Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Transformational Leadership with Trust in Balikpapan City Leaders in Balikpapan City Millennials Wahyuningdias, Khofifah; Sofia, Lisda; Rahmah, Dian Dwi Nur
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7241

Abstract

This research aims to find out the relationship of transformational leadership with trust in the leaders of Balikpapan City (study in the millennial generation of Balikpapan City). This research uses a quantitative approach. The subjects of this study were 400 millennials in Balikpapan who were selected using simple random sampling techniques. The data collection method used is the scale of trust in leaders and transformational leadership. The collected data was analyzed with the Pearson Product Moment analysis test. The results of this study show that there is a positive and significant relationship between transformational leadership and trust in leaders who with r count = 0.852 > r table = 0.082 and values p = 0.000 < 0.050. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepercayaan kepada pemimpin Kota Balikpapan (studi pada generasi milenial Kota Balikpapan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 400 orang generasi milenial di Balikpapan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepercayaan kepada pemimpin dan kepemimpinan transformasional. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan kepercayaan kepada pemimpin yang dengan r hitung = 0,852 > r tabel = 0,082 dan nilai p = 0,000 < 0,050.
Ketakutan Akan Kehilangan Momen (FoMo) Pada Remaja Kota Samarinda Akbar, Rizki Setiawan; Aulya, Audry; psari, Adra A; Sofia, Lisda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v7i2.2404

Abstract

Sebagai generasi yang tumbuh dalam era kemajuan internet dan digital, remaja generasi milenial merupakan remaja yang selalu terhubung satu sama lain. Tingginya tingkat penggunaan media sosial pada remaja tersebut membuat mereka menjadi kelompok yang paling terpapar oleh apa yang dilakukan teman, kera-bat dan keluarganya. Hal tersebut memicu mereka untuk terus terhubung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain melalui dunia maya sehingga menimbulkan kegelisahan pada diri mereka dan berujung pada sebuah ketakutan, yaitu ketakutan untuk kehilangan momen. Fenomena tersebut disebut dengan FoMO (Fear of Missing Out). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketakuan akan kehilangan momen (FoMo) pada remaja awal di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara skala FOMO. Subjek dan informan penelitian ini sebanyak 8 orang yaitu remaja yang mengalami ketakutan akan kehilangan moment berdasarkan skala FOMO yang telah diisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketakutan akan kehilangan momen pada remaja awal kota Samarinda muncul karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis akan relatedness dan self, yaitu individu yang tidak memiliki kedekatan dengan orang lain dan merasa kurang nyaman atau tidak dapat memenuhi keinginan dirinya sendiri.
Musik Tingkilan Dalam Emotional Healing Therapy Sebagai Upaya Meningkatkan Authentic Happiness Sofia, Lisda; Devi, Alifia Justitia; Wahdaniah, Wahdaniah; Pertiwi, Gayatri Adhicipta
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v7i1.2388

Abstract

Sebagai generasi peralihan dari remaja ke dewasa, generasi Z memiliki keunikan dalam menggam-barkan diri mereka sendiri. Generasi Z termasuk golongan yang dilahirkan pada tahun 1998 hingga 2009. Generasi Z dengan penyesuaian diri yang buruk cenderung paling tidak bahagia, hingga secara perlahan berku-rang ketika dapat mengatasi masalah tersebut, maka periode ketidakbahagiaan juga akan berkurang. Ketidakba-hagiaan pada generasi ini menjadi suatu permasalahan yang harus dibahas. emotional healing therapy juga dapat membantu individu mengeluarkan berbagai emosi baik marah, sedih dan gembira yang tidak dapat di ungkapkan. Pada proses ini individu diajak untuk menerima dan memaafkan segala yang telah terjadi di dalam hidup. Begitu pula dengan musik tingkilan, yang dimana tingkilan adalah pengisi waktu senggang dan sebagai rangkaian kegembiraan serta dimainkan untuk menghibur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pening-katan authentic happiness setelah mendengarkan musik tingkilan dan melakukan emotional healing therapy pada mahasiswa Universitas Mulawarman. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Samarinda dengan jumlah sampel 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen. Alat ukur yang digunakan skala authentic happiness dengan skala model likert. Dapat diketahui bahwa authentic happiness setelah diberikan perlakuan emotional healing therapy menunjukan nilai t = -1.833 dan p = 0.421 yang artinya tidak ada peningkatan authentic happiness setelah diberikan emotional healing therapy. Kemudian diketahui bahwa authentic happiness setelah diberikan perlakuan mendengarkan musik tingkilan menunjukan nilai t = -1.064 dan p = 0.305 yang artinya tidak ada peningkatan authentic happiness setelah diberikan mendengarkan musik tingkilan.
Tinjauan Beban Kerja terhadap Keterikatan Kerja Tenaga Honorer yang Bekerja Tiada Henti di Masa Pandemi Karhani, Muna; Adriansyah, Muhammad Ali; Sofia, Lisda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7983

