Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

PENGARUH AIR LAUT SEBAGAI KOAGULAN AIR SUMUR GALI DALAM PENURUNAN KEKERUHAN, WARNA, TDS yusmidiarti, yusmidiarti
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.386 KB) | DOI: 10.32763/juke.v12i1.113

Abstract

Sumur gali merupakan sarana air bersih yang banyak digunakan masyarakat, Akan tetapi sumur gali mempunyai resiko pencemaran yang sangat tinggi berupa pengolahan air dilakukan secara konvensional yaitu dengan proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Koagulan memegang peranan cukup penting dalam pengolahan air bersih yaitu dalam hal menurunkan kekeruhan, total dissoloved solid (TDS) dan total suspended solid (TSS). Selain koagulan kimia, koagulan alami yang ada dilingkungan sekitar dapat dijadikan sebagai koagulan, salah satunya adalah air laut. Tujuan pemnelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penurunan kekeruhan, warna, dan TDS dengan menggunakan air laut sebagai koagulan pada proses koagulasi-flokulasi air sumur gali dengan variasi dosis 1%, 2%, 3%, dan 4% dari volume air sumur gali” . Penelitian ini dilakukan di Workshop Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, kemudian sampel hasil penelitian dikirim ke laboraturium BLH Kota Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan kadar kekeruhan, warna dan TDS. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (True Experimental) dengan desain Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian ini adalah air sumur gali masyarakat Rawa Makmur kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar kekeruhan, TDS dan warna mengalami penurunan sebesar  air sumur gali sebelum perlakuan dosis koagulan  air laut adalah sebesar 1,09 NTU; 45,25 mg/l dan 2,20 PtCo. Kesimpulan Ada perbedaan dosis koagulan 1 %, 2 %, 3 % dan 4 % terhadap penurunan kadar Kekeruhan, TDS dan Warna air sumur gali dengan p-value 0,002; 0,003; dan 0,014, Saran bagi masyarakat dapat menggunakan koagulan air laut sebagai koagulan alternatif dalam pengelolaan air bersih secara koagulasi-flokulasi untuk menurunkan parameter kekeruhan, TDS dan Warna air sumur gali.  
Pengaruh Air Laut Sebagai Koagulan Air Sumur Gali Dalam Penurunan Kekeruhan, Warna, TDS yusmidiarti yusmidiarti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.386 KB) | DOI: 10.32763/juke.v12i1.113

Abstract

Sumur gali merupakan sarana air bersih yang banyak digunakan masyarakat, Akan tetapi sumur gali mempunyai resiko pencemaran yang sangat tinggi berupa pengolahan air dilakukan secara konvensional yaitu dengan proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Koagulan memegang peranan cukup penting dalam pengolahan air bersih yaitu dalam hal menurunkan kekeruhan, total dissoloved solid (TDS) dan total suspended solid (TSS). Selain koagulan kimia, koagulan alami yang ada dilingkungan sekitar dapat dijadikan sebagai koagulan, salah satunya adalah air laut. Tujuan pemnelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penurunan kekeruhan, warna, dan TDS dengan menggunakan air laut sebagai koagulan pada proses koagulasi-flokulasi air sumur gali dengan variasi dosis 1%, 2%, 3%, dan 4% dari volume air sumur gali” . Penelitian ini dilakukan di Workshop Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, kemudian sampel hasil penelitian dikirim ke laboraturium BLH Kota Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan kadar kekeruhan, warna dan TDS. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (True Experimental) dengan desain Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian ini adalah air sumur gali masyarakat Rawa Makmur kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar kekeruhan, TDS dan warna mengalami penurunan sebesar air sumur gali sebelum perlakuan dosis koagulan air laut adalah sebesar 1,09 NTU; 45,25 mg/l dan 2,20 PtCo. Kesimpulan Ada perbedaan dosis koagulan 1 %, 2 %, 3 % dan 4 % terhadap penurunan kadar Kekeruhan, TDS dan Warna air sumur gali dengan p-value 0,002; 0,003; dan 0,014, Saran bagi masyarakat dapat menggunakan koagulan air laut sebagai koagulan alternatif dalam pengelolaan air bersih secara koagulasi-flokulasi untuk menurunkan parameter kekeruhan, TDS dan Warna air sumur gali.