Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Eksplorasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berbasis Religius dan Budaya dalam Roman Sitti Nurbaya Karya Marah Rusli Rere Pahira Nawar; Sukirman Sukirman; Asgar Marzuki; Makmur Makmur
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5857

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter yang berbasis nilai religius dan budaya dalam karya sastra sebagai sarana pendidikan moral dan spiritual. Roman Sitti Nurbaya karya Marah Rusli dipilih karena mengandung nilai-nilai karakter yang relevan dengan konteks sosial dan religius masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk nilai-nilai pendidikan karakter religius yang mencakup nilai akidah, akhlak, dan syariah dalam roman tersebut, serta menganalisis hubungan antara nilai budaya dan nilai pendidikan karakter religius yang tergambar dalam narasi dan tokoh-tokohnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks roman dan literatur pendukung. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri, dan keabsahan data dijamin melalui teknik kredibilitas dengan ketekunan serta validasi oleh pakar. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai akidah dalam roman ini mencerminkan unsur rukun iman, seperti keimanan kepada Allah, kitab-kitab-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar; (2) nilai akhlak tercermin dalam hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat; dan (3) nilai syariah mencakup aspek ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah. Adapun hubungan antara nilai budaya dan religius terlihat dari integrasi sistem budaya matrilineal Minangkabau yang menempatkan perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga dengan ajaran Islam mengenai peran ibu. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan karakter melalui pendekatan sastra. Namun, keterbatasan penelitian terletak pada fokus yang hanya mencakup satu karya sastra. Disarankan penelitian lanjutan membandingkan beberapa karya untuk memperluas cakupan temuan.
Leadership Culture Efforts to Strengthen Teacher Professionalism at MTs Negeri Luwu Utara Putri Vista; Sukirman Sukirman; Munir Yusuf
International Journal of Educational Administration, Management, and Leadership Volume 5, Number 1, May 2024
Publisher : Har Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of transformational leadership by the madrasah principal in shaping school culture and enhancing teacher professionalism at MTs Negeri Luwu Utara. A qualitative approach was employed, using a case study method, with data gathered through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings show that the principal's leadership style includes elements of directive, supportive, participatory, and achievement-oriented approaches, demonstrating an adaptive method tailored to the institution's needs. School culture is built through teacher involvement in decision-making, open communication, innovation, and adequate performance supervision. Teacher professionalism is strengthened through providing challenges, ongoing professional development, sufficient facilities, and motivation and recognition from school leadership. Leadership values such as consistency, a future-oriented vision, collaboration, role modeling, and caring are key drivers in fostering a positive school culture and improving teacher professionalism. The connection between leadership, school culture, and teacher professionalism is mutually reinforcing, creating an educational environment that is supportive, collaborative, and focused on enhancing the quality of teaching and learning. This study recommends strengthening transformational leadership as a strategic approach to elevate the quality of madrasah education.
PENINGKATAN SELF CONFIDENCE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, SATISFACTION (ARCS) PADA SISWA KELAS V SDN 22 MURANTE KOTA PALOPO Nur Haq Nillah L.Tr.; Sukirman Sukirman; Nurul Aswar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3658

Abstract

Skripsi ini membahas tentang penerapan model pembelajaran Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction (ARCS) untuk meningkatkan kepercayaan diri (self confidence) peserta didik. Fokus penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 22 Murante Kota Palopo, yang mengalami kendala dalam kepercayaan diri sehingga berdampak pada partisipasi aktif di dalam kelas. Melalui pendekatan pembelajaran yang menarik dan relevan, model ARCS dapat  menciptakan suasana belajar yang mendukung dan memotivasi peserta didik untuk lebih percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self confidence siswa dari siklus 1 ke siklus 2, dengan masing-masing persentase yang berbeda pada setiap pertemuan. Pada siklus 1 dipertemuan pertama dengan hasil 60%, pertemuan kedua menurun ke 53% dan pertemuan ketiga kembali menurun menjadi 44%. Pada siklus 2 meningkat menjadi 77% dipertemuan pertama, 82% dipertemuan kedua dan 86% pada pertemuan ketiga. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model ARCS dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik kelas V SDN Murante Kota Palopo.
NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL MARYAMAH KARPOV KARYA ANDREA HIRATA Putry Jaatsiya Lufty; Sukirman Sukirman; Nurul Aswar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4154