Abstract

Honorary workers have an excessive workload during Covid-19 which cause their work engagement decrease. This study aimed to determine the relationship between workload and work engagement during the Covid-19 on honorary workers. This study used a quantitative approach. The method of data collection was by interviewing and distributing questionnaire to respondents. Total population and samples were 906 and 100 honorary workers of Mulawarman University. Data analysis were done by correlation testing of Pearson Product Moment. There was a negative relationship between workload and work engagement during the Covid-19 on honorary workers (r count = -0.621 > r table = 0.195 and p = 0.000 < 0.050). Honorary workers should develop their character and ability to increase the work engagement through activities held by leaders (such as education, training, and capacity building) and the leaders provide reward for work performance. Tenaga honorer memiliki beban kerja yang berlebih saat Covid-19 yang menyebabkan keterikatan kerjanya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan keterikatan kerja di masa Covid-19 pada tenaga honorer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada responden. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 906 dan 100 tenaga honorer Universitas Mulawarman.  Analisa data dengan melakukan uji korelasi Pearson Product Moment. Terdapat hubungan negatif antara beban kerja dan keterikatan kerja di masa Covid-19 pada tenaga honorer (r hitung = -0,621 > r tabel = 0,195 dan p = 0,000 < 0,050). Tenaga honorer sebaiknya mengembangkan karakter dan kemampuan untuk meningkatkan keterikatan kerja melalui kegiatan yang diadakan pimpinan (seperti pendidikan, pelatihan, dan capacity building) dan pimpinan memberikan reward atas prestasi kerja.
Efektivitas Model Intervensi Penanggulangan Kebakaran Di Kota Samarinda Adriansyah, Muhammad Ali; Sultan, Muhammad; Sofia, Lisda; Oktavianti, Bramantika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v3i2.2247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rancangan model intervensi program penanggulangan pencegahan kebakaran yang bersifat menyeluruh dan menitikberatkan pada pencapaian ketergugahan kesadaran masyarakat (domain afektif) masyarakat dalam penanggulangan kebakaran tingkat rumah tangga di Kota Samarinda. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bandara yang terdiri atas 29 rukun tangga dengan masing-masing perwakilan 2 orang responden dengan total subyek penelitian sebanyak 60 orang. Penelitian dilaksanakan selama dua hari dengan pemberian pre tes dan pos tes serta pembekelan pengetahuan akan kebakaran, dampak kebakaran, penanggulan kebakaran, dan pemutaran vidio. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara intervensi program penanggulangan pencegahan kebakaran terhadap ketergugahan kesadaran masyarakat (domain afektif) dalam penanggulangan kebakaran tingkat rumah tangga di Kelurahan Bandara Kota Samarinda diterima dengan F = 16.311 dab p = 0.000 < 0.050. Kemudian pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 100 persen dalam intervensi penanggulangankebakaran.
Gambaran Pemaafan Pada Korban Perundungan Hanifah, Putri; Sofia, Lisda; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7616

