Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Komunikasi Interpersonal untuk Komunikasi Efektif Lisda Sofia; Maulidya Shalzabila Indah; Arina Sabila; Stefanny Ayu Danny Mulyanto
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020): Volume 2, Nomor 1 Juni Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i1.3826

Abstract

Komunikasi menjadi sebuah media yang digunakan individu sebagai mahluk sosial untuk mempermudah berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan komunikasi menjadi salah satu kemampuan yang diperlukan untuk menunjang profesi satpam dalam bidang keamanan. Satpam harus selalu siap untuk berkomunikasi dengan lingkungannya, baik itu terhadap masyarakat umum, atasan, rekan kerja, teman dekat, dan keluarga. Kemampuan komunikasi dianggap penting bagi satpam karena mereka harus paham cara bernegoisiasi, menangani dan mengendalikan situasi. Dari penggunaan komunikasi, komunikasi interpersonal dapat dikatakan menjadi kemampuan yang akan berguna bagi satpam. Terutama bila yang diharapkan adalah terjadinya komunikasi efektif, maka komunikasi interpersonal menjadi salah satu metode yang bisa mencapai tujuan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan komunikasi yang efektif pada lingkungan masyarakat utamanya pada satuan pengaman GADA PRATAMA Kalimantan Timur.
Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup Lisda Sofia; Ayunda Ramadhani; Elda Trialisa Putri; As`liyanti Nor
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2 Desember Tahun 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v2i2.4969

Abstract

Pandemi covid-19 menjadi permasalahan salah satunya adalah keadaan untuk adaptasi kebiasaan baru menuntut individu untuk terus dapat meningkatkan kemampuan bertahan di keadaan saat ini. Belajar dari rumah dapat menjadi suatu hal yang positif namun bisa menjadi hal yang negatif tergantung pemaknaannya, ditambah banyaknya kondisi saat ini yang tidak menentu dan mengalami banyak perubahan. Keadaan seperti hal tersebut sehingga memunculkan banyak sekali pemikiran negatif dan masyarakat menjadi overtinking. Melihat fenomena tersebut maka dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan seminar secara daring (webinar) mengelola overtinking untuk meraih kebermaknaan hhidup. Tujuan dari seminar daring ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaiamana mengelola overtinking agar terhindar dari pemikiran yang berlebihan. Hasil analisis data ditemukan nilai sig (p) = 0.000 (p < 0.05) hal ini bermakna bahwa terdapat perbedaan antara pretest dengan pos test, hal tersebut dilihat dari adanya kenaikan nilai mean skor pretest sebelum webinar sebesar 34.55 mengalami kenaikan menjadi 40.83 setelah mengikuti webinar mengolah overthinking untuk meraih kebermaknaan hidup.
GAMBARAN PERILAKU DISIPLIN BERLALU LINTAS DAN PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN NASIONAL KOTA SAMARINDA Tiopan Herny Manto Gultom; Lisda Sofia; Tri Tjahjono; Sonya Sulistyono
Journal of Indonesia Road Safety Vol 2 No 1 (2019): Journal of Indonesia Road Safety
Publisher : Traffic Accident Research Center, Indonesia Traffic Police Corps and University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/korlantas-jirs.v2i1.15044