Abstract

Skripsi ini membahas nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berjenis etnografi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pendidikan karakter sebagai landasan pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial. Novel dipandang sebagai salah satu media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral karena mampu menyampaikan pesan melalui alur cerita dan karakter yang dekat dengan kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Maryamah Karpov serta menganalisis relevansinya dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Sumber data primer berupa teks novel, sementara data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 nilai pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 16 nilai yang ditemukan dalam novel Maryamah Karpov. Nilai-nilai tersebut meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghargaan terhadap prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran PAI karena mampu mendukung terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah, kritis, serta berkontribusi positif dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra, khususnya novel Maryamah Karpov, dapat dijadikan sebagai media alternatif dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus memperkaya strategi pembelajaran PAI agar lebih kontekstual, bermakna, dan inspiratif.
Implementasi Seni Tilawah Mujawwad untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Peserta Didik Nur Samsiah; Sukirman Sukirman; Mirnawati Mirnawati
Journal of Teaching dan Learning Research Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Teaching dan Learning Research
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jtlr.v8i2.11245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan pemahaman peserta didik dalam membaca Al-Qur’an, khususnya dalam penerapan kaidah tajwid dan irama tilawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi seni tilawah Mujawwad serta peningkatan minat dan pemahaman peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XI SMAN 2 Palopo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes lisan berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an. Nilai rata-rata pre-test pada siklus I sebesar 58,3 meningkat menjadi 68,9 pada post-test dengan ketuntasan belajar dari 12% menjadi 44%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat dari 72,5 menjadi 75,45 dengan ketuntasan belajar dari 68% menjadi 76%. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, implementasi seni tilawah Mujawwad terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Developing Digital English-Speaking Materials for Students at Islamic Senior High School Friska Widyastuti; Rustan Santaria; Sukirman Sukirman
Register Journal Vol. 18 No. 2 (2025): REGISTER JOURNAL
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/register.v18i2.319-340

Abstract

Limited learning is the critical gap in English-speaking materials for Islamic senior high schools in Indonesia, which is that students must struggle, including a lack of vocabulary, grammatical errors, pronunciation difficulties, and poor fluency. Although current research has focused on all educational levels, there remains a notable scarcity of materials integrating Islamic values within communicative English teaching frameworks. The research aims to develop digital English-speaking materials that embed Islamic values into pedagogically sound language learning activities while emphasizing authentic communicative competence as the primary objective. The research employed the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model through a Research and Development approach. Data were collected through needs analysis, expert validation, classroom observations, and student questionnaires at MA Al-Falah Lemahabang. The developed e-book encompasses seven fundamental public speaking aspects integrated with Quranic verses and Islamic themes, including the Five Pillars of Islam, Ramadhan, charity, halal food ethics, and Islamic greetings. Based on the results of the research that thematic coherence between Islamic content and communicative tasks expands language learning by providing authentic contexts for giving opinions, describing, and narrating. Expert validation confirms that moral elements complement rather than overshadow language-learning goals. However, critical limitations include predominantly text-based digitization rather than truly interactive multimodal resources, single-site implementation restricting generalizability, and tensions between religious contextualization and activities requiring critical analysis or disagreement. The materials successfully balance linguistic objectives with value-based outcomes, contributing to improved speaking competence, cultural sensitivity, and critical intercultural competence. Future development should incorporate multimedia elements, interactive simulations, explicit integration of critical discourse skills, multi-site implementations, and longitudinal studies to ensure Islamic content enhances rather than constrains authentic language use.