Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN BULLYING DENGAN BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI PEKANBARU Safitri, Salda; Herniyanti, Rina; Putra, Ifon Driposwana; Malfasari, Eka
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6430

Abstract

Pendahuluan Bullying memiliki efek jangka panjang, seperti trauma, stress, kecemasan, dan kelelahan atau burnout, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dengan burnout akademik mahasiswa keperawatan di pekanbaru, Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan "Cross Sectional" Pengambilan sampel menggunakan Metode stratified random sampling dengan jumlah responden 332 dari 4 Institusi Keperawatan Di Pekanbaru ( Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Stikes Pekanbaru Medical center, Stikes Tengku Maharatu Pekanbaru, penelitian dimulai dari tanggal 28 November-14 Desember 2024. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) dan Maslach Burnout Inventory- Student survey (MBI). Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (81,9%), dengan rentang usia antara 17 hingga 24 tahun dan rata-rata usia 19,49 tahun. mayoritas mahasiswa berada pada tingkat pertama pendidikan keperawatan (47,9%). Dari segi distribusi rerata, bullying memiliki nilai rata-rata 65,44, sementara burnout akademik memiliki nilai rata-rata 42,46. Menunjukan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara bullying dan burnout akademik, dengan koefisien korelasi r = 0,187 (p 0,001) pengaruhnya terhadap tingkat burnout akademik tidak terlalu besar. Rekomendasi: Peneliti selanjutnya bisa menggunakan metode pengumpulan data yang lebih bervariasi, seperti wawancara mendalam atau observasi langsung. 
Nurses' Knowledge Level in Fall Risk Assessment in the Inpatient Wards of a Private Hospital, Pekanbaru Ramadhan, Intan Tiara; Adelia, Gita; Herniyanti, Rina; Putra, Ifon Driposwana; Malfasari, Eka; Saputra, Candra; Puswati, Desti
REAL in Nursing Journal Vol 8, No 1 (2025): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v8i1.3420

Abstract

Background: Patient Safety Goal (PSG) 6 related to the risk of falls is still a worrying issue, especially for hospitalized patients in hospitals. One of the efforts to minimize the risk of falls is through knowledge. Previous research found that nurses' knowledge about patient safety still varies in various hospitals in general and hospital service units in particular.Purpose: The purpose of this study was to analyze nurses' knowledge level in fall risk assessment in the inpatient room of a private hospital in Pekanbaru.Methods: This research is a quantitative study with a descriptive approach, conducted from August 2024 to January 2025. The sampling technique used is accidental sampling, with a total sample of 68 nurses working in inpatient wards. The instrument used is a questionnaire on nurses' knowledge of patient safety.Results: The results of this study show that almost all respondents are in the age range of 18 to 40 years, with a total of 54 respondents (79.4%), almost all respondents are female, as many as 56 people (82.4%). In terms of education, more than half of the respondents had a Diploma educational background, with a total of 39 people (57.4%). The results showed that almost all nurses involved in this study had good knowledge about patient safety with a total of 64 nurses (94.1%).Conclusion: Nurses' knowledge about patient safety is quite good. However, it is important to continue to improve nurses' knowledge and awareness through training and continuing education to minimize the risk of falls in the hospital. 
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Menggambar Di Ruangan Mandau 2 RSJ Tampan Provinsi Riau Windi Okdwi Delta Maulina; Rina Herniyanti; Ifon Driposwana Putra; Fitry Erlin
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i1.3212