Abstract

Study-the purpose of this is to find out how the level of traffic discipline behavior and the factors that cause it to occur on the national road Samarinda City in 2019 East Kalimantan Province. Research using mixed methods research. Quantitative research methods used are descriptive survey types, while qualitative uses the case study type. The data collection method in this study uses a scale of traffic discipline behavior and documentation obtained from the Samarinda Police Traffic Unit. The survey results showed that the research subjects tended to have the most dominant traffic discipline behavior in the high category, with as many as 203 respondents or around 60.4 percent. If you see the results of the documentation, the cause was then caused by several factors. First, the aspect of the lack of individual rider quality. Second, the aspect of lack of vehicle structuring. Third, the lack of awareness of the arrangement of roads and traffic signs. This can be concluded and in accordance with the documentation data only and then that the main factor causing an accident then is the human factor. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana gambaran tingkat perilaku disiplin berlalu lintas dan faktor penyebab laka lantas yang terjadi di jalan nasional Wilayah Kota Samarinda tahun 2019 Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods research). Metode penelitian kuantitatif yang digunakan adalah tipe survey deskriptive sedangkan kualitatif menggunakan tipe studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku disiplin berlalu lintas dan dokumentasi yang didapatkan dari unit Laka Lantas Polresta Samarinda. Hasil penelitian survey menunjukkan bahwa subjek penelitian cenderung memiliki perilaku disiplin lalu lintas yang paling dominan berada pada kategori tinggi dengan sebanyak 203 responden atau sekitar 60.4 persen. Jika dilihat hasil dokumentasi, penyebab laka lantas disebabkan beberapa faktor. Pertama, aspek kurangnya kualitas individu pengendara. Kedua ,aspek kurangnya penataan kendaraan. Ketiga, kurangnya kesadaran untuk berhati-hati di jalan raya. Oleh sebab itu dapat disimpulkan faktor utama penyebab terjadinya laka lantas adalah faktor manusianya.
Gambaran Pemaafan Pada Korban Perundungan Putri Hanifah; Lisda Sofia; Ayunda Ramadhani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7616

Abstract

This study aims to determine the background of bullying experienced by victims, the stages of forgiving, factors that affect forgiving, and the impact experienced by victims. The subjects in this study were early adults who had experienced bullying. Type of qualitative research with the method of interpretive phenomenological analysis.  The data collection methods used are interviews and observations. The subjects of the study were selected using purposive sampling techniques. The data analysis techniques used are by preparing data, reading the entire data, coding data, applying coding results, presenting themes in the form of narratives, and interpreting / interpreting data. The results showed that RD, FZ, LK, and SM subjects experienced bullying in physical, verbal, social, and cyber/electronic forms. The stages of forgiving passed by the subject are avoidance motivation, revenge motivation, and benevolence motivation. Factors affecting the forgiving in the subject are the religiosity factor and the relationship quality factor. The impact of bullying experienced by the subject is in the form of psychological problems, physical problems, physiological problems, and the impact of connecting problems.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perundungan yang dialami oleh korban, tahapan pemaafan, faktor yang mempengaruhi pemaafan, serta dampak yang dialami oleh korban. Subjek dalam penelitian ini adalah dewasa awal yang pernah mengalami perundungan. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis fenomenologis interpretatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Analisa data yang digunakan yaitu dengan mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, meng-coding data, menerapkan hasil coding, menyajikan tema-tema dalam bentuk narasi, dan melakukan interpretasi/memaknai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek RD, FZ, LK, dan SM mengalami perundungan dalam bentuk fisik, verbal, sosial, dan cyber/elektronik. Tahapan pemaafan yang dilalui oleh subjek adalah avoidance motivation, revenge motivation, dan benevolence motivation. Faktor yang mempengaruhi pemaafan pada subjek adalah faktor religiusitas dan faktor kualitas hubungan. Dampak perundungan yang dialami oleh subjek berupa permasalahan psikologis, permasalahan fisik, permasalahan fisiologis, dan dampak permasalahan hubungan.
Tinjauan Beban Kerja terhadap Keterikatan Kerja Tenaga Honorer yang Bekerja Tiada Henti di Masa Pandemi Muna Karhani; Muhammad Ali Adriansyah; Lisda Sofia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7983

