Claim Missing Document
Check
Articles

The Development Of Flash Card Learning Media in Increasing Students' Learning Motivation in Indonesian Language Learning in Grade 1 SDN 15 Koto Baru Muhammad Subhan; Dodi Widia Nanda; Fenti Alysa
The Future of Education Journal Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i3.162

Abstract

Based on the author's observations at SDN 15 Koto Baru, especially in class 1, the author found several factors causing students' lack of focus in learning, assumed by several factors in learning, less varied learning media, lack of interest, so that students' learning motivation to participate in the learning process is still low. and paying less attention to the material being conveyed so that students do not really understand what is being conveyed so that students do not really understand what is being conveyed by the teacher. This happens because the learning tools and media used are less attractive, only using media such as blackboards and textbooks. The aim of researchers developing flash card media is to create a learning tool that can increase student motivation through the use of visuals and interactives, facilitate understanding of complex concepts in a way that is easy to understand, and stimulate student interest and motivation in studying subject matter through a fun and interesting learning experience. It can be seen that the students' learning outcomes have reached KKM 70, namely, students' learning outcomes with an average of 80% are categorized as very effective. Meanwhile, students' incomplete learning outcomes with an average of 20% are categorized as ineffective. So that flash card learning media can be applied in the learning process. The results of the analysis included 8 students who completed and 2 who did not complete, with a total of 10 students, the number of students who completed was 8 divided by the number of 2 students multiplied by 100, the result is 80%. In the KBBI, effectiveness is defined as usability, activeness, as well as suitability and the goals to be achieved. Based on the analysis above, it can be concluded that flash card learning media is effective, meaning it can help students improve learning outcomes
Peningkatan Hasil Belajar Ipas Menggunakan Model Contextual Teaching And Learning Berbantu Media Diorama Kelas V SDN 208// Sumber Harapan Friska Ayuni Rahayu; Muhammad Subhan; Dhini Mufti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 208/II Sumber Harapan, dengan 13 dari 21 peserta didik (62%) belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan proses belajar kurang kondusif dan peserta didik cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantu media diorama. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 peserta didik kelas V, terdiri atas 12 laki-laki dan 9 perempuan. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pendidik dan peserta didik, tes hasil belajar, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran meningkat, ditandai hasil observasi pendidik dari 92% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, serta hasil observasi peserta didik meningkat dari kategori kurang (47,61%) menjadi kategori baik (85,71%). Hasil belajar kognitif peserta didik juga meningkat dari kategori belum tuntas (57,14%) pada siklus I menjadi kategori tuntas (90,4%) pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantu media diorama efektif meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V.