Abstract

This study aims to determine the background of bullying experienced by victims, the stages of forgiving, factors that affect forgiving, and the impact experienced by victims. The subjects in this study were early adults who had experienced bullying. Type of qualitative research with the method of interpretive phenomenological analysis.  The data collection methods used are interviews and observations. The subjects of the study were selected using purposive sampling techniques. The data analysis techniques used are by preparing data, reading the entire data, coding data, applying coding results, presenting themes in the form of narratives, and interpreting / interpreting data. The results showed that RD, FZ, LK, and SM subjects experienced bullying in physical, verbal, social, and cyber/electronic forms. The stages of forgiving passed by the subject are avoidance motivation, revenge motivation, and benevolence motivation. Factors affecting the forgiving in the subject are the religiosity factor and the relationship quality factor. The impact of bullying experienced by the subject is in the form of psychological problems, physical problems, physiological problems, and the impact of connecting problems.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perundungan yang dialami oleh korban, tahapan pemaafan, faktor yang mempengaruhi pemaafan, serta dampak yang dialami oleh korban. Subjek dalam penelitian ini adalah dewasa awal yang pernah mengalami perundungan. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis fenomenologis interpretatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu dengan mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, meng-coding data, menerapkan hasil coding, menyajikan tema-tema dalam bentuk narasi, dan melakukan interpretasi/memaknai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek RD, FZ, LK, dan SM mengalami perundungan dalam bentuk fisik, verbal, sosial, dan cyber/elektronik. Tahapan pemaafan yang dilalui oleh subjek adalah avoidance motivation, revenge motivation, dan benevolence motivation. Faktor yang mempengaruhi pemaafan pada subjek adalah faktor religiusitas dan faktor kualitas hubungan. Dampak perundungan yang dialami oleh subjek berupa permasalahan psikologis, permasalahan fisik, permasalahan fisiologis, dan dampak permasalahan hubungan.
Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Keharmonisan Keluarga Pada Dewasa Awal Putri, Ega Riana; Sofia, Lisda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i2.5983

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan tingginya angka perceraian di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah wanita dewasa awal di Provinsi Kalimantan  Timur sebanyak 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sample. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala kematangan emosi dan skala religiusitas. Skala tersebut disusun dengan skala model likert dan teknik analisa data penelitian ini menggunakan uji regresi ganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi dan religiusitas terhadap keharmonisan kelaurga pada dewasa awal di Provinsi Kalimantan Timur dengan nilai signifikansi p = 0.000, F = 89.524 dan R2 = 0.649. Pada kematangan emosi terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.374, t = 5.449 dan nilai p = 0.000. Pada religiusitas terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga dengan nilai beta = 0.557, t = 8.116 dan nilai p = 0.000.
Optimisme dan Posttraumatic Growth Pada Istri yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga Anggraeni, Rara; Sofia, Lisda; Adriansyah, Muhammad Ali
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v9i3.6457

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana optimisme dan proses terjadinya posttraumatic growth pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga di samarinda. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan subjek berdasarkan ciri-ciri yang memenuhi tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggumakan observasi dan wawancara mendalam, serta data dokumentasi yang terkait dengan subjek yaitu istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga di Samarinda. Subjek KW, HF, dan N menunjukkan aspek optimisme permanensi, personalisasi, dan pervasivness. Ketiga subjek juga menunjukkan peningkatan kekuatan dalam diri, kemungkinan-kemungkinan baru, penghargaan dalam hidup, peningkatan spiritual and hubungan dengan orang lain. The purpose of this study is to see how optimism and the process of posttraumatic growth occur in wives who experience domestic violence in Samarinda. Researchers used qualitative research with a case study approach. The study used a purposive sampling technique, namely the selection of subjects based on characteristics that meet predetermined goals. The data collection method in this study uses in-depth observation and interviews, as well as documentation data related to the subject, namely the wife who experiences domestic violence in Samarinda. Subjects KW, HF, and N showed aspects of optimism on permanence, personalization, and pervasiveness. The three subjects also showed increased personal strength, new possibilities, appreciation of life, spiritual development and relating to others.
How Tough Are Pencak Silat Student Athletes in the Face of Burnout Mardiana, Lisna; Sofia, Lisda; Ramadhani, Ayunda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9040