Abstract

Honorary workers have an excessive workload during Covid-19 which cause their work engagement decrease. This study aimed to determine the relationship between workload and work engagement during the Covid-19 on honorary workers. This study used a quantitative approach. The method of data collection was by interviewing and distributing questionnaire to respondents. Total population and samples were 906 and 100 honorary workers of Mulawarman University. Data analysis were done by correlation testing of Pearson Product Moment. There was a negative relationship between workload and work engagement during the Covid-19 on honorary workers (r count = -0.621 > r table = 0.195 and p = 0.000 < 0.050). Honorary workers should develop their character and ability to increase the work engagement through activities held by leaders (such as education, training, and capacity building) and the leaders provide reward for work performance. Tenaga honorer memiliki beban kerja yang berlebih saat Covid-19 yang menyebabkan keterikatan kerjanya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan keterikatan kerja di masa Covid-19 pada tenaga honorer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada responden. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 906 dan 100 tenaga honorer Universitas Mulawarman.  Analisa data dengan melakukan uji korelasi Pearson Product Moment. Terdapat hubungan negatif antara beban kerja dan keterikatan kerja di masa Covid-19 pada tenaga honorer (r hitung = -0,621 > r tabel = 0,195 dan p = 0,000 < 0,050). Tenaga honorer sebaiknya mengembangkan karakter dan kemampuan untuk meningkatkan keterikatan kerja melalui kegiatan yang diadakan pimpinan (seperti pendidikan, pelatihan, dan capacity building) dan pimpinan memberikan reward atas prestasi kerja.
Maskulinitas Beracun dan Kecenderungan Melakukan Perundungan Pada Santri Senior Laki-Laki di Pesantren X Fergie Fernando Hesfi; Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8466

Abstract

Bullying that occurs in the boarding school environment can occur due to the seniority culture that occurs in that environment. This seniority can occur because there is a misunderstanding about the concept of masculinity that is understood by senior students. So that from this wrong concept, bullying acts carried out by seniors with excuses to make junior students become more disciplined. This study aims to determine the correlation between toxic masculinity and the tendency to bully male senior students in Islamic boarding school X. This study uses a quantitative approach, this study using likert scale that is bullying scale and toxic masculinity scale. The population in this study amounted to 160 students and the sample of this study was 104 male senior students selected using purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of bullying and toxic masculinity. The result showed that the value of r count = 0.617 and p = 0.000 < 0.05. The results of these calculations show that there is a relationship between toxic masculinity and bullying tendencies in male senior students at Islamic boarding school X. Perundungan yang terjadi di lingkungan pesantren dapat terjadi dikarenakan adanya budaya senioritas yang terjadi dilingkungan tersebut. Senioritas tersebut dapat terjadi dikarenakan terjadi kesalahpahaman mengenai konsep maskulinitas yang dipahami oleh para santri senior. Sehingga dari konsep yang salah tersebut munculnya tindakan-tindakan perundungan yang dilakukan oleh senior dengan beralasan untuk membuat para santri junior menjadi lebih disiplin. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan melakukan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan skala likert yaitu skala perundungan dan skala maskulinitas beracun. Populasi pada penilitian ini berjumlah 160 santri dan sample penelitian ini adalah sebanyak 104 santri senior laki-laki dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perundungan dan maskulinitas beracun. Hasil penelitian didapatkan nilai r hitung = 0.617 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X.
How Tough Are Pencak Silat Student Athletes in the Face of Burnout Lisna Mardiana; Lisda Sofia; Ayunda Ramadhani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9040

