Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Mindfulness Therapy to Lower the Tendency to Fear of Missing Out (FoMo) Lisda Sofia; Rina Rifayanti; Putri Rizki Amalia; Louise Monica Kurnia Gultom
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.328 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.2018

Abstract

This research was conducted to decide the effectiveness of mindfulness therapy in reducing the tendency of fear of missing out (FoMO) for Z generation who are active in using social media Instagram. This study used a research design in the form of a two-group pre-test post-test design. The subjects in this study were 16 generation Z Instagram users who were divided into two groups, namely 8 Z generation of Instagram users who were included in the experimental group and 8 generation Z Instagram users who were included in the control group. Measurement of the fear of missing out (FoMO) tendency experienced by research subjects was measured using the fear of missing out (FoMO) scale adapted. The data analysis used in this study was the Wilcoxon test and the Mann-Whitney U Test using SPSS 26 for Windows software. The results of the analysis obtained using the Wilcoxon test by comparing the score of fear of missing out (FoMO) in the experimental group between before and after giving mindfulness therapy treatment showed a value of Z = -2.384 and a value of p = 0.017 (p less than 0.05), which means that there is a difference fear of missing out (FoMO) scores before and after being given mindfulness therapy, so there was a significant decrease in fear of missing out (FoMO) after being given mindfulness therapy. Based on the results of the analysis using the Mann-Whitney U Test, the value of Z = -1.481 and the p value = 0.139 (p more than 0.05), which means that there is no difference in the level of fear of missing out (FoMO) between the experimental group given mindfulness therapy treatment and the control group who did not. given mindfulness therapy treatment.Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas mindfulness therapy dalam mengurangi kecenderungan fear of missing out (FoMO) bagi generasi Z yang aktif menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa desain pre-test post-test dua kelompok. Subjek dalam penelitian ini adalah 16 pengguna Instagram generasi Z yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 8 pengguna Instagram generasi Z yang masuk dalam kelompok eksperimen dan 8 pengguna Instagram generasi Z yang masuk dalam kelompok kontrol. Pengukuran kecenderungan fear of missing out (FoMO) yang dialami subjek penelitian diukur menggunakan skala fear of missing out (FoMO) yang disesuaikan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon dan Uji U Mann-Whitney menggunakan SPSS 26 untuk software Windows. Hasil analisis yang diperoleh dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan membandingkan skor fear of missing out (FoMO) pada kelompok eksperimen antara sebelum dan sesudah pemberian perlakuan mindfulness therapy menunjukkan nilai Z=-2,384 dan nilai p=0,017 (p kurang dari 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor fear of missing out (FoMO) sebelum dan sesudah diberikan mindfulness therapy, jadi ada penurunan yang signifikan dalam fear of missing out (FoMO) setelah diberi terapi mindfulness. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Mann-Whitney U Test, nilai Z = -1,481 dan nilai p = 0,139 (p lebih dari 0,05), yang berarti tidak ada perbedaan tingkat fear of missing out (FoMO) antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan mindfulness therapy dengan kelompok kontrol yang tidak. diberikan perlakuan mindfulness therapy.
Financial Quotient Generasi Z: Lifestyle Exposure dan Strategi Manajemen Risiko dalam Penggunaan Pinjaman Online Firnando, Jefri; Rahmadani, Salwa Azzahra; Sejati, Risky Arum; Salzabillah, Ananda Zakiyyah; Rahma, Syahda Nabila; Sofia, Lisda

Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.5638

Abstract

Generasi Z sering lebih memilih gaya hidup daripada mengelola keuangan untuk masa depan, yang menyebabkan mereka cenderung mencari pinjaman online sebagai solusi instan untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep paparan gaya hidup dan manajemen risiko secara teoritis pada Generasi Z dan merumuskan strategi untuk menghadapi implikasi penggunaan pinjaman online diantaranya. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 6 subjek yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, pinjaman online terbukti sangat efektif dalam menarik perhatian pengguna yang mencari solusi keuangan yang cepat dan praktis, memanfaatkan media digital untuk menciptakan ilusi kenyamanan. Namun, kenyamanan ini sering disertai dengan kurangnya pemahaman tentang risiko tidak membayar tepat waktu, yang dapat menyebabkan dampak psikologis dan sosial seperti stres, kecemasan, dan rasa malu. Subjek kurang mampu mengidentifikasi risiko secara efektif, meskipun subjek menyadari bahaya pinjaman online. Solusi yang diusulkan adalah meminjam dari kerabat dan membuat skala prioritas, yang mencerminkan upaya untuk mengurangi risiko dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan Generasi Z memperbaiki gaya hidup serta mengurangi risiko finansial yang terkait dengan penggunaan pinjaman online secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Intimacy in Teenage Roleplay Players Problematic Internet Use Judging from Loneliness Factors Adawiah, Rabiah; Sofia, Lisda; Rasyid, Miranti
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.12308

