniar Doholio, Muh.; A. Lingile, Ismail; Bunai , Oktopianus
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): Agustus 2026-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v8i2.5180

Abstract

Community empowerment is a crucial strategy for improving the quality of life in rural areas through capacity building, infrastructure development, and the enhancement of social awareness. This community service initiative aims to empower the residents of Huntu Selatan Village (Bulango Selatan District, Bone Bolango Regency) through infrastructure development and social education tailored to local needs. Key issues addressed include the maintenance of village facilities and infrastructure, limited access to information regarding higher education, low digital literacy, a lack of understanding concerning the risks of early marriage and legal aspects, limited health knowledge, and the underutilization of herbal plant potential. A participatory approach was employed, involving Universitas Gorontalo students (participating in the KKP program), village officials, schools, community leaders, youth groups, and the general public. The activity stages comprised field observation, needs identification, program planning, implementation, and monitoring and evaluation. Implemented programs included renovating village boundary markers, conducting campus introduction sessions, educating students on the wise use of gadgets, and holding awareness sessions on early marriage, legal matters, and health, as well as establishing a Village Herbal Corner. Results indicate improvements in village boundary markers, increased access to higher education information for 41 students, digital literacy education regarding gadget usage for 32 students, and heightened community understanding through sessions on early marriage, law, and health—each attended by approximately 50 participants. Additionally, a Village Herbal Corner was successfully established to serve as a hub for education and the utilization of herbal plants. Overall, the activities positively impacted community knowledge, awareness, concern, and participation in supporting village development. Sustaining the program requires the continued involvement of the village government and the community through facility maintenance, program management, and periodic monitoring and evaluation. Keywords: Community service, community empowerment, infrastructure development, social education.