Abstract

Student athlete in a dormitory is certainly a challenge because they are must to balance academic achievements and non-academic. These all challenges and demands become stressors that lead to burnout in pencak silat athletes, for that hardiness is needed to overcome the burnout. The purpose of this study is to see how hardiness describes pencak silat athletes who experience burnout. The subjects of this study were pencak silat athletes from SKOI East Kalimantan experiencing burnout. In data collection methods, researchers used in-depth interviews and observation data collection techniques. The toughness possessed by student pencak silat athletes is illustrated by their responsibility to complete a heavy training program, being able to overcome pressure in competing, viewing defeat as an opportunity to develop, being able to follow the rules and regulations in SKOI East Kalimantan. This is driven by the mastery of experience as a student martial arts athlete and the support of parents. This research can be used as evaluation for development of student martial arts athletes, especially those in the dormitory.Atlet pelajar yang berada di asrama tentu memiliki tantangan tersendiri karena dituntut untuk dapat menyeimbangkan prestasi akademik dan non akademik. Tantangan ini seringkali menjadi stresor yang mengakibatkan terjadinya burnout pada atlet pencak silat, untuk itu dibutuhkan ketangguhan untuk mengatasi burnout. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran ketangguhan pada atlet pencak silat yang mengalami burnout. Subjek penelitian ini adalah atlet pencak silat SKOI Kaltim yang mengalami burnout. Pada metode pengambilan data, peneliti menggunakan teknik pengambilan data wawancara mendalam dan observasi. Ketangguhan yang dimiliki oleh atlet pencak silat pelajar digambarkan dengan adanya tanggung jawab untuk menyelesaikan program berat latihan, mampu mengatasi tekanan dalam bertanding, memandang kekalahan sebagai peluang untuk berkembang, mampu mengikuti aturan dan ketentuan yang ada di SKOI Kaltim. Hal ini didorong oleh adanya penguasaan pengalaman sebagai atlet pencak silat pelajar dan adanya dukungan dari orang tua. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pengembangan atlet pencak silat pelajar khususnya yang berada di asrama.
Benarkah Feminitas Toksik Ada? Bagaimana Implikasinya Terhadap Resiliensi Perempuan Korban Kekerasan? Maharani Putri; Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8587

Abstract

This study aims to determine the effect of toxic femininity on the resilience of Mulawarman University girl’s student who have experienced violance. This research method uses a quantitative approach. The samples of this study were 100 student members of Mulawarman University who were selected using non-probability sampling with purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of the resilince and the femininity ideology. The scales are arranged using the Likert model. The data analysis technique used is simple linear regression. The results of the validity and reliability test on the resilience scale there are 46 valid items, and the scale is stated to be reliable. Then, on the toxic femininity scale there are 40 valid items, and the scale is stated to be reliable. The results showed that there was a significant effect toxic femininity on the resilience with the calculated value of F count = 4.978 > F table = 3.940 and p value = 0.000 (p < 0.05) and had an influence contribution (R2) of 41.2%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh feminitas toksik terhadap resiliensi Mahasiswi Universitas Mulawarman yang pernah mengalami kekerasan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 100 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala resiliensi dan feminitas toksik. Kedua skala tersebut disusun dengan model Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil uji validitas dan reliabilitas pada skala resiliensi terdapat 46 aitem valid dan skala dinyatakan reliabel. Kemudian, pada skala feminitas toksik terdapat 40 aitem valid dan skala dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara feminitas toksik terhadap resiliensi dengan nilai F hitung = 4.978 > F tabel = 3.940 dan nilai p = 0.000 serta memiliki konstribusi pengaruh (R2) sebesar 41.2%.
Emotional Exhaustion in Late Students Who Are Working in Maintaining Work-Life Balance Istikhomari Istikhomari; Andreas Agung Kristanto; Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.9011