Abstract

The impact that can be caused by patients experiencing auditory hallucinations is a loss of self-control. Patients experience panic and their behavior is controlled by their hallucinations. In this situation, patients can commit suicide, kill others (homicide), and even damage the environment. To minimize the impact of hallucinations, appropriate hallucination treatment is needed. One way to manage hallucinations is through generalist therapy and drawing activities. Drawing activity therapy aims to minimize the patient's interaction with their world, express thoughts, feelings, and emotions that influence behavior, provide motivation and happiness, entertain and distract the patient, so that attention is not focused. The purpose of this study is to provide therapy for patients with auditory hallucinations using drawing activity therapy. The method used in this scientific work is drawing therapy intervention. The sample of this study was 1 schizophrenia patient with a nursing diagnosis of auditory hallucinations. The study was conducted on April 24-26, 2025. The results showed that after drawing therapy on the third day, the patient said that sometimes he still heard whispers but the voices had decreased and the patient said he wanted to go home immediately.
Implementasi Askep Pijat Kaki Menggunakan Minyak Sereh Pada Lansia Dengan Insomnia di Wilayah Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Saputra, Edi; Erlin, Fitri; Hendra, Donny; Herniyanti, Rina
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i4.590

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami lansia dan berdampak negatif pada kualitas hidup. Penggunaan terapi nonfarmakologis seperti pijat kaki dengan minyak sereh menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat kaki menggunakan minyak sereh dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada lansia dengan insomnia. Metode yang digunakan adalah intervensi langsung pada dua lansia dengan insomnia di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru selama tiga hari berturut-turut, dengan sesi pijat kaki selama 15–30 menit tiap hari. Pengkajian dilakukan melalui wawancara dan observasi pola tidur serta tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur, yaitu penurunan gangguan pola tidur dari tingkat berat menjadi lebih ringan, serta penurunan kelelahan yang signifikan setelah terapi. Pasien melaporkan tidur lebih nyenyak dan merasa lebih segar, dengan keluarga mengonfirmasi perubahan perilaku yang lebih baik. Kesimpulannya, pijat kaki menggunakan minyak sereh efektif dalam memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi kelelahan pada lansia dengan insomnia. Implikasi praktiknya, terapi ini dapat dijadikan sebagai metode perawatan komplementer yang aman dan ekonomis untuk lansia, mengurangi ketergantungan pada obat tidur, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
The Knowledge and Prevention Treatment of Osteoporosis on Elderly: A Cross Sectional Study Ezalina, Ezalina; Risma Mardayani; Deswinda; Rina Herniyanti
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.653

Abstract

According to the World Health Organization osteoporosis is the second ranked, after heart disease. In the worldwide there are 200 million people with osteoporosis. One cause the osteoporosis is the low public knowledge in preventing osteoporosis. This study aims to determine the relationship of knowledge with osteoporosis prevention to the elderly. Cross sectional research design, with total sample of 84 elderly through the Accidental Sampling technique. The sample size was 84 respondents. The research instrument used the OKAT (Osteoporosis Knowledge Assessment Tool) questionnaire as the knowledge of osteoporosis and osteoporosis prevention measures questionnaire. The data analysis used univariate analysis and bivariate analysis . The results of this study found that the knowledge of the elderly was in high category of 60.7% and the prevention of osteoporosis was in good category of 53.6%. The results of statistical tests obtained p 0.02< 0.05, that Ho was rejected, so it can be concluded that there is a relationship between knowledge and osteoposition prevention measures in elderly. Research recommendations require further research by examining factors that have not been studied to explain the phenomenon and describe the condition of osteoporosis prevention comprehensively.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Devita, Yeni; Muharrom, Dina; Herniyanti, Rina; Hasana, Ulfa
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/mzmsv403

Abstract

Perilaku bunuh diri pada remaja merupakan persoalan kesehatan mental yang semakin meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai determinan, meliputi aspek psikologis, keluarga, lingkungan sosial, biologis, serta pengalaman percobaan bunuh diri sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan percobaan bunuh diri pada remaja di SMAN 12 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 308 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Suicide Behavior Questionnaire-Revised (SBQ-R). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24,4% responden berada pada risiko rendah, 28,2% risiko sedang, dan 47,4% risiko tinggi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor psikologis, keluarga, lingkungan, biologis, serta riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan percobaan bunuh diri pada remaja (P Value 0,119). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor dominan yang berhubungan secara signifikan dengan percobaan bunuh diri pada responden penelitian.