Abstract

Student athlete in a dormitory is certainly a challenge because they are must to balance academic achievements and non-academic. These all challenges and demands become stressors that lead to burnout in pencak silat athletes, for that hardiness is needed to overcome the burnout. The purpose of this study is to see how hardiness describes pencak silat athletes who experience burnout. The subjects of this study were pencak silat athletes from SKOI East Kalimantan experiencing burnout. In data collection methods, researchers used in-depth interviews and observation data collection techniques. The toughness possessed by student pencak silat athletes is illustrated by their responsibility to complete a heavy training program, being able to overcome pressure in competing, viewing defeat as an opportunity to develop, being able to follow the rules and regulations in SKOI East Kalimantan. This is driven by the mastery of experience as a student martial arts athlete and the support of parents. This research can be used as evaluation for development of student martial arts athletes, especially those in the dormitory.Atlet pelajar yang berada di asrama tentu memiliki tantangan tersendiri karena dituntut untuk dapat menyeimbangkan prestasi akademik dan non akademik. Tantangan ini seringkali menjadi stresor yang mengakibatkan terjadinya burnout pada atlet pencak silat, untuk itu dibutuhkan ketangguhan untuk mengatasi burnout. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran ketangguhan pada atlet pencak silat yang mengalami burnout. Subjek penelitian ini adalah atlet pencak silat SKOI Kaltim yang mengalami burnout. Pada metode pengambilan data, peneliti menggunakan teknik pengambilan data wawancara mendalam dan observasi. Ketangguhan yang dimiliki oleh atlet pencak silat pelajar digambarkan dengan adanya tanggung jawab untuk menyelesaikan program berat latihan, mampu mengatasi tekanan dalam bertanding, memandang kekalahan sebagai peluang untuk berkembang, mampu mengikuti aturan dan ketentuan yang ada di SKOI Kaltim. Hal ini didorong oleh adanya penguasaan pengalaman sebagai atlet pencak silat pelajar dan adanya dukungan dari orang tua. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pengembangan atlet pencak silat pelajar khususnya yang berada di asrama.
Emotional Exhaustion in Late Students Who Are Working in Maintaining Work-Life Balance Istikhomari, Istikhomari; Kristanto, Andreas Agung; Sofia, Lisda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.9011

Abstract

Students in their development are still trying to find careers that suit themselves, trying to find their own identity, and have a lifestyle according to their desires by working somewhere. Working final students have the responsibility to complete the thesis according to the stipulated time and complete the demands of their work. So, to understand this phenomenon, we will examine the relationship between work-life balance and emotional fatigue in final students who are working. This study aimed to assess the close relationship between work-life balance and emotional burnout. The study was conducted through a quantitative approach with data collection using emotional burnout scale and work-life balance scale. The respondents in this study were 57 final students at Mulawarman University who were working. The study used non-probabiity sampling techniques with purposive sampling methods. Then, the data obtained were analyzed using the Pearson Correlation analysis test. The results of this study showed that there was a negative relationship between work-life balance and emotional fatigue, namely obtained r = -0.291 and p = 0.028 (p < 0.05). This means that the lower the work-life balance, the higher the emotional fatigue experienced. Based on the results of the research obtained, the advice from this study is that the subject can manage a balanced time between personal life and work done by getting enough rest, spending time with family and friends, taking time to please yourself, and not staying up late to complete tasks.Mahasiswa dalam perkembangannya masih berusaha mencari karir yang sesuai dengan dirinya, berusaha menemukan identitas mereka sendiri, dan memiliki gaya hidup sesuai keinginan mereka dengan cara bekerja di suatu tempat. Mahasiswa akhir yang bekerja memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan skripsi sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan menyelesaikan tuntutan pekerjaan mereka. Sehingga, untuk memahami fenomena tersebut akan diteliti hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional pada mahasiswa akhir yang sedang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keeratan hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala kelelahan emosional dan skala keseimbangan kehidupan kerja. Responden dalam penelitian ini sebanyak 57 mahasiswa akhir di Universitas Mulawarman yang sedang bekerja. Penelitian menggunakan teknik non probabiity sampling dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis Pearson Correlation. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kelelahan emosional yaitu diperoleh nilai r = -0.291 dan p = 0.028 (p < 0.05). Artinya semakin rendah keseimbangan kehidupan kerja maka semakin tinggi kelelahan emosional yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran dari penelitian ini adalah subjek mampu mengatur waktu yang seimbang antara kehidupan pribadi dan pekerjaan yang dilakukan dengan cara beristirahat yang cukup, meluangkan waktu bersama keluarga dan teman, meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, dan tidak bergadang untuk menyelesaikan tugas.