Abstract

This study aims to determine the effect of loneliness and intimacy on problematic internet use among adolescent roleplay players. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 200 roleplay players selected through purposive sampling technique. The measuring instrument used in this study used a loneliness scale, intimacy scale, and problematic internet use scale. The data analysis technique used multiple model regression statistical test. The results showed that: (1) There was a significant effect between loneliness and intimacy on problematic internet use, with F count = 27,864 > F table = 3.04, R square = 0.509, and p = 0.000. The influence contribution (R2) of loneliness and intimacy on problematic internet use is 0.509; (2) There is a significant effect between loneliness and problematic internet use, namely the value of beta (β) = 0.551, t count = 2.785 > t table = 1.972, and p = 0.000. Then on intimacy with problematic internet use, it shows that there is a significant effect with the value of beta (β) = 0.293, th count = 1.993 > t table = 1.972, and p = 0.000. The rapid development of the internet makes it easier for users to access social media, one of which is teenagers. Excessive use of the internet can result in problematic internet use, namely the multidimensional syndrome. One of the factors that influence PIB is loneliness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian dan intimasi terhadap penggunaan internet bermasalah pada remaja pemain roleplay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 200 orang pemain roleplay dipilih melalui teknin purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kesepian, skala intimasi, dan skala penggunaan internet bermasalah. Teknik analisa data menggunakan uji statistik regresi model berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian dan intimasi tehadap penggunaan internet bermasalah yaitu dengan nilai F hitung = 27.864 > F tabel = 3.04, R square = 0.509, dan p = 0.000. Kontribusi pengaruh (R2) kesepian dan intimasi terhadap penggunaan internet bermasalah sebesar 0.509; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian dengan penggunaan internet bermasalah yaitu nilai beta (β) = 0.551, t hitung = 2.785 > t tabel = 1.972, dan p = 0.000. Kemudian pada intimasi dengan penggunaan internet bermasalah menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dengan nilai beta (β) = 0.293, th hitung = 1.993 > t tabel = 1.972, dan p = 0.000. Adanya perkembangan pesat pada internet memudahkan para penggunanya untuk mengakses media sosial, salah satunya remaja. Penggunaan internet yang berlebihan dapat mengakibatkan penggunaan internet bermasalah, yaitu sindrom multidimensional. Salah satu faktor yang memengaruhi PIB adalah kesepian.
Financial Quotient Generasi Z: Lifestyle Exposure dan Strategi Manajemen Risiko dalam Penggunaan Pinjaman Online Firnando, Jefri; Rahmadani, Salwa Azzahra; Sejati, Risky Arum; Salzabillah, Ananda Zakiyyah; Rahma, Syahda Nabila; Sofia, Lisda
ILMU PSIKOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.5638

Abstract

Generasi Z sering lebih memilih gaya hidup daripada mengelola keuangan untuk masa depan, yang menyebabkan mereka cenderung mencari pinjaman online sebagai solusi instan untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep paparan gaya hidup dan manajemen risiko secara teoritis pada Generasi Z dan merumuskan strategi untuk menghadapi implikasi penggunaan pinjaman online diantaranya. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan mewawancarai 6 subjek yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, pinjaman online terbukti sangat efektif dalam menarik perhatian pengguna yang mencari solusi keuangan yang cepat dan praktis, memanfaatkan media digital untuk menciptakan ilusi kenyamanan. Namun, kenyamanan ini sering disertai dengan kurangnya pemahaman tentang risiko tidak membayar tepat waktu, yang dapat menyebabkan dampak psikologis dan sosial seperti stres, kecemasan, dan rasa malu. Subjek kurang mampu mengidentifikasi risiko secara efektif, meskipun subjek menyadari bahaya pinjaman online. Solusi yang diusulkan adalah meminjam dari kerabat dan membuat skala prioritas, yang mencerminkan upaya untuk mengurangi risiko dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan Generasi Z memperbaiki gaya hidup serta mengurangi risiko finansial yang terkait dengan penggunaan pinjaman online secara lebih bijak dan bertanggung jawab.