Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALYSIS OF MATERNAL HEALTH LITERACY TOWARD ACCEPTANCE OF CONGENITAL HYPOTHYROID SCREENING Ayu, Anugrah; Jalaluddin, Syatirah; Saharuddin; Anastasia, Rizka; Dahlan, Muh.
Jurnal Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v18i1.45535

Abstract

The condition of decreased function or malfunction of the thyroid gland in newborns is known as congenital hypothyroidism, this condition causes a child to experience problems in their growth period and is likely to experience mental retradation which will affect their physical and intellectual development. The screening of every newborn is inseparable from the approval and acceptance of parents, therefore it is very necessary for parents to have a level of health literacy towards health actions. This study aims to determine the relationship between maternal health literacy and acceptance of congenital hypothyroid screening at RSIA Ananda Makassar. The type of research used is quantitative with a Cross Sectional research design The population in this study were Trimester III pregnant women both primigravida and multigravida who did antenatal care (ANC) at the Hospital. The sampling technique used purposive sampling method, namely the selection of samples based on the researcher's consideration in accordance with the predetermined inclusion and exclusion criteria. The sample size was determined based on the Slovin formula, so that the number of samples in this study was 100 Data analysis using the Statitical Package For The Social Sciences (SPSS) 26. Data collection techniques using primary data, namely by distributing questionnaires. The results showed a p value of 0.004 <0.05 (significant value). There is a relationship between maternal health literacy and acceptance of congenital hypothyroid screening measures at RSIA Ananda Makassar in 2023.
Breastfeeding Duration More than 18 Months Possibly Lowers the Risk of Language Development Delay in Children Aged 18–35 Months Faradilah, Andi; Rusyaidi, Andi Musafir; Jalaluddin, Syatirah; Savitri, Ary I
Kesmas Vol. 17, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies have demonstrated the benefits of breastfeeding (BF) on children’s cognitive function and language development. However, most cognitive and language tools used in these studies have limited ability to identify children’s language development delays. The Language Development Survey (LDS) is expected to provide detailed information on children’s language development. This study aimed to examine the association between BF duration and children’s LDS. A questionnaire was administered to 286 BF mothers to obtain information on their BF duration, and LDS was employed to assess children’s language development. Language delays were detected in 91 (31.8%) children (LDS-vocabulary) and 35.7% children (LDS-phrase). This study also found that children who were breastfed for ≤6 months and 7–18 months had an adjusted OR (AOR) of 0.86 of LDS-vocabulary, and 0.8 of LDS-phrase, whereas children who were breastfed for >18 months had AOR’s LDS-vocabulary of 0.57 and LDS-phrase of 0.46. This study found no significant association between BF duration and LDS score. Nevertheless, BF duration of >18 months possibly lowers the risk of children’s language development delay. More studies are required to investigate this observation’s relationship with children’s language development.
PERBANDINGAN HASIL AKHIR PEMBELAJARAN DARING DAN LURING PADA MATA KULIAH CLINICAL SKILL LAB I MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UIN ALAUDDIN MAKASSAR SARI, JELITA INAYAH; DJAWIYAH, SITTI; JALALUDDIN, SYATIRAH; KEMALAHAYATI, ANNISA DWI
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 8 No. 1 (2025): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v8i1.17177

Abstract

Latar belakang:Wabah Covid-19 adalah penyakit menular yang menyebar ke seluruh dunia, kondisi ini mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan oleh karena itu Program Studi Penddikan Dokter UIN Alauddin adalah salah satu Lembaga yang memberlakukan metode daring, termasuk pada mata kuliah Clinical Skill Laboratory. Tujuan: Tujuan penelitin ini membandingkan metode daring dan luring dengan hasil akhir dari mata kuliah CSL di program studi Pendidikan dokter. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian komparatif  dengan jenis penelitian deskriptif yaitu membandikan dua kelompok atau lebih. Hasil: Hasil penelitian ini adalah motivasi belajar pada pembelajaran luring lebih baik dari pada pembelajaran daring. Mahasiswa lebih banyak melakukan persiapan belajar pada kelas daring daripada luring serta mahasiswa banyak yang lebih memilih metode pembelajaran luring dari pada daring untuk mata kuliah CSL. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan capaian nilai akhir mahasiswa lebih baik pada metode luring daripada metode daring                                                                                                                                       
Dampak Pemberian Air Susu Ibu Terhadap Pertumbuhan Bayi pada Usia 0-6 Bulan dengan Riwayat Berat Lahir Rendah di Puskesmas Kota Makassar Tahun 2020-2022 Firman, Sri Rahayu; Darmawansyih, Darmawansyih; Jalaluddin, Syatirah; Anastasia, Rizka
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.230-5