Abstract

Students in their development are still trying to find careers that suit themselves, trying to find their own identity, and have a lifestyle according to their desires by working somewhere. Working final students have the responsibility to complete the thesis according to the stipulated time and complete the demands of their work. So, to understand this phenomenon, we will examine the relationship between work-life balance and emotional fatigue in final students who are working. This study aimed to assess the close relationship between work-life balance and emotional burnout. The study was conducted through a quantitative approach with data collection using emotional burnout scale and work-life balance scale. The respondents in this study were 57 final students at Mulawarman University who were working. The study used non-probabiity sampling techniques with purposive sampling methods. Then, the data obtained were analyzed using the Pearson Correlation analysis test. The results of this study showed that there was a negative relationship between work-life balance and emotional fatigue, namely obtained r = -0.291 and p = 0.028 (p < 0.05). This means that the lower the work-life balance, the higher the emotional fatigue experienced. Based on the results of the research obtained, the advice from this study is that the subject can manage a balanced time between personal life and work done by getting enough rest, spending time with family and friends, taking time to please yourself, and not staying up late to complete tasks.Mahasiswa dalam perkembangannya masih berusaha mencari karir yang sesuai dengan dirinya, berusaha menemukan identitas mereka sendiri, dan memiliki gaya hidup sesuai keinginan mereka dengan cara bekerja di suatu tempat. Mahasiswa akhir yang bekerja memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan skripsi sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan menyelesaikan tuntutan pekerjaan mereka. Sehingga, untuk memahami fenomena tersebut akan diteliti hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional pada mahasiswa akhir yang sedang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keeratan hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala kelelahan emosional dan skala keseimbangan kehidupan kerja. Responden dalam penelitian ini sebanyak 57 mahasiswa akhir di Universitas Mulawarman yang sedang bekerja. Penelitian menggunakan teknik non probabiity sampling dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis Pearson Correlation. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kelelahan emosional yaitu diperoleh nilai r = -0.291 dan p = 0.028 (p < 0.05). Artinya semakin rendah keseimbangan kehidupan kerja maka semakin tinggi kelelahan emosional yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran dari penelitian ini adalah subjek mampu mengatur waktu yang seimbang antara kehidupan pribadi dan pekerjaan yang dilakukan dengan cara beristirahat yang cukup, meluangkan waktu bersama keluarga dan teman, meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, dan tidak bergadang untuk menyelesaikan tugas.
Overview of Stress During Work and Study from Home Reviewed from the Academic Community and Mulawarman University Students Lisda Sofia; Muhammad Sultan; Muhammad Khairul Nuryanto; Dina Lusiana Setyowati; Fergie Fernando Hesfi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.739 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1459

Abstract

Large-scale social restriction policies during the Covid-19 pandemic. demands that all societies reduce interaction with each other. However, the existing changes have caused a lot of pressure, especially in the field of education, among universities. The existing pressure is a source of stress for education workers and students. The purpose of this study was to find out the picture of stress during work and study from home. The subjects involved were 746 people, including the academic community and students at Mulawarman University. The findings found that 43% consisted of an age range of 20-24 years. Age has a weak correlation to WFH and LFH stress. The majority of 389 female respondents had moderate stress levels. Gender is not correlated with stress during WFH and SFH. that the level of education has a weak negative relationship with stress. The majority of job status as students have WFH and SFH stress. Employment status is negatively correlated weakly to WFH and SFH stress. At the level of education as many as 316 people have moderate stress. Employment status is negatively correlated weakly to WFH and SFH stress. The final analysis showed that body mass index had no relationship with WFH and SFH stress. Abstrak: Kebijakan pembatasan sosial berskala besar di masa pandemi Covid-19. menuntut semua masyarakat mengurangi interaksi satu sama lain. Akan tetapi perubahan yang ada menimbulkan banyak tekanan khususnya dalam bidang pendidikan, di kalangan perguruan tinggi. Tekanan yang ada menjadi sumber stres bagi tenaga pendidikan dan pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres selama bekerja dan belajar dari rumah. Subjek yang terlibat sebanyak 746 orang, merupakan civitas akademik dan mahasiswa di Universitas Mulawarman. Hasil temuan didapatkan bahwa 43% terdiri dari rentang usia 20-24 tahun. Usia memiliki korelasi yang lemah terhadap stres WFH dan LFH. 389 responden perempuan mayoritas memiliki tingkat stres sedang. Jenis kelamin tidak berkorelasi dengan stres selama WFH dan SFH. bahwa tingkat pendidikan memiliki hubungan negatif yang lemah dengan stres. Mayoritas status pekerjaan sebagai mahasiswa memiliki stres WFH dan SFH. Status pekerjaan berkorelasi negatif lemah terhadap stres WFH dan SFH. Pada tingkat pendidikan sebanyak 316 orang memiliki stres sedang. Status pekerjaan berkorelasi negatif lemah terhadap stres WFH dan SFH. Analisis terakhir menunjukkan bahwa indeks masa tubuh tidak memiliki hubungan dengan stres WFH dan SFH.