Abstract

Latar belakang. Pertumbuhan bayi dengan riwayat berat lahir rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi selanjutnya, karena berat lahir yang kurang membutuhkan waktu untuk mencapai berat badan yang normal. Pemberian ASI dapat mengoptimalkan pertumbuhan bayi karena dapat mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, maupun sosial. Tujuan. Mengetahui hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan dengan riwayat berat lahir rendah di puskesmas kota Makassar.Metode. Penelitian analitik obsevasional dengan desain cross sectional dilakukan di puskesmas kota makassar pada bulan November-Desember 2022. Kriteria inklusi adalah bayi berusia 0-6 bulan, bayi usia >6-60 bulan yang memiliki data berat badan dan panjang badan lengkap pada usia 0-6 bulan, ibu yang bersedia menjadi responden dan tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi, tinggal di wilayah puskesmas Tamagapa, Antang, Bira, dan Jongaya. Kriteria eksklusi adalah bayi yang sedang sakit kronis, memiliki kelainan kongenital, meninggal saat penelitian, dan ibu yang berpindah domisili saat penelitian berlangsung. Hasil. Hasil uji bivariat chi square menunjukkan adanya hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan berat badan dan panjang badan menurut umur bayi (p 0,000). Bayi yang diberikan ASI memiliki pertumbuhan (BB/U) normal sebanyak 78 bayi (48,8%) dan yang tidak normal sebanyak 15 bayi (9,4%) Sedangkan bayi yang diberikan ASI memiliki pertumbuhan (PB/U) normal sebanyak 58 bayi (36,3%) dan yang tidak normal sebanyak 35 bayi (21,9%).Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan dengan riwayat berat lahir rendah.
ANALISIS PENGARUH PEMBINAAN PHBS TERHADAP PENGETAHUAN PHBS SISWA SD NEGERI BORONG: ANALYSIS OF PHBS COACHING INFLUENCE ON THE KNOWLEDGE OF ELEMENTARY STUDENTS AT BORONG SCHOOL Lipu, Andi Muhammad Adlan Naufal; Hartoko, Rahadi Arie; Jalaluddin, Syatirah; Rahmadhani, Rauly; Syamsuddin, Darussalam
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1007

Abstract

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembinaan PHBS terhadap pengetahuan siswa di SD Negeri Borong. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test, melibatkan 96 siswa yang dipilih melalui metode purposive sampling. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembinaan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor post-test pada kedua kelompok, dengan peningkatan lebih tinggi pada kelompok pembinaan langsung. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Sementara itu, uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa metode pembinaan langsung lebih efektif dibandingkan metode tidak langsung, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pembinaan PHBS efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa, sehingga implementasinya di sekolah perlu dioptimalkan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup sehat.
The Relationship Between Mother’s Knowledge and Breastfeeding Behavior at Mother and Child Hospital Ananda Makassar in 2022 Muftihatul Jannah; Syatirah Jalaluddin; Fhirastika Annisha; Jelita Inayah Sari; Rahmi Damis5
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.5669

Abstract

Breast milk is the most complete form of nutrition for infants, capable of fulfilling all their needs across physical, psychological, social, and even spiritual dimensions. It contains essential nutrients, antibodies, and bioactive components that support optimal growth and development while fostering emotional bonding between mother and child. A mother’s level of knowledge plays a pivotal role in shaping her motivation and commitment to breastfeeding, as informed mothers are more likely to initiate and maintain exclusive breastfeeding practices. This study aims to examine the relationship between maternal knowledge and breastfeeding behavior at Mother and Child Hospital (RSIA) Ananda Makassar in 2022. Employing a quantitative research approach with an analytical observational design, the study utilized a cross-sectional method to capture data at a single point in time. Research was conducted from December 2022 to January 2023, targeting a population of 329 mothers who delivered at RSIA Ananda Makassar between May and December 2022. Using purposive sampling based on specific inclusion criteria, a total of 112 respondents were selected for participation. Data were analyzed using the Chi-Square test to assess the association between the independent variable (maternal knowledge) and the dependent variable (breastfeeding behavior). A significance level of 5% (α = 0.05) was applied to determine statistical relevance. The results revealed a significant relationship between mothers’ knowledge levels and breastfeeding behavior (p = 0.003), indicating that higher knowledge levels were associated with better breastfeeding practices. These findings highlight the importance of health education interventions aimed at increasing maternal knowledge on breastfeeding. Strengthening awareness programs, providing counseling during antenatal and postnatal care, and involving family support systems could enhance breastfeeding behaviors. Ultimately, improving maternal knowledge serves as a key strategy to promote exclusive breastfeeding, which in turn contributes to improved infant health outcomes and the overall well-being of both mother and child.
Analisis Determinan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan yang Dirawat Inap di RSIA Ananda MakassarIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIRAWAT INAP DI RSIA ANANDA MAKASSAR Muflihah Sa’adah; Syatirah Jalaluddin; Ulfah Rimayanti; Rini Fitriani; Darussalam Syamsuddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57807

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama usia 6–12 bulan, yang rentan mengalami komplikasi hingga memerlukan perawatan inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan yang dirawat inap di RSIA Ananda periode Januari–Juni 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 bayi menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,014), metode persalinan (p = 0,003), dan kepadatan keluarga (p = 0,025) dengan kejadian diare, sedangkan berat badan lahir rendah (p = 0,772), usia gestasi (p = 0,978), sanitasi lingkungan (p = 0,904), sumber air minum (p = 0,095), dan pendidikan ibu (p = 0,620) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami diare 3,67 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (OR = 3,67; 95% CI = 1,46–9,24; p = 0,006), bayi yang dilahirkan melalui metode sectio caesarea memiliki risiko diare 4,53 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan normal (OR = 4,53; 95% CI = 1,66–12,35; p = 0,003), dan bayi yang tinggal dalam keluarga dengan kepadatan hunian padat berisiko mengalami diare 5,34 kali lebih besar dibandingkan hunian tidak padat (OR = 5,34; 95% CI = 1,40–20,32; p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif, metode persalinan, dan kepadatan keluarga merupakan determinan kejadian diare pada bayi usia 6– 12 bulan.